
Ling Tian mengatakan bahwa ia akan pergi meninggalkan dunia jiwa sekarang juga. Dia lalu beranjak dari tempat itu dan memanggil semua penghuni dunia jiwa untuk mengatakan sesuatu hal.
Tanpa menunggu waktu lama, semua orang yang ada di dunia jiwa pun datang memenuhi panggilan dari Ling Tian. Dengan tenang Ling Tian mengatakan perihal kepergiannya daei dunia jiwa dan tujuannnya.
Beberapa orang dari klan penghuni Hutan Tanpa Batas termasuk Bai Wutian menawarkan diri mereka untuk ikut keluar dan membantu Ling Tian memperebutkan harta itu. Namun dengan cepat Ling Tian menolak karena tanpa alasan.
Bai Wutian dan orang-orang dari klan penghuni Hutan Tanpa Batas itu hanya menghela nafasnya panjang-panjang lalu menghempaskannya karena mengetahui bagaimana sikap dari Tuan Muda mereka itu yang selalu tidak ingin merepotkan orang lain.
Namun fikiran semua orang itu justru lain. Di dunia jiwa ini, mereka hanya bersantai-santai tanpa melakukan apapun yang berarti serta membantu Ling Tian sedikit pun. Mereka merasa hanya menjadi beban saja bagi Tuan Mudanya itu.
"Baiklah.. Setelah ini aku akan mengirimkan kalian semua kecuali Bai Wutian ke daratan timur untuk menjadi pelindung bayangan Klan Ling serta Kekaisaran Wei! Bagaimana?" tanya Ling Tian yang memahami perasaan tidak enak ratusan orang itu.
"Bagaimana aku dikecualikan?" tanya Bai Wutian dengan penasaran. Dia ingin protes kepada Ling Tian.
"Bai Wutian! Bukankah kamu sedang melatih saudara Jiu untuk berkultivasi?" tanya Ling Tian balik.
"Itu.." Bai Wutian tersekat. Dia memang sedang melatih saudara angkat Ling Tian itu untuk berlatih dan saat ini masihlah pada tahapan menengah.
"Baiklah.. Jadi sudah diputuskan! Setelah aku keluar, maka aku akan mengeluarkan kalian semua kecuali Bai Wutian untuk menjaga Klan Ling dan Kekaisaran Wei di daratan timur!.."
"Oiya, sebelumnya aku juga telah memberitahukan kepada Leluhur Bai Senlu untuk mengirimkan beberapa pasukan elite Klan Bai untuk menjaga dua tempat itu! Aku yakin dia sendiri justru yang akan berangkat! Nanti kalian bergabunglah dengan mereka!" ujar Ling Tian memutuskan.
"Baik Tuan Muda!" jawab semua orang.
"Baiklah.. Sekarang aku pergi dulu!" ucap Ling Tian lalu membuka pintu gerbang dunia jiwa dan beranjak memasukinya.
__ADS_1
"Hati-hati selalu kakak sekaligus guruku!" seru Ling Xing'er tiba-tiba.
Ling Tian menolehkan pandangannya kepada Ling Xing'er dan tersenyum dengan manis.
"Tentu saja adik sekaligus muridku!" ujar Ling Tianlalu menghilang dari pandangan semua orang bersamaan dengan menghilangnya pusaran angin putih keemasan yang menjadi pintu gerbang dunia jiwa.
***
Zhuung!
Pusaran angin berwarna putih keemasan muncul dikamar Penginapan Anggrek Bulan tempat Ling Tian sebelumnya menginap. Ling Tian muncul dari dalam pusaran angin atau celah spasial itu sambil tersenyum.
Tidak lupa Ling Tian juga sudah mengenakan pakaian favoritnya yang berwarna serba hitam dan memakai topeng hitam separuh wajah. Dia segera membuka formasi yang menyegel kamarnya itu lalu keluar dari kamar.
Mao An sudah menunggunya tepat didepan pintu kamar dengan senyuman penuh arti.
"Anda tampak sedikit gemuk Tuan Muda!" ujar Mao An yang membuat Ling Tian spontan memegangi pipinya yang memang sedikit lebih gembul dari satu bulan sebelumnya.
"Hehehe.. Selama sembilan bulan ini aku hanya makan dan tidur saja!" ucap Ling Tian yang cengengesan.
