
***
Setelah berusaha hampir seharian penuh didunia jiwa, akhirnya Ling Tian dan Zhuge Ruxu bisa melihat beberapa retakan kecil pada telur Haraimau Langit.
Krack!
Retakan semakin banyak dan melebar kesegala arah pada telur itu.
"Ruxu! Alirkan lebih besar lagi energi Qi milikmu! Aku akan mencoba memperbanyak mengirim energi Qi ketelur ini!" ucap Ling Tian.
"Baik Tuan Muda!" jawab Zhuge Ruxu menuruti saja meski saat ini energi Qi miliknya juga sudah mulai menipis.
Krack!
Setelah beberapa saat pecahlah cangkan telur itu dengan sempurna dan terlihatlah sosok mungil yang sangat imut berwarna putih loreng hitam beraurakan sangat ganas. Benar! Binatang suci Harimau Langit telah lahir kembali di Alam Semesta!
Ling Tian dan Zhuge Ruxu segera menyudahi mengirim energi Qi. Ling Tian tersenyum penuh arti melihat sosok kecil itu menjilati lendir disekujur tubuhnya dan memakan cangkang sebagai nutrisi pertamanya.
Setelah selesai memakan semua cangkang telurnya, anak Harimau Langit itu melihat Ling Tian dengan seksama. Sebab dia mengetahui dan merasakan aura familiar darinya. Tentu saja! Karena Ling Tianlah yang mengirim energi Qi untuk menetaskannya. Itu juga lah alasan mengapa Ling Tian tidak menyuruh Zhuge Ruxu mengirimkan langsung saat penetasan tapi harus melewati Ling Tian dahulu.
Harimau Langit kecil berjalan tertatih-tatih dan sempoyongan menuju Ling Tian. Setelah sampai, dia segera menggesek-gesekkan manja kepalanya pada kaki Ling Tian.
Ling Tian sendiri hanya tersenyum melihatnya kemudian menganggak bayi Harimau Langit untuk digendongnya.
"Ling Hu! Sekarang namamu adalah Ling Hu!" ucap Ling Tian.
"Auum! Aum!"
Bayi Harimau Langit mengaum kecil karena senang telah memiliki nama.
"Ohoo.. Apakah kau senang dengan nama itu?" tanya Ling Tian.
Bayi Harimau Langit itu kembali mengaum kecil dan mengangguk-anggukan kepala digendongan Ling Tian.
"Hehehe.. Kau lucu sekali Hu kecil! Kau juga sangat kuat, baru lahir saja sudah setara dengan Pendekar Perunggu Awal! Oiya, sekarang aku adalah kakakmu Ling Tian" ujar Ling Tian dan mengelus kepala Ling Hu.
***
(Ilustrasi Ling Hu, sang bayi Harimau Langit)
__ADS_1
***
Sebenarnya Zhuge Ruxu juga sangat gemas dan ingin menggendong Ling Hu kecil, namun karena melihat tuannya juga sangat senang dan tak kunjung melepaskan Hu kecil dia hanya bisa diam, pasrah dan menahan dirinya sendiri.
Begitulah wanita, sangat suka dengan hal yang imut-imut!
Ling Tian sebenarnya tahu bahwa Zhuge Ruxu ingin menggendong Hu kecilnya, tapi dia ingin lebih lama lagi bersama Hu kecil dan supaya lebih mengenalnya.
"Hu kecil.. Kenalkan, dia adalah bibi Ruxu! Kamu harus menyayanginya juga!" ujar Ling Tian sambil mengarahkan pandangan Hu kecil ke Zhuge Ruxu.
Seperti memahami ucapan Ling Tian, Ling Hu kecil menggeliat ingin turun dari gendongan Ling Tian. Ling Tian pun menurunkan Hu kecil yang langsung berjalan kearah Zhuge Ruxu dan menggesekkan kepalanya manja dikaki Zhuge Ruxu seperti sebuah salam perkenalan yang baik.
Zhuge Ruxu tersenyum berbinar dan langsung memeluk Hu kecil dengan kasih sayang.
"Manisku.. Ingat nama bibi! Nama bibi adalah Zhuge Ruxu! Apa kau faham?" tanya Zhuge Ruxu dengan terus tersenyum mengelusi bulu-bulu Hu kecil yang halus.
Hu kecil mengangguk patuh dan bermanja-manja dipelukan Zhuge Ruxu melebihi saat dipeluk Ling Tian.
Sementara Ling Tian yang melihat Hu kecil seperti itu hanya tersenyum kecut.
'Dasar Hu kecil sialan! Kau ini baru lahir saja sudah tahu yang mana pria yang memelukmu dan yang mana wanita. Cih!' gumam Ling Tian dalam hatinya dan berdecak sedikit.
