Ling Tian

Ling Tian
Santai Satu Bulan Dan Kabar Dari Saudara Ling Tian


__ADS_3

"Itu.." Tetua Ketujuh tidak bisa memberikan alasannya yang belum bisa menerima kejengkelannya terhadap Ling We. Karena jika dia mengutarakannya, maka mungkin detik ini juga dia pasti akan mati dibunuh oleh semua Tetua atau bahkan Patriark Sekte Neraka itu sendiri.


"Ada apa Tetua Ketujuh?" tanya Tetua Pertama keheranan.


"Tidak apa-apa Tetua Pertama! Baiklah.. Kita berikan saja sumber daya untuk saudara dari Dewa kita yang bisa digunakan hingga menembus ranah Pendekar Berlian!" jawab Tetua Ketujuh.


Pada akhirnya, Tetua Ketujuh hanya bisa mengikuti pendapat semua orang untuk keamanannya meski dalam hati kecilnya masih saja kurang rela.


Setelah para Tetua sepakat akan memberikan syarat pertama Ling Tian dengan berupa sumber daya yang berguna untuk Ling We bisa menembus ranah Pendekar Berlian, Patriark Sekte Neraka terbang melayang diatas semua orang.


"Perhatian semuanya!" ujar Patriark Li Duanren menggunakan energi Qi sehingga suaranya bisa terdengar oleh murid yang berada dibarisan paling belakang sekalipun.


"Hari ini kita telah mendapatkan berkah yang sangat besar sekali dari Yang Mulia Dewa Formasi!" ucap Patriark Li Duanren mengawali pidatonya.


"Sebelum itu, aku hendak memperkenalkan nama beliau terlebih dahulu kepada kalian semua! Nama dari Dewa Formasi kita adalah Ling Tian dari Klan Ling daratan timur!" lanjutnya berkata yang langsung membuat gemiruh bisik-bisik para murid karena terkejut.


Para murid Sekte Neraka tidak menduga bahwa Dewa mereka berasal dari klan yang baru-baru ini sedang hangat-hangatnya diperbincangkan karena tiba-tiba menundukkan Klan Wei.


Patriark Li Duanren diam sejenak dan membiarkan semua murid berbisik-bisik sejenak. Setelah itu dia kembali berseru dengan lantang,


"Harap tenang! Harap tenang!.."


Para murid pun menjadi tenang dan kembali memasang telinganya dengan benar-benar untuk mendengarkan pengumuman sang Patriark.


"Seperti yang kalian semua lihat sekarang, didepan kita semua saat ini terdapat prasasti formasi agung yang hanya ada didalam buku-buku sejarah saja! Prasasti ini dibagi menjadi beberapa tingkatan. Dari mulai yang terendah hingga yang paling tinggi..."


"Kita semua tahu bahwa siapapun yang mempelajarinya, pasti akan mengalami kenaikan drastis keahlian formasi bagi seseorang yang mempelajarinya..."


"Maka dari itu, aku Li Duanren sekaligus Patriark Sekte Neraka akan memberikan beberapa pengaturan bagi siapapun yang ingin mempelajari prasasti ini..."


"Dengan dua puluh poin kontribusi, kalian sudah bisa mempelajari prasasti tingkat terendah selama satu hari penuh! Setiap tingkatannya akan dinaikkan harga dua puluh poin kontribusi dari prasasti yang dibawahnya..."


"Seseorang hanya bisa mempelajari prasati selama sebulan sekali saja untuk tiap-tiap tingkatan prasarti! Jika bulan ini sudah mempelajari prasasti terendah, maka bulan depan dia baru bisa lagi belajar di prasasti tersebut. Namun jika ingin belajar di prasasti lain yang lebih tinggi, maka sama-sekali bukan masalah jika masih ada cukup poin kontribusi..."


"Sampai disini apakah kalian semua paham?" Patriark Li Duanren menutup pidato singkatnyanya dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Kami faham Patriark!" seru semua orang dengan serentak.


"Bagus! Oiya, pembukaan prasasti ini akan dimulai pada bulan depan! Kami para Tetua akan terlebih dahulu mempelajarinya dan untuk kalian silakan carilah poin kontribusi sebanyak-banyaknya untuk bisa terus belajar nantinya!" kata Patriark Li Duanren.


"Baiklah! Itu saja pengumuman dariku! Kalian semua boleh bubar sekarang!" lanjut Patriark.


Para murid Sekte Neraka segera membubarkan diri dan kembali kembali ketempat masing-masing untuk melanjutkan aktifitas. Sementara Patriark Li Duanren dan segenap Tetua langsung menuju aula tamu untuk menemui sekaligus memberikan syarat pertama yang diminta Ling Tian.


Sesampainya di aula tamu dan memberikan salam, Patriark Li dan Tetua Sekte Neraka terdiam untuk sejenak.


"Bagaimana? Apakah sudah selesai?" tanya Ling Tian.


"Sudah Yang Mu-" ucapan Patriark Li dipotong oleh Ling Tian.


