Ling Tian

Ling Tian
Aula Istana Klan Xueren


__ADS_3

Ling Tian dan Mao An yang kini sudah kembali dalam bentuk kucing jadi-jadiannya dan tiduran dengan malas lagi diatas pundak kanan Ling Tian mengikuti Leluhur Xueren Chong dan ketiga orang yang tersisa menuju ke arah dimana klan dewa jatuh Shen Zhu Xueren tinggal.


Mereka menyempatkan diri untuk berbincang-bincang untuk mengakrabkan diri mereka yang awalnya adalah dua kubu yang bermusuhan namun kini telah menjadi tuan dan bawahan. Ling Tian cukup senang dengan sikap dari pria sepuh itu karena tidak terlalu kaku ketika tiba-tiba dirinya harus menjadi seorang bawahan.


Tidak lama kemudian mereka semua akhirnya sampai di sebuah istana yang terbuat dari bongkahan es dengan ornamen-ornamen kuno yang terlihat sangatlah klasik namun juga dengan kemewahan yang sangat mencolok.


"Selamat datang di Klan Xueren kami yang sederhana Tuan Muda!" ucap Leluhur Xueren Chong kepada Ling Tian sambil membuka tangannya seolah mempersilahkan Ling Tian untuk berjalan mendahuluinya. Ya, begitulah tata krama yang baik bagi seorang bawahan kepada tuannya.


"Terima kasih!" kata Ling Tian sambil tersenyum dengan ramah dan mendahului mereka semua untuk memasuki pintu gerbang klan.


Beberapa anggota dari Klan Xueren yang menjaga pintu gerbang yang melihat leluhur mereka bersama dengan ketiga saudara mereka yang terlihat terluka dan seorang pemuda bertopeng separuh wajah dengan kucing hitam yang tiduran dengan malas di atas pundak kanannya segera mempersilahkan untuk memasuki klan.


Meskipun mereka sedikit tidak senang dengan kehadiran orang asing di klan mereka, mereka tetap mempersilahkannya karena melihat sang leluhur memperlakukan pemuda bertopeng separuh wajah itu dengan sangat hormat.


Mereka takut jika sampai salah dalam bersikap mereka akan mendapatkan sebuah hukuman yang sangat berat dari sang leluhur. Sudah menjadi pengetahuan umum bagi seluruh anggota Klan Xueren bahwa leluhur mereka sangatlah kejam sekaligus tegas dalam menindak setiap orang yang berbuat kesalahan.


Ling Tian tersenyum ke arah para penjaga pintu gerbang itu lalu melewatinya bersama dengan leluhur mereka dan ketiga orang yang tersisa sebelumnya memasuki bagian dalam klan. Beberapa orang yang berpapasan dengan rombongan itu segera memberikan penghormatan kepada sang leluhur dan tatapan tajam kepada Ling Tian sebagai tanda ketidaksukaan mereka akan kehadiran orang asing.


"Saya harap Tuan Muda tidak tersinggung dengan cara mereka dalam menatap Tuan Muda! Itu sangatlah maklum karena mereka tidak pernah melihat orang asing yang mendatangi klan!" ujar Leluhur Xueren Chong menjelaskan sekaligus mengungkapkan rasa ketidakenakannya terhadap Ling Tian.


"Aku sangat memakluminya Xueren Chong!" kata Ling Tian sambil tersenyum lebar.


Tidak lama kemudian mereka pun akhirnya telah sampai di sebuah istana yang terbuat dari es yang sangat besar dan megah melebihi istana-istana lain yang ada di tempat itu. Istana itu tentu saja adalah istana utama dari Klan Xueren atau tempat tinggal Patriark Xueren.

__ADS_1


Leluhur Xueren Chong meminta kepada ketiga anggota klannya yang tersisa itu untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing sementara dirinya membawa Ling Tian bersama dengan Mao An untuk memasuki aula istana.


Patriark Klan Xueren yang bernama Xueren Han beserta dengan para tetuanya sangat terkejut mendapati leluhur mereka tiba-tiba memasuki aula bersama dengan seorang pemuda bertopeng separuh wajah.


Semua orang segera berdiri dari tempat duduknya kemudian menangkupkan kedua tangan untuk memberikan penghormatan kepada sang leluhur.


