Ling Tian

Ling Tian
Melatih Dan Meningkatkan Kekuatan Klan


__ADS_3

***


Istana Kekaisaran Song.


Pangeran mahkota Song En dan para tetuanya masih saja duduk di aula istana sembari menunggu kedatangan dari Ling Tian dan Mao An.


"Sepertinya Tuan Muda Ling Tian bersama dengan saudaranya tidak akan datang pangeran," ucap salah satu dari tetua yang merasa bahwa Ling Tian dan Mao An tidak akan datang ke istana sebab mereka semua telah menunggu lebih dari 3 jam semenjak menghilangnya susunan formasi array yang menekan semua orang di Kota Renqun.


"Sepertinya memang begitu. Tuan Muda Ling Tian benar-benar tidak ingin terdeteksi kehadirannya di daratan barat ini oleh mata-mata yang telah disebarkan di seluruh daratan oleh pihak aliansi aliran hitam." kata sang pangeran mahkota sembari menghela nafas panjangnya.


"Di samping itu, dia benar-benar orang yang tidak ingin dipuji-puji. Karena dia yakin dengan kedatangannya ke tempat ini, pastilah kita akan memberikan pujian dan terima kasih terbaik untuknya," ujar salah satu tetua.


"Benar! Tuan Muda Ling Tian memang terkenal paling tidak menyukai akan hal seperti itu." angguk pangeran mahkota Song En.


Setelah itu pangeran mahkota dan beberapa tetua serta para penasehatnya mulai membahas mengenai pengangkatannya menjadi kaisar yang baru yang akan dilaksanakan sepekan dari sekarang. Selesai berdiskusi, pangeran mahkota kemudian membubarkan para tetua untuk kembali ke tempat masing-masing.


***


Klan Ling.


"Bagaimana misimu di daratan barat, putraku?" tanya Ling Jun setelah menyambut kedatangan dari putra serta yang lainnya yang baru kembali dari daratan barat.


"Semua berjalan dengan lancar ayah. Kini aliran hitam di sana telah terlengserkan dan pangeran mahkota sudah kembali memegang hak yang memang seharusnya dia pegang!" jawab Ling Tian sambil tersenyum lebar.


"Hmm.. Putraku memang terbaik dalam penyelesaian misi." kata Ling Jun dengan bangga kemudian menatap ke arah Gui Lu.


"Lalu siapa anak muda ini?" tanyanya.

__ADS_1


"Salam Tuan Jun! Namaku Gui Lu, aku adalah pela-.."


"Dia saudara baruku, ayah!" ujar Ling Tian memotong ucapan Gui Lu yang ingin mengatakan bahwa dirinya adalah pelayang dari Ling Tian.


"Oh? Saudara putraku? Baguslah! Mulai sekarang kami semua adalah keluargamu, maka jangan panggil aku dengan sebutan Tuan! Panggil saja paman, ayah atau apa saja sesukamu!" ujar Ling Jun dengan ramah sembari menepuk pundak Gui Lu.


"T-terima kasih paman," kata Gui Lu dengan tulus.


"Baiklah.. Mari kita masuk dulu. Baru nanti kita bahas hal-hal lain yang harus kita lakukan," tutur Ling Jun.


"Baik." angguk semuanya serentak.


Mereka pun berjalan memasuki Klan Ling dan menuju ke kediaman Ling jun. Tidak lupa mereka semua juga menyapa setiap orang yang mereka temui sebagai ramah tamah antar anggota klan atau saat bertemu para pengunjung yang berniat untuk berlatih di dalam Klan Ling.


Tidak lama kemudian rombongan itu pun akhirnya sampai di kediaman sederhana milik Ling Jun. Seperti biasa, Ling Tian langsung masuk ke dalam mendahului mereka semua dan menerobos hingga ke dapur untuk membuatkan teh keluarganya itu. Sedangkan untuk Ling Jun dan yang lainnya duduk di kursi yang tersedia di ruang tamu.


Ling Tian pun kembali sembari membawakan satu teko besar teh hangat beserta dengan beberapa gelas dan juga makanan ringan yang dia cangking keseluruhannya menggunakan sebuah baki.