Setelah itu keduanya pun pergi meninggalkan kamar turun ke lantai bawah untuk mengembalikan kunci kamar kepada pihak penginapan. Ling Tian dan Mao An pergi dari penginapan itu dengan terbang dan melesat cepat tanpa melewati pintu gerbang desa.
Keduanya saling mengobrol atau lebih tepatnya Ling Tian yang selalu bertanya kepada Mao An mengenai situasi di wilayah terlarang. Itu karena Ling Tian yakin bahwa Mao An tidak akan berdiam diri saja selama satu bulan ini didalam kamar penginapan mengingat bahwa Mao An pasti akan sangat bosan.
"Ujian kelayakan dari sang Naga Hijau telah dimulai sejak kemarin sore! Semua orang dari dua golongan juga telah mulai mengikuti tes! Dan sang Naga Hijau itu hanya memberikan satu kali kesempatan saja bagi semua orang!" kata Mao An menjelaskan.
__ADS_1
"Lalu ujian seperti apa yang diberikan oleh Naga Hijau itu?" tanya Ling Tian dengan penasaran.
"Dari seseorang yang berhasil selamat setelah kegagalannya, aku mendengar dia mengatakan bahwa ujiannya adalah serangan jiwa dan penekanan gravitasi!" jawab Mao An dengan wajah kurang enak dipandang.
Dia masih mengingat kejadian sewaktu dirinya dikerjai oleh Ling Tian atau lebih tepatnya dipaksa untuk berlatih kekuatan fisik pada saat didalam lapisan array kedua yang ada di Gunung Yanshi di Dunia Jimi De.
"Oh? Serangan menggunakan kekuatan jiwa ya? Sangat menarik! Aku yakin jika orang yang gagal itu tidak mati, maka dia akan terluka sangatlah parah!" ujar Ling Tian yang justru sambil tersenyum.
'Tuan Muda malah seperti terlihat senang saat mengetahui jenis ujian yang akan dilaluinya nanti' batin Mao An dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak berdaya sambil sesekali melirik kearah Ling Tian.
Keduanya terus melesat dengan cepat hingga tibalah mereka ditempat dimana mereka sebulan yang lalu melihat pertikaian yang tertunda dari Han Tianba dan Leluhur Song Mu.
Ling Tian melihat kearah dimana puluhan ribu orang sedang berdiri mematung di pinggiran wilayah terlarang. Ling Tian menilai mereka semua pasti tidak berdaya karena merasakan serangan jiwa sekaligus penekanan gravitasi.
'Ternyata serangan Naga Hijau itu sangat mengerikan!' batin Ling Tian yang sedikit ngeri dengan cara Naga Hijau itu memberikan tes atau ujian.
Ling Tian kembali melihat kearah dimana puluhan ribu orang itu berada. Dia lalu menajamkan pandangannya melihat beberapa orang yang menurutnya tidak asing.
"Patriark Zhong Lin dari Kota Obat, Patriark Wen Wushang dari Organisasi Naga Pengelana, Patriark Ma Rong dari Paviliun Harta Karun, Tetua Liong He dari Kota Xudong, Kong Ki dari Yunzun juga ikutan hadir ditempat ini!' batin Ling Tian yang cukup terkejut dengan orang-orang yang dikenalnya itu.
Mereka semua masih terdiam membeku dalam posisi berdiri.
'Sial! Apakah itu artinya aku juga akan bertarung juga dengan merekasaat di dunia yang ada dibalik celah dimensi itu?' tanya Ling Tian pada dirinya sendiri sambil mengumpat didalam hatinya.
Ling Tian melupakan perihal Kong Ki yang sudah menjadi bawahannya yang ternyata juga tertarik dengan harta langit dan bumi yang muncul di kawasan wilayah terlarang daratan tengah.
__ADS_1
Setelah itu, Ling Tian lalu mengarahkan pandangannya kepada sosok yang paling dia khawatirkan. Sosok itu tentu adalah Han Tianba. Ling Tian tidak khawatir karena dia takut kepada Han Tianba, namun dia khawatir karena bisa saja atau bahkan pasti Han Tianba memiliki rencana licik dan akan membahayakan orang-orang yang berpihak pada aliran putih.