Ling Tian

Ling Tian
Turnamen Alkemis


__ADS_3

Ling Tian tiba didepan kediaman mewah Tetua Zhong En tidak lama setelah meninggalkan bocah-bocah nakal itu dalam kondisi masih menangis.


'Tumben sekali sangat sangat sepi?' gumam Ling Tian pada dirinya sendiri. Dia mengerutkan kening karena situasi kediaman Tetua Zhong begitu sepi dan tidak seperti biasanya.


Ling Tian melanjutkan untuk melangkahkan kakinya untuk memasuki kediaman Tetua Zhong. Setelah memasukinya, dia sangat terkejut melihat orang-orang terlihat sangat sibuk dalam menyiapkan hidangan besar.


"Ah! Tuan Muda Tian telah kembali!" sebuah seruan dari seseorang yang Ling Tian kenal terdengar di telinganya. Orang itu tidak lain adalah milik Tetua Zhong En.


"Tetua Zhong! Ada apa ini? Mengapa seperti akan ada acara besar?" tanya Ling Tian.


"Tuan Muda! Ini adalah acaraku! Acara syukuran atas pencapaianku! Lihatlah! Aku telah berhasil membuat formasi yang Tuan Muda ajarkan!' jawab Tetua Zhong En dengan menunjuk formasi berbentuk tungku buatannya. Wajah Tetua Zhong En begitu terlihat bahagia.


Ling Tian menoleh kearah dimana telunjuk Tetua Zhong En menunjuk. Ling Tian dapat melihat sebuah formasi yang sama dengan buatannya beberapa hari yang lalu meski ada beberapa perbedaan namun tidak terlalu berarti. Wajahnya berubah ikut tersenyum yang membuat Tetua Zhong En yang memandanginya semakin bertambah senang.


"Wah.. Waah.. Selamat Tetua Zhong! Anda telah menyelesaikan formasi tungku itu! Aku tidak menyangka bahwa Tetua Zhong hanya membutuhkan waktu empat hari untuk menyelesaikannya!" ucap Ling Tian sambil bertepuk tangan.


"Hahaha.. Tuan Muda! Ini semua berkat bimbingan dari Tuan Muda!" kata Tetua Zhong En merendah namun masih sambil tertawa. Dirinya tentu sangat bangga dengan pencapaiannya kali ini. Bahkan sebelumnya dia mendengar Ling Tian juga seperti orang yang terkejut dengan pencapaiannya.


"Baiklah.. Esok aku akan memberikan sebuah metode pembuatan atau pemurnian pil roh yang aku ketahui. Dengan metodeku nanti, aku yakin Tetua Zhong akan mampu membuat pil roh setidaknya ditingkat 7 atau 8 kualitas sempurna! Dan jika Tetua Zhong beruntung, Tetua akan mampu memurnikan pil roh tingkat 9!" ujar Ling Tian dengan yakin.


"T-tingkat d-delapan? A-aku akan mampu membuat pil roh tingkat delapan? B-bahkan tingkat s-sembilan?" Tetua Zhong tidak bisa untuk tidak bisa terkejut. Dia bertanya kepada Ling Tian memastikan dengan nada terbata-bata.


"Tentu saja Tetua Zhong! Bahkan aku yakin, selain diriku hanya Tetua Zhong lah satu-satunya orang yang mampu membuat pil roh tanpa menggunakan tungku pil di Benua Langit ini!" jawab Ling Tian dengan sangat yakin.


Tetua Zhong En membeku mendengar ucapan Ling Tian. Bukan dirinya tidak percaya dengan ucapan itu, namun dia masih tidak percaya bahwa dirinya akan mampu memiliki pencapaian seperti itu. Dirinya saat ini ingin bersujud kepada Ling Tian untuk ungkapan terima kasih dan penghormatannya sebagai murid. Namun dengan cepat Ling Tian menyadari dan melarang calon mertua Ling We itu dengan ancaman ringan melalui telepati.

__ADS_1


"Jika kamu bersujud, maka lupakan tentang metode yang aku ucapkan sebelumnya! Lupakan juga antara hubungan guru dan murid!"


Tetua Zhong En menelan ludahnya dan segera kembali dalam posisi tegaknya. Dia tentu tidak akan mau jika Ling Tian memutuskan hubungan antara murid dan guru dengannya.


Ling Tian dan Tetua Zhong En akhirnya kembali dalam posisi santai dan mengobrol dengan santai pula.


Setelah semua persiapan telah selesai, akhirnya semua orang yang mendiami kediaman Tetua Zhong En tanpa terkecuali para pelayan dan tukang kebun menyantap hidangan dengan lahap. Mereka semua duduk dalam posisi yang sama serta sejajar. Hal ini cukup membuat Ling Tian dan Ling We kagum kepada keluarga kecil Tetua Zhong En.


