Ling Tian

Ling Tian
Manusia Primitif


__ADS_3

"Jadi, apakah benar yang kau katakan itu Jendral?" tanya seorang pria paruh baya yang sedang duduk diatas kursi bambu sambil disamping kanan kirinya terdapat dua wanita cantik dengan busana seadanya mengipasi pria tersebut.


Kekuatan yang dimiliki pria tersebut sangatlah kuat yaitu ranah Pendekar Perunggu Akhir Bintang 9. Sebuah entitas yang tidak bisa disinggung oleh siapapun yang berasal dari Benua Langit yang hanya berada di ranah Pendekar Kayu Awal Bintang 1 karena di dunia ini pria baya itu juga lah Pimpinan tertinggi yang ada dan bisa juga dikatakan sebagai Kaisar. Hanya saja disini dia dipanggil dengan sebutan Pimpinan.


Sementara Sang Jendral kepercayaannya juga sangatlah kuat. Dia berada di ranah Pendekar Besi Akhir Bintang 9, satu langkah lagi berada di ranah yang sama dengan Pimpinannya.


"Benar Pimpinan! Sebelumnya aku juga sudah melihat sendiri bahwa prajurit Tei membawa saudaranya Tui yang telah menjadi mayat dan tubuhnya menjadi sangat rapuh seperti orang tua!" jawab Sang Jendral.


Keduanya terus mendiskusikan perihal informasi yang baru saja didapatkan dari prajurit mereka.


"Jika begitu, sampaikan kepada seluruh prajurit untuk tidak mendekati area hutan!" kata Sang Pimpinan pada akhirnya karena telah menimbang tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh sesuatu yang menyedot vitalitas makhluk itu.


"Baik Pimpinan!" kata Sang Jendral lalu beranjak dari tempat itu setelah berlutut untuk menunjukkan hormat kepada Sang Pimpinan.


Setelah kepergian dari Jendralnya, Sang Pimpinan termenung beberapa saat sebelum akhirnya bertanya kepada dua wanita yang sedari awal hanya menjadi tukang kipasnya.


"Bagaimana menurut tanggapan kalian mengenai fenomena ini?"


Dua wanita cantik berpakaian seadanya itu berhenti mengipasi Sang Pimpinan dan tersenyum manis.


"Keputusan yang suami ambil sangatlah tepat! Karena mengantisipasi penduduk atau prajurit kita mati sia-sia jika memasuki hutan!" kata wanita yang ada di sisi kanan Sang Pimpinan yang ternyata adalah istrinya.


"Hmm.. Baiklah jika menurut kalian juga baik!" kata Sang Pimpinan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Lalu bagaimana dengan tangkapan kita?Apakah kami juga dapat merasakan nutrisi sehat dari daging kultivator luar itu?" tanya wanita yang berada di sisi kiri Sang Pimpinan dengan wajah tersenyum sangat indah.


"Tentu saja! Aiih.. Aku juga pasti akan membagikan jantung bakar mereka untuk menaikkan basis kultivasi kalian hingga memasuki ranah Pendekar Besi!" jawab Sang Pimpinan sambil membalas senyuman istrinya.

__ADS_1


***


Ling Tian terus menyerap energi aneh itu dengan sangat ekstrem bahkan jangkauannya kini telah meluas menjadi 2 kilometer. Hal itu karena dia sangat frustasi dengan energi aneh itu justru menghilang begitu saja saat memasuki tubuhnya.


Namun anehnya, Ling Tian tidak merasakan energi aneh itu juga keluar dari tubuhnya yang membuat dirinya semakin brutal dalam menggunakan manual kultuvasi pelahapnya.


Tanda teratai hitam putih ditengkuknya juga terus bersinar dengan sangat terang. Segelintir kecil energi aneh itu ada yang tidak sengaja terserap oleh dantian Ling Tian, hingga tiba-tiba dia merasakan sebuah lonjakan energi yang sangat besar dalam dantiannya.


Bom!


Ledakan teredam terdengar dari dalam tubuhnya yang menandakan dirinya naik tingkat menjadi ranah Pendekar Kayu Awal Bintang 2. Ling Tian sangat senang akan pencapaiannya itu, dia tidak menyangka bahwa dengan menyerap sedikit saja energi aneh itu dapat menaikkan kultivasinya.