"Kalian semua perkenalkanlah! Tuan Muda ini adalah Ling Tian dari trah Shen Zhu Ling! Dia adalah tuanku sekarang!" kata Leluhur Xueren Chong tiba-tiba yang membuat semua orang di tempat itu terkejut bukan kepalang.


Deg! Deg!


Jantung semua orang yang ada di aula istana itu berdetak dengan kencang saat mendengar kata Shen Zhu Ling yang diucapkan oleh leluhur mereka. Mereka semua tentu tahu bahwa klan itu adalah klan penguasa seluruh alam yang telah mereka khianati di masa lalu.


"Leluhur.." ucap Patriark Xueren Han yang tidak percaya dengan pendengarannya.


"Benar! Shen Zhu Xueren sekarang telah kembali lagi ke seperti masa lalu yang melayani trah Shen Zhu Ling dengan setia! Aku sengaja membawa beliau ke tempat ini untuk memberitahukan kepada kalian semua!" kata Leluhur Xueren Chong dengan ketegasannya.


Disisi lain mereka juga tidak yakin akan diampuni jika memang benar pemuda bertopeng separuh wajah itu adalah seorang Shen Zhu Ling mengingat keluarga mereka dibantai dengan kejam oleh para penghianat seperti Shen Zhu Xueren.


"T-tuan Muda! Maaf jika orang tua ini sedikit lancang! Bolehkah orang tua ini melihat petir abadi milik Tuan Muda?" ucap Patriark Xueren Han dengan hati-hati.


"Tentu saja!" angguk Ling Tian yang tidak mempermasalahkannya.


Kemudian dari ujung jari telunjuk Ling Tian muncul sebuah petir yang tidak memiliki warna sama sekali namun terdengar derakan-derakannya yang sangat kuat sekaligus aura yang begitu mengerikan.

__ADS_1


"P-petir tanpa warna!" kata Patriark Xueren Han bersama dengan para tetuanya secara serentak.


Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong hanya tersenyum menanggapi keterkejutan mereka. Keduanya sudah menduga hal itu akan terjadi karena petir tanpa warna adalah sebuah petir terkuat dan hanya didengar dari sebuah cerita-cerita legenda saja. Namun saat ini mereka dengan jelas melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa petir tanpa warna itu dimiliki oleh seorang pemuda bertopeng separuh wajah yang sedang berdiri di samping leluhur mereka.


Semua orang di tempat itu langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian menjatuhkan diri mereka untuk berlutut kepada pemuda bertopeng separuh wajah atau Ling Tian.


Bruuuk!


"Hormat kepada Tuan Muda Shen Zhu Ling Tian!" ucap Patriark Xueren Han yang kemudian diikuti oleh para ketuanya.


"Hormat kepada Tuan Muda Shen Zhu Ling Tian!"


Ling Tian tersenyum melihat mereka yang tidak terlalu mempersulit dirinya untuk menyatakan akan penaklukannya terhadap klan mereka.


"Bangunlah! Hormat kalian aku terima!" ucap Ling Tian sambil tersenyum dengan ramah.


Semua petinggi dari Klan Xueren itu pun menurut dan berdiri kembali dari berlutut mereka. Mereka kemudian menatap Ling Tian dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Meski begitu, Ling Tian segera memahami maksud dari tatapan itu kemudian dia kembali tersenyum dengan lembut ke arah mereka semua.


Leluhur Xueren Chong segera meminta kepada Ling Tian untuk duduk di atas kursi kehormatan klan dan semua orang kembali di kursinya masing-masing.


"Tuan Muda.." kata Patriark Xueren dengan ragu.


"Bicaralah Patriark!" kata Ling Tian.

__ADS_1


"Tuan Muda pasti telah mengetahui bahwa kami adalah sekelompok klan yang telah menghianati Shen Zhu Ling di masa lalu!" ucap Patriark Xueren Chong dengan wajah penuh penyesalan.


"Yang lalu biarlah berlalu! Aku memang ingin sekali membalas dendam atas kesalahan dari kalian! Namun karena keteguhan hati yang dimiliki oleh leluhur kalian hatiku berkata lain dan mengampuni kalian namun dengan syarat kalian harus menjadi bawahanku yang setia dengan cara bersumpah atas nama langit dan bumi!" kata Ling Tian menjelaskan.


__ADS_2