Ling Tian

Ling Tian
Kota Zhongjian 9


__ADS_3

Wei Ziin yang melihat Ling Tian bertarung dengan Harimau Hitam juga tidak mau kalah. Segera dia menghunuskan kembali pedang pusaka tingkat hijaunya dan menyerang Tetua Pertama.


Tetua Pertama sangat terkejut saat dirinya ternyata juga ikut-ikutan harus baku hantam juga. Dengan memanfaatkan situasi, Tetua Pertama menyuruh semua murid yang tersisa untuk menghalau serangan Wei Ziin sampai lawannya kelelahan dan kehabisan energi Qi.


"Cepat serang bersama wanita sialan itu!" teriak Tetua Pertama memberikan perintah.


"Baik Tetua Pertama!" jawab para murid serentak.


Trank! Trink! Trink!


Bunyi dari hantaman pedang Wei Ziin dan para murid Sekte Macan Hitam bergema dengan keras. Wei Ziin mengalirkan energi Qi miliknya dengan irit ke pedang. Dia tidak mau ceroboh dalam kesempatan ini. Dia jelas tahu apa yang sedang direncanakan oleh si tua bangka Tetua Pertama. Menggunakan tameng para murid dan menguras tenaganya secara perlahan.


"Bodoh!" ucap Wei Ziin.


Pedang yang dipegangnya berdengung dan memancarkan aura merah dengan panas yang teramat. Wei Ziin menebas tiap murid yang datang dan membunuhnya secara instan. Ranah Pendekar Kayu sampai Perunggu bukanlah hal yang bisa mengancamnya yang sudah berada di ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 2.


Sesekali Wei Ziin juga harus bergerak menghindar dari serangan pedang lawan. Namun setelahnya, dia memberikan serangan balik dan membunuh penyerangnya.


Para murid Sekte Macan Hitam satu persatu mulai tumbang ditangan gadis muda yang baru berumur dua puluh tahun itu. Pedangnya tak henti-hentinya mencabut nyawa manusia. Sial! Dia benar-benar seperti iblis pencabut nyawa!


Saat ini hanyalah tersisa lima puluhan murid elite Sekte Macan Hitam yang kesemuanya berada di ranah Pendekar Perunggu Menengah hingga Akhir.


"Ayoo.. Kemarilah! Setorkan nyawa kalian kepadaku! Hehehe.." ujar Wei Ziin sambil tersenyum iblis. Saat ini seluruh tubuhnya telah bermandikan darah musuh, bahkan wajah cantiknya sekarang tidak lagi tampak kecuali keseramannya.


'Brengs*k! Wanita itu sangat kuat dan cerdas! Aku tidak mungkin mampu mengalahkannya dengan kekuatanku yang hanya di ranah Pendekar Emas Awal!' gumam Tetua Pertama sambil berdecak pelan. Dia sungguh tidak menyangka bahwa Wei Ziin sangat cerdas hingga dapat mengetahui rencananya. Biasanya seorang kultivator akan menganggap remeh musuh-musuhnya setelah tahu bahwa yang dilawan adalah lebih lemah sehingga dengan sembrononya akan menggunakan energi Qi sedikit berlebihan. Namun hal itu tidak berlaku untuk gadis iblis Wei Ziin.


'Aku harus bisa mencari celah untuk menyerangnya secara sembunyi-sembunyi saat dia lengah! Dengan ini aku akan dapat mengalahkannya!' lanjut Tetua Pertama dengan senyuman liciknya.


***

__ADS_1


Bammm...


Ling Tian sedikit terlambat untuk menghindari serangan cepat dari Harimau Hitam hingga akhirnya dirinya terlempar cukup jauh dan menabrak dinding beton yang mengelilingi sekte hingga hancur.


"Kau tetap bukan apa-apa dimataku bocah!" ucap Harimau Hitam dengan sombong. Dia mengira bahwa Ling Tian pasti sudah lumpuh karena serangan sebelumnya.


Boommm...


Namun sangkaannya langsung runtuh seketika saat melihat tumpukan tembok yang memendam Ling Tian terlempar kesegala arah. Ling Tian kembali bangkit dengan pakaian compang-camping dan ada sedikit berkas darah disudut bibirnya.


"Lumayan juga seranganmu tadi!" ujar Ling Tian sambil tersenyum. Dia tidak mengira bahwa karena sedikit keterlambatannya akan membuatnya terlempar jauh dan semangat tarungnya bangun.


"Apaaa! Kau tidak mati?" teriak Harimau Hitam terkejut.


"Mati? Terlalu cepat kau membicarakan mati kepadaku!" cibir Ling Tian.


