Ling Tian

Ling Tian
Selamat Datang Kembali Dirumahmu Saudari Ruxu!


__ADS_3

"Nona, apa yang kau lakukan!" Ling Jun buru-buru menolak penghormatan Zhuge Ruxu karena menurutnya tidak pantas seorang asing yang lebih kuat berlutut dihadapan orang lemah.


"Ayah! Zhuge Ruxu adalah pelayan Klan Ling! Dia dan klannya telah bersumpah untuk melayani Klan Ling kita. Namun karena peperangan besar yang terjadi dimasa lampau di daratan timur, semua orang dari klannya telah sirna dan tersisalah Zhuge Ruxu. Dia adalah pelayan setia Leluhur kita Ling Dong!" tutur Ling Tian.


"Apaa! Jadi kamu orang yang selamat dari bencana itu?" tanya Ling Jun. Dia tentu tahu sejarah kelam daratan timur yang mana Klan Ling adalah penguasa satu-satunya.


"Benar Tuan Besar!" jawab Zhuge Ruxu disertai anggukan.


Ling Jun masih saja belum terlalu percaya dengan kenyataan ini. Ternyata masih ada yang selamat dari peperangan mengerikan itu.


"Lalu, selama ini kamu ada dimana?" tanya Ling Jun.


"Aku bersembunyi dan memulihkan luka di Hutan Beringin. Kemudian secara tidak sengaja Tuan Muda menemukanku!" jawab Zhuge Ruxu.


"Jadi begitu.. Baiklah, sekarang berdirilah!" ujar Ling Jun.


"Baik Tuan Besar!" turut Zhuge Ruxu kemudian berdiri tegak.


"Bagus! Sebagai permintaan awalku, mulai sekarang kamu dilarang lagi untuk berlutut dihadapanku atau siapapun dari Klan Ling!" ujar Ling Jun memberikan perintah.


"Tapi Tuan Besar.." Zhuge Ruxu merasa keberatan.


"Tidak ada tapi-tapian Ruxu!" Ling Tian berucap dengan tegas.


"Turuti perintah ayah atau kami akan kecewa denganmu!" lanjutnya.


"B-baik Tuan Muda Ling Tian! Aku tidak akan mengecewakan kalian!" kata Zhuge Ruxu terburu-buru dan panik.


"Bagus!" puas Ling Tian.


"Sebenarnya masih ada kakakku Ling Bo Teng dan putra-putrinya yang mempunyai garis darah temurun langsung dari Leluhur Ling Dong! Dan mulai sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Ling kami! Maka jangan pernah berlutut lagi kepada kelauargamu! Aku ucapkan selamat datang kembali dirumahmu saudari Ruxu!" kata Ling Jun dengan tersenyum hangat dan membuka tangan seolah mempersilahkan untuk memasuki kediaman.

__ADS_1


Zhuge Ruxu hampir saja tidak bisa menahan kakinya untuk kembali terjatuh dan berlutut. Air matanya telah tumpah karena terharu dan bahagia. Ternyata keturunan dari tuannya yang dahulu juga mempunyai hati yang sangat lembut. Dia juga tidak mau menganggap bawahannya sebagai bawahan, melainkan sebagai saudara atau saudari! Sama persis seperti tuannya dimasa lampau.


"B-baik Tuan Besar!" ucap Zhuge Ruxu dengan tubuhnya yang terus bergetar.


Hei Si yang melihat suaminya melakukan sesuatu kepada Zhuge Ruxu tidak bisa untuk tidak tersenyum. Dia sangat bahagia sekaligus bangga kepada Ling Jun. Juga karena sifatnya ini yang tidak pernah menganggap rendah semua orang dirinya bisa jatuh hati kepada Ling Jun. Disamping Ling Jun juga tampan dan sangat kuat. Dia melihat kearah Mao An dan kembali mendapati sosok mungil dipundaknya.


"Ngomong-ngomong harimau kecil ini sangat imut! Bolehkah aku menggendongnya?" tanya Hei Si.


"Tentu saja Nyonya Besar!" ujar Mao An sembari menyerahkan Ling Hu kepada Hei Si.


"Ooh.. Manis sekali! Tadi siapa namamu manis?" ujar Hei Si sambil mengelus bulu-bulu Ling Hu yang lembut dan halus.


"Ling Ibunda!" jawab Wei Ziin dan mendekati Hei Si. Dia juga mengelus-elus Ling Hu.


Ling Hu tentu sangat senang jika disentuh dan dielus lembut oleh seseorang. Apalagi jika orang tersebut sangat cantik seperti Wei Ziin. Ah! Dia tidak akan bisa menolaknya! Dia akan mendekur manja selama mungkin.


