
"Ling We sialaaaannn!" teriak sebuah suara yang mana dia adalah Ling Jian. Dia berteriak sambil melesat mengejar Ling We yang sudah lari.
"Ahaha.. Saudara Jian! Maafkan aku! Aku hanya bercanda!" ucap Ling We sambil terus lari terbirit-birit menghindari kemarahan Ling Jian.
"Bercanda kepalamu! Aku hampir cedera karena terpaksa menggunakan teknik itu sialan!" teriak Ling Jian sambil terus mengejar.
Sementara Ling Jun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah dua bocah itu. Dia melihat kearah dimana rombongan keluarga Zhong Nian berada lalu berjalan mendekatinya.
"Sepertinya Klan Ling kami yang kecil ini kedatangan tamu terhormat!" ucap Ling Jun sambil tersenyum.
"Salam Tetua! Kami dari keluarga Zhong daratan tengah memberi hormat!" ucap Zhong En sambil menangkupkan kedua tangan mewakili semua orang dari keluarganya.
"Oh! Klan Zhong? Klan yang besar yang terkenal dengan Asosiasi Alkemisnya! Sungguh suatu kehormatan bagi Klan Ling kedatangan tamu mulia seperti Klan Zhong! Aku adalah Ling Jun! Tetua Klan Ling memberi salam!" ujar Ling Jun yang sedikit terkejut dengan identitas rombongan ini.
"Beliau ayah dari saudara Tian ayah mertua!" seru Ling We yang masih saja berlari dari Ling Jian.
Mendengar seruan dari Ling We, Zhong En dan semua orang dari Klan Zhong sangat terkejut. Dengan cepat mereka menjatuhkan diri berlutut dihadapan Ling Jun.
"Salam kakek guru!" ucap semua orang dengan penuh hormat.
"Eh? Apa yang kalian lakukan? Cepatlah berdiri!" ujar Ling Jun yang juga terkejut dengan para orang-orang ahli alkimia itu. Dengan cepat dia meminta mereka untuk berdiri dari berlututnya.
Ling Jun tentu ikut terkejut dengan seruan Ling We. Ling We mengatakan bahwa orang didepannya ayah mertuanya. Namun dia lebih terkejut dengan penghormatan mereka saat mengetahui dirinya adalah ayah dari Ling Tian. Entah apa yang dilakukan oleh anaknya itu sehingga keluarga sekaliber Klan Zhong bisa tunduk dan berlutut kepadanya. Ya! Bisa dikatakan saat ini adalah adegan kejut-kejutan atau apalah itu!
Ling Jian yang kelelahan akibat mengejar Ling We dan tidak dapat menangkapnya akhirnya menyerah. Dia sangat kesal terhadap orang koplak yang satu itu. Tapi apalah daya, dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun kepadanya.
Ling Jian hanya bisa berjalan mendekati pamannya dan memberi penghormatan kepada rombongan Klan Zhong.
"Salam semuanya! Aku Ling Jian, keponakan paman Jun!" ucap Ling Jian sambil menangkupkan kedua tangan.
"Salam Tuan Muda Jian!" balas semua orang dari Klan Zhong.
"Dia kakak dari Tian'er sekaligus putra dari Patriark Bo Teng! Yah.. Harap dimaklumi dengan perbuatannya yang masih seperti bocah sebelumnya! Dia memang selalu seperti itu jika berkumpul dengan generasi muda!" ujar Ling Jun sedikit tidak berdaya.
__ADS_1
Ling Jian sedikit malu dengan keluarga Zhong. Terlebih ada satu gadis cantik diantara mereka. Ling Jian juga sedikit melirik dan mencuri pandang dari gadis cantik itu!
"Cih! Kemana matamu melihat saudara Jian? Ini calon permaisuri dari tetua ini! Jadi jaga matamu itu!" ucap Ling We yang tiba-tiba berada didekat Zhong Nian. Tidak tanggung-tanggung, dia juga merangkul pinggang gadis itu yang membuat Ling Jian dan Ling Jun cukup terkejut.
Sementara Zhong Nian juga tidak menolak perlakuan Ling We. Baginya Ling We adalah prianya yang paling hebat. Maka dia juga ikut senang dengan pengakuan Ling We yang mengatakan dia adalah calon permaisurinya didepan Tetua Agung Klan Ling atau ayah dari Ling Tian.
"Cih!" Ling Jian hanya bisa mendecih kesal.
