Ling Tian

Ling Tian
Turnamen 8


__ADS_3

"Maafkan dua hari ini Hua'er. Aku tidak mengunjungimu dan menyapamu karena acara ini!" tutur Ling Tian dengan lirih dan sedikit bernada parau.


Ditempat jajaran kursi para Tetua Klan Ling, Tetua Zong atau ayah dari Ling Lianhua menatap pertarungan putrinya melalui layar proyektor atau hologram dengan serius.


"Semangat putriku! Kamu pasti bisa mengalahkan monyet jelek itu!" ucap Tetua Kedua, Ling Lian Zong.


"Tetua Zong! Putrimu benar-benar sangat berbakat dan kuat! Dia mempunyai masa depan yang cerah!" puji Tetua Keempat Klan Ling dengan tulus.


"Benar sekali apa yang dikatakan Tetua Keempat!" sahut Tetua Kedelapan.


"Hahaha.. Tetua Keempat dan Tetua Kedelapan terlalu memuji! Putriku tidak seperti yang Tetua sebutkan. Dia hanya memiliki sedikit kemampuan dan teknik bertarung biasa saja!" ujar Ling Lian Zong merendah. Namun didalam hatinya yang paling dalam, dia sangat bangga kepada putrinya yang berhasil mengalahkan tiga monster beast kera putih yang terkenal sangat merepotkan.


"Tetua Kedua terlalu merendah! Nyatanya putrimu Lianhua ini cukup hebat dan berbakat! Mengalahkan tiga monster beast yang terkenal kuat dan lincah serta masih sanggup menandingi pemimpinnya saat ini? Lianhua benar-benar menakjubkan menurutku!" kata Tetua Keempat.


Diskusi antar Tetua terus berlangsung selama beberapa saat. Mereka terus berbicara sembari menonton Lianhua yang sedang bertarung sengit dengan pemimpin monster beast kera putih yang berada pada tingkat 2.


***


Didalam formasi penjara ilusi jiwa, gadis muda atau Ling Lianhua terus bertarung dengan monster beast pemimpin kera putih. Dia mengeksekusi jurus-jurus terbaiknya yang dikuasai.


Dua jam berlalu dengan cepat, Ling Lianhua telah melemah karena kehabisan energi Qi.


'Ini tidak baik! Jika aku terus seperti ini, maka aku akan kalah!' batin Ling Lianhua.


Dia kembali melesat untuk menyerang pemimpin kera putih. Dia mengalirkan cukup banyak energi Qi dalam serangannya kali ini. Ling Lianhua berfikir bahwa semakin cepat dia membunuh beast didepannya maka semakin baik.


"Teknik Pedang Petir! Tebasan Kilat Ganda!" teriak Ling Lianhua sambil mengayunkan pedangnya menyilang.


Swuushh... Swuushh...


Dua bilah angin berbentuk bulan sabit melesat dengan kecepatan tinggi. Ling Lianhua bertaruh dengan jurusnya ini untuk mengalahkan pemimpin beast kera putih. Jika berhasil, maka dia akan mendapatkan poin lumayan. Namun jika dia gagal, maka dia harus rela tersingkir dari babak kedua ini karena mungkin dia akan matai dibunuh oleh pemimpin beast kera putih. Dia terjatuh dan terduduk saat selesai mengeksekusi jurus pedang petir.

__ADS_1


Dua bilah angin itu terus melesat mengarah kepada pemimpin beast kera putih.


Jreezzz... Jrezzz...


Tubuh pemimpin beast kera putih terpotong menyilang menjadi empat bagian. Mata pemimpin kera putih itu melotot dengan sempurna, dia sangat tidak percaya dan tidak terima akan kematiannya ditangan gadis kecil dan lemah ini.


Dia memang hanyalah ilusi semata. Namun Ling Tian telah membuatnya menjadi sedemikian rupa dan begitu sempurna. Formasi penjara ilusi ini memang bukanlah formasi kaleng-kaleng.


"Akhirnya.." lega Ling Lianhua.


Dia terduduk menelentangkan kakinya dan bersandar disebuah batu besar dibalik punggungnya. Ling Lianhua berusaha mengatur nafasnya yang masih memburu karena evek memaksakan menggunakan jurus kuat.


.


.


Disisi lain, sebelah utara hutan penjara ilusi jiwa, dua orang pemuda sedang dikepung oleh segerombolan monster beast anjing. Mereka tidak sengaja menemukan gerombolan dan satu diantara dua pemuda itu malah mengusiknya. Alhasil, mereka dikepung dan diserang habis oleh dua puluh ekor monster beast berupa anjing.


"Sialan! Dasar anjing kau! Buat orang orang emosi saja!" keluh salah satu pemuda.


