Ling Tian

Ling Tian
Permohonan Ampun


__ADS_3

"Kau! Pemuda bajing*n! Aku akan membunuhmu!"


Zhepp!


Setelah memberikan serapah kepada Ling Tian, Leluhur Tua Klan Xuan langsung menghilang dan menyerang Ling Tian dengan tinju terkuatnya. Dia menggunakan tujuh puluh persen energi Qi miliknya dan berniat ingin mengakhiri dengan satu serangan saja.


"Bodoh!" cibir Ling Tian.


Tap!


"Apaaa!"


Tinju yang sangat kuat dari kultivator ranah Pendekar Emas Menengah dengan mudahnya Ling Tian tangkap dan menghentikannya hanya dengan tangan kirinya saja.


"Terlalu sombong dan idiot!"


Plaakkk!


Baammmm...


Ling Tian menampar Leluhur Tua Klan Xuan seperti menampar nyamuk tidak berguna. Alhasil, Leluhur Tua itu dikirim terbang dan mendarat dengan kasar diatas tanah hingga membuat retakan seperti jaring laba-laba.


"B-bagaimana mungkin?" ucap Leluhur Tua setelah tersadar dari keterkejutannya. Tulang rahang dan hidungnya hancur hanya dengan satu tamparan kecil Ling Tian.


"Aku tahu kau pasti tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini! Jadi jika kau tidak ingin mati maka diam dan tidak usah ikut campur!" ancam Ling Tian kepada Leluhur Tua Klan Xuan.


Memang benar apa yang dikatakan Ling Tian. Leluhur Tua Klan Xuan tidak tahu-menahu tentang permasalahan ini sehingga para anggota klannya disiksa seperti sedemikian rupa. Dia tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Namun sebagai seorang Leluhur dari Klan Xuan, melihat anggota klan atau anak cucunya disiksa tentu saja dia tidaklah terima.


"T-tuan Mu-"


"Diam!" bentak Ling Tian memotong ucapan Leluhur Tua Klan Xuan.

__ADS_1


Ling Tian kemudian mengarahkan jari telunjuknya kearah Leluhur Tua Klan Xuan. Seberkas cahaya hijau muncul dan menembak mengenai dahi Leluhur Tua. Perlahan, ingatan-ingatan baru muncul difikiran Leluhur Tua Klan Xuan membuatnya bergidik ketakutan lalu menggeram karena marah.


Leluhur Tua Klan Xuan kemudian menjatuhkan diri dan bersujud dihadapan Ling Tian sambil menangis tersedu-sedu.


"Tuan Muda Ling! Aku sebagai seorang leluhur dari Klan Xuan memohon pengampunan untuk klanku! Aku bersumpah bahwa kami semua akan menjadi pelayanmu dan Klan Ling yang setia untuk menebus kesalahan ini!" ujar Leluhur Tua Klan Xuan.


Semua orang membulatkan mata dengan sempurna saat mendengar penuturan Leluhur Tua Klan Xuan. Menjadi pelayan? Bukankah ini sangatlah hina? Banyak sekali anggota Klan Xuan yang tentu tidak menyetujuinya. Namun apalah daya, mereka hanya bisa diam dan tidak berani bersuara sedikitpun. Bagaimanapun Leluhur Tua mereka melakukan ini demi keselamatan semua orang. Andai saja tidak, maka menurut Leluhur Tua Klan Xuan akan dengan sangat mudah bagi Ling Tian untuk membantai semua orang yang ada disini.


"Ooh.. Begitukah?" tanya Ling Tian dengan tersenyum menyeringai. Dia menarik kembali aura tiran dan niat membunuhnya sehingga semua orang bisa kembali bernafas lega.


"Benar Tuan Muda Ling! Kalian semua! Cepat bersumpah setia kepada Tuan Muda Ling dan Klan Ling!" ujar Leluhur Tua memberikan perintah.


Suasana mendadak menjadi hening. Tidak ada suara apapun yang terdengar kecuali hembusan tenang angin pagi hari. Mereka masih belum siap untuk bersumpah setia menjadi pelayan Klan Ling. Namun tidak lama, terdengarlah suara dari seorang pemuda dan pemudi dengan penuh tekat.


"Kami bersumpah setia kepada Tuan Muda Ling Tian dan Klan Ling!"


Pemuda dan pemudi itu tak lain adalah Xuan Ji dan Xuan Yin'er. Mereka sudah berfikir dengan matang bahwa keputusan menjadi pelayan Ling Tian atau Klan Ling adalah yang terbaik.


