
Ling Tian tertawa terbahak-bahak saat mengetahui apa yang dia rasakan salah dan kurang sebelumnya. Dia melihat kearah pohon emas yang sebelumnya berada didekat replika Leluhur Ling Dong.
Harusnya jika pohon itu adalah pohon biasa, maka akan ikut hancur saat dia melancarkan serangan petir tanpa warna atau petir abadi miliknya. Tapi nyatanya pohon berwarna emas itu tetap utuh tanpa ada goresan sedikitpun.
Ling Tian baru ingat saat dia seperti pernah melihat pohon itu dalam pengetahuan yang diberikan oleh gurunya. Dan benar! Pohon berwarna emas itu adalah Pohon Bumi!
Pohon Bumi adalah pohon abadi yang sangat keras dan tidak bisa dihancurkan jika diserang. Bahkan sebelumnya Ling Tian menggunakan petir tanpa warna yang merupakan jenis petir terkuat sepanjang sejarah pohon itu tetap utuh.
Pohon ini tumbuh dengan sendirinya ditempat sembarang. Tidak terpacu seperti tempat yang memiliki banyak energi langit dan bumi ataupun tidak. Yang intinya Pohon Bumi ini adalah harta yang hanya akan ditemukan oleh orang yang beruntung saja.
Fungsi dari Pohon Bumi adalah untuk diserap energi yang terkandung didalamnya dengan cara berkultivasi. Itu karena Pohon Bumi memiliki esensi yang sangat dan energi murni yang luar biasa banyaknya.
Dengan menyerap esensi dan energi yang ada di Pohon Bumi yang baru memiliki tinggi satu meter saja maka seseorang bisa langsung naik tingkat sampai ke ranah Pendekar Emas jika dia baru saja belajar kultivasi.
Lalu bagaimana jika pohon itu sudah menjadi raksasa dan setinggi yang ada didepan Ling Tian? Sungguh tidak bisa dibayangkan betapa berharganya harta karun yang satu ini!
Ling Tian sedikit menyesal dengan ucapannya sebelumnya yang mengolok-olok leluhurnya yang memberikan warisan yang sangat tidak berharga untuknya. Tapi ternyata hal itu tidaklah benar karena Leluhur Ling Dong menghadiahi dia sebuah Pohon Bumi yang entah darimana Leluhurnya itu dapatkan.
"Maafkan ucapanku sebelumnya leluhur tua! Aku khilaf tadi!" ucap Ling Tian sambil melihat kearah langit dunia kecil itu lalu setelahnya dengan bersemangat Ling Tian berlari menuju Pohon Bumi berukuran raksasa itu.
Seperti sebelumnya, Ling Tian berniat melakukan hal yang sama dengan danau jinshen. Dia akan memindahkan Pohon Bumi didalam dunia jiwanya.
Ling Tian langsung membuat segel dan segala macamnya dan membuka gerbang dunia jiwa. Hal itu berlangsung cukup singkat karena kekuatan Ling Tian yang sekarang sudah berada cukup tinggi yaitu Ranah Kaisar Tahap Awal.
Selesai memindahkan Pohon Bumi kedalam dunia jiwa, Ling Tian kembali pada tempat tuas sebelumnya dan menggesernya. Seketika itu celah spasial atau pusaran angin yang sama yaitu hitam kebiruan muncul didepannya. Dia pun masuk kedalam tanpa ragu lalu menghilang bersama dengan hilangnya pusaran angin.
Swush...
__ADS_1
Ling Tian muncul ditempat dimana kolam jinshen berada dengan wajah yang tersenyum sangat lebar penuh kepuasan. Pendapatannya kali ini benar-benar sungguh diluar dugaannya. Seribu jinshen beserta batu dan kristal roh yang terbentuk, lalu Pohon Bumi yang sangat langka di alam semesta dia dapatkan kali ini. Bagaimana Ling Tian tidak puas?
Dia kemudian memasuki lorong yang menghubungkannya dengan tempat dimana Bai Senlu berada. Dan betapa jeleknya wajah Ling Tian saat mengetahui bahwa anak tangga itu aslinya hanyalah berjumlah tiga ratus tiga belas tangga saja. Padahal sebelumnya dia turun kebawah dengan waktu yang sangat lama.
"Cih!" Ling Tian hanya berdecih saja untuk mengeluarkan kekesalannya.
Dia akhirnya bisa keluar dari lorong bawah tanah itu dan melihat Bai Senlu sedang duduk berkultivasi diatas sebuah batu. Saat Ling Tian melangkah kakinya keluar lorong, lorong itu kembali tertutup dan batu yang sebelumnya turun yang memlerlihatkan lorong kini kembali naik dan menutup lorong itu.