"Diam kau Hong Lie! Ingat.. Sebentar lagi kamu harus memanggilku kakak!" ujar pemuda pertama yang tidak lain adalah Xuan Ji.


"Hohoo.. Itu belum tentu! Kamu yang akan menjadi adek! Nurut sama kakak ya adek! Hahaha.." tutur Hong Lie dengan nada yang mengejek.


"Dasar bocah sialan! Mari kita buktikan semua omong kosongmu itu!" teriak Xuan Ji sambil membabat monster beast anjing didepannya.


"Haha... Siapa takut adek!" jawab Hong Lie yang juga tidak mau kalah. Dia mengayunkan pedangnya dengan gerakan rumit namun sangat mengerikan.


Mereka berdua terus bertanding untuk membunuh paling banyak. Mereka melakukan kompetisi didalam kompetisi. Sungguh, dua pemuda yang bagus!


"Hyaaaat!" teriak Xuan Ji saat melakukan gerakan jurusnya.

__ADS_1


Sreeett! Sreeett!


Dua sayatan pedang yang sangat dalam tercetak jelas di tubuh monster beast anjing didepan Xuan Ji. Monster beast anjing itu langsung menggonggong karena kesakitan.


"Diam!" bentak Xuan Ji dan bersiap mengeksekusi musuhnya.


Crash!


Tiba-tiba bilah angin yang sangat tajam memotong leher monster beast yang ada dihadapan Xuan Ji. Xuan Ji melihat kearah Hong Lie yang langsung memalingkan wajah sambil bersiul-siul bodoh.


"Hong Lieeeeee!" teriak Xuan Ji dengan suara sangat keras dan nyaring. Bahkan karena saking kerasnya, para monster beast anjing yang tersisa sampai mundur tiga langkah sambil menutupi kedua telinganya dengan kaki bagian depan. Muka para monster beast anjing itu menjadi sangat pucat pasi. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya nasip gendang telinganya jika mereka tidak cepat-cepat menutupi telinganya dengan kaki depan. Coba bayangkan sendiri seberapa kerasnya teriakan itu.


Sementara wajah Hong Lie juga ikut menghitam karena jengkel. Telinganya saat ini ada bunyi 'ngiiiing' yang tidak berkesudahan.


"Dasar sialan! Aku tidak tuli Xuan Ji sialan! Kau tidak perlu berteriak saat memanggil kakakmu ini!" teriak Hong Lie dengan marah.


"Cih! Kakak kepalamu! Mengapa kamu membunuh monster sasaranku tadi?" tanya Xuan Ji dengan geram.


"Oh.. Itu.. Aku tidak sengaja saja! Aku terlalu bersemangat melancarkan jurusku untuk membunuh lawanku! Siapa yang tahu jika jurusku itu terus melesat hingga tepat mengenai leher lawanmu itu!" jawab Hong Lie memberikan alasan yang terdengar masuk akal.


"Bedebah! Aku tidak percaya sama sekali ocehanmu itu! Kamu pasti sengaja kan?" Xuan Ji kembali bertanya dan sama sekali tidak menerima alasan Hong Lie yang menurutnya adalah alasan konyol. Karena dia juga sebelumnya sedikir melihat bahwa Hong Lie dengan sengaja melancarkan serangan jurus kepada monster beast yang menjadi lawannya dan berakhirlah dengan leher lawannya yang putus.


"Jika kamu tidak percaya? Yasudah!" jawab Hong Lie acuh tak acuh dan terlihat bodoh amat. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan poin tambahan untuk memenangkan turnamen babak kedua dan juga taruhannya dengan orang berisik dihadapannya.


Urat-urat tebal seperti kawat muncul pada dahi Xuan Ji. Dia sangat geram kepada Hong Lie dan ingin sekali menamparnya hingga mati. Namun saat ini dia dan Hong Lie sudah sepakat untuk bertaruh dan menempuhnya hingga akhir waktu babak kedua. Akhirnya dia hanya bisa menahan dan terus menahan amarahnya yang semakin meledak-ledak.


"Kamu!.. Kamu!.. Ugh.. Sialan!" teriak Xuan Ji.


Sementara para monster beast anjing yang melihat musuhnya malah sedang bertengkar sendiri-sendiri, mereka dengan segera cepat-cepat melarikan diri. Mereka tahu jika mereka tidak akan menang jika melawan kedua pemuda itu. Maka ketika ada kesempatan kabur, mereka semua tidak mungkin menyia-nyiakannya.


***

__ADS_1


Di dunia luar, Patriark Xuan dan Patriark Hong saling melengoskan pandangan saat para Patriark dan Tetua melihat kearah mereka berdua. Mereka sangat malu dengan kedua generasi mudanya yang malah bertengkar dengan bodoh.


'Dasar bocah-bocah sialan!' batin kedua Patriark itu sambil memijati pelipis masing-masing.


__ADS_2