Dia pun segera menyuguhkan dengan anggun teh hangat itu kepada semua orang yang ada. Gui Lu yang baru pertama kali melihat Tuan Mudanya menyuguhkan teh untuknya merasa sangat tidak enak hati. Dia ingin menolak namun segera diberikan kode oleh Mao An agar tetap diam dan menerimanya.


"Silakan dinikmati, semuanya!" ujar Ling Tian mempersilahkan semua orang untuk menikmati sajian ringan itu.


Semua orang langsung menyantap hidangan itu tanpa ada satu diantara mereka yang membuka suara, karena alasan tata krama yang baik. Setelah beberapa saat kemudian, Ling Jun akhirnya mulai membuka suara dengan bertanya kepada Ling Tian.


"Jadi, apa yang akan kamu lakukan setelah ini, nak?" tanyanya.


"Aku akan tinggal di klan untuk melatih seluruh anggota klan untuk menjadi yang lebih kuat sebelum mereka semua aku ajak untuk berangkat berperang di daratan selatan," jawab Ling Tian dengan tenang.

__ADS_1


"Lalu apakah hanya dari Klan Ling saja yang akan berangkat di daratan selatan untuk menghapus aliran hitam itu?" tanya Hei Si yang kurang mengerti mengenai beberapa hal.


"Tentu saja tidak, ibu! Lusa atau 3 hari kedepan tolong ayah kabarkan kepada seluruh petinggi Klan Ling dan klan-klan yang telah berkolusi dengan Klan Ling untuk berkumpul di aula pertemuan. Aku ingin membahas beberapa hal mengenai peperangan itu. Apakah ayah bisa?" ujar Ling Tian.


"Tentu saja. Apa kamu lupa bawa ayahmu yang tampan ini adalah Tetua Agung Klan Ling yang agung ini?" jawab Ling Jun dengan bangga.


"Dih.. Kumat!" cibir Hei Si dengan cepat.


"Ehem! Ayolah istriku.. Klan Ling saat ini memang klan besar!" kata Ling Jun yang salah arti.


"Bukan kata itu yang aku masalahkan, tapi sikap narsisme yang mengatakan kamu itu tampan lah yang ku maksudkan!" ujar Hei Si sembari memalingkan muka ke arah lain.


"Yoo.. Istriku yang paling cantik sedunia, bukankah memang benar suamimu ini adalah orang yang paling tampan? Dan kamulah orang yang paling beruntung mendapatkan pria setampan aku?" canda Ling Jun.


"Dih.. Malah tambah parah!" seru Hei Si sembari memijat keningnya yang terasa pusing.


Ling Tian dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala dan tidak berani untuk ikut campur dalam urusan kedua pria dan wanita baya itu. Mereka lebih baik diam, menyimak dan menyaksikan saja daripada akan mendapatkan semburan dari keduanya yang tidak mungkin mereka dapat lawan.


"Baiklah-baiklah.. Jika memang ayah dapat mengumpulkan mereka semua, semuanya dapat berjalan dengan lancar," ujar Ling Tian sembari tersenyum dengan kecut karena kedua orang tuanya malah justru bertengkar gara-gara suatu hal yang sangatlah sepele.


***


Tiga hari kemudian. Klan Ling saat ini terlihat begitu ramai karena memiliki banyak sekali pengunjung atau tamu yang memang sengaja diundang oleh Tetua Agung Klan Ling. Mereka semua datang dengan antusias padahal isi di dalam pesan undangan yang dikirimkan kepada mereka hanyalah berupa 7 kata saja.


Tujuh kata itu tidak lain adalah 'Ling Tian ingin bicara, datanglah ke Klan!'. Sungguh sangat simple, padat dan tidak bertele-tele namun langsung menarik perhatian mereka semua.


"Kira-kira apa yang akan Tuan Muda Ling Tian bicarakan kepada kita?" tanya salah satu Patriark Klan dengan rasa penasaran tinggi kepada Patriark Klan lainnya yang sengaja datang secara bersamaan menuju Klan Ling.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu! Tapi yang jelas, jika Tuan Muda Ling Tian benar-benar sampai memanggil kita semua untuk datang, pasti hal itu sangatlah penting sekali." jawab Patriark Klan lainnya yang juga sama penasarannya.


__ADS_2