
"Oiya! Dan jangan sekali-kali kalian berdua mengucapkan terima kasih kepadaku jika kalian masih menganggapku saudara!" lanjut Ling Tian.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Ling Tian, hati Wei Hun dan Long Yuan menjadi melembut. Senyum ikhlas terukir jelas disudut bibir mereka berdua. Bagaimana tidak demikian? Ling Tian adalah orang dari keturunan Shen Zhu Ling, yang harusnya mereka berdua bersujud dan melayaninya, akan tetapi Ling Tian malah menganggap mereka saudara dan melarang keras untuk menundukkan kepala.
"Baiklah.." ucap mereka berdua.
Ling Tian tersenyum kepada mereka berdua dan mengajaknya kembali ke istana miliknya. Setelah sampai, mereka hanya mengobrol dan tertawa terbahak-bahak sambil meminum anggur simpanan Wei Hun.
Ling Tian yang baru pertama kali minum anggur langsung tersedak karena terburu-buru dan agak pahit. Long Yuan dan Wei Hun tertawa sangat keras melihatnya. Wei Hun bahkan mengeluarkan anggur simpanan terlamanya sejak dia ada di Alam Dewa. Dia tidak pelit sama sekali kepada dua orang yang didepannya itu yang sudah dia anggap sebagai keluarga.
Selama mereka bertiga berada didunia jiwa milik Ling Tian, mereka hanya duduk-duduk santai, ngobrol, kadang juga berjalan-jalan. Intinya mereka hanya ingin bersama dan bermalas-malasan bersama hingga tak terasa enam hari didunia jiwa telah terlewati. Sudah saatnya bagi mereka untuk keluar.
Ling Tian membuat gerakan segel tangan dengan kecepatan dilihat mata lalu melambaikan tangannya.
Swoosshh...
__ADS_1
Seketika ruang udara retak dan membentuk pusaran angin yang kemudian dapat dilihat oleh Long Yuan dan Wei Hun menjadi gerbang dimensi. Memang saat ini dengan kekuatan yang Ling Tian punya harus membuat segel terlebih dahulu untuk membuka gerbang dimensi meski itu dalam tubuhnya sendiri. Lain halnya jika kekuatan Ling Tian sudah berada diatas Pendekar Berlian, maka dia hanya perlu berniat dan melambai saja untuk membukanya.
"Mari senior Wei! Mari saudara Long!" ajak Ling Tian.
"Baik." jawab Long Yuan dan Wei Hun serentak.
Zheep!
Mereka bertiga akhirnya keluar dari dunia jiwa Ling Tian.
***
Sementara itu di Klan Ling di Desa Cemara, melayang dan melesat satu siluet manusia dengan kecepatan tinggi menuju satu rumah yang sederhana dan jauh dari pemukiman lain.
Siluet itu tak berhenti sedikitpun meski ada beberapa orang yang melihatnya dengan pandangan waspada. Siluet itu adalah milik seorang pria yang telah cukup lama meninggalkan Klan Ling. Dia adalah seorang pria empat puluh tahunan namun wajahnya masihlah tampak muda. Pria itu tak lain adalah Ling Jun yang baru saja kembali dari mengembaranya.
__ADS_1
'Kira-kira bagaimana kabar istri dan anakku? Kuharap mereka baik-baik saja!' gumam Ling Jun.
Setelah beberapa saat, Ling Jun akhirnya sampai didepan gerbang rumah sederhana miliknya. Dia berhenti dan melihat kearah rumah dengan tatapan kerinduan. Ling Jun dapat melihat dua orang wanita sedang duduk ditaman pinggir kediamannya. Mereka tampak bergurau dan saling tawa. Wanita itu tak lain adalah Hei Si istrinya dan gadis muda yang sangat cantik.
Tap.. Tap.. Tap..
Ling Jun melangkahkan kaki dengan tenang. Dia sengaja tidak menyapa Hei Si. Hei Si yang mendengar derap langkah kaki seseorang langsung menolehkan wajah kesumber suara.
Saat pandangannya meraih sosok pria yang sedang berjalan itu, tubuh Hei Si membeku seketika. Pandangannya melunak dan air matanya mulai mengalir dengan derasnya. Salah satu sosok yang dia rindukan dan dia khawatirkan telah kembali pulang kesisinya. Ling Jun berhenti berjalan, tersenyum dan memandangi istrinya dengan tatapan kerinduan dan kasih sayang.
"Istriku.. Aku pulang." ucap Ling Jun pelan.
Tanpa menjawab, Hei Si langsung berlari dan memeluk Ling Jun dengan sangat erat. Dia menangis dengan keras melepaskan beban rindu yang selama ini ditanggungnya.
"Suami.. Hiks.. Hiks."
__ADS_1
"Iya istriku..Maaf, aku baru bisa pulang sekarang." kata Ling Jun penuh sesal.
Ling Jun membalas pelukan sang istri dengan kasihnya. Dia tahu bahwa istrinya terlihat sangat lelah dari pandangan matanya. Dia juga merasa bersalah dengan meninggalkan istri dan anaknya selama beberapa tahun ini.