Ling Tian

Ling Tian
Kesembuhan Yi Cang Dan Terobosannya


__ADS_3

"Apakah ayah akan baik-baik saja saudara Tian?" tanya Yi Shu khawatir.


"Harusnya tidak apa-apa! Dan lagi, sepertinya paman Cang akan langsung menembus ranah Pendekar Emas!" jawab Ling Tian.


"Apaa! Apa mungkin ayah akan kuat menahan sambaran petir kesengsaraannya?" YinShu sangatlah terkejut.


"Kamu tenang saja! Aku yakin ayahmu akan sanggup melewatinya!" jawab Ling Tian dengan yakin.


Yi Shu tidak lagi menanyakan apapun kepada Ling Tian. Dia melihat arah dimana ayahnya Yi Cang sedang duduk dengan sikap lotus.


'Ayah! Aku tahu kamu pasti bisa!' gumam Yi Shu. Jantungnya terus berdetak dengan sangat cepat. Tentu saja karena mengkhawatirkan ayahnya.


Ayah Yi Shu sendiri sudah tidak bisa berkultivasi lebih dari lima belas tahun. Mungkin saja karena lamanya waktu berlalu, tubuhnya yang rapuh akan tidak kuasa lagi menahan energi Qi. Hal inilah yang membuat Yo Shu sangat khawatir. Terlebih, Ling Tian mengatakan bahwa ayahnya akan langsung menerobos ke ranah Pendekar Emas yang mengharuskan melewati petir kesengsaraan.


.


.


Kratak! Krak!


Sementara ditengah-tengah halaman belakang kediaman Ling Jun, Yi Cang atau ayah Yi Shu sedang duduk dengan memasang wajah yang tengan namun dibuat buat. Aslinya dia sedang merasakan sakit yang luar biasa pada seluruh tubuh dan khususnya pada bagian bawah perutnya atau lebih tepatnya di dantian miliknya yang perlahan kembali terbentuk.


Suara gemertak sebelumnya adalah dari tulang-tulangnya yang rapuh mulai ditempa oleh energi ajaib yang ada pada buah bodhi yang Yi Cang murnikan sebelumnya.


'Ugh! Ini sangat sakit! Beginikah rasanya orang yang mengekstrak tulangnya untuk menjadi lebih kuat?' gumam Yi Cang.


'Tidak! Ini hanya rasa sakit yang kecil! Aku tidak bisa mengecewakan putraku dan Tuan Muda Ling!' lanjutnya.


Setelah setengah jam lamanya, akhirnya dantian Yi Cang telah terbentuk sempurna dan sembuh seperti sedia kala. Bahkan jika diamati dengan seksama, dantian kali ini lebih besar dan lebih kuat dari dantian yang sebelumnya telah rusak.


Bukan hanya dantiannya yang lebih kuat, namun kekuatan tulangnya juga sudah naik di tahap Tulang Serigala Tua! Sungguh peningkatan yang hebat!


Bhuusshh...


Aura Yi Cang meledak dengan gila-gilaan. Menyebar kesegala arah dan membuat area sekitar sedikit bergetar.


'Akhirnya selesai juga!' gumam Yi Cang dengan wajah tersenyum.


Bagaimana tidak tersenyum? Kekuatannya saat ini sudahlah sangat kuat dia rasakan. Dan juga, Yi Cang merasakan bahwa kulit di seluruh tubuhnya kembali mengencang dan rambut serta janggutnya berubah kembali menjadi hitam. Sial! Yi Cang kembali mendapat kemudaannya!


Jdeerr!

__ADS_1


Tiba-tiba awan hitam menyelimuti seluruh area Klan Ling disertai dengan petir berwarna putih yang menyambar-nyambar dengan suara menggelegar.


Yi Cang bangkit dari tempat duduknya dan berdiri mengdongakkan kepala melihat awan hitam pekat dengan banyak petir bergemuruh tepat diatasnya.


'Jadi aku akan langsung menembus ranah Pendekar Emas? Sungguh keberuntungan yang tidak aku duga!' gumam Yi Cang.


"Semangat ayah!" sebuah teriakan terdengar di telinga Yi Cang.


.


.


Disisi lain, Yi Shu yang melihat ayahnya sudah bangkit dan melihat kearah langit menjadi lebih bersemangat. Pasalnya, Yi Shu tahu bahwa ayahnya telah sembuh dan kembali bisa berkultivasi layaknya orang-orang.


Terlebih, saat ini ayahnya akan menembus ranah Pendekar Emas. Otomatis ayahnya akan menjadi orang terkuat yang ada di Klan Yi di Desa Cendana.


Mengingat itu saja sudah membuat Yi Shu sangat senang! Apalagi saat ini ayahnya sudah diakui keluarga oleh Ling Tian dan dipanggilnya sepagai paman. Sial! Keberuntungan Yi Cang sungguh sangat besar!


"Semangat ayah!" teriak Yi Shu memberikan semangat untuk berjuang melewati ujian memasuki ranah Pendekar Emas.


Yi Cang yang mendengar teriakan dari putranya yang memberikan dorongan semangat tidak bisa untuk tidak tersenyum.


