Ling Tian

Ling Tian
Aku Akan Menjadi Penguasa Bayangan Disini!


__ADS_3

Kaisar Xiao Sujin sedikit lega karena ternyata Ling Tian tidak mempermasalahkan mengenai dirinya yang dibuat menunggu. Namun baru saja dia dan Jenderal Besar Xiao Hao bernafas lega, ledakan aura super dahsyat disertai niat membunuh muncul dari kucing hitam yang ada dipundak Ling Tian.


Swooosshh...


Bahkan efek dari aura dan niat membunuh itu sampai terasa hampir diseluruh penjuru Istana Kekaisaran Xiao.


"Apakah kalian berdua ingin mati hah? Membuat Tuan Mudaku menunggu semut seperti kalian ditempat ini seperti orang bodoh?" seru Mao An dengan kemarahan yang menyala-nyala.


Keduanya langsung bertekuk lutut karena tidak kuasa untuk menahan tekanan yang diberikan oleh kucing yang sudah berada di Ranah Kaisar Puncak. Mereka sungguh tidak menyangka bahwa ternyata kucing yang berada diatas pundak dari Ling Tian yang terlihat imut nyatanya sangatlah mengerikan.


Leluhur Xiao Chen dan Leluhur Song Mu yang sedang santai di taman belakang istana langsung merasakan seluruh tubuhnya merinding dan penekanan luar biasa yang berasal dari arah barat atau arah pintu gerbang masuk istana.


"Sial! Aura ini adalah aura milik tuan Mao An! Mungkinkah Sujin dan Hao malah berbuat onar dan menyinggungnya?" tanya Leluhur Xiao Chen dengan amarah yang menjadi-jadi.


"Ayo kita segera menghadap tuan atau kita akan dihancurkan olehnya!" kata Leluhur Song Mu.


"Iya!" angguk Leluhur Xiao Chen kemudian pergi meninggalkan taman itu bersama dengan Leluhur Song Mu.


Zheep! Zheep!


Keduanya muncul tidak jauh dari Kaisar Sujin dan Jenderal Besar Hao dan langsung berlutut.


"Selamat datang di Istana Kekaisaran Xiao Tuan!" ucap keduanya dengan serentak.


"Cih! Kemana saja kalian ini! Kalian tahu? Kaisar Sujin bodohmu itu membuat Tuan Muda Ling Tian menunggu sangat lama sekali sampai berulang kali dia menguap karena bosan! Apa kalian ingin aku hancurkan?" teriak Mao An dengan kemarahan yang berapi-api.


Tak!


Bluk!


"Aduh! M-mengapa kamu memukulku Tuan Muda?" protes Mao An yang tiba-tiba dipukul kepalanya oleh Ling Tian sampai dia tersungkur jatuh di tanah.

__ADS_1


Seketika ledakan aura kultivasi serta niat membunuh yang terpancar dari Mao An langsung menghilang. Sementara keempat orang yang sedang berlutut hampir saja muntah darah karena kucing yang telah membuat mereka ketakutan justru dengan mudahnya di tampar dan dibuat tersungkur oleh si pemuda bertopeng, Ling Tian.


"Dasar kucing bodoh! Kau berteriak-teriak tempat di samping telingaku sialan!" ucap Ling Tian dengan kesal.


Ling Tian lalu menatap ke arah empat orang yang sedang berlutut.


"Kalian berdirilah! Maafkan keisengan saudaraku itu dia memang agak rada-rada anu otaknya!" kata Ling Tian sambil mengisyaratkan tanda miring di depan dahi lalu menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan rasa hormat.


"Cih! Sial! Ini namanya diskriminasi terhadap bawahan!" ujar Mao An dengan wajah cemberut.


Bagaimana tidak cemberut dan mengatakan diskriminasi? Sebelumnya dia yang sedang pamer akan aura Ranah Kaisar Puncak merasa terkekang dengan adanya sebuah segel budak yang dikendalikan oleh Ling Tian kemudian setelahnya barulah ditampar oleh Ling Tian hingga dirinya tersungkur.


Jika tidak begitu, maka mustahil hanya menggunakan kekuatan fisik saja dapat menjatuhkan Ranah Kaisar meskipun dalam bentuk kucing hitam yang imut. Ya, pada dasarnya dahulu Mao An adalah budak dari Ling Tian, namun karena kontribusinya serta dengan lambat lautnya waktu dia kemudian di anggap sebagai saudara oleh Ling Tian.


Ling Tian hanya terkekeh melihat wajah cemberut dari saudaranya. Menurutnya, semakin cemberut wajah Mao An maka semakin imut pula lah dirinya. Sementara untuk keempat orang yang sebelumnya berlutut, dalam hati mereka bersorak-sorai dan mensyukuri dengan apa yang terjadi kepada kucing yang telah membuat mereka berlutut dan tertekan itu.