"Mari kita mulai permainan yang sesungguhnya!" lanjutnya.


Tubuh Harimau Hitam bergetar saat jiwanya terasa seperti sedang disayat-sayat.


'Niat pedang ini..? Tidak! Ini adalah pemahaman jiwa pedang! Siapa sebenarnya bocah ini? Sudah ribuan tahun aku tidak merasakan ketakutan seperti ini! Dengan ini, aku tidak akan pernah mempunyai kualifikasi untuk menang darinya!' gumam Harimau Hitam.


Perlu diketahui bahwa pemahaman tentang pedang ada tiga tingkatan. Niat pedang, jiwa pedang dan tubuh pedang. Saat ini Ling Tian hanya bisa menggunakan niat dan jiwa pedang saja karena keterbatasan kekuatan kulitivasinya. Setidaknya harus berada diranah Pendekar Berlian Puncak terlebih dahulu untuk memahami pemahaman tertinggi pedang yaitu tubuh pedang.


"Baiklah.. Mari kita serius saat ini!" ucap Ling Tian.


"T-tunggu bocah! Siapa kamu sebenarnya? Dan darimana kau bisa memahami jiwa pedang?" Harimau Hitam buru-buru menghentikan Ling Tian untuk tidak menyerang.


"Hmm..? Kau tahu tentang jiwa pedang? Pengetahuanmu lumayan juga. Tapi tidak akan bisa menghentikanku untuk menghabisimu!" jawab Ling Tian dengan dingin.

__ADS_1


"Berhenti bocah! Aku menyerah! Aku akan tunduk padamu! Aku janji dan kau boleh melenyapkan semua orang di sekte ini!" kata Harimau Hitam yang sudah tidak lagi memiliki niatan untuk bertarung.


"Ooh.. Tunduk padaku? Benarkah? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Ling Tian.


"Tidak.. Kau tidak salah dengar. Aku bersedia menjadi pengikut setiamu dan aku siap membantumu kapanpun! Bahkan jika harus menjadi tungganganmu!" jawab Harimau Hitam.


"Berani bersumpah?" Ling Tian belum sepenuhnya percaya. Dia juga sama sekali belum menarik aura mengerikan yang dipancarkannya.


"Benar! Aku bersumpah pada Langit dan Bumi akan setia menjadi pengikutmu!" jawab Harimau Hitam tanpa ragu.


Drrrttt.. Ctaarrr! Bummm...


Langit menyahuti dengan petir saat mengetahui ada yang berani bersumpah atas namanya. Bersumpah atas nama Langit dan Bumi adalah hal yang paling dihindari oleh semua makhluk. Sebab, jika sedikit saja yang bersumpah melanggarnya maka petir-petir alam akan menyambarnya sampai menjadi debu tanpa tersisa bahkan untuk jiwanya.


Namun Harimau Hitam berani mengambilnya tanpa ragu. Sebab dirinya mengetahui suatu hal bahwa orang yang sanggup mengeluarkan pemahaman kedua pedang yang tak lain jiwa pedang adalah orang-orang keturunan langsung dari para dewa dari Alam Dewa.


Harimau Hitam mengetahui hal tersebut dari catatan warisan leluhurnya yang ternyata juga berasal dari Alam Dewa. Hanya dia yang mengetahuinya! Selain itu juga setiap kurun waktu, para keturunan Harimau Hitam juga pasti diberikan mandat berupa harus mengikuti dan tunduk pada seseorang yang menguasai jiwa pedang jika menemukannya. Sungguh kesempatan yang tidak disangka bahwa dirinyalah yang akan bertemu dengan sosok yang ada dalam mandat sang leluhur.


"Baiklah! Aku menerima sumpahmu itu!" kata Ling Tian lalu menarik semua auranya.


"Terima kasih Tuan!" tutur Harimau Hitam dengan menundukkan kepalanya.


"Ya!" singkat Ling Tian.


Ling Tian melihat kearah pertarungan Wei Ziin dan para murid elite Sekte Macan Hitam. Dia mengerutkan kening saat melihat Wei Ziin berucap layaknya iblis pembantai.


"Ohoo.. Dibalik kelembutan serta kebaikan Ziin'er, ternyata ada jiwa ratu iblis yang sedang tertidur didalamnya!" ucap Ling Tian sambil tersenyum kecut. Dia sedikit berfikir apakah Wei Ziin ini ketularan sifat kejam darinya.


______________________________

__ADS_1


*note: Up dadakan.. Kayak tahu bulat! Hehe.. Untuk tebusan tadi jam 3 sore.. Moga nanti jam 3 pagi juga bisa Up lagi.. 🙏 Thanks dukungannya.


__ADS_2