Ling Tian

Ling Tian
Meninggalkan Hutan Tanpa Batas


__ADS_3

Setelah mengatakan beberapa hal yang penting mengenai dirinya serta memperkenalkan kedua saudara dan kelima murid, juga tidak ketinggalan tiga orang dari Klan She yang menjadi pelayan inti, Ling Tian lalu meminta kepada Bai Wutian untuk maju kedepan menghadapnya.


Bai Wutian yang disebutkan namanya oleh Ling Tian langsung bergetar ketakutan. Dia telah sembuh dari lukanya sejak hampir setengah tahun yang lalu. Saat ini dia dipanggil oleh orang yang pernah dia singgung yang ternyata adalah Penguasa Hutan Tanpa Batas sungguh membuatnya takut setengah mati.


"Majulah nak!" ujar Bai Shizi yang percaya sepenuhnya dengan Ling Tian yang tidak akan membalas dendam kepada anaknya.


"Baik ayah!" jawab Bai Wutian mengangguk.


Bai Wutian pun maju untuk menghadap Ling Tian meski dengan kaki dan lutut yang gemetaran. Sesampainya dihadapan Ling Tian, Bai Wutian ingin langsung menjatuhkan dirinya berlutut dihadapan Sang Penguasanya.


Namun sebelum Bai Wutian melakukannya, sebuah energi yang tak kasat mata menghalanginya untuk bergerak dan membuatnya menjadi membatu.


Ling Tian tersenyum lalu turun dari tahtanya mendekati Bai Wutian. Semua orang juga langsung berdiri saat Ling Tian turun dari kursi tahtanya. Dan untuk Bai Wutian, melihat senyuman Ling Tian itu justru membuat Bai Wutian semakin ketakutan. Dia menganggap senyuman itu adalah senyuman kejam dari seorang iblis yang haus darah.


Tubuh Bai Wutian serta seluruh orang dari yang ada ditempat itu kecuali Bai Shizi, Tetua Agung Bai Wenhe'er, Empat Tombak dan Singa Mabuk menegang saat Ling Tian mengangkat tangannya perlahan dan mengarahkannya kearah leher Bai Wutian.


Grrrb!


Ling Tian merangkul pundak Bai Wutian dan tersenyum lembut kepadanya. Dia juga mengusap-usap punggung Bai Wutian sebagai tanda akan kepeduliannya. Sementara para Patriark dan petinggi yang sebelumnya tegang karena angkatan tangan Ling Tian yang mengira akan membunuh atau menghukum Bai Wutian didepan mata mereka langsung menghela nafasnya dengan lega.


"Bai Si'er adalah adikmu! Dia akan menikah dengan saudaraku Mao An! Itu artinya kita sekarang keluarga bukan?" tanya Ling Tian dengan tersenyum lembut.


"B-benar Tuan M-muda!" dengan cepat Bai Wutian mengiyakan dan mengangguk.


"Nah.. Sebagai saudara dan keluarga, bukankah tidak baik jika kamu melakukan hal yang ingin kau lakukan tadi?" tanya Ling Tian lagi sambil terus merangkul pundak Bai Wutian dan tersenyum kepadanya.


Grrb!


Bai Wutian langsung seketika itu juga memeluk Ling Tian dan menangis dengan keras tanpa malu dilihat oleh banyak orang. Hatinya benar-benar tersentuh oleh sikap dan ucapan Ling Tian. Maka dari itu dia yang tidak mampu menahan keharuannya langsung saja menangis dalam pelukan Ling Tian.

__ADS_1


"Tuan Muda! Maafkan kesalahanku! Aku benar-benar tidak tahu jika Tuan Muda adalah pewaris Penguasa Hutan Tanpa Batas!" ujar Bai Wutian sambil terus menangis.


"Iya.. Tenanglah! Yang lalu biarlah berlalu! Pasti dimasa lalu kita semua memiliki kesalahan atau hal buruk yang pernah dilakukan! Tapi bagi orang yang berfikiran tinggi maka tidak akan mengungkit-ungkit kesalahan dimasa lalu serta menjadikannya pelajaran untuk hidup lebih baik dimasa depan!" ujar Ling Tian memberikan sedikit nasehat.


"Apalagi kesalahanmu adalah karena ketidak tahuan, maka tidak ada yang perlu dimaafkan serta lupakanlah saja saudaraku!" tambah Ling Tian lagi.


Semua orang begitu terharu dengan pernyataan dari Ling Tian. Penguasa mereka itu ternyata sangat berhati lapang dan sangat mudah memaafkan. Sementara untuk Bai Si'er, wajahnya sedikit memerah karena malu. Dia sangat tidak menyangka bahwa akan disebutkan secara terang-terangan oleh Ling Tian mengenai hubungannya dengan Mao An.