"Baiklah Hu kecil, kakak Tian pergi dulu! Kamu bersama bibi Ruxu yah.. Jangan sampai merepotkannya!" Ling Tian berpamit dan mengusap kepala Hu kecil masih memeluk erat Zhuge Ruxu.
"Baik Tuan Muda!" jawab Zhuge Ruxu dengan senang.
Senang? Tentu saja Zhuge Ruxu sangat senang! Saat ini dia tidak lagi hidup sendirian di tempat yang sangat megah dan luas ini. Apalagi yang menjadi temannya adalah sesuatu yang sangat imut dan menggemaskan!
"Baiklah. Aku pergi sekarang!" ucap Ling Tian sambil membuka gerbang dunia jiwa.
"Silakan Tuan Muda! Jaga diri baik-baik!" kata Zhuge Ruxu.
"Iya, terima kasih!"
Swuusshh...
Zhep!
Pusaran angin tercipta dan langsung menelan Ling Tian hingga menghilang.
***
__ADS_1
Di istana Kota Qingque.
"Tidaaak! Siapa yang mencuri anggur seratus tahunku?" teriak Wei Yuji dengan putus asa saat dia hendak mengambil anggur digudang penyimpanan istananya namun setelah membuka formasi pelindung yang hanya dia seorang yang memiliki sandi untuk membukanya, dia sangat terkejut melihat tumpukan anggur koleksinya raib tak tersisa.
Wei Yuji dibuat frustasi dan sakit kepala karena kehilangan ini. Siapa orang yang mencuri anggur dan daging-daging segar miliknya? Siapa yang begitu hebat membobol pertahanan formasinya tanpa terdeteksi sedikitpun olehnya?
Memang benar yang dicurinya bukanlah barang-barang yang yang istimewa. Namun ratusan botol anggur seratus tahun tahun miliknya juga lumayan berharga dan menjadi koleksinya yang akan buat suguhan tamu-tamu penting yang datang di istana kotanya atau untuknya sendiri saat dirinya ingin.
Kedua penjaga bahkan dibuat tidak bisa berkutik dan tak sadarkan diri. Sungguh pencuri handal dan hebat!
Kabar mengenai pencurian anggur dan daging-daging segar istana kota segera menyebar seantero Kota Qingque. Bahkan Ling Tian yang baru keluar dari dunia jiwa di penginapan bulan berbunga juga sudah mendengarnya dari obrolan pengunjung restoran dilantai dasar.
Sebelumnya, setelah Ling Tian keluar dunia jiwa, dia segera mendatangi kamar Long Yuan namun tidak menemukan keberadaannya. Dari laporan pelayan penginapan Long Yuan tidak keluar kamarnya sama sekali sejak tadi malam. Ini aneh sekali! Fikir Ling Tian.
Namun begitu, Ling Tian tidak ambil pusing saat tidak menemukan keberadaanLong Yuan. Mungkin saudaranya itu sedang jalan-jalan? Bodo amat! Tidak perlu mengkhawatirkan dia! Bahkan di Benua Langit takkan ada yang bisa membahayakannya!
"Pelayan!" panggil Ling Tian.
"Iya Tuan Muda! Ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan muda itu setelah mendekati Ling Tian.
"Tolong berikan aku sarapan terenak dan minuman terlezat sekarang!" ucap Ling Tian memesan sarapannya.
"Emm.. Baik Tuan Mud-" ucapan pelayan muda terpotong saat kehadiran Long Yuan secara tiba-tiba dari udara tipis.
Swuusshh..
"Aahhh!" teriak pelayan muda.
"Satu untukku sekalian cantik!" ujar Long Yuan sambil menyunggingkan senyum.
"B-baik Tuan Muda!" cepat-cepat pelayan muda itu pergi menyiapkan pesanan kedua pemuda tampan itu.
"Darimana saja kau cacing biru?" tanya Ling Tian dengan nada acuh tak acuh.
"Haha.. Aku habis jalan-jalan sebentar tadi!" jawab Long Yuan dengan tertawa canggung.
"Sejak kapan?" Ling Tian bertanya lagi.
"Ah.. Sejak tadi pagi! Memangnya kenapa?" Long Yuan balik bertanya.
"Tidak apa-apa aku hanya bertanya saja! Dan sedikit mencium bau anggur dari mulutmu itu!" ucap Ling Tian yang membuat Long Yuan gugup. Long Yuan tentu sudah tahu kabar tentangnya sendiri yang mencuri anggur milik istana kota dan sedang dicari oleh banyak prajurit.
__ADS_1
"Itu.. Anu.. Aku.." ucap Long Yuan salah tingkah.