Getaran yang terjadi pada gua membuat Bai Senlu terjaga dari kultivasinya. Dia melihat Ling Tian telah keluar dari tempat warisan dengan segera berdiri dan menghampirinya.
"Bagaimana Tuan Muda? Apakah lancar?" tanya Bai Senlu.
"Tentu! Dan peninggalan Leluhur Ling Dong ternyata juga sangat berguna dan dapat membantuku naik tingkat lagi nanti!" jawab Ling Tian sambil tersenyum.
"Syukurlah jika begitu Tuan Muda! Baiklah.. Mari kita segera kembali ke aula pertemuan! Para Patriark dan petinggi seluruh klan penghuni Hutan Tanpa batas ini sepertinya sudah mulai sedikit gusar karena menunggu terlalu lama!" ujar Bai Senlu mengajak Ling Tian untuk segera kembali.
"Terlalu lama?" tanya Ling Tian heran.
"Apaa! Satu tahun?" tanya Ling Tian terkejut.
"Iya Tuan Muda!" angguk Leluhur Bai Senlu.
"Ternyata waktu di tempat warisan jauh lebih lambat daripada di dunia luar!" ucap Ling Tian pelan.
"Ada apa Tuan Muda?" tanya Leluhur Bai Senlu.
"Tidak ada! Baiklah.. Mari kita segera kembali!" ujar Ling Tian.
__ADS_1
"Baik!"
Setelah pembicaraan singkat itu, mereka berdua lalu menghilang dari gua Gunung Diyu untuk kembali ke Klan Bai atau aula pertemuannya.
Zheepp! Zheepp!
***
Di Istana Bai atau lebih tepatnya di aula pertemuan milik Klan Bai, kini tempat itu menjadi sangat ramai dengan berkumpulnya orang-orang kuat.
Terlihat dari wajah para orang kuat itu raut penasaran dan kebingungan. Mereka bingung dengan alasan sebenarnya Klan Bai mengumpulkan mereka ditempat ini. Karena tidak berani menolak undangan dari Klan Bai, mereka hanya datang begitu saja tanpa tahu alasannya.
Mereka semua tentulah para Patriark dan petinggi dari seluruh klan penghuni Hutan Tanpa Batas yang diundang oleh Patriark Bai Shizi sesuai permintaan dari Ling Tian.
Dilema dengan kebingungan dan penasaran yang membanjiri serta mereka yang sudah duduk ditempat itu selama hampir satu tahun lamanya dan tetap tidak mendapatkan jawabannya, salah satu diantara para Patriark dan petinggi klan itu tidaklah tahan.
"Mohon maaf Patriark Bai! Jika boleh tahu, mengapa kami semua dikumpulkan ditempat ini?" tanya salah satu Patriark dengan sangat sopan memberanikan diri.
Patriark Bai Shizi yang sebelumnya hanya duduk sambil menutup mata langsung membukanya. Dia menoleh kesosok yang bertanya itu lalu tersenyum misterius.
"Kalian akan tahu nanti! Lebih baik kalian duduk dan nikmati hidangan yang telah disediakan atau berkultivasilah! Aku yakin ditempat kalian kepadatan aura langit dan bumi tidaklah seperti ditempat ini!" jawab Patriark dengan santai namun terdengar bangga. Setelah itu dia kembali menutup matanya untuk melanjutkan kultivasinya dengan tenang.
Seketika semua orang yang hendak bertanya hal lain menjadi tidak berani bertanya karena jawaban Patriark Bai Shizi yang terkesan acuh dan tidak ingin diganggu lagi dalam berkultivasinya.
Mereka akhirnya hanya memendamnya didalam hati seluruh pertanyaan yang membuat mereka tidak berdaya ditempat ini. Jika mereka bertanya lagi, mereka yakin bahwa Patriark Bai Shizi pastilah tidak akan suka dan kemungkinan mereka sendiri yang akan dihajar oleh Patriark dari klan terkuat di Hutan Tanpa Batas itu.
Mereka semua akhirnya menurut dan kembali melanjutkan berkultivasi ditempat itu dengan tenang. Ya! Memang benar yang dikatakan oleh Patriark Bai Shizi sebelumnya bahwa energi dan aura langit dan bumi ditempat mereka tidaklah setebal ditempat ini. Mereka kini juga menyadari akan kekuatan Klan Bai yang luar biasa itu juga dipengaruhi oleh energi alam serta aura langit dan bumi yang pekat ini.
__ADS_1
Satu hari berlalu, saat mereka masih terdiam dan hanyut dalam kultivasinya, tiba-tiba suara teriakan terdengar dari arah luar pintu masuk aula pertemuan bergema.
"Tuan Muda Ling Tian dan Leluhur Bai Senlu telah tiba!"