
Ling Tian segera pergi meninggalkan Mao An si Harimau Hitam menyebalkan itu sendirian dengan ekspresi tidak bisa dijelaskan. Wei Ziin yang seluruh tubuhnya berbau amis darah juga membuntuti Ling Tian.
Ling Tian dan Wei Ziin berjalan menuju sebuah kediaman terbesar yang tidak lain milik Patriark Su Tang. Mereka berdua memasuki kediaman tersebut dan akhirnya menemukan apa itu yang dinamakan kamar mandi. Ling Tian mempersilahkan Wei Ziin dahulu sebab laki-laki itu harus tahu diri dan mengalah!
"Silakan Ziin'er! Kamu duluan.." kata Ling Tian.
"Ah.. Kakak saja dahulu!" elak Wei Ziin dengan raut memerah.
"Kakak bisa nanti-nanti juga tidak apa. Atau bisa nyari ruangan lain. Lihatlah.. Wajah cantikmu menghilang saat berlumuran darah seperti ini!" ujar Ling Tian sambil mengelus lembut pucuk kepala Wei Ziin.
"En.. Baiklah.." Wei Ziin akhirnya menurut dan masuk kedalam.
Ling Tian hanya tersenyum dan menunggu Wei Ziin dengan sabar untuk bergantian.
Lima menit berlalu...
Sepuluh menit...
Dua puluh...
Empat puluh...
Satu jam sudah berlalu...
Ling Tian yang awalnya menunggu dengan tersenyum, kini senyuman dibibirnya merosot seratus delapan puluh derajat. Wajahnya benar-benar buruk saat ini. Sial! Apa semua wanita akan sangat lama jika mandi? Apakah belum afdol jika belum tidur dikamar mandi? Fikir Ling Tian menggerutu.
"Krieeek.."
Pintu kamar mandi perlahan terbuka, menampilkan sosok Wei Ziin yang sudah berubah menjadi gadis cantik jelita dengan wajah tersenyum manis.
"Kakak.. Aku sudah sele-.. Eh? Kenapa dengan wajah kakak Tian? Mengapa ekspresinya buruk sekali?" sapaan Wei Ziin berubah menjadi pertanyaan saat mendapati wajah Ling Tian sedang ditekuk dan sangat buruk.
Ling Tian buru-buru mengubahnya menjadi senyuman yang meski agak kecut.
"Ah.. Tidak apa-apa adik Ziin! Kakak masuk dulu!" jawab Ling Tian lalu menyelonong masuk tanpa menunggu tanggapan Wei Ziin.
__ADS_1
"Ada apa dengan kakak Tian? Aneh sekali!" kata Wei Ziin dengan tanpa dosa.
Hanya butuh waktu tujuh menit Ling Tian sudah keluar dari kamar mandi. Dia menggunakan pakaian serba hitam favoritnya.
"Baiklah adik Ziin.. Ayo!" ajak Ling Tian.
"En." angguk Wei Ziin.
Mereka berdua akhirnya keluar dari kediaman Patriark Su Tang. Tak lupa Ling Tian juga mengosongkan semua sumber daya dan harta di gudang penyimpanan Sekte Macan Hitam. Lumaya, hitung-hitung buat tambahan pesangon jajannya.
Ling Tian dan Wei Ziin kembali ketempat dimana kucing hitam narsis itu berada. Ling Tian cukup terkejut saat mendapati didepan Mao An sudah terdapat ratusan cincin penyimpanan milik semua orang.
"Kamu yang mengumpulkan semua ini?" tanya Ling Tian pada Mao An.
"Tentu saja! Aku tahu Tuan pasti juga akan memungutnya. Maka dari itu, sebagai bawahan yang baik hati dan pengertian, aku berinisiatif mengumpulkannya untuk Tuan!" jawab Mao An.
"Hohoo.. Benar! Orang yang memubadzirkan barang atau harta adalah temannya setan! Dan itu tidaklah baik! Maka aku tidak akan mau seperti itu!" kata Ling Tian dengan tertawa puas. Dia mengambil semua cincin dan menyimpan semuanya tanpa tersisa.
Sementara Wei Ziin dan Mao An hanya memutar bola matanya malas mendengar ocehan Ling Tian yang tidak jelas. Mubadzir? Haiih.. Ada-ada saja alasan klasik bocah bau itu!
Wei Ziin dan Mao An hanya terdiam membatu. Wei Ziin terdiam karena bertanya-tanya mengapa dirinya juga ikut disuruh masuk. Sementara Mao An diam karena bingung hendak masuk kemanakah dirinya ini.
