
"Tetap waspada! Dia cukup kuat!" ujar Tetua Pertama.
"Baik!" jawab ketiga lainnya.
Sementara satu Tetua Klan Lian yang sebelumnya terkena serangan dadakan Ling Tian kini kembali berdiri lalu terbang melayang berkumpul dengan yang lainnya.
"Bagaimana kondisimu saat ini Tetua Kedelapan?" tanya Tetua Pertama.
"Aku sudah tidak apa-apa Tetua Pertama! Aku bisa melanjutkan pertarungan sekarang!" jawab Tetua Kedelapan.
"Baguslah! Ayo hadapi bersama-sama bocah sialan itu!" ujar Tetua Pertama.
Swooshh...
Kelimanya langsung melesat kearah Ling Tian secara bersamaan menggunakan pedang yang sudah terhunus di tangan. Ling Tian hanya tersenyum melihat kelima Tetua dari Klan Lian itu yang menyerang menggunakan formasi pedang.
Ling Tian mengalirkan energi Qi pada pedangnya yang spontan membuat pedang tersebut bersinar keperakan dan berdengung.
Trank! Trank!
Trank!
Ting!
Suara dentingan saat bertemu terdengar sangat memekakkan. Hembusan angin yang tercipta juga menyebar kesegala arah dan itu sangat tajam.
'Sial! Dia ternyata sangat kuat!' batin Tetua Pertama setelah merasakan tangannya yang sedikit kebas saat pedangnya dan pedang Ling Tian berbenturan.
"Tetua Pertama! Pemuda ini sangat merepotkan!" seru Tetua Kedelapan melalui telepati saat merasakan kesulitan untuk melukai Ling Tian.
"Terus serang! Energi Qi pemuda ini pastilah terbatas! Tidak mungkin tidak habis!" ujar Tetua Pertama menjawab dan menginstruksikan yang lainnya.
"Baik Tetua Pertama!" sahut
Ling Tian terus mengayunkan pedang pusaka tingkat putihnya untuk menghalau setiap serangan yang dilayangkan oleh kelima Tetua Dari Klan Lian itu. Dirinya menggunakan jurus atau teknik pedang awan miliknya disertai teknik tendangan halilintar secara bersamaan.
Ling Tian memperagakan gerakan ketiga teknik pedang awan; tarian pedang awan yang membuatnya begitu anggun saat dilihat layaknya seorang yang sedang menari. Meskipun begitu, para Tetua dari Klan Lian tahu betul bagaimana mengerikannya gerakan teknik tersebut.
Sedikit demi sedikit luka goresan tercipta ditubuh para Tetua dari Klan Lian dan darah segar mulai mengotori baju mereka.
__ADS_1
"Araa.. Formasi pedang Klan Lian memang sangat mengagumkan!" ujar Ling Tian disela-sela dirinya menyerang dan menghindar.
"Kami akan membunuhmu bajing*n tengik!" seru Tetua Pertama dengan sengit membalas Ling Tian.
Tetua Pertama mengalirkan lebih banyak lagi energi Qi sekaligus elemenitas petirnya yang berwarna biru. Petir itu berderak-derak pada pedangnya dengan sangat mengagumkan sekaligus membawa kengerian tersendiri.
Memang benar bahwa orang-orang dari Klan Lian juga memiliki elemen petir yang sama dengan Klan Ling. Namun yang membedakan adalah dari warna dan kekuatan dari daya hancurnya. Warna petir dari Klan Ling adalah berwarna hitam, sementara Klan Lian adalah biru.
Ada satu klan lagi yang memiliki elemen petir namun berwarna kuning. Klan Itu adalah Klan Zhuge yang hanya Zhuge Ruxu saja yang tersisa anggotanya di Benua Langit pasca perang besar ribuan tahun lalu.
Tetua Pertama bergerak sedikit lebih maju dari Tetua yang lain.
"Matilah!" seru Tetua Pertama bersamaan dengan mengayunkan pedangnya.
Ling Tian melihat serangan tebasan dari Tetua Pertama Klan Lian dengan sigap mengindarinya. Dia sama sekali tidak merasa gentar atau takut melihat serangan pedang petir sekuat dan sedahsyat itu
Boommm...
Ledakan dahsyat terjadi saat serangan tetua itu menghantam tanah yang berada dibawah mereka.
"Tidak kena! Hahaha.. Anda masih harus belajar lagi tua bangka!" ujar Ling Tian memberikan komentar.
"Perkokoh formasi Lian!" ujar Tetua Pertama.
"Baik Tetua Pertama!" balas keempat Tetua lainnya.
