Ling Tian

Ling Tian
Tergantung Keberuntungan


__ADS_3

"Benar! Sepertinya ayah memang sudah selesai!" kata Yi Shu mengangguk.


"Kalau begitu, mari kita kesana sekarang!" ajak Ling Tian.


Yi Shu hanya mengangguk sebagai balasan. Mereka berdua berjalan menghampiri Yi Cang berada. Setelah sampai, Ling Tian dan Gi Shu dapat melihat bahwa Yi Cang yang sedang seperti berdiri biasa nyatanya dia sedikit melayang diudara dan kaki mengambang tidak menyentuh tanah.


"Waah waah.. Selamat paman Cang! Anda telah berhasil menerobos ranah Pendekar Emas! Selamat! Selamat!" ujar Ling Tian yang menyadarkan lamunan kebahagiaan Yi Cang.


"Ahahaha.. Ini semua berkat dirimu nak Tian! Andai saja kamu tidak memberiku buah abadi bodhi, maka aku hanyalah akan menjadi seorang tua bangka yang tidak lama lagi akan mati!" tutur Yi Cang dengan senyuman yang terus terukir di wajahnya.


"Ah! Paman Cang! Aku hanya sedikit membantu! Selebihnya adalah atas usaha dan keberuntungan paman!" elak Ling Tian.


Memang benar apa yang dikatakan Ling Tian. Seseorang disamping berusaha dan mengkonsumsi sumber daya, maka dibutuhkan keberuntungan besar untuk orang tersebut dapat menembus tingkat yang tinggi.


Sebenarnya bukan dalam menembus tingkat saja yang membutuhkan yang namanya keberuntungan. Saat mencari harta karun atau bertarung juga sangat tergantung akan keberuntunganya.


Jika beruntung, maka seseorang akan berhasil meraih harta karun atau selamat dari pertempuran. Namun jika keberuntungan sedang buntung, maka hanya jebakan dan jebakan yang dia temui saat mencari harta atau kematian tragis jika sedang bertarung meski dirinya lebih kuat dari lawannya. Itu artinya, keberuntungan adalah hal yang sangat penting bagi semua orang!


"Selamat ayah!" giliran Yi Shu yang memberikan ucapan selamat.


"Ah.. Shu kecilku! Terima kasih nak!" jawab Yi Cang dan mengelus lembut kepala Yi Shu.


Yi Shu sama sekali tidak merasa malu dengan apa yang dilakukan ayahnya, menganggapnya seperti bocah kecil didepan Ling Tian. Dia justru sangat bangga mempunyai ayah seperti Yi Cang yang sangat sayang kepadanya.


"Oiya ayah, ngomong-ngomong pakaianmu sedang compang-camping seperti ini. Apakah ayah tidak malu jika tiba-tiba ada orang lain melihatnya?" tanya Yi Shu.


Seketika Yi Cang tersadar dari kondisinya. Sial! Benar sekali kata Yi Shu! Pakaiannya telah hancur, lalu bagaimana dia hendak berganti? Sementara dia tidak memilikinya?


"Ehmm.. Nak! Apa kamu membawa pakaian ganti? Ayah tidak punya!" ucap Yi Cang.


"Tentu saja ayah!" kata Yi Shu.


***

__ADS_1


Klan Ling.


Tiga hari kembali berlalu dengan cepat. Kabar mengenai Klan Ling yang menjadi atasan Klan Wei atau lebih tepatnya menjadi kekuatan tertinggi di daratan timur segera menyebar kesegala arah mata angin dengan cepat.


Di Klan Ling, saat ini suasana disana sudah kembali seperti semula. Begitu lenggang dan hanya beberapa orang saja yang terlihat sedang beraktifitas. Para tamu sudah kembali sejak hari kemarin. Bahkan untuk Kaisar Heian dan para petinggi kekaisarannya juga ikut pamit undur diri.


Hal yang paling tidak diduga adalah Wei Ziin yang sebelumnya sangat ngebet ingin ikut berpetualang dengan Ling Tian juga memilih untuk ikut pulang ke istana.


Saat kepergiannya pun, dia tidak mengeluarkan sepatah kata sama sekali. Dia hanya mengikuti Kaisar Heian dibelakangnya. Ling Tian sendiri sebenarnya cukup bingung dengan sifat Wei Ziin yang berubah itu, namun dia tidak ambil pusing dan membiarkannya saja. Mungkin ini pula keputusan yang terbaik untuk Wei Ziin. Dan lagi, istana sangat membutuhkan kekuatan serta kinerjanya yang terkenal dengan baik. Jika Wei Ziin terlalu lama pergi, maka akan ada kendala pada bagian yang biasanya dia pegang.


