Ling Tian

Ling Tian
Rencana Pembersihan


__ADS_3

Waktu terus berlalu. Tidak terasa sekarang pagi sudah mulai menyingsing. Matahari jingga di ufuk timur mulai terlihat dengan indahnya. Di Kota Humeng kini tampak asap berwarna hitam sedang membumbung tinggi ke atas langit. Asap itu tidak lain adalah asap dari hasil pembakaran ratusan ribu mayat aliansi aliran hitam.


Ling Tian baru saja keluar dari kamarnya setelah menyelesaikan acara tidur dengan lelap. Saat Ling Tian baru saja membukakan pintu kamarnya, dia sudah disambut oleh dua jenderal bawahan dari Jenderal Besar Bing Luoyan.


"Selamat pagi Tuan Muda!" ucap kedua jenderal tersebut sambil menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat.


"Ah.. Selamat pagi juga para jenderal sekalian!" jawab dengan sambil membalas angkupan tangan mereka.


"Tuan Muda dan Tuan kucing sudah ditunggu oleh Jenderal Besar di ruangan tempat makan!" ucap salah satu jenderal bawahan itu.


"Ohh.. Baiklah! Antarkan aku ke sana!" ucap Ling Tian sambil tersenyum dan mempersilahkan kedua jenderal bawahan itu untuk memimpin jalan.


"Baik Tuan Muda!" kata keduanya lalu berjalan meninggalkan kamar tempat Ling Tian beristirahat.


Ling Tian bersama dengan dua jenderal bawahan dari Jenderal Besar Bing Luoyan akhirnya sampai di ruangan makan. Ling Tian disambut langsung oleh para jenderal dan Jenderal Besar Kekaisaran Bing dengan senyuman hangat yang terukir dan kebahagiaan yang terpancar.


"Tuan Muda Tian dan Tuan kucing! Bagaimana istirahat anda? Apakah cukup nyenyak?" tanya Jenderal Besar Bing Luoyan tersenyum.


"Tentu saja sangatlah nyenyak Jenderal! Lihatlah! Nyatanya aku dan saudaraku bahkan datang di tempat ini yang paling terakhir!" ucap Ling Tian sambil membalas senyumannya.


"Baiklah-baiklah.. Tidak perlu menunggu lagi silakan duduk Tuan Muda Tian dan Tuan kucing!" ucap Jenderal Besar Bing Luoyan.

__ADS_1


Setelah Ling Tian duduk, acara sarapan pun segera dimulai dengan tanpa satu orang pun dari mereka ada yang berbicara. Karena sudah menjadi tata krama yang bahkan sudah menjadi adat istiadat bagi seseorang yang sedang makan sangat tidak elok sembari berbicara.


Tidak butuh waktu lama, acara makan-makan pagi itu pun berjalan seperti semestinya alias selesai. Setelah para pelayan membereskan piring-piring yang kotor, Jenderal Besar Bing Luoyan pun akhirnya mulai membuka suaranya dengan sebuah pertanyaan.


"Tuan Muda Tian dan Tuan kucing yang terhormat! Bagaimana dengan rencana yang telah kita bicarakan sebelumnya?"


"Seperti yang sudah kita sepakati! Aku dan saudaraku Mao An ini akan ikut dalam pasukan Jenderal untuk membersihkan semua penjajah yang ada di kota-kota di daratan utara ini!" cowok paling impian dengan santai santai memakan buah-buahan yang tersedia sebagai cuci mulut.


"Syukurlah jika begitu! Lalu kira-kira berapakah jumlah pasukan yang harus aku bawa? Apakah keseluruhan atau hanya sebagian?" tanya Jenderal Besar Bing Luoyan.


"Jenderal cukup bawa saja mereka yang sudah berada di ranah Pendekar Emas Akhir ke atas! Sisakan saja beberapa di sini untuk memimpin pasukan yang lainnya untuk menjaga ketertiban di kota ini" jawab Ling Tian dengan santai.


Jenderal Besar Bing Luoyan mengerutkan kening mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Ling Tian. Dia tidak habis pikir bagaimana mungkin hanya membawa pasukan dengan jumlah sedikit seperti itu lalu hendak membebaskan kota-kota dari pihak aliansi aliran hitam.


Hal itu bisa saja digunakan oleh orang-orang dari aliran hitam untuk melarikan diri saat sebelum pasukan besar aliran putih memasuki kota mereka. Karena kabar mengenai terbunuhnya salah satu dari pemimpin aliansi aliran hitam yang berada di Kota Humeng pastilah sudah terendus kabarnya oleh mereka.


