Ling Tian

Ling Tian
Daratan Barat 12


__ADS_3

"Ayolah Tuan Muda! Aku hanya bercanda! Hahaha.. " ujar Mao An sembari tertawa getir.


Mereka pun akhirnya melanjutkan acara makan-makan dan minumannya sembari mengobrol hal ini yang tidak berhubungan dengan misi yang sedang mereka jalani. Setelah itu mereka berdua menuju ke lantai 3 untuk menginap di penginapan yang tersedia di tempat itu juga selama satu malam.


.


.


Keesokan harinya, setelah Ling Tian dan Mao An membersihkan diri dan memakai pakaian baru, keduanya melanjutkan perjalanan menuju ke markas para pemberontak yang dipimpin oleh sang pangeran mahkota kekaisaran Song yang bernama pangeran Song En.


Tidak lupa keduanya juga memakai topeng hitam separuh wajah ia membuat mereka layaknya kultivator kembar. Hanya jubah merekalah yang membedakan antara satu dengan yang lainnya. Ling Tian memakai jubah hitam pekat, sementara Mao An berwarna merah kehitaman.


Keduanya melesat meninggalkan penginapan menuju ke arah hutan yang cukup lebat di daerah itu. Hutan itu bernama hutan ilusi yang di rumorkan di dalamnya terdapat monster beast atau hewan siluman yang sangat kuat yang dapat mengendalikan ilusi dengan baik.


Namun siapa yang menyangka bahwa ternyata semua itu hanyalah rumor belaka yang dibuat-buat oleh kelompok pemberontak yang dipimpin langsung oleh sang pangeran mahkota Song En. Hutan itu memiliki kabut yang sangat tebal yang dapat membuat siapapun yang memasuki hutan akan tersesat.


Akan tetapi dengan teknik mata dewa dan juga mata harimau milik Ling Tian dan Mao An, kabut ilusi rendahan seperti ini sama sekali bukanlah masalah untuk mereka berdua. Keduanya dapat dengan mudah melihat hutan tersebut yang dipenuhi dengan jebakan dan juga beberapa formasi yang menimbulkan ilusi.


"Apa kita hancurkan saja susunan formasi array yang mengganggu ini Tuan Muda? Aku hanya membutuhkan satu ayunan tangan dari tangan kucingku yang mungil untuk menghancurkannya!" ujar Mao An bertanya karena sedikit risih dengan keberadaan dari formasi-formasi itu.


"Jangan bertindak terlalu sembrono saudaraku! Mungkin kita tidak akan pernah terkalahkan di tempat ini, namun apa kamu tidak ingat bahwa kedatangan kita itu adalah untuk bergabung dengan mereka?" jawab Ling Tian dengan bertanya balik kepada Mao An.

__ADS_1


"Hehehe.. Aku sedikit kurang sabar ternyata," ujar Mao An dengan cengengesan khas ala kucing jadi-jadian.


"Jika kau sabar maka kau bukanlah dirimu!" kata Ling Tian mencibir.


"Cih! Kata-katamu sungguh menusuk di lambungku Tuan Muda!" kata Mao An lalu melengos ke arah lain.


Mao An lalu menajamkan matanya melihat ke arah kanan Ling Tian berjalan.


"Hmm.. Sepertinya mereka telah terpancing dengan keberadaan kita Tuan Muda," ucap Mao An yang melihat beberapa sosok mengikuti mereka berdua.


"Biarkan saja. Tujuan kita ada di depan sana. Aku yakin mereka tidak akan berani bertindak karena kekuatan mereka hanyalah berada di ranah Pendekar Emas saja," sahut Ling Tian.


"Hehehe.. Jika mereka berani bertindak macam-macam maka pasti aku akan membuat gigi-gigi mereka rontok semuanya!" kata Mao An dengan tertawa cekikikan.


"Siapa kalian? Mengapa kalian datang ke tempat kami?" tanya salah satu kultivator yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 3 dengan nada acuh tak acuh sehingga membuat Mao An hampir saja terbawa emosi namun segera dihentikan oleh Ling Tian.


Ling Tian kemudian menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat dan tersenyum bersahabat kepada mereka.


"Salam saudara semua! Kami datang untuk bertemu dengan pangeran mahkota Song En dan mengajaknya untuk bekerja sama," ucap Ling Tian dengan hormat.


