
Tetua Zhong En bukan hanya terkejut karena pembuatan pilnya yang tidak normal saja, dia juga terkejut karena dari bau dan warna pil yang ada ditangan Ling Tian semuanya adalah pil roh kultivasi tingkat dua sempurna!
"Bagaimana Tetua Zhong? Apakah aku sudah bisa mendapatkan rekomendasi darimu untuk ikut turnamen?" tanya Ling Tian.
Tetua Zhong En segera tersadar dari lamunannya setelah mendengar Ling Tian bertanya.
"Ah! Apa Tuan Muda? Ada apa?" tanya Tetua Zhong En gelagapan.
Ling Tian hanya menggelengkan kepala pelan dan mengulangi pertanyaannya,
"Apakah sekarang aku bisa mendapatkan rekomendasi dari Tetua Zhong?"
"Ah.. Itu.. Itu tentu saja Tuan Muda!" ujar Zhong En dengan tersenyum kecut. Dia tentu tidak menduga akan bertemu dan melihat alcemis super memurnikan pil dengan kegilaannya. Dia sendiri yang merupakan alcemis ternama tidaklah mungkin bisa membuat pil roh hanya dalam waktu beberapa detik dan itu tanpa menggunakan tungku. Lalu bagaimana dirinya tidak memberikan rekomendasi untuk alcemis super ini?
"Ooh.. Aku sangat berterima kasih kepada Tetua Zhong!" ucap Ling Tian sambil meletakkan pil-pil roh buatannya diatas meja.
"Tuan Muda! Jangan diletakkan diatas meja!" seru Tetua Zhong En panik.
"Ada apa Tetua Zhong?" tanya Ling Tian.
"Itu.. Jangan asal meletakan pil! Nanti bisa mengurangi efek dan kualitasnya!" jawab Tetua Zhong En.
Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya lalu berkata menjelaskan,
"Tetua Zhong bisa tenang! Andai pil roh ini dimasukkan dalam lumpur sekalipun dalam satu hari, lalu dicuci dan ditelan seseorang, maka tidak akan mengurangi efektifitasnya sama sekali!"
"Apaa!" Tetua Zhong En sangat terkejut mendengar penjelasan Ling Tian.
"Jadi ada pil roh sehebat itu?" lanjutnya bertanya.
__ADS_1
"Tetua Zhong! Setiap pil roh yang memiliki kesempurnaan serta keefektifisan tertinggi maka akan seperti itu!" jawab Ling Tian dengan percaya diri. Dengan jawabannya ini dia juga seolah mengatakan bahwa pil roh buatannya juga termasuk golongan kesempurnaan tertinggi.
"Owh.. Aku malah baru mengetahuinya!" angguk Tetua Zhong En faham. Ini memang pengetahuan baru baginya, karena selama ini tidak ada satupun alcemis yang mampu membuat pil roh dengan kualitas sempurna.
Di Asosiasi Alkemis, yang paling baik hanyalah mereka yang bisa membuat pil kualitas tinggi saja alias belum ada sejarah ada yang membuat pil kualitas sempurna. Dan baru kali ini Zhong En selaku tetua yang memiliki jabatan tinggi melihatnya dengan mata kepala sendiri.
"Kalau begitu Tetua Zhong silakan simpan saja pil roh ini!" kata Ling Tian.
"Tentu saja!" sahut Tetua Zhong cepat-cepat. Bagaimana tidak? Pil roh kualitas sempurna meski hanya di tingkat dua adalah mahakarya baru bagi Asosiasi Alkemis. Mana mungkin Tetus Zhong En ini akan melewatkannya.
Setelah meletakannya didalam botol khusus dan menyimpan kelima pil tersebut dalam cincin penyimpanan, Tetua Zhong En mengeluarkan sebuah kertas atau surat rekomendasi yang memiliki stempel khusus darinya dan memberikan kepada Ling Tian.
"Ini surat rekomendasi dariku Tuan Muda Tian! Anda bisa menggunakan ini saat mendaftarkan diri di Asosiasi Alkemis nantinya.
"Terima kasih Tetua Zhong! Aku akan mengingat dengan baik dan membalas jasa Tetua Zhong ini!" ucap Ling Tian setelah menerima surat rekomendasi tersebut.
"Tuan Muda tidak perlu membalasnya! Justru aku lah yang masih berhutang nyawa kepada Tuan Muda!" tutur Tetua Zhong En.