***


Hari-hari berlalu dengan cepat. Akhirnya, hari dimana turnamen bergengsi para alcemis daratan tengah diadakan telah tiba.


Kota Obat menjadi sangat ramai dan padat akan para pengunjung yang ingin menonton acara tersebut. Sekitar ratusan ribu manusia mengisi bahkan memenuhi alun-alun Kota Obat. Mereka semua sangat antusias dan penasaran siapakah gerangan yang akan menjadi alcemis paling berbakat dari generasi muda.


Berbagai jenis kelompok yang memiliki kekuatan dari yang terlemah hingga yang terkuat juga terlihat hadir untuk menyaksikan acara akbar para alcemis ini. Para perwakilan ini disediakan tempat duduk sesuai dengan tingkat kekuatan kelompok yang mereka miliki.


Perwakilan dari Sekte Neraka secara kebetulan sekali mendatangkan Tuan Muda Li Shin dan pengawal setianya, Tetua Ketujuh. Dua orang yang pernah mendatangkan sedikit masalah untuk Sektenya saat bersinggungan dengan Ling Tian namun berakhir menjadi sebuah banjir berkah yang sangat menggembirakan seluruh sekte.


"Ah! Turnamen kali ini sepertinya lebih ramai dari tiga tahun yang lalu!" ucap salah satu pengunjung.


"Benar sekali! Coba kamu lihat! Bahkan Sekte Neraka dan Sekte Pedang Suci yang biasanya tidak datang kali ini ikut menghadirinya!" ujar orang disebelahnya.


"Bukan hanya itu saja! Sekali menghadiri, Sekte Neraka mengirim Tuan Muda mereka kesini! Sepertinya mereka juga mengirim perwakilan untuk mengikuti turnamen!"


"Benar! Kalau menurutmu, siapakah kira-kira pemenang turnamen kali ini?"

__ADS_1


"Tentu saja Dewi Alcemis dari Kota Obat ini! Siapa lagi generasi muda yang mampu menandinginya?"


"Jangan lupakan juga Tuan Muda Ma Huang Cai dari Paviliun Harta Karun! Aku dengar dia juga sudah meningkat pesat dalam tingkat pemahaman alkimianya!"


"Kalian mendebatkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi! Menurutku pemenang turnamen kali ini akan datang dari perwakilan Klan Lian atau Klan Xiao!" tiba-tiba seseorang lain ikut nimbrung obrolan kedua orang sebelumnya.


"Haha! Klan Lian dan Klan Xiao memang hebat dalam hal kekuatan dan seni bela diri! Namun untuk keahlian meracik obat-obatan dan memurnikan pil roh, hanya para peserta yang dari Kota Obat yang paling ahli!" ujar satu dari kedua orang sebelumnya menolak pendapat orang yang tiba-tiba nimbrung obrolan.


"Hmm.. Apakah kalian belum mendengar bahwa reputasi peserta yang dibawa oleh kedua klan terkuat itu juga tidak kalah dari Dewi Alcemis dan Tuan Muda Huang Cai?" orang tersebut bertanya dengan senyuman sinis dan terlihat menjengkelkan.


"Menandingi Dewi Alcemis dan Tuan Muda Huang Cai? Sehebat itukah?" salah satu dari kedua orang itu ragu.


"Tentu saja! Mereka membawa sekitar lima atau enam peserta yang kesemuanya adalah alcemis tingkat 2!" jawab si penimbrung.


"Apaa!" kedua orang yang mengobrol sebelumnya tentu sangat terkejut mendengar ucapan si penimbrung obrolan mereka.


"Tampaknya turnamen kali ini belumlah terlalu jelas siapa yang akan menjadi pemenangnya!" ucap salah satu dari keduanya.


Obrolan-obrolan dari para pengunjung tentang siapakah yang akan menjadi pemenang turnamen alkemis yang diadakan Paviliun Alkemis kali ini terus berlangsung tanpa bisa dihentikan.


.


.


Ling Tian, Ling We dan Zhong Nian baru saja keluar dari kediaman mewah yang tempat mereka tidur. Sementara Tetua Zhong telah pergi lebih awal karena dirinya menjadi salah satu juri turnamen alkemis.

__ADS_1


Keluarnya mereka bertiga langsung disambut dengan lautan manusia yang berdesak-desakan menuju satu titik yang tidak lain adalah alun-alun Kota Obat.


"Sepertinya nanti akan sedikit menarik!" ucap Ling Tian sambil tersenyum lebar.


__ADS_2