Kembali ke Klan Ling. Saat ini dihalaman belakang kediaman Ling Tian sedang berkumpul beberapa orang laki-laki dan perempuan. Mereka adalah Ling Tian, Wei Hun, Long Yuan, Zhuge Ruxu, Mao An, Ling Hu kecil, Ling Lianhua, Gu Mei, Yi Shu, Hong Lie dan Xuan Ji.


Hari ini adalah hari dimana para murid dari saudara-saudara Ling Tian akan melaksanakan latihan pertamanya.


"Saudara Tian, disini tidak ada tempat yang luas dan cocok untuk berlatih. Bolehkah kami masuk kedunia jiwamu untuk melatih mereka disana?" tanya Wei Hun.


"Oh.. Jadi senior Wei dan lainnya ingin melatih mereka disana? Apakah kalian sudah membuat tanda disuatu tempat disana untuk melatih mereka?" Ling Tian tidak langsung menjawab permintaan Wei Hun, dia balik bertanya kepada saudara-saudaranya itu.


Ling Tian diam untuk beberapa saat. Dia tidak langsung menjawab dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Sementara yang lainnya kecuali Ling Lianhua hanya bisa bingung dengan apa yang sedang diobroli para gurunya itu dengan Ling Tian. Dunia jiwa? Tempat seperti apakah itu? Fikir mereka.


"Emm.. Baiklah.. Aku akan mengizinkan kalian untuk melatih mereka disana! Tapi aku ingin meminta sesuatu kepada mereka semua. Apakah kiranya mereka mau?" akhirnya Ling Tian memberi izin namun memberikan syarat.


"Peemintaan seperti apa yang kamu mau bocah?" giliran Long Yuan yang bertanya.


"Ah.. Itu bukan hal yang memberatkan! Aku hanya ingin mereka merawat dan memanen kebunku disana! Hehe.. Kalian tahu sendirilah, aku sangat malas untuk memetik buah yang sudah masak!" jawab Ling Tian dengan sedikit cengengesan.


"Jika hanya itu, tenti saja dengan senang hati kami menyanggupinya Tuan Muda!" Zhuge Ruxu tanpa ragu memberikan kesanggupan.


"Benar sekali Tuan Muda! Dan lagi, bahkan bukan hanya untuk merawat kebun anda, kami juga akan meminta mereka merawat istana Ling anda!" kata Mao An.


"Hmm.. Baiklah jika begitu!" Ling Tian mengangguk.


"Lalu kapan kiranya kalian hendak melatih mereka?" lanjut Ling Tian bertanya.

__ADS_1


"Saat ini juga!" jawab semua saudara Ling Tian dengan serentak.


"Baiklah.."


Ling Tian segera membuat segel ringan ditangan lalu melambaikannya.


Swooshh...


Gerbang dunia jiwa berupa pusaran angin berwarna putih keemasan segera terbentuk dihadapannya dan mengejutkan para murid saudara-saudaranya kecuali Ling Lianhua.


"Silakan bawa mereka! Dan untuk kalian..." Ling Tian memotong ucapannya dan melihat kearah para murid saudara-saudaranya.


"Berlatihlah dengan giat! Jangan kecewakan guru kalian! Jadilah yang terkuat dan raihlah masa depan yang cerah!" lanjut Ling Tian.


"Kami tidak akan mengecewakan Tuan Muda Ling!" jawab mereka berlima dengan serentak.


"Bagus! Silakan saudaraku sekalian!" tutur Ling Tian.


"Baik!" angguk semua saudaranya.


Semua saudara Ling Tian melihat kearah muridnya masing-masing.


"Mari kita masuk sekarang!" ajak Long Yuan kepada semuanya.


"Baik!"


Mereka semua akhirnya masuk kedalam gerbang dunia jiwa dan meninggalkan Ling Tian seorang diri dihalaman belakang rumahnya.


"Hahhh.. Semoga nanti mereka menjadi pendukung terkuatku saat menghadapi aliansi aliran hitam!" ucap Ling Tian dengan menghela nafas panjang namun memiliki harapan yang sangat besar kepada para murid saudara-saudaranya.


_______________________________________


*Mohon maaf, selalu telat! Authornya lagi oleng dikit otaknya😁 Jadi susah buat nyari ide dan tidak bisa ngetik cepat😁🙏

__ADS_1


__ADS_2