Ling Tian

Ling Tian
Dunia Kecil Dewa Neraka Terdahulu


__ADS_3

Zhuge Ruxu tiba tepat Ling Tian sedang mengekspresikan kepuasannya minum teh.


"Cih! Dua orang tidak tahu diri!" ucap Zhuge Ruxu yang membuat Mao An yang hendak meminum tehnya tersedak.


"Uhuk! Uhuk! Sial!" gerutu Mao An.


"Sukurin!" ucap Zhuge Ruxu sambil mengambil teh galaksi buatan Ling Tian dan menuangkannya pada gelas.


Mao An mengerutkan kening dengan tingkah kakak ketiganya itu, dirinya tidak bisa berkata-kata jika harus menghadapi wanita dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Menurut Mao An, wanita adalah hal yang paling merepotkan!


Hal itu terbukti saat dia bertemu dan melihat Bi Si'er. Dia suka, namun dia terlalu ingin mengungkapkan perasaannya karena tidak ingin direpotkan oleh wanita. Sungguh pemikiran yang terbaik!


"Jadi mengapa kalian malah santai-santai seperti ini?" tanya Zhuge Ruxu setelah menyesap tehnya.


Mao An hanya diam membisu karena dia tidak ingin berakhir digebuki oleh wanita didepannya itu. Selain itu dia juga sudah mendapatkan janji dari Ling Tian untuk mendapatkan perlindungan dan membiarkan Ling Tian yang menjawab.


Ling Tian hanya tersenyum mendengar mendengar pertanyaan Zhuge Ruxu dan tingkah diam Mao An.


"Yah.. Aku sengaja ingin sedikit memiliki tontonan saja! Dan lagi, bukannya kamu sendirian saja juga sudah cukup untuk mengalahkan kelinci-kelinci iblis itu? Terlebih kamu juga terlihat sangat bersemangat saat bertarung, jadi kami memutuskan untuk menonton saja! Dan daripada nonton sambil diam seperti orang bodoh, mending aku buatlah teh!" jawab Ling Tian santai lalu kembali menyesap tehnya.


Zhuge Ruxu hanya mengangguk dan diam saja. Sementara Mao An ingin muntah darah karena itu. Jika saja yang menjawab itu dirinya dan mengatakan hal yang sama, maka sudah dipastikan wajahnya sudah tidak mungkin bisa dikenali lagi.


'Cih! Wanita ini hanya luluh dengan Tuan Muda dan kakak pertama saja!' gerutu Mao An dalam hati. Wajahnya terlihat sangat aneh menatap Ling Tian yang begitu mudahnya menenangkan Zhuge Ruxu.


"Lalu hendak kita apakan kelinci yang satu itu?" tanya Zhuge Ruxu sambil melihat kearah pemimpin kelinci iblis.


"Yah.. Tentu saja kita akan mengintrogasinya! Jika tidak bisa, maka aku akan menarik informasi darinya secara paksa untuk mencari tahu tentang apa sebenarnya yang ada di dunia rahasia ini! Dan mungkin saja kita juga bisa tahu tentang siapa sosok hebat yang menciptakan dunia ini!" jawab Ling Tian menjelaskan.

__ADS_1


Zhuge Ruxu kembali mengangguk lalu dia menatap kearah Mao An yang langsung memalingkan wajahnya kearah lain.


"Kucing kecil! Itu tugasmu!" ujar Zhuge Ruxu.


Wajah Mao An langsung berubah menjadi buruk saat dia lagi yang harus mengurus kelinci iblis itu. Padahal dia sangat malas jika harus mengurus masalah introgasi atau semacamnya.


"Ayolah kakak ketiga! Kau tahu bukan aku-.."


"Diam dan lakukan! Atau aku akan menghajarmu!" ucap Zhuge Ruxu memotong ucapan Mao An.


Akhirnya, mau tidak mau Mao An lah yang harus melakukan tugas itu karena ancaman Zhuge Ruxu. Dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan dengan langkah gontai menuju pemimpin kelinci iblis.


Mao An mendekati pemimpin kelinci iblis dan langsung menendang tubuh itu.


"Cepat bangun! Tidak usah berpura-pura pingsan! Aku tahu kau sudah sadar sejak tadi! Bangun! Atau aku akan memukulimu lagi seperti sebelumnya!" ujar Mao An kesal.


Dia terus berpura-pura pingsan dan memulihkan diri secara diam-diam. Namun ternyata nasib apes harus jatuh kepadanya lagi saat ternyata orang yang disuruh mengintrogasinya adalah sosok Mao An yang sebelumnya membuat dirinya begitu memprihatinkan.


