
Ling Tian menjadi sedikit bimbang untuk membunuh pria sepuh yang sidah pasrah di hadapannya itu. Bola matanya yang sebelumnya menghitam sepenuhnya kini tiba-tiba telah kembali seperti biasa.
Niat membunuh yang sangat kejam dan kelam yang sebelumnya meledak-ledak dari dalam tubuhnya juga secara perlahan menghilang. Ling Tian menurunkan pedang pusaka samudra kegelapan miliknya dari belakang leher Leluhur Xueren Chong.
Ling Tian lalu berjalan mendekat dan mengambil kunci dari segel yang dimaksud lalu berjalan menjauhi pria sepuh berjenggot putih itu. Semangat bertarungnya saat ini sudah padam dan tidak bisa lagi melanjutkannya karena lawan yang kuat itu kini malah justru telah menyerah.
"Tuan Muda! Tolont berhenti! Bunuhlah aku! Anggap saja ini sebagai penebusan atas penghianatan Klan Xueren kami dimasa lalu!" ucap Leluhur Xueren Chong yang mengejar Ling Tian kemudian berlutut di hadapannya.
Ling Tian mengurutkan keningnya saat melihat pria tua itu sangatlah ingin mati. Padahal jelas-jelas dia sudah tidak berniat lagi untuk bertarung ataupun membunuh si pria tua di hadapannya.
"Mengapa kau tidak bunuh diri saja jika kau ingin mati tua bangka?" tanya Ling Tian dengan nada yang acuh tak acuh.
Leluhur Klan Xueren itu kemudian menundukkan kepalanya lalu berkata,
"Bunuh diri adalah hal yang paling bodoh yang pernah dilakukan oleh manusia ataupun dewa sepertiku! Namun mati di tangan orang yang berasal dari trah Shen Zhu Ling merupakan suatu kehormatan yang dihadapan bandingannya! Saudaraku telah tewas di tangan Tuan Muda dengan menorehkan kehormatannya! Maka aku yang merupakan saudara sesumpahnya sangat iri akan hal itu! Aku harap Tuan Muda tidak akan menolaknya!"
"Haiih.. Dasar dewa tua yang pikun! Kau masih saja mengikuti tradisi kuno yang tidak masuk akal itu! Baiklah.. Begini saja, bagaimana jika dirimu menebus kesalahan di masa lalu dengan menjadi bawahanku? Maka sebagai gantinya aku tidak akan melenyapkan anggota keluargamu yang lainnya! Aku akan tetap membiarkan mereka hidup di tempat ini dengan damai dan melakukan suatu hal yang semestinya mereka lakukan ditempat terlarang ini!" ujar Ling Tian yang memberikan penawaran.
Leluhur Xueren Chong terdiam sejenak dan memikirkan beberapa hal mengenai penawaran dari pemuda bertopeng separuh wajah yang berasal dari trah terkuat di seluruh alam itu. Setelah beberapa saat kemudian, dia bangkit dari berlututnya dan berdiri dengan tegap di hadapan Ling Tian lalu kemudian berlutut lagi.
"Aku Shen Zhu Xueren Chong bersedia menjadi bawahan dari Tuan Muda Ling! Aku bersumpah atas nama langit dan bumi akan selalu setia kepada Tuan Muda!" ucap Leluhur Xueren Chong dengan tegas.
Ling Tian tersenyum saat melihat pria tua itu pada akhirnya mau luluh juga. Dia lalu menghubungi saudaranya Mao An melalui pesan jiwa untuk berhenti menghabisi orang-orang dari Klan Xueren.
__ADS_1
Selesai mengirimkan pesannya, Ling Tian lalu menatap ke arah Leluhur Xueren Chong dengan senyuman yang sangat lebar. Kali ini lingkungan telah memiliki bawahan yang sangat menakjubkan dan kuat. Dia kemudian melambaikan tangannya dan membuat jasad dari Leluhur Xueren Nan membeku dan menyimpannya didalam cincin penyimpanan.
"Kita akan memberikan pemakaman yang layak untuk saudaramu! Namun sebelum itu kita harus menjemput saudaraku Mao An terlebih dahulu! Sekarang berdirilah!" kata Ling Tian sambil tersenyum hangat.
"Baik Tuan Muda!" kata Leluhur Xueren Chong sambil berdiri dari berlututnya.
Setelah itu, keduanya pun beranjak dari tempat itu menuju ke tempat dimana Mao An dan orang-orang dari Klan Xueren sebelumnya terkurung di dalam formasi array.