Ling Tian dengan cepat memahami kebingungan keduanya. Dia menjelaskan kepada Wei Ziin bahwa nanti setelah hampir sampai di pusat Kota Zhongjian dia akan Ling Tian keluarkan lagi. Karena dengan kecepatan terbang Wei Ziin akan membutuhkan waktu lama untuk sampai. Sementara untuk Mao An, Ling Tian meminta Wei Ziin untuk menjelaskannya saat nanti sudah didalam dunia jiwa dan memintanya memperkenalkan juga kepada saudara-saudaranya yang lain.
Setelah mendapati penjelasan Ling Tian, Wei Ziin dan Mao An segera mengangguk paham dan masuk kedalam dunia jiwa. Ling Tian hanya menghela nafas lega saat semuanya telah selesai untuk sekarang ini.
"Baiklah.. Mari kembali dulu!"
***
Dunia jiwa Ling Tian.
Swuuusshh...
Pusaran angin atau celah spasial terbentuk lebih besar dari biasanya di depan istana Ling. Wei Hun, Zhuge Ruxu, Long Yuan dan Ling Hu yang melihat itu segera menatapnya keheranan. Perlu diketahui juga bahwa sebelumnya Long Yuan dan Ling Hu kini sudah baikan dan tidak lagi bermusuhan untuk sementara waktu ini.
__ADS_1
Kembali kepada gerbang dunia jiwa. Mereka belum pernah melihat gerbang dunia jiwa Ling Tian terbuka sedemikian lebarnya. Namun rasa penasaran mereka segera terjawablah sudah.
Zheep! Zheep!
Dua sosok berupa manusia dan Harimau Hitam raksasa muncul dihadapan mereka semua. Mao An sangat terkejut mendapati orang-orang yang sedang memandanginya adalah orang yang sangat-sangat kuat. Itu terasa jelas baginya dari aura penindasan yang keluar dari tubuh mereka semua. Dan untuk Ling Hu, meskipun saat ini dia lebih lemah dari Mao An, namun garis darah binatang suci Harimau Langitnya dengan mudah menindas beast tingkat 6 seperti Mao An. Mental Mao An menciut seketika itu juga.
"Salam Leluhur semua!" ujar Wei Ziin menyapa dan menundukkan kepala.
"Iya.. Salam Ziin'er!" jawab Wei Hun.
"Siapa dia Ziin'er?" giliran Long Yuan yang membuka suara.
"Ah.. Leluhur Long, dia adalah bawahan kakak Tian! Namanya Mao An!" jawab Wei Ziin.
"Bawahan bocah bau itu ya.. Mao An? Hmm.. Sepertinya aku tidak asing dengan nama ini?" ujar Long Yuan.
"Iblis yang dibunuh Tuan Muda juga namanya Mao An!" kata Zhuge Ruxu.
"Aaaha.. Benar sekali! Mengapa namamu ikut-ikutan seperti iblis itu? Huh!" tanya Long Yuan dengan nada acuh.
Mao An si Harimau Hitam yang diberikan pertanyaan oleh Long Yuan tidak berani menjawab asal-asalan atau narsis seperti sebelumnya dengan Ling Tian. Dia merasa jika sedikit saja melakukan salah kata, maka dirinya akan dalam kondisi buruk atau paling tidak dia akan dibuat babak belur.
"Emm.. M-mungkin tidak sengaja saja tuan!" jawab Mao An dengan pelan-pelan.
"Heh! Tuan? Disini tidak ada yang boleh memanggil sesama dengan sebutan tuan kecuali untuk Tuan Muda Ling Tian!" ujar Zhuge Ruxu.
"Benar! Kau telah menjadi saudara kami! Mulai sekarang panggil aku kakak kedua! Namaku Long Yuan. Dia Wei Hun si kakak pertama. Lalu Zhuge Ruxu kakak ketiga dan Ling Hu kakakmu yang keempat! Kamu akan menjadi adik kelima kami semua!" tutur Long Yuan panjang kali lebar.
"B-baik kakak kedua!" faham Mao An.
Baguslah! Sebelum itu kau masuklah keruang kultivasi itu! Gunakan ini untuk meningkatkan kultivasimu dan mengambil bentuk manusiamu! Aku mendapat telepati dari Ling Tian tadi," kata Wei Hun tiba-tiba sambil melemparkan buah-buahan abadi kepada Mao An dan menunjuk ruang kultivasi milik Ling Tian.
"B-baik kakak pertama!" jawab Mao An dengan mata sedikit melotot melihat buah-buahan abadi yang konon hanya sebuah legenda namun kini ada didepannya.
"Waktu disana seribu kali lebih cepat daripada disini dan waktu disini tiga kali dibandingkan dunia luar. Jadi tidak butuh waktu lama untukmu meningkat. Cepat masuk! Dan setelah selesai, segera buatkan kami teh untuk perkenalan!" ujar Long Yuan dengan menyeringai.
__ADS_1