Bai Si'er tentu sangat senang akan hal itu. Dia memegangi dengan erat tangan Mao An seolah dia tidak ingin terpisah meski sebentar saja dari Mao An.


Adegan haru itu pun usai setelah Bai Wutian melepaskan pelukannya kepada Ling Tian. Dalam hatinya dia berjanji akan selalu setia mengabdi kepada Ling Tian dan akan melakukan semua perintahnya dengan usaha terbaiknya.


Ling Tian kembali kekursi tahtanya. Dia lalu mengobrol dengan tenang bersama para petinggi penghuni Hutan Tanpa Batas. Dia juga menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para Patriark atau petinggi itu.


"Baiklah.. Aku akan beristirahat terlebih dahulu dan satu minggu lagi aku akan langsung melanjutkan perjalanan. Aku mewakilkan Patriark dan para Leluhur Klan Bai untuk terus menjaga wilayah Hutan Tanpa Batas!.."


"Teruslah menjadi kuat! Karena suatu hari nanti aku pasti akan membutuhkan bantuan kalian untuk memerangi pasukan iblis! Apa kalian mengerti?" ujar Ling Tian.


"Baguslah.." puas Ling Tian.


Ling Tian beranjak dari aula pertemuan itu yang langsung diikuti oleh kedua saudara, Bai Si'er dan para murid saudaranya. Namun sesampainya dia didepan pintu, Ling Tian menghentikan langkahnya, dia menoleh kedalam aula dan berkata,


"Pilihlah satu orang dari setiap klan kalian untuk mengikutiku pergi berpetualang!"


Setelah mengatakan itu, Ling Tian pergi bersama dengan rombongannya untuk beristirahat.


.


.

__ADS_1


Seminggu berlalu dengan sangat cepat. Saat ini Ling Tian dan para saudaranya serta orang-orang dari Patriark Klan serta petinggi penghuni Hutan Tanpa Batas sedang berkumpul dihalaman Istana Bai untuk mengantarkan kepergian Sang Penguasa.


Para perwakilan setiap klan yang terpilih juga sudah hadir ditempat itu. Ling Tian lalu membuka gerbang dunia jiwa dan meminta mereka semua untuk masuk bersama dengan Zhuge Ruxu, Bai Si'er, para murid saudara Ling Tian dan ketiga pelayan inti dari Klan She.


Sebelumnya Ling Tian juga sudah memberikan Teknik Penyamaran Langit kepada semua orang dan meminta mereka untuk mengajarkannya kepada semua orang yang ada di Hutan Tanpa Batas.


Ya.. Meskipun bukan versi lengkap dari teknik itu, mereka semua cukup senang dengan hal itu karena mereka yang sudah berada diatas ranah Pendekar Berlian bisa keluar masuk dari Hutan Tanpa Batas dengan sesuka mereka.


Ling Tian juga juga sudah membuat sebuah portal teleportasi jarak jauh yang menghubungkan Hutan Tanpa Batas dengan Kota Awan yang ada di daratan timur. Hal itu Ling Tian lakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan membutuhkan bantuan dari klan para beast ini.


"Baiklah.. Sudah waktunya bagiku untuk pergi! Aku titip Hutan Tanpa Batas kepada kalian!" ujar Ling Tian sambil memandangi semua orang.


"Tuan Muda bisa mempercayakannya kepada kami!" jawab semua orang dengan wajah penuh keyakinan.


"Baiklah.. Aku percaya kepada kalian! Mao An! Ayo pergi sekarang!" ucap Ling Tian sambil menatap saudaranya itu.


"Baik!" angguk Mao An.


Zheepp! Zheepp!


Keduanya langsung menghilang dari pandangan semua orang yang menatap mereka dengan penuh kekaguman dan kehormatan.


***


Daratan Barat, Kekaisaran Song.


"Hahaha.. Setelah setahun kita mengejar para tikus yang bersembunyi itu, akhirnya mereka semua berhasil kita tumpas!" ujar seorang pemuda yang duduk diatas kursi tahta Kekaisaran Song sambil tertawa dengan gila.


Pemuda itu tentulah Song Yunlei yang kini telah menjadi Kaisar Song yang baru menggantikan ayahnya yang telah dia bunuh. Dia bersama dengan pasukan Han Tianba hari ini telah menyelesaikan penumpasan para pemberontak yang tidak mau tunduk kepada peraturan barunya.

__ADS_1


"Hahaha.. Baiklah-baiklah! Aku akan pergi dulu! Para wanita cantikku sudah menungguku untuk dipuaskan!" ujar Song Yunlei lalu beranjak dari aula istana menuju kekamarnya untuk bersenang-senang memuaskan hasrat adik kecilnya.


__ADS_2