"Oiya, perkenalkan namaku adalah Ling Tian! Putra dari Tetua Agung Ling Jun yang berasal dari daratan timur Benua Langit dan merupakan trah Leluhur Ling Dong yang ke-27!" ucap Ling Tian yang memperkenalkan dirinya.
"Salam hormat untuk Tuan Muda Ling Tian!" kata Leluhur Xueren Chong sambil membungkukkan sedikit badannya.
'Ternyata Tuan Muda berasal dari trah Pangeran Dong! Pantas saja dia begitu kuat!' batin Leluhur Xueren Chong sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan terus mengikuti Ling tian dari belakang.
"Hoo.. Tuan Muda! Mengapa kamu menyuruhku untuk menghentikan aksiku?" tanya Mao An yang masih bingung dengan tindakan Ling Tian yang menyuruhnya berhenti menghabisi orang-orang dari Klan Xueren.
Sebelum mendapatkan jawabannya, Mao An tiba-tiba merasakan aura yang sangat kuat dan menekannya yang berasal dari pria sepuh yang berjalan di belakang Ling Tian. Tatapannya menjadi sangat tajam dan dengan jelas memperlihatkan permusuhan kepada pria sepuh itu.
Sementara untuk ketiga orang dari Klan Xueren yang melihat kedatangan pria sepuh itu segera bersorak dalam hati mereka karena menganggap kedatangan pria sepuh yang tidak lain adalah leluhur mereka merupakan sebuah berkah dan pertolongan yang akan menyelamatkan.
"Jaga pandanganmu kucing kecil! Dia adalah Xueren Chong! Leluhur dari Klan Xueren dan sekaligus seseorang yang akan menjadi saudaramu mulai sekarang!" ucap Ling Tian yang melihat tatapan permusuhan dari Mao An kepada Leluhur Xueren Chong.
"Eh? Saudara?" tanya Mao An mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Benar sekali!" angguk Ling Tian.
"Apadah dia-.." ucapan Mao An langsung dipotong oleh Leluhur Xueren Chong.
"Benar! Aku Xueren Chong saat ini telah menjadi bawahan dari Tuan Muda Ling Tian!" kata Leluhur Xueren Chong sambil tersenyum tenang.
"Apaaa! Bagaimana mungkin? Kalian adalah klan dewa jatuh yang pernah berkhianat kepada Yang Mulia Kaisar Langit terdahulu! Bagaimana mungkin-.." ucapan Mao An kembali dipotong namun kini oleng Ling Tian.
"Diam kucing bodoh! Akulah yang meminta dia untuk menjadi bawahanku! Daripada dia mati sia-sia tanpa memberikan manfaat sedikitpun, bukankah lebih baik aku ajak menjadi saudaramu saja?"
"Aiih.. Baiklah.. Salam saudara tua bangka Chong! Aku Mao An! Panggil aku kakak kelima mulai sekarang!" kata Mao An dengan pasrah.
"Baik kakak kelima!" kata Leluhur Xueren Chong menurut.
"Hilangkan kata tua bangka itu pada saudaramu sendiri manusia kucing!" ujar Ling Tian yang sedikit kesal kepada Mao An.
"Haiiss.. Ayolah Tuan Muda! Dia itu kelihatan tua sekali seperti sudah bau tanah saja! Jadi wajarlah aku memanggilnya seperti itu!" kata Mao An yang mengelak dan masih tidak mau kalah.
Disisi lain, ketika orang yang tersisa dari Klan Xueren menjadi sangat terkejut saat mendengar leluhur mereka kini telah menjadi bawahan dari pemuda bertopeng separuh wajah yang telah membunuh saudara-saudara mereka. Mereka tidak tahu apa yang terjadi sehingga membuat leluhur mereka itu berubah pikiran.
Padahal setahu mereka, Leluhur Xueren Chong adalah seseorang yang paling keras kepala dan tidak mudah bagi siapapun untuk mengubah jalan pikirannya. Namun saat ini, ketiga orang dari Klan Xueren itu benar-benar seperti sedang mimpi karena melihat leluhur mereka yang agung kini menjadi bawahan seorang pemuda.
"Tuan Muda! Lebih baik kita segera ke Klan Xueren-ku untuk memberikan penjelasan mengenai hal yang lebih penting lalu setelahnya kita bergegas menuju ke tempat segel itu berada!" ucap Leluhur Xueren Chong berusa menyela perdebatan Ling Tian dengan Mao An.
__ADS_1
"Itu lebih baik!" ucap Ling Tian mengangguk lalu meminta Leluhur Xueren Chong dan ketiga orang yang tersisa untuk memimpin jalan.