"Ayah! Hidangan untuk makan sudah selesai disiapkan!" ujar gadis tersebut yang ternyata bukanlah seorang pelayan. Dia adalah putri dari Tetua Zhong En.
"Ah! Baiklah.. Terima kasih Nian'er!" balas Tetua Zhong En sambil tersenyum lembut.
Zhong Nian adalah nama dari gadis cantik tersebut. Putri satu-satunya dari Tetua Zhong dan merupakan salah satu dari seorang alcemis muda yang sangat berbakat di daratan tengah. Setelah mengatakan akan keperluannya, putri Zhong En atau Zhong Nian itu ingin kembali pamit untuk undur diri namun segera di hentikan oleh sayang ayah.
"Putriku! Kemarilah sebentar!" kata Zhong En.
"Iya ayah!" Zhong Nian menurut dan duduk disamping sang ayah.
"Perkenalkan! Ini adalah Tuan Muda Tian dari Klan Ling daratan timur! Dan yang satunya adalah saudaranya Tuan Muda Ling We! Mereka berdua adalah orang yang menyelamatkan ayah sebelumnya. Kamu tahu? Tuan Muda Tian ini adalah seorang alcemis yang hebat!" tutur Zhong En memperkenalkan kedua tamunya.
__ADS_1
Zhong Nian mengangguk dan melihat kearah Ling Tian dan Ling We yang memakai topeng.
"Salam Tuan Muda Ling sekalian! Namaku Zhong Nian!" ucap Zhong Nian dengan ramah dan tersenyum manis sembari menangkupkan kedua tangan.
"Salam Nona Nian!" balas Ling We dengan cepat dan antusias.
Ling We langsung tidak bisa mengendalikan dirinya saat melihat senyuman indah Zhong Nian yang membuat jantungnya berdebar hebat. Pandangan matanya tidak bisa lepas dari wajah cantik Zhong Nian. Sementara Ling Tian hanya mengangguk diam dan menangkupkan tangan karena ucapan salam telah diwakilkan saudaranya. Ling Tian juga melihat Ling We begitu bersemangat saat melihat gadis tersebut. Dia mengangguk memahami sesuatu.
"Terima kasih Tuan Muda Ling sekalian yang telah menolong ayahku!" kata Zhong Nian.
"Sebenarnya yang menolong adalah saudaraku Ling We. Aku hanyalah menonton saja!" ujar Ling Tian dengan nada yang terlihat acuh. Hal ini sengaja dirinya lakukan supaya Zhong Nian tidak memperhatikannya lagi.
Ling We tersenyum lebar mendengar ucapan dan pengekspresian Ling Tian yang seolah mendukungnya untuk suatu hal yang dirinya inginkan.
"Oh.. Begitu.. Terima kasih Tuan Muda We!" ucap Zhong Nian kepada Ling We secara khusus.
"Itu tidak perlu nona Nian! Itu hanya suatu kebetulan saja kami berdua sedang lewat dan mendapati ayah nona Nian sedang dikepung oleh orang-orang tidak tahu diri itu. Makanya aku menolong ayah nona!" ujar Ling We sambil tersenyum.
Zhong Nian sedikit tersipu melihat senyuman Ling We. Sementara Zhong En hanya diam melihatnya. Dia memperkenalkan putrinya berharap bisa menarik perhatian Ling Tian yang sangat hebat dalam hal alkimia, namun jika putrinya malah tertarik kepada saudaranya maka Tetua Zhong juga tidak mempermasalahkannya.
Dengan menjalani suatu hubungan baik dengan Klan Ling yang berkuasa, bahkan mungkin melalui ikatan sah sebuah pernikahan, tentu akan menambah kekuatan Asosiasi Alkemis.
Suasana diruang tamu menjadi hening sejenak setelah perkenalan dan ucapan terima kasih Zhong Nian yang singkat tersebut hingga Tetua Zhong En memecahkannya dengan ajakan untuk menikmati hidangan.
"Tuan Muda Tian! Tuan Muda We! Bagaimana jika kita lanjutkan obrolannya nanti lagi? Sekarang mari kita nikmati hidangan yang telah putriku dan pelayan buatkan!" kata Tetua Zhong sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Oh.. Mari.. Silakan Tetua Zhong!" balas Ling Tian.
______________________________________
__ADS_1
*Maaf, mungkin hari ini hanya bisa Up satu bab🙏.. Kepala Author pening bangetin.. Hadeuh..🤦🏻♂️
Punya kepala pening, nggak punya kok nggak keren🤦🏻♂️😁.. Mohon para readers LT memaklumi.