"Baiklah-baiklah.. Yang Mulia Kaisar! Tolong tuntun kami menuju aula istana! Aku ingin mengatakan beberapa hal kepadamu dan kepada seluruh jajaran petinggi kekaisaranmu!" ucap Ling Tian sambil tersenyum ramah.


Zheep! Zheep! Zheep!


Keenam orang itu pun pergi meninggalkan tempat tunggu yang berada tidak jauh dari pintu gerbang masuk Istana Kekaisaran Xiao. Setelah kepergian mereka, para prajurit yang bertugas menjaga pintu gerbang langsung menjadi heboh saat melihat Kaisar, Jenderal Besar, bahkan kedua Leluhur Tua yang sudah terkenal dengan kekuatannya berlutut di hadapan seorang pemuda yang memakai topeng separuh wajah.


Sebelumnya mereka juga merasakan tekanan yang luar biasa kuatnya dari seekor kucing hitam yang pemuda itu bawa.


"Siapa sebenarnya pemuda bertopeng yang memiliki aura ranah Pendekar Emas itu?" tanya salah satu prajurit yang sebelumnya tidak ikut memeriksa Ling Tian saat memasuki gerbang istana.


"Sebelumnya, kami mendapati bahwa dia adalah Tuan Muda dari Klan Ling daratan timur! Tapi aku sungguh tidak menyangka bahwa bahkan kedua leluhur harus bertekuk lutut sebagai penyambutan akan kedatangannya!" jawab prajurit lainnya yang berada di sebelah prajurit yang bertanya.


"Klan Ling? Apakah Klan Ling benar-benar semengerikan itu? Pantas saja tiba-tiba mereka menjadi penguasa di daratan timur! Ternyata bahkan kedua leluhur sangat menaruh hormat kepada tuan mudanya!" ucap prajurit lainnya.


.

__ADS_1


.


Sementara itu, Ling Tian dan Mao An ya sudah kembali bertengger di atas pundak Ling Tian mulai memasuki aula istana, dia dipersilahkan untuk berjalan mendahului keempat orang paling terhormat di Istana Kekaisaran Xiao.


"Beri hormat kepada Tuan Muda Ling Tian!" seru Leluhur Xiao Chen kepada para menteri kekaisarannya.


Semua menteri langsung turun dari tempat duduknya dan berlutut untuk menunjukkan rasa hormat.


"Selamat datang di Istana Kekaisaran Xiao Tuan Muda Ling!" ucap para menteri dengan serentak.


"Ya.. Terima kasih atas penyambutan kalian! Berdirilah!" ucap Ling Tian sambil tersenyum ramah.


"Baik Tuan Muda Ling!" patuh semua menteri.


Leluhur Xiao Chen dan Leluhur Song Mu kemudian meminta Ling Tian untuk duduk di atas kursi singgasana utama. Sementara keduanya duduk berada di samping kanan dan kiri Ling Tian layaknya dua orang pengawal yang perkasa. Kaisar Xiao Sujin dan Jenderal Besar Xiao Hao sendiri hanya disuruh duduk dikursi kehormatan yang kosong.


Setelah semua orang sudah duduk di tempatnya masing-masing, suasana di aula istana itu mendadak menjadi hening. Kedua Leluhur, Kaisar, Jenderal Besar dan para menteri tidak ada yang berani untuk membuka suara terlebih dahulu.


Ling Tian kemudian menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya dirinya mulai membuka suara.


"Saudara-saudaraku sekalian! Mohon maaf sebelumnya bahwa kedatanganku ini pastilah sangat mengganggu kalian! Akan tetapi mau tidak mau aku harus datang ke tempat ini untuk mengajak kalian bekerja sama! Sama halnya seperti kerjasama yang telah kalian lakukan dengan Klan Lian!.."


"Kalian tetap akan menjadi penguasa di daratan tengah! Sementara aku hanya akan menjadi penguasa di balik bayangan saja disini!.."


"Aku bukan hanya akan menguasai daratan tengah saja, tetapi daratan yang tersisa yang belum dikuasai oleh aliansi aliran hitam seperti daratan utara juga akan kujadikan bawahanku!.."


"Sementara untuk tujuannya yaitu adalah mempersatukan semua anggota aliran putih untuk berperang habis-habisan mengalahkan aliansi aliran hitam yang semakin merajalela!" ucap Ling Tian memberikan sedikit pidato.


Semua orang mendengarkan apa yang disampaikan oleh Ling Tian dengan detail dan seksama. Mereka tidak ingin ketinggalan satu patah kata pun karena hal itu adalah informasi yang sangat penting.


_______________________________________

__ADS_1


Yok... VOTE VOTE 📢📢📢


__ADS_2