Ling Tian

Ling Tian
Tikus Atau Semut?


__ADS_3

"Cih! Sangat arogan seperti biasa!" kata Zhuge Ruxu dengan decakan kesal saat mendengar ocehan Long Yuan.


"Hei adik ketiga! Bukankah itu memang benar adany? Mereka hanyalah ranah Pendekar Emas Akhir dan satu orang ranah Pendekar Platinum Awal! Hanya perlu satu tamparan dariku untuk membunuh semut kecil seperti mereka!" ujar Long Yuan menanggapi Zhuge Ruxu.


"Ekhem.. Kakak kedua! Sebenarnya mereka itu tikus atau semut? Tadi kakak bilang tikus, lalu sekarang semut!" tutur Mao An bertanya dengan polosnya.


"Diam kau adik kelima! Intinya mereka itu sangat lemah!" jawab Long Yuan yang juga kesal dengan pertanyaan bodoh dari adik kelimanya.


"Emm.. Baiklah kakak kedua!" Mao An hanya menurut saja dan menganggukkan kepala.


Andai saja para pria berjubah hitam yang berjumlah lima orang itu diberi kesempatan, mereka berlima ingin sekali protes kepada Long Yuan dan Mao An. Mereka ingin mengatakan bahwa mereka adalah kelompok ular! Bukan tikus, apalagi semut!


Mengabaikan perdebatan saudara-saudaranya yang tidak penting, Ling Tian segera menyebarkan aura tiraninya sehingga kelima orang berjubah hitam itu tidak bisa berkutik sama sekali.


"Kheuk!"


Kelimanya segera berlutut dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


"Saudara-saudara sekalian! Kalian ternyata cukup berani dengan memasuki Klan Lingku ini dengan memiliki aura hitam masih menempel pada tubuh kalian!" ucap Ling Tian dengan santai.


Kelima pria berjubah hitam hanya bisa menggertakkan giginya kuat-kuat. Beruntung tidak ada yang rompal! Mereka tidak bisa menjawab perkataan Ling Tian. Jangankan untuk menjawab, menggerakkan bibir saja mereka kesulitan!


"Tuan Muda Tian! Siapa sebenarnya mereka ini?" tanya Zhuge Ruxu penasaran.


"Aku tidak tahu pasti siapa mereka dan darimana mereka berasal! Yang jelas, mereka adalah kultivator aliran hitam yang mengaku-ngaku sebagai anggota Klan Wei senior Wei!" jawab Ling Tian.


"Apaa! Mereka seberani itu?" Mao An sangat terkejut.


"Heh.. Biasa saja kali! Tidak usah pakai muncrat juga!" keluh Long Yuan mencibir.


"Ooh.. Ini menarik!" kata Wei Hun.


"Bukti apa yang membuat kalian sepercaya diri ini?" lanjut Wei Hun dengan tersenyum.


Senyum itu begitu manis jika orang lain yang melihatnya. Namun lain halnya dengan kelima pria berjubah hitam yang tidak bisa bergerak itu. Mereka melihat senyuman itu layaknya senyuman iblis yang siap membantai mereka semua.


"Senior Wei! Aku serahkan mereka semua kepadamu! Namun sisakan satu yang terkuat untukku nanti! Jangan dibunuh terlebih dahulu!" kata Ling Tian.


"Kamu bisa tenang saudara kecilku!" jawab Wei Hun yang mulai mendekati kelima pria berjubah hitam.


Wei Hun berjalan mendekati Ular Pertama atau Han Sio. Wei Hun mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih yang dimilikinya dari cincin penyimpanan.

__ADS_1


Slasshh...


"Aaakkhhh.."


Wei Hun memotong tangan kanan Han Sio dengan tanpa ragu.


"Harusnya, jika ada orang lain berani mengaku-ngaku sebagai anggota keluargaku, hukumannya adalah potong leher atau mati! Namun karena saudara kecilku masih ada urusan lain denganmu maka aku hanya akan sedikit memberimu pelajaran!" ucap Wei Hun dengan dingin.


Keempat orang anggota kelompok ular lainnya bergidik ketakutan saat tangan kanan sang pemimpin mereka dipotong dan tidak bisa berkutik sedikitpun kecuali hanya berteriak keras.


Setelah memotong tangan kanan Ular Pertama atau Han Sio, Wei Hun melihat Ular Kedua dan yang lainnya. Mereka sudah sangat ketakutan saat ini.


"Sudahlah.. Kalian mati saja!" ucap Wei Hun dan mengayunkan pedangnya.


Slaaaaaasshhh...


Blug! Blug! Blug! Blug!


