
Ling Tian tidak menjawab apapun yang dikatakan oleh pangeran Song Yunlei. Dia hanya mendengus sembari membalikkan badan menuju ke arah luar Kota Renqun. Namun dibalik dengusannya itu tersirat beberapa sepersekian detik seringai tipis dari sudut bibirnya.
Hal itu karena rencana yang telah dia susun dengan rapi bersama dengan pangeran mahkota dan budak-budaknya serta Mao An telah benar-benar berjalan dengan lancar dan tanpa adanya halangan suatu apapun.
Ling Tian melesat dengan kecepatan tinggi sembari terus meledakkan aura kultivasi ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 5 yang membuat keberadaannya menarik banyak sekali orang di sekitar yang dilewatinya.
Dia keluar dari Kota Renqun yang diikuti oleh pangeran Song Yunlei dari arah belakangnya yang terus saja tersenyum meremehkan dan menganggap bodoh apa yang dilakukan oleh kakak pertamanya.
Pangeran Song Yunlei dengan percaya dirinya terus mengikuti Ling Tian hingga mereka berdua kini telah berada jauh dari Kota Renqun. Kurang lebih sekitar 4 mil jauhnya dan itu berada di sebuah tanah lapang di dekat perbukitan.
Sesampainya di area perbukitan itu, Ling Tian menghentikan laju terbangnya lalu kembalikan badan dan menatap pangeran Song Yunlei dengan seringai tipis yang terpancar dari sudut bibirnya sehingga membuat adik dari pangeran mahkota yang kini telah menjadi Kaisar Kekaisaran Song itu mengerutkan keningnya.
Pangeran Song Yunlei pun menghentikan laju terbangnya dan berhenti sekitar 50 meter jaraknya dengan Ling Tian.
"Mengapa kau tersenyum menjijikkan seperti itu kakak pertama? Apa kau benar-benar akan menikmati indahnya sekarat itu?" tanya pangeran Song Yunlei.
"Hehehe.. Kaisar bodoh!" ucap Ling Tian menjawab pertanyaan dari pangeran Song Yunlei sembari melambaikan tangannya dan tiba-tiba sebuah formasi array tercipta melingkupi mereka berdua.
Boommm... Boommm...
Pangeran Song Yunlei sangat terkejut dengan kemunculan dari susunan formasi array yang mengurung itu. Dia dengan segera menyerang formasi kurungan itu dengan kekuatan penuhnya namun hasilnya tetap nihil. Formasi array itu bahkan tidak goyah sedikitpun oleh hantaman serangannya.
"Oh.. Aku mengerti sekarang, kakak pertama ternyata memang benar-benar ingin berduel hingga mati denganku." ucap pangeran Song Yunlei setelah berhenti menyerang susunan formasi array kurungan tersebut dan menatap kearah Ling Tian yang dikiranya adalah pangeran mahkota atau kakak pertamanya.
Ling Tian hanya tersenyum menatap kebodohan dari pangeran kedua atau kaisar saat ini dari kekaisaran Song. Perlahan, dia mulai membuka segel dari kultivasinya sehingga tingkatan kultivasi yang awalnya hanya berada di ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 5 kini terus melonjak naik hingga menembus belenggu tingkat menengah alias berada di tingkatan akhir.
__ADS_1
Ling Tian menghentikan pelonjakan kultivasinya itu tepat di tingkatan yang sama dengan lawannya atau pangeran Song Yunlei. Selain membuka segel kultivasinya hingga berada di ranah Puncak Pendekar Berlian, Ling Tian juga mulai mengalirkan elemen es miliknya yang langsung menimbulkan aliran udara di sekitarnya berubah menjadi sangat dingin dan ekstrem.
Tidak hanya di situ saja, dia juga mulai mengubah tampilannya menjadi tampilan asli serta mengeluarkan topeng separuh wajahnya yang langsung membuat tubuh lawannya atau pangeran Song Yunlei bergetar dengan hebat.
"K-kauu.. Kauu.." ucap pangeran Song Yunlei dengan terbata-bata.
"Kita bertemu kembali pangeran," ucap Ling Tian dengan senyuman khasnya.
"Kauuu.. Kau tuan muda dari Klan Ling yang ada di daratan utara itu!" ucap pangeran Song Yunlei yang masih teringat dengan kejadian mengerikan yang hampir saja merenggut nyawanya pada saat berada di daratan utara beberapa bulan lalu.
"Hmm.. Sepertinya kamu telah mengenalku dengan baik pangeran," ujar Ling Tian dengan santai lalu mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih pemberian dari Patriark Klan Yi.
