Ling Tian

Ling Tian
Binatang Suci Lainnya?


__ADS_3

Ling Tian menggunakan teknik pedang itu serta hukum melahapnya secara besar-besaran. Berhubung Qi miliknya sudah berubah menjadi Kaisar Qi, maka dia tidak terlaku terbebani dengan teknik itu.


Swooossshh...


Sebuah pusaran angin hitam yang sangat besar menghisap semua tombak angin dengan sangat cepat mengejutkan kedua saudaranya.


"Teknik pedang dan hukum pelahap memang sesuatu!" ucap Mao An dengan kagum.


"Benar sekali! Aku dengar dari cacing biru itu bahwa yang menguasai teknik itu hanyalah tiga orang saja!" ucap Zhuge Ruxu menimpali.


"Begitukah? Lalu siapa lagi selain kakak Wei Hun dan Tuan Muda Tian?" tanya Mao An penasaran.


"Satu orang lainnya adalah seorang Dewa Kuno dari ras binatang suci yang penyendiri!" jawab Zhuge Ruxu yang semakin membuat Mao An penasaran.


Terlebih orang yang disebutkan oleh Zhuge Ruxu adalah dari ras binatang suci yang menjadi kebanggaan setiap monster beast dan hewan buas atau hewan siluman yang ada diseluruh alam semesta.


Apakah itu ras naga? Phoenix? Harimau Langit? Atau Kura-kura Hitam? Sementara setahu Mao An dari keempat ras binatang suci itu tidak ada yang memiliki hukum pelahap.


Ras Naga yang terkuat dan salah satunya adalah Long Yuan adalah pengendali hukum dasar terlengkap. Yaitu hukum api, air, tanah dan angin. Lalu ras Phoenik adalah pengendali hukum api dan es yang menjadi evolusi dari hukum air. Kemudian ras Harimau Langit yang mana Ling Hu adalah salah satu diantaranya merupakan pengendali hukum angin. Dan yang terakhir adalah ras Kura-kura Hitam yang merupakan pengendali hukum air dan logam yang menjadi evolusi dari hukum tanah.


Diantara keempatnya tidak ada satu pun yang memiliki hukum pelahap! Lalu bagaimana Zhuge Ruxu sebelumnya mengatakan ada salah satu dari ras binatang suci yang memiliki kekuatan hukum mengerikan itu?


Melihat wajah bigung dari Mao An membuat Zhuge tersenyum.


"Aku mendengar dari kakak keduamu bahwa sebenarnya ras binatang suci itu ada lima ras! Dan yang kelima ini adalah Dewa Kuno itu sendiri! Karena dia tidak menyukai adanya keramaian dan lebih suka menyendiri, dia hidup didalam kekosongan ruang hampa sendirian tanpa memiliki keturunan satupun!" ucap Zhuge Ruxu menjelaskan seperti apa yang pernah dia dengar dari Long Yuan.


"Lalu disebut dengan ras apakah Dewa Kuno itu?" tanya Mao An.

__ADS_1


"Ikan Pelahap Langit.. Kunpeng!" jawab Zhuge Ruxu dengan wajah serius.


"Kunpeng?" Mao An mengerutkan keningnya. Karena baru kali ini dia mendengar nama itu.


"Benar!" jawab Zhuge Ruxu lalu menjelaskan semuanya yang dia ketahui dari Long Yuan.


Kunpeng ini awalnya adalah berasal dari ras ikan kuno yang telah jatuh dari sebuah dunia yang ada di Alam Dewa jutaan atau bahkan milyaran tahun yang lalu. Ras itu biasa dikenal oleh para dewa dengan nama Klan Danshuiyu.


Suatu hari, istri Patriark Klan Danshuiyu melahirkan seorang anak laki-laki sangat tampan yang memiliki perbedaan dengan anak-anak pada umumnya yaitu dengan sebuah tanda seperti angin yang berputar membentuk pusaran!


Sementara seluruh orang di Klan Danshuiyu memiliki tanda seperti tetesan air yang mana itu melambangkan hukum asal dari Klan Danshuiyu! Mereka memberi nama anaknya dengan nama Kunpeng!


Pada awalnya mereka tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada pada anaknya itu. Mereka merawat Kunpeng dengan penuh kasih dan sayang. Hingga tibalah saat Kunpeng berumur delapan tahun dan mengharuskan dirinya untuk belajar berkultivasi.


Keanehan itu mulai dirasakan oleh ayah dari Kunpeng yang mana setiap kali anaknya berusaha menyerap energi alam untuk menjadi kekuatannya, maka tempat disekitarnya akan menjadi gersang dan rusak.


