
***
Hutan Tanpa Batas.
Di Hutan Tanpa Batas atau lebih tepatnya Gunung Huashu tampak begitu ramai oleh para monster beast. Hari ini adalah hari terakhir dimana orang-orang dari ras monster beast akan keluar dari dunia rahasia. Hampir seratus klan dari penghuni Hutan Tanpa Batas berada ditempat itu.
Mereka datang tentu karena satu hal yang tidak lain adalah pelelangan yang akan diadakan oleh pihak atau lebih tepatnya aturan wajib Klan Xun setelah para beast keluar dari dunia rahasia atau Dunia Jimi De.
Swush... Swush... Swush...
Ratusan sosok mulai keluar dari portal hitam penghubung dua dunia. Mereka semua keluar dari dunia rahasia dalam kondisi banyak yang terluka. Itu disebabkan karena hewan iblis yang menjaga sumberdaya langka disana tiba-tiba menggila dan menyerang mereka dengan sangat brutal.
Jika saja mereka tahu bahwa itu disebabkan oleh titah dari Ling Tian, mereka pasti akan sangat marah dan akan memburu Ling Tian sampai ujung dunia sekalipun.
Disuatu tempat yang tidak jauh dari kerumunan masa di kaki Gunung Huashu, dua pasang mata berwarna biru tampak sedang mengamati sesuatu dengan jeli dari balik bayangan.
"Apakah kamu sudah melihat pemuda itu keluar dari portal?" tanya salah satu sosok kepada temannya.
"Belum! Aku belum melihatnya!" jawab temannya.
"Baik! Kita awasi saja terus pintu gerbang dunia rahasia itu! Jangan sampai kita kehilangan jejak dari pemuda itu! Karena Tuan menginginkan kita mengawasi terus apa yang dilakukan pemuda itu!" ujar sosok bermata biru itu sambil terus melihat kearah portal masuk dunia rahasia atau Dunia Jimi De.
"Baik!"
Kedua sosok itu lalu menghilang menjadi bayangan dan tidak pernah disadari oleh siapapun keberadaannya.
.
.
Swush...
Swush...
Swush...
__ADS_1
Tiga sosok keluar dari lubang hitam yang mana mereka adalah Ling Tian dan kedua saudaranya.
Saat orang-orang dari Klan Xun melihat ketiganya keluar dari portal dan kondisi mereka baik-baik saja, wajah orang-orang dari Klan Xun itu menjadi tidak sedap dipandang.
"Kalian bertiga berhenti!" ujar orang-orang dari Klan Xun menghentikan Ling Tian dan kedua saudaranya dengan mengacungkan tombak.
Ketiga bersaudara itu dengan patuh berhenti meski dalam hati Mao An dan Zhuge Ruxu mereka sangat ingin membunuh mereka semua, namun dilarang oleh Ling Tian.
"Kalian janganlah bertindak gegabah! Kita ikuti saja dulu kemauan mereka!" ucap Ling Tian melalui telepati kepada kedua saudaranya setelah melirik wajah mereka yang memburuk karena diacungi tombak.
"Baik Tuan Muda!" jawab keduanya menurut.
Ling Tian melakukan hal itu bukan karena dia takut dengan Klan Xun, tapi orang-orang dari klan lain yang bersekutu dengan Klan Xun lah yang mungkin akan sedikit merepotkan untuknya jika dia dan kedua saudaranya membuat masalah.
"Kalian masuklah dalam gedung pelelangan dan lelang satu sumberdaya langka yang kalian dapatkan dari dunia rahasia!" ucap kepala prajurit dengan wajah datar.
"Baik!" jawab Ling Tian dan kedua saudaranya.
Mereka bertiga digiring oleh lima prajurit elite Klan Xun menuju gedung pelelangan yang kini sudah sangat ramai oleh pengunjung.
Sesampainya mereka digedung, kelima prajurit elite Klan Xun langsung mengarahkan Ling Tian dan kedua saudaranya menuju suatu ruangan yang mana ruangan itu adalah ruangan manajer lelang.
Ling Tian melihat ada seseorang yang keluar dari ruangan itu dengan wajah sangat buruk. Ling Tian berfikir bahwa pasti orang itu telah dipaksa melelang barang berharganya yang mungkin itu adalah satu-satunya yang dia dapatkan dari dunia rahasia atau Dunia Jimi De.
"Silakan masuk!" ucap prajurit itu mempersilahkan Ling Tian dan kedua saudaranya masih dengan nada datar.