"Xuan Guan!" geram Leluhur Tua kepada Patriark Xuan.


"Tapi Leluhur.." Patriark Xuan Guan masih merasa keberatan jika harus menjadi pelayan. Bukankah semisal ada seorang cacat dari Klan Ling maka derajatnya tetap lebih tinggi darinya yang seorang Patriark Klan? Bukankah ini sungguh hina?


"Xuan Guan! Cepat bersumpah atau aku sendiri yang akan membunuhmu!" teriak Leluhur Tua Klan Xuan mengancam.


Patriark Xuan Guan menggertakkan giginya dengan keras saat Leluhurnya sendiri mengancam akan membunuhnya. Dia masih tidak rela! Semua ini gara-gara pemuda sialan dari Klan Ling ini!


"Cepat bangs*t! Jangan buat Tuan Muda Ling menunggu!" bentak Leluhur Tua.


"Pak tua! Kau tidak perlu memaksanya! Biarkan saja dia seperti itu. Jika dia mampu menahan dan masih hidup dari satu serangan pedangku ini, maka akan kubebaskan dia dari bersumpah!" ujar Ling Tian sambil tersenyum.


Sedikit demi sedikit aura tiran Ling Tian kembali melonjak memberikan penekanan intens. Semua orang hanya bisa terdiam tidak berkutik dengan pemandangan yang akan disaksikannya. Namun Leluhur Tua kembali menjatuhkan diri dan membenturkan kepalanya ke tanah hingga dahinya berdarah memohon kepada Ling Tian untuk tidak membunuh Patriark Xuan Guan. Ancaman sebelumnya yang mengatakan akan membunuh jika tidak menurut hanyalah sebuah ancaman. Dia tetap sangat tidak rela jika Xuan Guan mati dihari ini.

__ADS_1


Xuan Guan yang melihat Leluhurnya kembali menangis memohon pengampunan untuknya bahkan dengan membenturkan dahinya keras-keras hingga berdarah merasakan hatinya begitu sakit.


"Bruk!"


Akhirnya Xuan Guan juga menjatuhkan diri untuk berlutut dihadapan Ling Tian.


"Aku Xuan Guan bersumpah kepada Langit dan Bumi akan selalu setia kepada Tuan Muda Ling dan Klan Ling!"


"Jdeeeerr!!"


Kilatan petir menyambar diatas langit. Benar! Xuan Guan bersumpah atas nama Langit dan Bumi! Dan sumpahnya saat ini sudah berlaku. Jika dia berniat sedikit saja berhkianat maka petir alam akan menyambarnya hingga menjadi debu.


Semua orang sungguh tidak percaya dengan apa yang telah Patriark Xuan Guan ucapkan. Namun begitulah Patriark mereka! Dia sudah menyadari bahwa dia sangat bersalah akan kejadian ini dan kejadian penyerangan di Klan Ling tempo lalu. Karena lidahnya yang tak bertulang dan juga karena memikirkan keuntungannya sendiri, Patriark Xuan menjatuhkan masalah kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa. Sungguh ironis!


"Baiklah! Aku terima semua sumpah kalian! Sebagai tuan kalian yang baru ini, aku ingin kalian kumpulkan semua harta Klan Xuan sebagai kompensasi untuk kematian orang-orang Klan Lingku!" ujar Ling Tian.


"Baik Tuan Muda!" jawab mereka serentak.


Saat ini mereka hanya bisa menuruti permintaan Ling Tian tanpa bisa membantah sedikitpun. Perintahnya adalah mutlak! Satu persatu orang-orang dari Klan Xuan pergi meninggalkan Ling Tian yang masih berdiri tegak untuk mengambil harta mereka. Hingga beberapa saat kemudian tertumpuklah harta benda dan sumber daya milik semua orang.


Tanpa basa-basi Ling Tian melambaikan tangan dan memasukkan semua harta itu kedalam cincin jiwa.


Wei Ziin mendekati Ling Tian dan menepuk lembut bahu Ling Tian.


"Kakak!" panggil Wei Ziin.


"Eh.. Adik Ziin! Ada apa?" tanya Ling Tian.


"Kakak jangan marah lagi! Ziin'er takut!" ujar Wei Ziin.


Ling Tian menyudahi ekspresi menyeramkannya dan tersenyum dengan lembut. Dia mengusap pucuk kepala Wei Ziin dan berucap,

__ADS_1


"Tidaak! Kakak tidak akan marah lagi! Yasudah, mari kita ke Klan Ling kakak! Sudah waktunya bagi kita meningkatkan kekuatan lagi!"


__ADS_2