"Kau sudah mendengarkan semuanya bukan! Cepat katakan saja dengan jujur! Jika tidak maka aku tidak akan segan sedikit pun kepadamu dan menghajarmu lebih parah dari sebelumnya!!" ujar Mao An tanpa basa-basi.


"B-baik Tuan! A-aku akan mengatakannya!" jawab pemimpin kelinci iblis itu dengan terbata-bata karena ketakutan.


Dia lalu menjelaskan tentang dirinya yang bernama Tuzi Jong. Dia adalah salah satu komandan pasukan ras hewan iblis kelinci yang menguasai bagian barat dunia rahasia ini.


Dunia rahasia ini adalah sebuah dunia kecil namun sangat luas yang diciptakan oleh salah satu Dewa Kuno yang telah jatuh yaitu Dewa Neraka. Dunia ini bernama Dunia Jimi De.


Dewa Neraka adalah Dewa Kuno yang sangat kuat pada zaman dulu kala dan sangat ahli dalam hal hukum ruang dan waktu. Entah karena alasan apa, dia terjatuh dan turun dari tahtanya lalu menghilang entah kemana.

__ADS_1


Dunia Jimi De ini sengaja diciptakan oleh Dewa Neraka untuk menyembunyikan berbagai macam sumberdaya dan senjata berharga miliknya agar aman dari orang-orang serakah yang menginginkannya. Setelah itu dia barulah pergi menghilang dan tidak diketahui lagi kabar tentangnya.


Didalam Dunia Jimi De ini dihuni oleh lima jenis hewan iblis yang memiliki kekuasaannya masing-masing. Dibagian barat dikuasai oleh Klan Tuzi atau klan kelinci air, bagian timur dikuasai Klan Tunshu atau klan marmut listrik, bagian selatan dikuasai Klan Kao atau klan koala angin, bagian utara oleh Klan Chong atau klan cacing tanah dan yang terakhir adalah bagian tengah atau pusat dunia dikuasai oleh klan terkuat yaitu Klan Gou atau klan anjing api.


Semua klan itu dahulunya adalah peliharaan dari Dewa Neraka yang ditugaskan untuk menjaga sumber daya milik Dewa Neraka. Namun seiring berlalunya waktu dan Dewa Neraka tidak pernah lagi terdengar kabarnya, mereka menggunakan sumberdaya berharga itu untuk diri mereka sendiri dan merawat yang lainnya.


Selain itu, kelima klan hewan iblis itu menjadi tidak akur satu sama lain dan saling berebut sumberdaya. Namun sebagai klan yang paling kuat, Klan Gou menempati bagian pusat dunia yang berisikan banyak sekali sumberdaya langka.


Bedanya, mereka tidak terlalu serakah dan masih memiliki sedikit kesetiaan dengan Dewa Neraka. Mereka menjaga sumberdaya itu dengan segenap kekuatan yang mereka miliki.


Lama tinggal di dunia yang aura langit dan bumi terbatas dan aturan dimensinya sangat ketat, empat klan lainnya merasa jenuh dengan hidup di Dunia Jimi De dan ingin keluar ke dunia lain dengan menggunakan cara pengorbanan darah.


Ribuan tahun berlalu dan akhirnya mereka berhasil menghubungkan Dunia Jimi De dangan dunia lain terdekat yang ternyata adalah Benua Langit.


Mereka terus membuka jalan menuju Dunia Jimi De seratus tahun sekali selama satu bulan penuh dan menangkap para beast yang masuk untuk dijadikan pengorbanan darah agar pintu keluar yang mereka buat stabil.


"Oh.. Jadi begitu.. Pantas saja!" ujar Mao An.


"Tuan! A-apa sekarang aku sudah bisa pergi?" tanya Tuzi Jong.


"Apa? Pergi? Ya! Kau boleh pergi! Tapi ke neraka!" ujar Mao An lalu memberikan cakaran pada leher Tuzi Jong.


"Aaakkhh.. K-kau.."


Tuzi Jong tidak percaya bahwa meskipun dia sudah mengatakan semuanya tentang informasi yang dia ketahui, tapi dia tetap tidak dilepaskan oleh Mao An alias tetap dibunuh.


"Kamu sudah tidak berguna! Jadi mati saja!" ucap Mao An lalu mengambil kristal atau inti hewan iblis milik Tuzi Jong.

__ADS_1


__ADS_2