"Baik!" jawab ketiganya.
Setelah Ling Tian dan kedua saudaranya masuk, dia melihat ada seorang wanita yang sedang duduk sendirian didalam ruangan besar itu. Tidak! Wanita itu memang tampak seperti sendirian, tapi Ling Tian dan kedua saudaranya dengan indra yang tajam dapat melihat serta merasakan kehadiran beberapa sosok kuat di Ranah Raja Tahap Akhir juga ada diruangan itu.
"Silakan duduk!" ucap wanita itu dengan gaya ramah.
Didepan wanita itu terdapat kursi panjang yang mungkin sengaja disediakan oleh Klan Xun atau pihak pelelangan bagi orang-orang yang keluar dari dunia rahasia dengan berkelompok.
Setelah duduk, wanita itu tanpa basa-basi lagi langsung meminta Ling Tian atau kedua saudaranya untuk mengeluarkan barang yang akan dilelang. Bahkan wanita itu tidak memperkenalkan diri atau mengenal orang yang hendak melelang barangnya terlebih dahulu.
__ADS_1
'Hmm.. Sepertinya aku memang benar-benar harus memberi Klan Xun ini pelajaran yang berharga!' ucap Ling Tia dalam hatinya sambil mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam dan menyerahkannya kepada si wanita.
"Apa ini?" tanya si wanita Xun.
"Silakan anda buka saja!" ujar Ling Tian santai.
Wanita itu menatap Ling Tian dengan tajam untuk beberapa detik. Baru kali ini ada orang yang sesantai pemuda itu saat memasuki ruangannya. Biasanya, orang-orang akan ketakutan dan berwajah jelek jika memasuki ruangannya.
Namun pemuda tampan didepannya ini tampak lain dari yang lain. Dia tetap tenang meskipun harta berharganya dipaksa untuk dilelang. Dan juga, wanita itu merasa seperti tidak asing dengan wajah tampan pemuda itu.
Wanita Xun itu perlahan membuka kotak hitam itu. Dan alangkah betapa terkejutnya dia saat melihat apa yang ada didalamnya. Seketika tangan wanita Xun yang memegang kotak hitam itu bergetar bahkan sampai menjalar keseluruh tubuhnya.
"A-apaaa! I-ini.." ucap wanita itu tidak bisa berkata-kata lagi.
Swosh... Swosh... Swosh...
Tiga sosok yang sebelumnya bersembunyi dibalik bayangan juga langsung keluar saat melihat wanita Xun itu dibuat terkejut.
"Ada apa no-.." ucapan pertanyaan pria itu langsung terhenti ditenggorokan saat melihat apa yang ada didalam kotak hitam itu.
Mata pria itu langsung melotot sampai-sampai seperti hendak keluar dari kelopaknya. Dia sangat tidak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat didepannya.
"B-buah A-anggur Abadi!" ucap kedua pria lainnya yang ada dibelakang pria sebelumnya. Mereka juga sama terkejutnya dengan pria itu.
"Benar sekali! Itu adalah anggur putih abadi! Harta paling berharga yang kami miliki dan dapatkan dari dunia rahasia! kami mendapatkan lima buah dan kami membaginya satu-satu untuk masing-masing kami! Kami harap kalian mengerti!" ujar Ling Tian menjelaskan dengan santai.
Keempat orang dari Klan Xun itu menatap Ling Tian dengan tatapan kosong. Mereka tidak menyangka bahwa ketiga orang didepannya ini mendapatkan keberuntungan yang luar biasa di dunia rahasia. Terlebih ternyata mereka tidak pelit untuk melelang barang berharganya.
Mereka berempat yakin bahwa item ini akan menjadi item paling menggemparkan diseluruh pelelangan yang pernah diadakan di Hutan Tanpa Batas.
"Baiklah.. Jika tidak ada lagi yang dibicarakan! Kami akan pergi!" ucap Ling Tian sambil berdiri dari kursi panjang yang diikuti oleh kedua saudaranya.
"Oiya, namaku She Tian! Kalian pasti sudah pernah mendengar nama itu bukan?" ujar Ling Tian lalu menghilang bersama dengan kedua saudaranya. Tidak lupa, mereka bertiga meninggalkan jejak aura masing-masing yang kembali mengejutkan keempat orang dari Klan Xun.
"Dua Ranah Kaisar Puncak dan satu Ranah Raja Puncak!" ucap salah satu pria dengan tubuh menegang dan bergidik ketakutan.
__ADS_1