"Jangan panggil aku seperti itu! Jujur saja aku tidak menyukainya! Panggil aku Ling Tian atau Tuan Muda saja! Itu lebih aku sukai!" Ling Tian berkata dengan tegas.


"Baik Ya-.. Maksudku Tuan Muda Ling! Oiya, ini adalah syarat yang Tuan Muda Ling ajukan sebelumnya! Kami sudah sepakat untuk memberikan ini!" kata Patriark Li Duanren dengan mengukurkan tangannya yang memegang cincin penyimpanan dan pandangan matanya memohon untuk diterima.


Kamu berikan saja kepada saudaraku Ling We ini saja! Karena memang itu adalah miliknya!" ujar Ling Tian dengan tenang.


Mata Ling We melebar saat Ling Tian justru mempersilahkan dirinya langsung untuk menerimanya.


"Silakan Tuan Muda!" ucap Patriark Li.


"Terima kasih Patriark Li!" kata Ling We sambil menerima cincin penyimpanan tersebut dan tanpa basa-basi ataupun malu dirinya langsung memeriksanya.


Alangkah begitu terkejutnya Ling We saat melihat ada gunungan sumber daya yang berharga dan sangat dia butuhkan dan mungkin akan cukup baginya untuk menembus ranah Pendekar Berlian.


"Patriark? Ini?" tangan Ling We bergetar saat menopang cincin penyimpanan tersebut.


"Terima saja Tuan Muda We! Itu hanyalah hal yang sangat kecil jika di bandingkan dengan pemberian Ya-.. Tuan Muda Ling Tian!" ujar Patriark Li Duanren yang masih saja hendak memanggil Ling Tian dengan sebutan Yng Mulia Dewa Formasi.


"Sudahlah saudaraku! Terima saja! Kalau tidak, sini.. Untukku saja!" kata Ling Tian sambil mengangkat tangan layaknya orang meminta-minta.


"Eh? Tidak-tidak! Baiklah! Aku akan menerimanya! Terima kasih Patriark dan Tetua sekalian!" ucap Ling We buru-buru karena tidak ingin hartanya kali ini juga ikut dicaplok Ling Tian karena kesalahan dalam actingnya yang sok ingin menolak.

__ADS_1


"Hahaha.. Lupakan kata terima kasihmu Tuan Muda We!" ujar Patriark Li Duanren.


"Oiya Patriark dan Tetua sekalian, adakah tempat khusus yang memiliki kepadatan Qi di Sekte Neraka kalian?" tiba-tiba Ling Tian bertanya.


"Ada Tuan Muda!" kini giliran Tetua Pertama yang menjawab.


"Untuk apa kamu menanyakan itu saudaraku?" tanya Ling We heran.


"Tentu saja untuk mencarikanmu tempat berkultivasi dan menaikkan ranahmu! Aku ingin kamu berkultivasi sekarang juga dan nenjadi kuat!" jawab Ling Tian.


"Eh? Apakah tidak terlalu terburu-buru? Apakah kita tidak makan-makan atau minum terlebih dahulu?" Ling We memberi alasan untuk menolak.


"Tidak! Kamu harus berlatih sekarang juga! Aku akan menunggumu sampai satu bulan disini! Tetua, aku mohon tolong pimpin saudaraku ketempat tersebut!" ujar Ling Tian sambil melihat Tetua Pertama.


"Baik Tuan Muda Ling Tian! Tuan Muda We, mari ikuti saya!" Tetua Pertama berdiri dan mengajaka Ling We.


"Baiklah.." sementara Ling We hanya bisa pasrah dan menurut saja. Dia juga sadar bahwa jika dirinya lemah dan ikut Ling Tian berpetualang, dia hanyalah akan menjadi beban saja!


Setelah kepergian Ling We untuk berkultivasi, Ling Tian dan yang lainnya kembali melanjutkan obrolannya ngalor-ngidul hingga sampailah sore hari dan Ling Tian dilersilahkan untuk istirahat.


Waktu berlalu dengan cepat. Sudah hampir satu bulan Ling Tian berada didalam Sekte Neraka. Selama itu pula dia hanya bermalas-malasan saja. Hanya makan, jalan-jalan, ngeteh, tidur, lalu makan lagi, dan begitu seterusnya.


Kadang dia juga menemani Patriark Sekte atau Tetua untuk mempelajari prasasti buatannya. Alhasil, Patriark dan para Tetua Sekte Neraka berhasil memecahkan kesulitan beberapa prasasti dan memperoleh peningkatan signifikan dalam bidang formasi dan array.


Saat ini, Ling Tian sedang duduk santai di aula tamu ditemani oleh Tuan Muda Li Shin yang sudah dia obati dan tampak begitu akrab dalam mengobrol. Hingga tiba-tiba dirinya mendapatkan pesan telepati dari saudaranya yang berada di dunia jiwa.


"Ada apa saudaraku?" tanya Ling Tian.


___________________________________________


VOTE ... VOTE ... VOTE ...



Diucapkan banyak terima kasih. Semoga berkah selalu.. Aamiin..

__ADS_1


Jangan Lupa VOTE... Senin ini loo..😁


__ADS_2