Ling Tian

Ling Tian
Sedikit Hadiah


__ADS_3

Seluruh tubuh anggota Klan Yi bergetar saat mendengar kata 'Long' dari Hutan Gelap. Bukankah Long berarti Naga? Dan bukankah rumor mengatakan bahwa pemimpin beast di Hutan Gelap adalah seekor Naga yang sangat kuat?


"Sa-salam se-nior Long." ucap serentak Patriark Yi dan semua tetua.


Ling Tian menyadari hal tersebut langsung menimpali mereka semua agar tidak takut dan bersikap biasa saja.


"Ah.. Saudaraku semua! Memang benar saudara Long adalah penguasa Hutan Gelap! Tapi tenang saja, dia tidak akan menggigit kalian! Hahaha.. Bukankah benar saudara Long?" tanya Ling Tian memecah ketakutan mereka.


"Tentu! Aku juga tidak seburuk itu! Yang suka menggigit sesama laki-laki!" jawab Long Yuan geram terhadap ucapan Ling Tian.


"Tuh.. Kalian dengar bukan? Saudara Long adalah saudaraku! Dia tidak akan macam-macam dengan kalian. Jikapun berani, aku akan mendupak bokongnya sekarang juga!" kata Ling Tian tertawa terbahak-bahak.


"Cih!" Long Yuan hanya berdecak kesal namun tidak menanggapi lagi.


Meskipun Ling Tian mengatakan bahwa Long Yuan adalah saudaranya dan tidak akan mengapa-apakan mereka, tetap saja dihati kecil para anggota Klan Yi masih saja takut. Terbukti dengan keringat dingin mengalir di pelipis dan punggung masing-masing orang.


"Haahhh.." Ling Tian hanya bisa menghela nafas panjang.


Ling Tian sangat tidak berdaya dengan keadaan seperti sekarang ini. Beberapa kali dia menghela nafas panjang sebelum dia berucap,

__ADS_1


"Hahh.. Patriark Yi, bukankah tadi kamu mengatakan kepadaku akan masuk dan minum teh?". Ucapan Ling Tian sukses membuat Yi Sun Sang serba salah dan buru-buru mempersilahkan Ling Tian dan Long Yuan memasuki Klan Yi.


"Ah! Tentu saudara Tian.." jawab Yi Sun Sang separuh mendesah.


Akhirnya mereka semua membawa masuk Ling Tian dan Long Yuan memasuki klan dan menyajikan teh seperti yang dikatakan Yi Sun Sang sebelumnya.


"Silakan diminum saudara sekalian!" ucap Patriark Yi berusaha ramah dan menahan gemetaran ditubuhnya.


Kedua tamu itu menyesap tehnya.


"Oiya Patriark Yi, saudara Bei, dan semuanya. Aku sengaja mampir kesini ingin memberikan sedikit hadiah sebagai balasan atas apa yang telah kalian lakukan kepadaku," kata Ling Tian tenang.


"Tidak Patriark! Aku justru akan merasa seperti orang yang tidak punya balas budi jika tidak memberikan sedikit hadiah yang setimpal bagi orang yang menyelamatkan nyawaku!" ujar Ling Tian memaksa.


Ling Tian melambaikan tangannya dan muncul tiga butir buah anggur berwarna putih diatas meja yang mengejutkan semua orang bahkat termasuk Long Yuan itu sendiri.


"B-buah abadi!" ucap semua orang.


"Saudara Tian, apakah benar ini buah anggur putih abadi?" tanya Yi Bei terbata-bata.

__ADS_1


"Benar! Ini adalah buah abadi, anggur putih!" jawab Ling Tian dengan tenang.


"Da-dari mana kau mendapatkannya saudara Tian? Buah ini adalah harta yang sangat langka, bahkan jika di Alam Dewa sekalipun!" ungkap Long Yuan penasaran.


"Ah.. Aku mendapatkannya dari seseorang, dan kurasa tiga butir buah anggur putih ini cukup untuk membalas kebaikan kalian!" ujar Ling Tian.


"Saudara Tian, kami tidak pantas mendapat balasan harta yang sangat berharga ini! Kami hanya kebetulan menjumpai saudara Tian waktu itu dan kami tulus membantu saudara Tian!" kata Yi Bei.


"Saudara Bei, tidak ada harta apapun yang pantas untuk menggantikan nyawa seseorang!" tegas Ling Tian.


"Dan juga aku masih memiliki banyak buah anggur putih ini!" lanjutnya.


Suasana di aula pertemuan mendadak hening. Tidak ada satu orangpun yang menyangka bahwa mereka akan melihat salah satu jenis buah-buahan abadi yang hanya dikenal mereka lewat buku catatan saja. Long Yuan juga tidak bisa berkata-kata apapun. Dia tidak pernah menyangka bahwa saudara barunya memiliki harta seberharga ini.


"Sudahlah.. Kalian terima saja! Aku akan sangat kecewa jika kalian semua menolak pemberianku ini! Kalian bisa menggunakan buah abadi untuk meningkatkan kekuatan kalian?" tutur Ling Tian.


"Tapi saudara Tian.." ucap Patriark Yi Sun Sang.


"Naah.. Bukankah Patriark menganggapku saudara? Bukankah sudah selayaknya bagi seorang saudara membantu saudaranya?" ujar Ling Tian memberi pertanyaan yang tidak mungkin bisa dijawab oleh semua anggota Klan Yi.

__ADS_1


__ADS_2