"Tentu saja ayah akan semangat nak! Ayah tidak akan mengecewakanmu!" ujar Yi Cang sedikit berteriak.


"Baik! Terima kasih penjelasannya nak Tian!" angguk Yi Cang.


Yi Cang kembali melihat keatas langit dengan tatapan penuh akan tekat.


"Datanglah!" ujar Yi Shu.


Jdeerrr!


Swuuuusshh...


Booommmmmmm...


Petir berwarna putih yang lebih besar dari umumnya orang menembus ranah Pendekar Emas datang menyambar Yi Cang dengan sangat cepat.


Ledakan dahsyat terjadi saat petir putih itu menghantam tubuh Yi Cang. Debu-debu berhamburan kemana-mana.


"Aaaaakkkhhhhh..."

__ADS_1


Teriakan memilukan terdengar dari kepulan debu tempat Yi Cang berada. Yi Cang merasakan sakit yang sangat luar biasa disekujur badannya. Saat ini seluruh tubuhnya sedang diselimuti oleh petir yang berwarna putih. Mulutnya mengeluarkan banyak darah dan pakaiannya menjadi compang-camping.


Yi Cang yang sebelumnya mendapat saran dari Ling Tian, dia segera mempraktikkannya dan mulai menyerap esensi petir yang tersisa.


Ayah Yi Shu ini langsung duduk dengan sikap lotus dan mengolah manual kultivasi yang dia miliki untuk menyerap esensi petir dan mengokohkan pondasi kultivasi serta kekuatan tubuhnya.


Zzzztttt...


Petir-petir berwarna putih terus menderu di tubuh Yi Cang, namun sedikit demi sedikit petir itu menjadi lemah dan lemah. hal itu tentu disebabkan karena Yi Cang menyerapnya. Manual kultivasi yang digunakannya juga ternyata cukup evektif dan bagus untuknya. Sehingga penyerapan itu tidak terlalu membutuhkan banyak waktu.


Ling Tian dan Yi Shu dapat melihat Yi Cang diselimuti petir putih sedang duduk lotus setelah debu-debu yang berhamburan sebelumnya telah menghilang karena tiupan angin.


"Saudaraku! Apa menerobos ranah Pendekar Emas se-mendebarkan ini?" tanya Yi Shu dengan jantungnya yang terus berdetak kencang.


"Ya begitulah.. Andai seseorang tidak memperkuat fisiknya terlebih dahulu sebelum menerobos ranah, maka bisa saja orang tersebut akan mati saat menerima sambaran petir kesengsaraan atau bahkan akan menjadi bubur daging! Beruntung tubuh dan tulang paman Cang sudah diperkuat sebelumnya oleh manfaat buah bodhi yang dia serap!" jawab Ling Tian menjelaskan.


"Lalu, apa saat penerobosan ranah saudara juga mengalami hal sama seperti ayahku itu?" Yi Shu bertanya lagi.


"Tentu saja sama saja! Namun ada sedikit perbedaan!" jawab Ling Tian.


"Perbedaan?" Yi Shu mengangkat alisnya.


"Benar!" kata Ling Tian.


"Lalu apa perbedaan yang kamu sebutkan itu saudaraku?" tanya Yi Shu menjadi lebih penasaran.


"Perbedaannya adalah pada jenis petir yang menyambar!"


"Eh? Jenis petir?" bingung Yi Shu.


"Apa kamu tidak tahu bahwa petir kesengsaraan itu memiliki beberapa jenis?" kali ini giliran Ling Tian yang mengerutkan kening dan bertanya-tanya. Bagaimana Yi Shu tidak tahu jenis-jenis petir kesengsaraan? Ini tentu sangatlah aneh untuk Ling Tian. Pasalnya, bahkan bocah berumur sepuluh tahun saja pasti sudah mengetahuinya karena memang hal ini adalah pengetahuan dasar bagi orang-orang di dunia kultivator.


"Tidak saudaraku!"" jawab Yi Shu dengan jujur dan menggelengkan kepala.


"Hadeeh! Lalu dimana saja kamu saat kecil? Apakah kamu tidak pernah masuk kelas dan membaca buku pengetahuan umum?" tanya Ling Tian dengan heran.


"Ehehehe.. Saudaraku, waktu kecilku aku gunakan untuk merawat ayah dan berlatih sendiri! Aku tidak sempat mengikuti kelas atau membaca buku-buku pengetahuan di perpustakaan klan!" jawab Yi Shu.


Memang benar Yi Shu adalah orang yang ahli strategi pertempuran dan sangat berbakat. Namun dirinya sangat minim untuk informasi-infarmasi dasar karena ketidak-sempatannya dirinya untuk membaca diwaktu kecil dulu.


Bhuuusshh...

__ADS_1


Saat Ling Tian hendak mengatakan sesuatu, ledakan aura ranah Pendekar Emas Bintang 1 menyebar kesegala arah dan menghentikannya untuk mengatakan sesuatu. Ling Tian dan Yi Shu melihat arah dimana pusat ledakan aura itu berada.


"Sepertinya paman Cang sudah selesai!" ujar Ling Tian.


__ADS_2