Wajah pangeran Song Yunlei langsung berubah menjadi sangat buruk karena nyatanya dia telah dipertemukan dengan musuh yang sangat ingin dia bunuh di saat yang tidak tepat seperti sekarang ini. Tidak seperti yang telah pihak aliansi aliran hitam merencanakan yaitu pada saat peperangan besar antara kedua aliran berlangsung di daratan selatan.
Pangeran Song Yunlei juga mengeluarkan pedang pusaka tingkat hijau miliknya dari dalam cincin penyimpanan. Meskipun kekuatannya saat ini sudah berada di puncak kultivasi yang ada di Benua Langit dan dia merasa belumlah cukup untuk melawan Ling Tian, akan tetapi dirinya tidak ingin menyerah begitu saja tanpa adanya perlawanan.
Pangeran Song Yunlei yang merasa dirinya diremehkan oleh pemuda bertopeng separuh wajah di hadapannya menjadi sangat marah dan tidak dapat lagi mengontrol emosinya.
"Keparat! Aku pasti akan mencincang tubuhmu dan menghancurkan seluruh Klan Ling-mu!" teriak pangeran Song Yunlei dengan amarahnya yang berkobar dan niat membunuh keluar dengan sangat pekat lalu melesat maju dengan sangat cepat menyerang Ling Tian.
"Ohoo.. Sangat agresif sekali ternyata." ejek Ling Tian lalu kemudian juga bergerak maju untuk menyambut serangan dari pangeran Song Yunlei.
Boommm...
Ledakan dahsyat segera terjadi yang disertai dengan menyebarnya energi dari kedua belah pihak yang setajam pisau. Pangeran Song Yunlei yang kekuatannya berada jauh di bawah Ling Tian langsung dibuat terpental dan terbang hingga terlihat seperti layang-layang putus lalu menabrak dinding formasi array dengan kuat.
__ADS_1
Bamm!
"Uhuk! Uhuk!"
Pangeran Song Yunlei langsung terbatuk-batuk saat mendarat di tanah dengan sangat keras dan dari sudut bibirnya terlihat darah segar yang mengalir dengan deras. Tangan yang memegang pedang yang ia gunakan untuk berbenturan dengan pedang Ling Tian juga membeku karena kalah akan elemen apinya dengan elemen es milik Ling Tian. Dia benar-benar dibuat terkapar dan tidak berdaya oleh Ling Tian.
Tap!
Ling Tian mendarat dengan santai dan tenang tidak jauh dari pangeran Song Yunlei dengan senyuman tipis terpancar dari sudut bibirnya.
"Menyerah saja dan jadilah tawananku pangeran! Maka aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik," kata Ling Tian dengan nada tenang seolah sebelumnya tidak terjadi atau melakukan apa-apa.
"Cuih! Lebih baik aku mati daripada harus menjadi tawananmu!" seru pangeran Song Yunlei sembari meludahkan darah dari mulutnya.
"Hehehe.. Tapi sayangnya kematianmu harus ditunda untuk sementara waktu pangeran." kata Ling Tian lalu membuat gerakan segel di tangannya dan melambaikannya ke arah pangeran Song Yunlei.
Zhuung!
Sebuah sinar keemasan muncul dan formasi array segera terbentuk seperti sebuah jaring laba-laba yang mengurung pangeran Song Yunlei tanpa bisa sedikitpun menghindar.
"Keparat! Lepaskan aku! Ayo lanjutkan pertarungan kita sampai mati! Jangan jadi pengecut yang menggunakan array untuk melumpuhkan lawan!" teriak pangeran Song Yunlei namun tidak di hiraukan oleh Ling Tian.
Ling Tian hanya melambaikan tangannya dan sebuah pusaran angin berwarna putih keemasan yang tidak lain adalah pintu gerbang dunia jiwa muncul tepat dihadapan pangeran Song Yunlei dan menyedotnya masuk ke dalam.
Ya, tentu saja Ling Tian melemparkan pangeran itu ke dalam penjara dunia jiwa yang menandakan bahwa rencananya saat ini telah benar-benar berhasil.
__ADS_1
"Huh.. Akhirnya aku bisa kembali pulang dan melatih para anggota klan ku untuk bersiap-siap perang melawan aliansi aliran hitam." ujarnya sembari menghela nafas lalu melambaikan tangan untuk menonaktifkan formasi array yang mengurung mereka berdua sebelumnya dan pergi meninggalkan tempat itu menuju ke Kota Renqun lagi.