Kunpeng ternyata tidak bisa membangkitkan elemen dan hukum air miliknya. Dia justru tanpa sengaja mengeluarkan sebuah pusaran angin hitam yang sangat besar yang melahap semua vitalitas alam disekitarnya dan tanpa sengaja membunuh semua orang yang ada pada Klan Danshuiyu termasuk ayahnya sendiri yang ada didekatnya.


Kunpeng merasakan kesedihan yang teramat sangat dan rasa salah yang berlebihan. Dia ingin bunuh diri namun teringat akan nasehat ayah dan ibunya yang sangat melarang akan hal seperti itu. Dia menyesal dan menangis sejadi-jadinya tanpa menghiraukan apapun yang terjadi pada tubuhnya.


Tubuhnya mengeluarkan tiga pusaran angin hitam yang sangat besar dan melahap semua vitalitas dunia itu hingga habis tak bersisa. Kunpeng baru sadar saat dunia itu tiba-tiba meledak yang membuat dia terlempar hingga memasuki kekosongan ruang hampa.


Kekosongan ruang hampa itu sendiri adalah sebuah tempat yang menghubungkan seluruh alam yang memiliki energi misterius dan sangat kacau. Tidak ada satu orang atau bahkan dewa sekalipun yang berani berada terlalu lama ditempat itu dikarenakan sangatlah berbahaya.


Namun anehnya hal itu tidak terjadi dengan Kunpeng. Dia yang terombang-ambing merasa kebingungan dan berusaha menyelamatkan diri dari energi misterius yang sangat kacau itu.


Kunpeng yang tidak tahu harus bagaimana tanpa sengaja kembali mengaktifkan skil pelahapnya dan melahap sedikit energi misterius itu. Namun keanehan itu kembali terjadi! Kunpeng tidak hancur atau mengalami suatu hal yang membahayakan tubuhnya.

__ADS_1


Dia justru merasakan sensasi yang sangat menyegarkan bagi tubuh dan menjadi terbiasa dengan tempat itu. Kunpeng pada akhirnya memberanikan diri tinggal ditempat itu untuk menyerap energi misterius itu dalam jumlah banyak yang membuat dirinya sangat kuat dan memiliki tubuh raksasa tiada banding jika menggunakan mode transformasi.


Dirasa sudah cukup, Kunpeng akhirnya kembali ke Alam Dewa dan membuat namanya terkenal agar bisa membanggakan Klan Danshuiyu yaitu dengan menantang banyak sekali para Dewa Penguasa dan Binatang Suci lainnya.


Dengan elemen dan hukum pelahapnya serta energi misterius yang didapatnya dari kekosongan ruang hampa, Kunpeng berhasil mengalahkan banyak Dewa Penguasa dan memberikan mereka kenang-kenangan yang berupa melahap semua aura langit dan bumi tempat Dewa Penguasa itu berkuasa.


Hanya satu orang yang tidak berani Kunpeng sentuh apalagi menantangnya. Orang itu tidak lain adalah Kaisar atau Penguasa dari seluruh Alam Dewa yang memiliki marga Shen Zhu Ling!


Atas kehebatan serta kekacauan yang diperbuat Kunpeng itulah, Kaisar Para Dewa menjulukinya sebagai Ikan Pelahap Langit dan mensejajarkannya dengan empat ras binatang suci lainnya.


Setelah merasa puas dengan aksinya serta sudah membuat namanya menjadi agung dan menggetarkan Alam Dewa, Danshuiyu Kunpeng akhirnya menghilang dan kembali ke kekosongan ruang hampa dan tinggal disana. Atas hal ini pula lah dia dijuluki sebagai makhluk kekosongan.


"Jadi begitu.." ucap Mao An sambil mengangguk-anggukkan kepalanya faham. Dia cukup senang dengan pengetahuan baru tentang junjungan para beast, hewan buas, dan hewan siluman.


"Yah.. Seperti itulah yang aku dengar dari cacing biru sialan itu!" ujar Zhuge Ruxu.


Keduanya lalu kembali fokus dengan Ling Tian yang terus melahap semua tombak-tombak angin itu.


Zhuuung!


Tombak-tombak angin itu menghilang terhisap pusaran angin hitam itu kecuali satu tombak angin saja yang berusaha untuk tidak terhisap dan seperti memiliki kecerdasannya sendiri. Ling Tian sangat terkejut melihat tombak angin itu.


"Hahaha.."


Ling Tian tiba-tiba tertawa sangat keras sehingga kembali mengejutkan Zhuge Ruxu dan juga Mao An.


"Ada apa Tuan Muda?"

__ADS_1


__ADS_2