Ling Tian

Ling Tian
Perang Takdir 2


__ADS_3

Setelah mengatakan itu, Ling Tian lalu mengeluarkan kekuatan elemen bayangannya dan menyelimuti Feng Lanse'er sehingga sejak serta keberadaannya tersamarkan dan tidak diketahui oleh pasukan yang berjaga dari pihak aliansi aliran hitam.


"Ingat saudari Feng, jangan pernah menggunakan kekuatan di atas ranah Pendekar Berlian atau aura dewa milikmu akan dapat dirasakan oleh para dewa yang menjaga dimensi Benua Langit ini," ujar Ling Tian mengingatkan, karena melihat dan merasakan bahwa Dewi Phoenix satu ini sangatlah bersemangat saat hendak berperang.


Ling Tian takut jika Feng Lanse'er lupa diri sehingga tidak memperhatikan pengeluaran kekuatan yang dimilikinya sehingga tanpa sengaja mengeluarkan aura dewa.


"Tuan Muda tenang saja. Aku telah menguasai teknik penyamaran langit dengan sempurna. Bahkan mungkin saat ini lebih sempurna daripada Tuan Muda itu sendiri," sahut Feng Lanse'er dengan bercanda.


"Saudari Feng, ini bukan saatnya untuk bercanda. Tapi situasi kita saat ini benar-benar sangatlah penting dan aku tidak mau jika para dewa pengawas itu mengetahui keberadaanmu, kalau kamu harus melarikan diri dari mereka meninggalkan kami semua di sini," kata Ling Tian sambil mengalah nafas panjangnya.


"Tuan Muda, teknik penyamaran langit milik Tuan Muda bukanlah teknik yang sembarangan. Teknik ini akan terus berkembang seiring berjalannya kenaikan kultivasi kita. Yang sebelumnya hanya bisa digunakan untuk menyegel atau menyamarkan kultivasi, namun ketika seseorang telah memiliki aura dewa seperti itu ataupun seperti Xueren Chong, kami dapat menggunakannya untuk menyamarkan aura dewa itu juga." jelas Feng Lanse'er.


Ling Tian terdiam saat mendengarkan penjelasan dari saudarinya itu. Dia sungguh tidak menyangka bahwa teknik penyamaran yang diajarkan oleh gurunya begitu hebat dan dapat berkembang seiring kenaikan tingkat yang dimiliki oleh kultivator yang mempelajarinya.


Dia yang sebelumnya hanya menganggap teknik penyamaran itu berada di tingkat dewa, saat ini dia tidak lagi bisa menilai berada di tingkatan apa teknik itu sebenarnya. Karena teknik penyamaran tingkat dewa saja tidak akan mampu memiliki kegunaan yang sangat banyak seperti teknik penyamaran langit.


"Luar biasa." ucapnya memuji.


Feng Lanse'er kemudian menambahkan kecepatannya lagi sehingga sampailah mereka di atas langit daratan selatan. Tujuan Ling Tian pergi mendahului semua orang bersama dengan Feng Lanse'er adalah untuk mencari atau menandai titik-titik tertentu yang kemungkinan merupakan titik pusat dari susunan formasi array yang dikatakan oleh pangeran kedua kekaisaran Song, Song Yunlei.


"Pantas saja seluruh daratan selatan merupakan tempat yang sangat baik atau bahkan surga dari para kultivator. Mereka memiliki formasi array pengumpul aura langit dan bumi yang melingkupi hampir seluruh wilayahnya," ujar Ling Tian yang takjub saat melihat di bawahnya terdapat sebuah formasi array yang melingkupi lebih dari 3/4 daratan selatan yang begitu luas.

__ADS_1


"Aku yakin yang menciptakan formasi oleh ini pastilah seorang dewa ataupun dewi yang berasal dari alam dewa. Atau mungkin bisa saja diciptakan langsung oleh Sang Maha Dewa itu sendiri," sahut Feng Lanse'er yang juga ternganga dengan formasi array tersebut.


Ya, meskipun susunan formasi array pengumpul aura langit dan bumi itu hanyalah formasi tingkat rendah yang dapat diterobos oleh siapapun tanpa dapat diketahui oleh sang pembuat formasi array, namun jangkauan yang begitu luas lah yang membuat keduanya begitu takjub.


'Tunggu! Bukankah formasi ini hampir mirip dengan formasi yang ada di Hutan Tanpa Batas daratan tengah?' tanya Ling Tian pada dirinya sendiri.


'Mungkinkah susunlah formasi array ini juga ciptaan dari leluhur Dong?' batinnya lagi lalu dirinya pun menggelengkan kepala karena merasa ada kemungkinan hal itu benar.