Keliamanya kembali menyerang Ling Tian dengan formasi pedang yang lebih hebat dan mengerikan dari sebelumnya. Namun tetap saja Ling Tian mampu menghalau dan menghindarinya dengan gerakan tarian pedang awan.
Gerakannya begitu gesit dan cekatan membuatnya sanggup mengimbangi serangan dari formasi pedang kelima Tetua Klan Lian.
"Gerakan pertama teknik pedang awan; Tebasan Awan!" ucap Ling Tian lirih.
Swuusshh...
Bilah pedang berwarna putih layaknya awan disertai dengan niat pedang yang sangat kuat melesat dengan kecepatan gila mengarah ke salah satu Tetua dari Klan Lian.
Traaaank! Baamm...
Bilah pedang itu mau tidak mau Tetua itu hadang supaya tidak mengenainya dengan telak. Namun meski berhasil menahannya, Tetua itu tetap saja terlempar mundur ratusan meter hingga menghantam tanah saat ternyata bilah pedang itu meledak kala dirinya menghadang.
__ADS_1
Formasi pedang milik para Tetua dari Klan Lian menjadi kacau saat salah satu anggotanya ada yang terpisah. Hal itu tentu Ling Tian gunakan dengan sebaik-baiknya. Dia kembali memberikan serangan susulan yang disertai ledakan niat pedang yang sangat kuat.
Ling Tian melesat dengan cepat menggunakan jurus kedua teknik tendangan halilintar yaitu jurus langkah kilat dan mengayunkan tangan kirinya.
"Cakar Naga!"
Sraiing...
Srak!
Sebuah serangan berbentuk cakaran menghujam tubuh Tetua Pertama dan mengenainya dengan telak.
"Aakhhh.."
Tetua Pertama Klan Lian termundur puluhan langkah dengan darah yang mengucur deras dari dadanya. Serangan dari jurus cakar naga yang Ling Tian pelajari dari kitab teknik naga emas benar-benar membuatnya tidak berdaya.
"Sial! Seberapa hebat pemuda sialan ini? Dan teknik apa yang dia gunakan?" ujar Tetua Pertama sambil mengalirkan energi Qi untuk menutupi luka-lukanya. Dia menatap pemuda itu dengan tatapan tidak percaya.
Ketiga Tetua yang lain segera mundur dan mendekati Tetua Pertama untuk mengecek kondisinya.
"Bagaimana kondisi anda Tetua Pertama?" tanya Tetua Kelima.
"Aku tidak apa-apa Tetua Kelima! Ini hanya luka kecil saja! Aku masih bisa melanjutkannya! Tetua Keenam! Lihat bagaimana kondisi Tetua Ketujuh!" jawab Tetua Pertama dan menyuruh Tetua Keenam untuk melihat kondisi Tetua Ketujuh yang mendapat serangan awal Ling Tian.
"Baik Tetua Pertama!" jawab Tetua Keenam lalu pergi mendekati Tetua Ketujuh.
Ling Tian tersenyum penuh arti saat melihat Tetua Pertama dan Tetua Ketujuh Klan Lian yang terluka itu. Dia pun menghentikan serangannya.
"Apa hanya itu saja kehebatan dari Tetua Klan Lian yang berkuasa itu?" tanya Ling Tian dengan nada mengejek.
Tidak ada jawaban yang dikeluarkan. Para Tetua dari Klan Lian itu hanya menatap Ling Tian dengan tatapan kebencian.
"Hohoo.. Mengapa mata kalian memerah seperti itu? Apakah kalian ingin menangis?" tanya Ling Tian dengan bercanda.
"Bocah sialan! Aku akui kamu memang sangat kuat dan hebat! Tapi aku juga yakin kamu juga mempunyai batasannya!" ujar Tetua Pertama.
"Hahaha.. Memang benar apa yang kau katakan tua bangka! Semua orang memang memiliki batasannya tersendiri! Namun aku masih jauh dari kata itu!" balas Ling Tian dengan tenang.
"Oiya, sebelum kita melanjutkan permainan ini, aku hendak bertanya kepada kalian! Atas alasan apa kalian semua ingin membunuhku?" lanjut Ling Tian bertanya.
__ADS_1
"Kamu masih bertanya? Hahaha.. Silakan tanyakan saja pada rumput yang bergoyang!" jawab Tetua Pertama dengan tertawa terbahak-bahak namun tiba-tiba terbatuk-batuk karena tersedak oleh air ludahnya sendiri. Sungguh pemandangan yang sangat aneh lagi bodoh.