Ling Tian

Ling Tian
Balasan Yang Setimpal Adalah Kematian!


__ADS_3

"I-ini? Ini t-tidak mungkin!" ucap Tuan Muda Lian yang telah terbangun dari terpentalnya namun kembali dikejutkan dengan keberadaan sebuah domain yang memenjarakannya. Dia merasakan kengerian dan ketajaman sebuah pedang didalam domain ini.


Tuan Muda Lian tahu betul apa itu yang dinamakan sebuah domain. Hanya orang yang sudah berada di ranah Pendekar Berlian saja yang mampu membuat domain. Itu pun orang tersebut harus sudah memiliki kemampuan diatas rata-rata dan unggul disatu bidang.


Dan kali ini, dirinya terjebak didalam sebuah domain pedang! Yang membuktikan bahwa orang yang telah dia singgung adalah ahli pedang yang sudah mencapai titik tinggi dan tentunya sudah berada di ranah Pendekar Berlian! Satu ranah diatas dirinya.


Tuan Muda Lian hanya bisa bergetar ketakutan karena tampaknya apa yang dikatakan pemuda yang dirinya dan anak buahnya siksa sebelumnya menjadi kenyataan. Dirinya dan anak buahnya telah ditakdirkan mati hari ini!


Sementara Ling Tian hanya bisa tersenyum iblis saat berhasil membuat sebuah domain pedang. Dia berdiri dan niat pedang meledak dengan intens. Ling Tian melihat keenam orang yang tersisa dan memulai penyiksaannya.


"Kalian berenam, nikmati buah yang telah kalian tanam!" ucap Ling Tian lalu tiba-tiba bilah angin seperti bulan sabit muncul dan menggores tubuh keenam orang tersebut.


Sreett! Sreett! Sreett!


"Aaakkhh..."


Teriakan memilukan terdengar dari ke-enamnya saat setelah menerima masing-masing tiga sayatan bilah angin di bagian dada, lengan kanan dan paha.


Mereka ber-enam hanya bisa menerimanya dengan pasrah lalu berguling-guling karena hendak bergerak saja mereka kesulitan. Hal ini dikarenakan Ling Tian juga menggunakan sedikit aura tiraninya untuk menekan mereka ber-enam.


Tiga serangan niat pedang Ling Tian ini sukses memotong lengan kanan masing-masing orang yang telah melukai saudaranya dengan parah.


"Bagaimana? Sangat nikmat bukan?" tanya Ling Tian dengan senyuman iblis haus darah terpampang jelas diwajahnya.


"Aakhh.. Sialan kau! Kau tidak tahu siapa aku! Aku adalah Tuan Muda dari Klan Lian, Lian Kun!" teriak Tuan Muda Lian Kun sambil memegangi lengannya yang telah putus. Dia sangat tidak menduga bahwa dalam misinya kali ini akan mendapat bencana sedemikian rupa.


"Lalu apa masalahnya jika kamu adalah Tuan Muda Klan Lian?" tanya Ling Tian dengan mengangkat alisnya.


"Cih! Klan Lian kami adalah klan penguasa sesungguhnya di daratan tengah ini! Jika kamu berani membunuhku maka jangan harap kamu bisa tenang hidup disini!" ujar Lian Kun menjawab. Nada bicaranya penuh dengan arogansi sekali yang tentu membuat Ling Tian tidak senang.

__ADS_1


"Oh.. Aku takuut! Aku takuut!" ucap Ling Tian dengan ekspresi dibuat-buat seperti orang ketakutan. Namun setelahnya berubah menjadi mengerikan.


"Bahkan jika Klan Lian adalah klan penguasa Alam Dewa sekalipun, aku tidak takut sama sekali! Bagiku, balasan yang setimpal untuk orang yang telah melukai saudaraku adalah kematian! Namun kematian cepat juga adalah hukuman terlalu ringan untuk kalian! Maka aku akan menyiksa kalian sampai kalian sendiri berharap mati!" lanjut Ling Tian dengan dingin.


Craasshh...


"Aaakkhhh..."


Tiba-tiba kaki kiri Lian Kun tertebas bilah angin yang tiba-tiba muncul dan sukses membuat putus dan Lian Kun kembali berteriak histeris sembari berguling-guling.


"Berani mengancamku saat nyawamu sendiri sudah di ujung tanduk adalah ketololan murokkab!" kata Ling Tian.


Ling Tian melihat kelima pria berjubah hitam. Hal itu membuat kelimanya bergidik ketakutan namun tidak bisa berkutik sedikitpun.