Ling Tian lalu mulai membuka peta daratan selatan kemudian meletakkannya di atas punggung Feng Lanse'er. Dia meminta kepada sang Dewi Phoenix yin dan yang itu untuk melajukan terbangnya dengan lebih cepat lagi, sedangkan ia mengamati daratannya.


Ling Tian mulai membuat titik-titik koordinat yang harus didatangi oleh para pasukan khusus yang telah dirancang untuk menyelidiki letak pusat formasi.


Di lain sisi, Han Tianba bersama dengan 230 juta pasukannya juga telah bersiap siaga untuk berperang. Mereka telah berkumpul secara keseluruhannya di sebuah tanah lapang yang ada tidak jauh dari istana kekaisaran Han.


Para petinggi dari aliansi aliran hitam seperti Kaisar Han Biao, Nan Kong dan Mogui Heng juga telah berkumpul di tempat itu. Dan hal yang paling mengejutkan adalah di antara para petinggi pasukan aliansi aliran hitam terdapat sekitar 5 juta pasukan yang kultivasinya sudah berada di Ranah Raja hingga Ranah Kaisar.


Para kultivator kuat ini adalah orang-orang yang berasal dari Klan Hanzheng, yang mana mereka adalah nama klan asli dari Klan Han. Klan Hanzhen merupakan salah satu klan dewa jatuh yang dahulunya memiliki sejarah kelam dan merupakan musuh dari pihak Kaisar Dewa Shen Zhu Ling.


Dua di antara orang yang berasal dari Klan Hanzhen, mereka masih memiliki aura dewa yang itu artinya kekuatan mereka benar-benar masih harus diperhitungkan. Tentu saja keduanya adalah leluhur dari klan tersebut dan merupakan orang yang tersisa yang berasal langsung dari alam dewa.


Itulah mengapa aliran hitam masih tetap saja percaya diri untuk melakukan perang melawan aliran putih yang mana jumlah mereka jauh di atas aliran hitam serta sang iblis sejati, Mogui Heng tidak berani melawan Han Tianba saat kekuasaannya digulingkan.

__ADS_1


Rupa-rupanya kekaisaran Han telah menyembunyikan identitas aslinya dan belum lama ini Mogui Heng baru mengetahuinya.


"Tianba! Aku merasakan bahwa terdapat satu atau dua orang yang telah tiba dan menyusup di daratan selatan kita!" ujar Hanzhen Yan, salah satu leluhur tua Klan Hanzhen.


"Baik Leluhur Yan! Aku akan mengomandoi beberapa kelompok bunglon untuk mengidentifikasi mereka!" ujar Han Tianba.


"Tidak perlu, Tianba! Pasukanmu tidak akan pernah bisa melacak keberadaan mereka, karena mereka berada di atas langit daratan selatan!" seru salah satu kultivator lainnya yang memiliki aura dewa. Dia adalah Hanzhen Lee dan merupakan sepupu dari Hanzhen Yan.


"A-apakah mereka kuat?" tanya Han Tianba dengan sedikit bergetar.


"Bukan hanya kuat, Tianba! Bahkan mungkin setara dengan kami!" jawab Hanzhen Yan dengan mata yang menajam dan terlihat sangat serius.


"Apaaa! Apa mungkin.." Han Tianba tidak dapat melanjutkan kata-katanya.


"Benar! Dia merupakan seseorang yang berasal dari klan dapat jatuh seperti kita! Namun kekuatannya saat ini benar-benar telah pulih dan akan menjadi lawan yang akan sangat merepotkan bagi kita. Perang ini memang sangat pantas untuk disebutkan sebagai perang takdir, karena takdir kehidupan kita seolah ditaruhkan dalam menang dan kalahnya perang." ujar Hanzhen Yan dengan serius yang di angguki langsung oleh Hanzhen Lee.


Han Tianba benar-benar dibuat kelojotan oleh kabar yang diterimanya itu. Dia sungguh tidak menyangka bahwa aliran putih juga memiliki seseorang yang berasal dari klan dewa jatuh dan masih memiliki kekuatan yang luar biasa. Kepercayaan dirinya untuk memenangkan peperangan kali ini sedikit goyah dikarenakan hal tersebut.


"Kau tidak perlu risau, Tianba! Serahkan saja mereka kepada kami!" ujar Hanzhen Yan dengan semangat yang berapi-api karena telah menemukan lawan yang cocok dan sanggup mengimbanginya setelah sekian lama.


"Hehehe.. Aku ingin melihat dari klan dewa jatuh mana dia berasal." ujarnya lagi sembari tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2