
Ling Tian melayang terbang keluar dari pusaran angin putih keemasan dengan terus menyalurkan kekuatan jiwanya untuk mengendalikan ribuan ikan berwarna-warni dan berbagai macam jenis itu supaya terus melayang. Ditangan kirinya juga terdapat jinshen yang masih lemas karena disetrum elemen petir Ling Tian.
Ling Tian dengan kehendaknya membuat sebuah kolam besar berdiameter sekitar satu hektare lalu mengisinya dengan air yang tercipta dari elemen airnya. Sungguh sangat praktis sekali! Setelah selesai membuat kolam, Ling Tian melepaskan semua ikan dari cengkraman kekuatan jiwa.
Ikan-ikan berwarna-warni itu kembali bisa berenang dengan bebas setelah beberapa saat lalu tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan dibuat melayang.
'Selesai! Sekarang tinggal mencarikan tempat untuk jinshen ini! Namun untuk sementara waktu, aku akan menempatkannya di kolam ini terlebih dahulu sebelum menemukan tempat yang cocok!' gumam Ling Tian.
Ling Tian melemparkan jinshen itu kedalam kolam setelah memberikannya sedikit energi Qi untuk membuatnya sadar dari pingsannya. Dengan cepat, Ling Tian membuat segel ditangan dan memenjarakan area kolam dengan formasi array.
"Tuan Muda! Mengapa kamu membuat kolam didepan istana? Lalu apakah tadi yang kamu masukkan kesana setelah ikan-ikan yang beterbangan sebelumnya?" teriak Mao An bertanya.
Ling Tian tidak langsung menjawab pertanyaan dari Mao An. Dia melesat turun dari terbangnya dan mendekati orang-orang yang sedang berkumpul.
"Salam saudara dan saudariku sekalian! Bukan apa-apa saudara Mao! Aku hanya ingin saja mempunyai tempat untuk memancing! Dan lagi yang aku lempar sebelumnya adalah jinshen!" ucap Ling Tian sekaligus menjawab pertanyaan Mao An.
"Jinshen?" Mao An bertanya sekaligus cukup terkejut.
"Benar sekali!" angguk Ling Tian.
"Hohoo.. Sepertinya kamu masih memiliki keberuntungan surga bocah!" ujar Long Yuan antusias.
"Yaahh.. Begitulah cing! Aku tidak sengaja menemukannya didalam hutan di daratan tengah!" balas Ling Tian dengan malas.
"Cih! Buruk sekali caramu memanggil bocah bau!" keluh Long Yuan.
"Oiya, bagaimana kabar kalian berlima?" tanya Ling Tian melihat kearah lima murid saudaranya.
"Kami baik-baik saja Tuan Muda Ling!" jawab mereka serentak. Hanya empat orang yang bersuara. Sementara Ling Lianhua hanyalah diam saja.
Ling Tian faham dengan keinginan Ling Lianhua. Dia segera maju dan mengelus lembut pucuk kepala Ling Lianhua.
"Adik Hua tetap yang terbaik!" ucap Ling Tian sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
Ling Lianhua sangat menikmati elusan lembuh tangan Ling Tian dikepalanya. Dia sangat senang sampai menutup matanya meresapi. Terlebih saat Ling Tian mengatakan bahwa dirinya yang terbaik, sungguh hatinya bergetar dan jantungnya berdetak lebih kencang.
"Aku tidak akan mengecewakan kakak Tian!" ucap Ling Lianhua dengan rona wajah sedikit memerah.
"Iya adik Hua!" balas Ling Tian dengan lembut.
"Ukhuk! Ukhuk! Ukhuk! Sial! Aku tidak sengaja menelan nyamuk saat menguap! Sial! Sial! Sial!"
Tiba-tiba suara batuk keras disertai umpatan dari Long Yuan menghancurkan momen romantis Ling Tian dan Lianhua. Wajah Ling Tian seketika menghitam dan alisnya berdenyut-denyut melihat Ling Yuan. Dasar cacing biru sialan!
Ling Tian segera menurunkan tangan dari kepala Ling Lianhua.
"Yasudah! Jika kabar kalian baik! Bagaimana jika nanti kalian semua latih tanding denganku? Aku mempunyai beberapa waktu disini sambil menunggu saudara We selesai menembus Bintang penghalang kultivasinya!" ujar Ling Tian.
"Bagaimana? Apakah kalian setuju?" lanjut Ling Tian bertanya kepada kelima murid saudara-saudaranya.
"Dengan senang hati kami siap Tuan Muda!" jawab mereka serentak.
"Bagus! Itulah yang aku harapkan!" angguk Ling Tian.
Di hutan daratan tengah.
Swuushh...
Swuushh...
Swuushh...