"Aku adalah orang yang adil! Kalian berlima sepertinya adalah para pelayan Tuan Muda tol*l itu! Berhubung kakinya sudah putus, maka kalian juga harus ikut merasakannya sebagai bawahan yang setia!" ucap Ling Tian.


Craasshh... Craasshh...


Craasshh... Craasshh...


Craasshh...


"Hahaha.. Teriakan kalian benar-benar membuatku bersemangat! Nikmatilah! Nikmatilah rasa sakit kalian! Hahaha.." ujar Ling Tian dengan tertawa terbahak-bahak. Dia sangat menikmati momen ini. Momen dimana dia bisa membalaskan rasa sakit yang diterima saudaranya, Ling We.


Meskipun begitu, didalam hati kecilnya ada rasa iba terhadap mereka ber-enam. Keenamnya juga lumayan bisa buat tambah-tambah pasukan tempur aliran putih nantinya saat perang besar yang akan Ling Tian genderangkan dengan aliansi aliran hitam. Namun karena kemarahan yang menguasainya saat melihat saudaranya dilukai, Ling Tian sampai lupa dan tidak ragu membunuh semuanya.


"Dasar iblis! Kau lebih keji daripada aliran hitam! Siapa sebenarnya kau?" ujar Tuan Muda Lian Kun bertanya identitas Ling Tian.


Zheepp!

__ADS_1


Buak!


Bammm...


Ling Tian tidak menjawabnya secara langsung. Dia justru menghilang dari tempatnya berdiri lalu muncul tepat didepan Tuan Muda Lian Kun dan melayangkan bogemnya dihidung Tuan Muda Lian Kun.


"Aakkhh.."


Alhasil, tulang hidung dan beberapa gigi Lian Kun patah dan mengeluarkan banyak sekali darah. Tuan Muda Lian Kun mengerang kesakitan dan tidak berdaya.


"Berhubung kamu akan mati setelah ini, maka tidak masalah aku memberitahumu tentang identitasku! Dengarkan baik-baik ucapanku! Orang yang sedang menyiksamu ini adalah Ling Tian! Tuan Muda klan penguasa dari daratan timur!" ujar Ling Tian dengan menyeringai.


Mendengar ucapan Ling Tian, Tuan Muda Lian Kun dan kelima anggota kelompok hitam membulatkan matanya sempurna. Klan Ling? Satu nama yang sedang marak dibicarakan oleh semua orang dari berbagai kalangan karena berhasil menundukkan Klan Wei yang memiliki dua Leluhur Pendiri yang sangat melegenda!


"K-kamu d-dari K-klan L-ling?" ucap Tuan Muda Lian Kun dengan terbata-bata dan lemah. Dia masih belum percaya dengan situasi ini. Namun yang jelas, dia telah sangat yakin bahwa kabar tentang Klan Ling yang menundukkan Klan Wei adalah benar adanya! Jika seorang pemuda dari Klan Ling saja sudah sekuat orang didepannya, lalu bagaimana jika itu para Tetua atau Patriark Klannya? Setidaknya itulah yang sedang Lian Kun dan kelima anggota kelompok hitam fikirkan.


"Bukankah sebelumnya sudah jelas aku katakan? Namaku adalah Ling Tian! Dan saudaraku yang telah kalian sakiti adalah Ling We!" jawab Ling Tian.


Setelah selesai menyebutkan kata Ling We, Ling We yang sebelumnya pingsan tiba-tiba menjadi sadar atau siuman.


"S-saudara Tian? Ini dimana?" tanya Ling We dengan lemah. Dia telah sembuh seperti sedia kala. Namun begitu, tenaga atau energi Qi milik Ling We masihlah kosong dan harua diisi kembali.


"Ohh.. Kamu sudah sadar saudaraku! Kita masih berada ditempat yang sama!" jawab Ling Tian. Ekspresi wajahnya yang sebelumnya menakutkan, kini dengan melihat Ling We siuman seketika menjadi melembut dan senang.


"Lalu, mengapa aku merasakan udara disini begitu tajam seperti pedang?" tanya Ling We.


"Kamu sedang berada dalam domain kekuasaanku, domain pedang!" jawab Ling Tian.


"Tapi kamu tidak perlu khawatir saudaraku! Dan lihatlah! Aku sengaja tidak membunuh mereka karena itu adalah hakmu untuk membunuh!" lanjut Ling Tian sambil menunjuk keenam orang yang terbaring dengan mengenaskan dan tidak berdaya.

__ADS_1


______________________________________


*Maaf! Mungkin hari ini cuma bisa Up 1 bab🙏 Author harus melakukan suatu hal yang tidak bisa Author tinggalkan! Jadi tidak sempat untuk menulis! Mohon para readers memaklumi...🙏


__ADS_2