Dalam sekali gibas, empat kepala langsung terjatuh dan darah mengalir dengan deras seperti sungai. Han Sio yang tersisa hanya bisa menelan ludah dengan kasar. Orang-orang yang berada didepannya ini benar-benar sangat kejam dan tidak pandang bulu dalam membunuh! Tidak mencerminkan penganut sebuah aliran putih sama sekali.


"Silakan saudaraku!" ucap Wei Hun dan kembali menyimpan pedangnya.


"Baik senior Wei!" angguk Ling Tian.


Ling Tian memegang kepala Han Sio dan mengeratkan pegangannya. Ling Tian berniat menyerap ingatan dan kultivasi Han Sio dengan paksa.


"Serap!" ucap Ling Tian pelan.


Ling Tian memperagakan manual kultivasi pelahapnya untuk menyerap kekuatan serta ingatan orang yang sedang dipegangnya ini.


"Aaaakkkhh.."


Teriakan memilukan dari mulut Han Sio terdengar menggelegar. Dia merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan di dua tempat sekaligus. Pertama pada kepalanya yang terasa seperti sedang dicabik-cabik. Yang kedua adalah di dantiannya. Han Sio merasakan kultivasinya perlahan menurun dan vitalitas tubuhnya juga ikut menghilang disertai rasa sakit yang membuatnya ingin cepat-cepat mati saja daripada merasakan hal seperti in.


"Aaaakkkhhh.."


Ling Tian terus menyerap berbagai macam ingatan yang dimiliki Han Sio beserta kekuatannya. Setelah beberapa saat, Ling Tian melepaskan cengkramannya.


"Ooh.. Ternyata begitu.." ucap Ling Tian pelan.


"Ada apa saudaraku?" tanya Wei Hun penasaran.

__ADS_1


"Tidak apa-apa senior Wei! Kita akan membicarakannya nanti! Saudara An! Tolong lemparkan orang ini ke penjara bawah tanah! Dan mayat-mayat ini bakar saja!" jawab Ling Tian sambil meminta tolong kepada Mao An.


"Em.. Baik Tuan Muda!" Turut Mao An.


"Baik! Mari kita kembali dulu!" ajak Ling Tian.


"Ayo!"


Zheeeepp!


Semua orang menghilang kecuali Mao An dan Han Sio yang tersisa. Tanpa menunggu lama, dia langsung membakar mayat-mayat anggota kelompok Ular kemudian menyangking Han Sio layaknya sampah untuk dia lempar dalam penjara bawah tanah.


***


Sementara Ling Tian, Wei Hun, Long Yuan dan Zhuge Ruxu kembali muncul diatas arena.


"Semuanya! Maaf sebelumnya karena aku dan saudara-saudaraku memiliki urusan yang mendadak yang tidak bisa ditunda..."


"Baiklah! Kalian semua sudah menyatakan tunduk kepada Klan Ling, para Tetua Klan akan memberitahukan pengaturannya nanti agak kalian nanti dapat menggunakan fasilitas formasi array ini!..."


"Saudara sekalian! Turnamen generasi muda antar klan telah selesai dan kita semua telah mengetahui siapakah yang paling kuat!..."


"Maka dari itu, dengan berakhirnya turnamen ini, aku Ling Tian, mewakili seluruh jajaran petinggi Klan Ling mengucapkan terima kasih karena telah berkenan hadir dan mematuhi peraturan yang telah kami terapkan,..."


"Aku Ling Tian, juga mewakili semua anggota keluarga Ling mengucapkan selamat jalan bagi kalian semua! Semoga dalam perjalanan kembali ke rumah masing-masing tidak akan ada halangan suatu apapun!..."


"Baiklah.. Turnamen ini aku nyatakan dibubarkan!" teriak Ling Tian memberikan pengumuman.


Semua orang bertepuk tangan dan merasa puas dengan turnamen kali ini. Dan yang terpenting adalah Klan Ling saat ini adalah intensitas tertinggi dan tidak tersentuh di daratan timur.


Zheepp!


Ling Tian dan semua saudaranya menghilang dari atas arena. Tidak lupa juga Ling Tian menon-aktifkan kedua formasi yang sebelumnya dia aktifkan.


Ling Tian dan para saudaranya muncul dihalaman kediaman sederhana milik Ling Jun.


"Selanjutnya, apa yang akan kamu lakukan saudaraku?" tanya Wei Hun.


"Tentu saja menunggu Yi Shu datang bersama ayahnya!" jawab Ling Tian dengan tenang.


___________________________________

__ADS_1


*Maaf telat๐Ÿ™๐Ÿ˜.. Penting Up...


__ADS_2