"Ah! Iya.. Aku belum memberi hormat kepada paman Jun! Hehehe.." ujar Ling We lalu melepas rangkulannya pada Zhong Nian dan berlutut didepan Ling Jun. Baginya, Ling Jun juga sudah dianggap seperti ayahnya sendiri.
"Salam hormat untuk paman Jun!" lanjut Ling We.
"Haiihh.. Iya-iya! Bangunlah nak!" ucap Ling Jun sambil mengelus rambut Ling We dengan lembut.
Ling We pun bangun sambil tersenyum kepada ayah Ling Tian itu. Dia lalu melihat kearah para anggota keluarga Zhong atau mertuanya.
"Baiklah.. Mari kita semua masuk dulu! Paman Jun, mereka di kediaman paman ya!" ujar Ling We meminta Ling Jun untuk menempatkan keluarga mertuanya di kediaman Ling Jun.
"Iya.. Ayo masuk!" ucap Ling Jun.
Mereka akhirnya berjalan memasuki Klan Ling. Hal yang pertama kali dirasakan oleh orang-orang dari keluarga Zhong Nian adalah kepadatan energi langit dan bumi didalam array itu. Tubuh mereka merasakan suasana segar dan energi padat itu merangsek masuk kedalam tubuh mereka.
"Selamat datang di Klan Ling!" ucap Ling Jian.
***
Dunia Jiwa.
Ling Tian memasuki dunia jiwa setelah dirinya menyegel kamar. Dia ingin melihat keadaan dua saudaranya yang sebelumnya terluka.
Swosshh...
Tap!
__ADS_1
Ling Tian keluar dari gerbang dimensi dunia jiwa dan mendarat dengan mantap didepan Istana Ling. Dia disambut dengan senyuman manis dari Ling Lianhua.
"Selamat datang kembali kakak Tian!" ucap Ling Lianhua sambil mendekati Ling Tian.
"Iya.. Bagaimana kabarmu Hua'er?" tanya Ling Tian lalu mengelus lembut pucuk rambut Ling Lianhua.
"Seperti yang kakak lihat! Aku baik-baik saja!" jawab Ling Lianhua senang dengan perlakuan Ling Tian.
"Syukurlah jika begitu! Oh? Kamu juga bertambah kuat juga rupanya!" ucap Ling Tian yang dapat merasakan kekuatan Ling Lianhua sudah berada di ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 9, yang sewaktu-waktu bisa menerobos ke tingkat menengah.
"Begitulah! Ini juga berkat kakak dan kedua guru yang selalu melatih kami dengan baik!" ujar Ling Lianhua.
"Oiya, bagaimana kondisi kedua gurumu sekarang?" tanya Ling Tian yang ingat tujuannya memasuki dunia jiwa.
"Kondisi mereka sudah membaik! Sebenarnya apa yang terjadi kepada mereka? Mengapa mereka bisa terluka seperti itu?" tanya Ling Lianhua penasaran.
"Hehehe.. Kakak hanya memberikan mereka sedikit latihan fisik saja!" jawab Ling Tian cengengesan.
"Baiklah.. Mari kita lihat mereka!" ucap Ling Tian lagi.
Keduanya akhirnya pergi dari tempat itu memasuki Istana Ling untuk melihat kondisi terkini dari Zhuge Ruxu dan Mao An.
Sesampainya Ling Tian dikamar, mereka menemukan kedua saudaranya itu sedang terbaring diatas ranjang dengan wajah tidak enak dipandang saat melihat kedatangan Ling Tian dan Ling Lianhua.
Ling Tian langsung tersenyum melihat itu. Dia lalu menyapa keduanya sambil terus tersenyum.
"Bagaimana kondisi kalian? Apa sudah baikan?" tanya Ling Tian.
"Cih! Baikan apanya? Aku hampir mati saat itu!" jawab Mao An dengan menggerutu kesal.
"Hahaha.. Tapi sekarang kau juga merasakan manfaatnya juga bukan?" tanya Ling Tian sambil tertawa.
"Cih! Tapi caramu benar-benar menjengkelkan Tuan Muda!" ujar Zhuge Ruxu yang mengingat kejadian dirinya dikerjai habis-habisan oleh Ling Tian.
__ADS_1
"Hahaha.." Ling Tian hanya menanggapinya dengan tertawa.
Mereka akhinya mengobrol dengan santai meskipun beberapa kali Mao An dan Zhuge Ruxu berdecih karena diejek oleh Ling Tian.