Mereka semua kembali melanjutkan obrolannya yang sebelumnya sempat terhenti. Ling Tian juga telah membuatkan teh untuk yang lainnya. Ling Jun dan Hei Si sempat terkejut juga saat mengetahui Wei Hun adalah Leluhur Pendiri Kekaisaran Wei yang sebelumnya mereka tidak terlalu memperhatikannya. Namun keterkejutannya tidaklah bertahan lama, mereka kembali menjadi terbiasa dan mengakrabkan diri masing-masing.


"Benar Tuan! Kami akan segera pergi meninggalkan Benua Langit tidak lama lagi!" jawab Wei Hun.


"Mengapa terburu-buru seperti itu senior Wei Hun?" tanya Hei Si. Meskipun dia sudah dianggap nyonya oleh Wei Hun, akan tetapi dia masih saja tidak enak jika harus memanggil yang lebih tua dan kuat dengan menyebut nama. Terlebih orang itu adalah Leluhur Pendiri Kekaisaran Wei yang sangat melegenda.


"Saya tidak bisa memberikan alasan atas pertanyaan Nyonya! Yang jelas, kami mendapatkan ilham atau perintah untuk segera naik ke Alam Menengah untuk membuat pijakan disana!" ujar Wei Hun.


"Owh.. Jadi begitu.. Tidak masalah senior Wei!" angguk Hei Si faham.


"Ehem.. Ngomong-ngomong ayah, ibu.. Aku dan Wei Ziin meminta izin kepada kalian untuk pergi sebentar!" Ling Tian berucap tiba-tiba.


"Eh.. Mau kemana kalian nak? Jangan bertindak macam-macam!" ujar Hei Si menatap tajam.


"Tidak ibu.. Tidak! Mana mungkin kami bertindak macam-macam! Aku dan adik Ziin hanya ingin jalan-jalan saja dan meningkatkan kekuatan!" tutur Ling Tian sambil sedikit melirik Wei Ziin yang sudah memerah karena ucapan ibunya.

__ADS_1


"Ooh.. Baiklah jika begitu! Tapi berapa lama?" tanya Hei Si.


"Mungkin satu bulan bu! Sebelum acara turnamen dilakukan aku sudah pulang! Oiya, sampaikan juga pada semua tetua, khususnya kepada paman Bo Teng bahwa aku sendiri yang akan menyiapkan hadiah untuk pemenangnya nanti!" kata Ling Tian.


"Wah.. Baiklah! Ayah akan sampaikan kepada para tetua dan pamanmu nanti!" tutur Ling Jun.


"Dan senior Wei, Zhuge Ruxu dan kau cacing biru sialan! Aku minta tolong temani ayah dan ibu serta jaga Klan Lingku sementara waktu ini aku pergi!" pinta Ling Tian kepada saudara-saudaranya.


"Sialan! Mengapa panggilanku saja yang begitu buruk!" keluh Ling Yuan.


"Kau bisa tenang saudara kecil! Bahkan jika kami tidak menjagapun, dengan adanya formasi array tingkat tinggi yang disini, tidak akan ada seorangpun yang bisa membahayakan Klan Ling! Bahkan jika itu sekuat diriku sendiri!" ujar Wei Hun dengan santai.


"Baiklah.. Aku bisa tenang sekarang. Kalau begitu kami pamit pergi dulu semuanya!" ujar Ljng Tian sambil melihat Wei Ziin yang mengangguk.


"Silakan.."


Zheep!


Keduanya menghilang dalam sekejap dan muncul kembali didepan pintu gerbang Klan Ling.


"Ziin'er, mari kita ke danau favorit kakak!" ajak Ling Tian.


"Ayo!" angguk Wei Ziin dengan bersemangat.


Ling Tian dan Wei Ziin keluar dari formasi array dan melesat cepat kearah danau. Butuh waktu satu jam lamanya bagi mereka untuk sampai.


"Waaah.. Ini indah sekali kak Tian!" Wei Ziin tidak bisa untuk tidak memuji pemandangan disana yang begitu eksotis dan memukau.


"Ya.. Begitulah!" Ling Tian setuju dan mengangguk. Memang pemandangan didepannya ini sangatlah indah. Tidak ada satu orangpun wanita yang tidak akan senang jika mereka melihatnya. Mereka menikmati suguhan alam itu untuk beberapa saat.


"Tapi tujuan kita disini bukan untuk sekedar berlibur Ziin'er!" ucap Ling Tian tiba.

__ADS_1


"Aku mengerti kak Tian!" ujar Wei Ziin faham.


__ADS_2