Sebenarnya bukan itu yang membuat Ling Tian sangat senang, tapi ranah kultivasi aslinya juga ikut meningkat meski hanyalah sedikit. Itu artinya, dengan menyerap energi aneh ditempat ini maka dia akan dapat naik dari Ranah Kaisar Awal menuju Ranah Kaisar Menengah atau bisa saja Ranah Kaisar Akhir.


'Hehehe.. Kultivasiku yang macet sebab tidak bisa menyerap esensi yang terkandung dalam buah abadi akhirnya terpatahkan!' batin Ling Tian sambil tersenyum menyeringai dan terus menyerap dengan ekstrem seluruh energi aneh yang ada dengan manual kultivasi pelahapnya tanpa menghiraukan apa yang terjadi pada sekitarnya.


Bom!


Ling Tian akhirnya menerobos dari ranah Pendekar Kayu Akhir menuju ranah Pendekar Tembaga Awal Bintang 1. Dia sangat puas dengan pencapaiannya ini karena kultivasi aslinya sudah diambang batas Ranah Kaisar Awal dan sewaktu-waktu bisa menerobos menjadi Tahap Menengah.


Ling Tian membuka matanya dengan perlahan dan langsung terkejut saat melihat area hutan disekitarnya kini telah menjadi gersang.


"Eh? Apa yang terjadi ditempat ini?" tanyanya pada dirinya sendiri. Dia belum menyadari bahwa semua adalah perbuatannya.


Dengan perlahan Ling Tian berdiri dari tepatnya duduk atau dahan pohon raksasa namun saat belum sampai dia tegak, dahan itu langsung patah yang membuat Ling Tian terjatuh. Namun karena refleknya yang sangat bagus, Ling Tian langsung menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan mendarat dengan sempurna diatas tanah.


"Haiih.." Ling Tian menghela nafas panjangnya.

__ADS_1


Ternyata dahan itu kini telah sangat rapuh karena esensi dan vitalitasnya telah diserap habis oleh Ling Tian. Jangankan pohon itu, pohon yang ada dalam jangkauan dua kilometer dari Ling Tian juga mengalami hal yang sama.


***


Area hutan tempat Ling Tian berkultivasi kini telah ditetapkan oleh Sang Pimpinan manusia primitif penghuni dunia kecil ini sebegai area terlarang yang sangat berbahaya dan benar-benar dijaga ketat oleh para prajurit dengan bersenjatakan lengkap.


Mereka menjaga kawasan itu dengan sangat ketat seperti itu karena menjaga agar tidak ada satu orang pun yang berniat untuk memasuki hutan karena ingin menyelidiki penyebab hutan itu menjadi kawasan terlarang.


Beberapa orang yang nekat masuk zona serap Ling Tian pada akhirnya mati dengan sia-sia pada saat mereka baru saja menginjakkan kakinya kedalam hutan. Mereka sangat menyesal akan perbuatan mereka yang sangat ceroboh dan tidak mendengarkan peringatan bahaya dari Pimpinan mereka. Namun sesal hanyalah tinggal sesal belaka! Karena mereka harus tetap mati tanpa ada seorang pun yang berani menolong mereka.


"Lapor Pimpinan! Fluktuasi udara yang terjadi pada kawasan terlarang kini telah berhenti! apa yang harus kita lakukan?" tanya Sang Jendral kepada Pimpinannya.


"Hmm.. Benarkah?" tanya Sang Pimpinan balik.


"Benar sekali Pimpinan!" jawab Sang Jendral.


"Apakah diantara para prajurit ada yang sudah memeriksa?" tanya Sang Pimpinan.


"Belum Pimpinan! Mereka takut bahwa ini hanyalah jeda saja dan akan terjadi lagi setelahnya!" jawab Sang Jendral.


"Bagus! Tindakan kalian sangat benar! Berhati-hati adalah tindakan yang paling tepat untuk saat ini karena kita tidak tahu apa sebenarnya penyebab fenomena alam mengerikan itu terjadi!" kata Sang Pimpinan.


"Untuk sekarang, perintahkan prajurit untuk terus berjaga dan memantau kondisi hujan itu! Jangan sampai ada orang yang berani masuk dulu! Tunggu sampai satu hari, jika tidak ada lagi fenomena itu, maka barulah selidiki dengan cermat agar dapat mengetahui penyebabnya!" katanya lagi.


"Baik Pimpinan! Saya akan menginstruksikan semua prajurit!" ucap Sang Jendral lalu beranjak dari tempat itu.


"Ya!" jawab Sang Pimpinan.

__ADS_1


__ADS_2