"Bertemu pangeran mahkota? Bekerja sama? Kami tidak pernah menerima siapapun kecuali kami lah yang mengerekrut anggota untuk memasuki kelompok kami," kata kultivator itu menolak kehadiran Ling Tian dan Mao An dengan tegas.

__ADS_1


"Kalian jangan tidak tahu diri! Tuan Muda Ling Tian sudah berbaik hati mau bekerja sama dengan kalian dan mengurangi kelompok-kelompok kriminal yang ada di daratan barat ini, tapi kalian malah menolaknya begitu saja? Apa kalian ingin aku hancurkan dan aku jadikan budak seperti Song Mu si tua bangka itu?" teriak Mao An yang sudah tidak bisa mengendalikan lagi emosinya karena sikap yang diperlihatkan oleh orang-orang itu kepada tuan mudanya. Dia langsung meledakkan aura kultivasi ranah Pendekar Berlian Puncak bersamaan dengan niat membunuh yang sangat pekat dan kelam dari tubuhnya yang membuat semua orang di tempat itu tertekan dan bertekuk lutut.


Ling Tian ingin mencegah saudaranya itu untuk bertindak lebih jauh lagi, akan tetapi sudah terlambat baginya untuk melakukan hal itu karena saudaranya pasti tidak akan pernah mau untuk dihentikan mengingat salah satu hal yang paling sensitif bagi saudaranya dan membuat emosinya meledak-ledak adalah orang-orang yang bertindak tidak sopan kepada dirinya seperti yang dilakukan oleh kelompok yang menghadangnya ini.


Sedangkan untuk orang-orang dari kelompok pangeran mahkota, tubuh mereka seperti ditimpa beban yang sangat berat sekaligus kesusahan untuk mengambil nafas. Tubuh mereka juga bergetar hebat saat mendengarkan penuturan yang dilontarkan oleh salah satu dari pria bertopeng separuh wajah.


Ling Tian? Bukankah itu adalah nama marga yang berasal dari daratan timur yang sangat ditakuti oleh orang-orang dari aliansi aliran hitam saat ini. Lalu mereka saat ini justru malah menyinggung tuan muda yang berasal dari klan yang mengerikan itu.


Terlebih ungkapan yang mengatakan bahwa leluhur kekaisaran Song juga telah diperbudak oleh pria bertopeng separuh wajah yang sedang marah besar dan emosi meledak-ledak.


Bukankah hal itu sama saja dengan mereka telah menghancurkan apa yang dicita-citakan oleh mereka sendiri. Bahkan keberadaan dari pria bertopeng separuh wajah yang marah bersama dengan tuan muda yang berasal dari Klan Ling itu jauh lebih menakutkan daripada peperangan yang mereka lakukan saat melawan pihak pangeran Song Yunlei.


"T-tuan.. T-tolong maafkan kami! K-kami benar-benar tidak mengetahui bahwa tuan-tuan berasal dari Klan Ling," ucap kultivator sebelumnya yang bersikap arogan dan acuh tak acuh dengan nada yang terbata-bata.


"Saudaraku.. Hentikan!" ujar Ling Tian sambil menepuk pundak dari Mao An.


Mao An yang ditepuk pundaknya oleh Ling Tian mau tidak mau menarik kembali aura kultivasi dan niat membunuh yang terpancar dari dalam dirinya sehingga membuat orang-orang yang tertekan itu kembali bernafas dengan lega dan berdiri dengan tegak.


"Tolong maafkan saudaraku ini. Dia memang selalu bersikap seperti itu jika ada seseorang yang menurutnya bersikap tidak baik kepadaku. Sekali lagi tolong maafkan dia!" ujar Ling Tian sembari menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat serta ketulusannya.


"T-tidak perlu Tuan Muda Ling. Kamil ah di sini yang bersalah dan tidak bersikap sopan dengan Tuan Muda Ling yang ingin bertanya kepada pangeran mahkota!" kata kultivator tersebut sembari membalas angkutan tinju Ling Tian.

__ADS_1


"Baiklah.. Mari ikuti kami untuk bertemu dengan pangeran mahkota!" ujarnya lagi sembari mempersilahkan Ling Tian dan Mao An.


"Terima kasih. Tolong bimbing kami." kata Ling Tian sembari tersenyum hormat.


__ADS_2