Setelah dikemukakan alasannya oleh Ling Tian, Jenderal Besar Bing Luoyan akhirnya bisa mengerti dan setuju dengan usulan itu. Dia dengan cepat memerintahkan kepada salah satu jenderal bawahannya untuk mempersiapkan perjalanan yang akan dilakukan sesaat lagi menuju ke kota-kota yang telah dikuasai oleh pihak aliansi aliran hitam.


Andai saja Jenderal Besar Bing Luoyan dan para jenderal bawahannya mengetahui bahwa hanya dengan Ling Tian atau Mao An seorang diri saja sebenarnya sudah sangat cukup untuk menghapus semua orang-orang aliansi aliran hitam maka mereka semua pun pasti akan langsung muntah darah karena tidak menduga.


"Lalu bagaimana dengan Sekte Hasrat peninggalan dari Chang Roulan?" tanya Jenderal Besar Bing Luoyan.

__ADS_1


"Biarkan saja saudaraku ini yang akan berangkat terlebih dahulu kesana untuk memasang array yang sama seperti yang ada di kota ini! Kita akan melakukan serangan secara serentak setelah semua kota yang telah dikuasai oleh aliran hitam selesai kita bersihkan!" jawab Ling Tian dengan santai.


"Oh.. Aku sangat setuju jika seperti itu! Hahaha.." kata Jenderal Besar Bing Luoyan sambil tertawa terbahak-bahak.


Setelah mendapatkan arah dari salah satu jenderal bawahan Jenderal Besar Bing Luoyan mengenai lokasi dari Sekte Hasrat, tanpa menunggu waktu lagi Mao An langsung menghilang dari atas pundak kanan Ling Tian.


Semua orang termasuk Jenderal Besar Bing Luoyan membelalakkan matanya karena kucing hitam yang terlihat imut itu memperlihatkan sebuah aksi yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berada di ranah kultivasi tinggi.


"Tuan Muda! Sebenarnya sudah berada di tingkat berapa saudara Mao An itu?" tanya Jenderal Besar Bing Luoyan penasaran.


"Dia saat ini sudah berada di ranah Raja Beast! Atau setara dengan tingkatan yang berada di atas ranah Pendekar Berlian!" jawab Ling Tian dengan santainya.


"Apaaa!" semua jenderal yang berada di tempat itu pun sangat terkejut mendengarkan kebenaran dari mulut Ling Tian.


"I-itu artinya hanya dengan dia seorang diri saja dapat menguasai daratan utara ini?" tanya Jenderal Besar Bing Luoyan dengan terbata-bata.


"Yaa.. Begitulah!" angguk Ling Tian dengan wajah yang biasa-biasa saja. Sementara untuk seluruh jenderal yang berada di ruangan sama dengan Ling Tian hanya bisa terdiam membisu dengan tubuh yang bergetar hebat.


"Sebenarnya dia itu adalah penguasa utama di daratan utara ini! Menang agak sedikit aneh! Daratan utara kan adalah daratan yang dipenuhi dengan salju dan udara yang dingin. Akan tetapi penguasanya justru memiliki unsur api! Sungguh sangat lucu!" ucap Ling Tian membuat-buat cerita.


Mata semua orang langsung terbelalak saat mendengarkan penuturan dari pemuda bertopeng separuh wajah dihadapan mereka. Jika memang benar jika kucing hitam kecil yang terlihat imut itu adalah penguasa sejati dari daratan utara, maka langkah tidak sopannya mereka sebelumnya karena tidak memberikan penghormatan yang selayaknya. Maka dari itu wajah mereka pun saat ini menjadi sangat pucat seputih kertas.

__ADS_1


Ling Tian tersenyum saat melihat ekspresi keterkejutan dari wajah semua jenderal. Dia memang sudah menduga sebelumnya akan keterkejutan dari para jenderal itu. Namun yang tidak dia duga adalah keterkejutan mereka sangatlah berlebihan seperti ini sehingga mereka menjadi sangat ketakutan.


"Para jenderal tidak perlu mempermasalahkan akan sikap kalian sebelumnya dengan saudaraku Mao An! Bagaimanapun dia tetaplah saudaraku dan aku pasti akan mengatakan kepadanya untuk tidak membenci kalian yang tidak memberikan penghormatan layak kepadanya!" kata Ling Tian sambil tersenyum.


__ADS_2