Setelah beberapa saat kepergian Ling Tian dan memasuki dunia jiwa. Sekitar tujuh orang memakai pakaian berjubah hitam yang dipimpin oleh seorang pria muda yang memakai jubah emas muncul diatas sungai yang sangat jernih tersebut.
"Menurut tanda yang berada pada peta, harusnya keberadaan jinshen itu ada disini!" ucap pria muda.
"Tuan Muda Lian! Sepertinya ada orang yang telah mendahului kita dan berhasil menangkap jinshen itu!" kata salah satu pria berjubah hitam.
__ADS_1
"Sial! Mengapa ini bisa terjadi! Aku bisa mendapat tamparan keras dari ayah karena terlalu ceroboh dan kecolongan harta karun seperti jinshen!" ucap pria muda yang dipanggil Tuan Muda Lian. Aura yang sangat kuat meledak dengan intens dan menekan keenam pria berjubah hitam. Tuan Muda Lian ini adalah kultivator kuat yang berada di ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 7. Sementara keenam pelayannya atau para pria berjubah hitam hanya berada di ranah Pendekar Emas Menengah sampai Akhir.
Dan benar! Mereka adalah kelompok dari Klan Lian yang sedang menjalankan misi mencari keberadaan jinshen dan batu roh yang digunakan untuk mengaktifkan susunan portal dan menstabilkannya! Ternyata kelompok yang berbisnis portal teleportasi adalah orang-orang dari Klan Lian.
Para pria berjubah hitam tidak bisa menanggapi ucapan Tuan Muda Lian yang mengumpat dan marah. Mereka hanya bisa menahan aura tiran dari Tuan Muda mereka sekuat mungkin.
"Tuan Muda! Kendalikan emosimu! Sebelumnya aku merasakan sedikit aura keberadaan seseorang disekitar sini! Mungkin orang itulah yang telah mengambil jinshen dan semua batu roh yang telah dihasilkan disini!" kata salah satu pria berjubah hitam dengan nada berat karena menahan tekanan.
"Oh.. Keberadaan seseorang disini? Dimanakah dia?" tanya Tuan Muda Lian lalu kembali menarik aura kultivasinya. Dia bertanya kepada pria berjubah hitam yang mengatkan merasakan kehadiran seseorang disini selain mereka.
"Benar Tuan Muda Lian! Saya merasakannya! Dia berada satu kilometer arah barat dari tempat ini!" jawab pria berjubah hitam.
"Bukankah tempat itu adalah jalan yang kita lewati sebelumnya?" tanya Tuan Muda Lian.
"Benar Tuan Muda Lian!" jawab pria bdrjubah hitam.
"Baiklah! Bawa aku kesana sekarang juga! Jika memang benar dia yang telah mengambil jinshen dan batu roh disini, maka aku akan menyiksanya sampai dia berharap mati!" ucap Tuan Muda Lian dengan wajah menyeramkan. Bagaimana tidak? Dia sangatlah dibuat jengkel oleh situasi seperti ini! Dia tentu ingin melampiaskan kekesalannya kepada seseorang. Terlebih orang yang telah membuatnya jengkel.
"Baik Tuan Muda!"
Mereka semua akhirnya pergi dari sungai yang sangat jernih dan mengikuti pria berjubah hitam yang mengatakan menemukan keberadaan seseorang ditempat ini.
Hanya butuh waktu lima terikan nafas, mereka telah sampai ditempat dimana seorang pemuda sedang duduk berkultivasi dan disekitarnya ada sekitar dua puluh batu roh tingkat rendah untuk membantunya menembus tingkat.
Pemuda itu tidak lain adalah Ling We. Karena saking fokusnya dirinya berkultivasi untuk menyerap energi Qi dari alam dan batu roh yang diberikan Ling Tian saat diperjalanan sebelumnya, ling We tidak menyadari dirinya sedang dipantau oleh tujuh orang pria.
Sementara ketujuh orang pria itu melihat Ling We dengan tatapan tajam, khususnya seseorang yang dipanggil Tuan Muda Lian. Pasalnya dia dapat melihat seorang pemuda sedang berkultivasi menggunakan bantuan batu roh kelas rendah. Padahal sangat jarang orang melakukan hal tersebut. Bukankah bisa saja batu roh itu diambil dari tempat yang sebelumnya? Dan lagi, pemuda itu sangatlah boros dalam menggunakan puluhan batu roh secara langsung untuk berkultivasi.
"Tuan Muda-" ucapan pria yang menuntun jalan langsung dipotong oleh Tuan Muda Lian.
"Cepat kepung dia dan tangkap! Seret dia kehadapanku dan jangan biarkan dia kabur!" perintah Tuan Muda Lian kepada enam bawahannya.
"Baik Tuan Muda!"
__ADS_1
______________________________________
*Penting Up 2 bab meski telat-telat terus๐๐