Ling Tian

Ling Tian
Keberangkatan


__ADS_3

***


Klan Lian.


Ditempat lain, disebuah aula pertemuan dalam istana yang sangat luar biasa megah milik Klan Lian sedang diadakan rapat mendadak karena suatu hal. Rapat itu bahkan sampai mengikut sertakan Leluhur Klan Lian.


Wajah-wajah semua orang terlihat sangat serius dan sedikit muram. Dari hasil yang dikatakan orang-orang yang baru datang, rapat ini harusnya akan berjalan cukup lama dan perdebatan alot.


"Jadi, apakah benar bahwa pemuda bertopeng itu berasal dari Klan Ling?" tanya Leluhur Lian Qin.


"Benar Leluhur Qin! Aku mendengar sendiri bahwa Patriark Klan Zhong mengatakannya seperti itu!" jawab seorang Tetua. Dia adalah perwakilan yang mendatangi Kota Obat untuk mengawal Lian Uzu dan yang lainnya guna mengikuti turnamen.


"Ini tidak bisa dibiarkan! Klan Lian kita tidak boleh tinggal diam! Dengan keberadaan bocah itu, kedudukan Klan Lian bisa terancam! Terlebih jika dia bekerja sama dengan Asosiasi Alkemis dan mengetahui sejarah masa lalu!" ujar Leluhur Lian Qin.


"Benar Leluhur Qin! Ini bisa jadi ancaman yang nyata bagi Klan Lian! Terlebih, Asosiasi Alkemis menolak untuk menjual dua puluh lima persen asetnya kepada kita dan Tetua Zhong En sialan itu selamat dari kepungan anggota kita!" kata Patriark Lian Chan.


"Ini semakin rumit saja!" ucap Leluhur Lian Qin sambil memijat keningnya yang mulai terasa sakit.


"Asosiasi Alkemis bukanlah kumpulan orang-orang bodoh yang mudah kita singgung dengan sesukanya. Mereka bekerja sama dengan Paviliun Harta Karun milik Klan Ma, tiga sekte terbesar daratan tengah dan Organisasi Naga Pengelana sialan itu! Jika pemuda bertopeng dari Klan Ling itu bekerja sama dengan mereka, aku ragu untuk memastikan kemenangan saat memerangi mereka meskipun Klan Lian telah dibantu Klan Xiao dan Klan Song dari daratan barat!" ujar Leluhur Klan Lian itu.


"Jadi, apa yang harus kami lakukan Leluhur Qin? Apakah kami harus membereskan pemuda bertopeng itu?" tanya Patriark Lian Chan.


"Tentu saja kalian semua harus membunuhnya! Lakukan secara diam-diam! Jangan sampai ada pihak lain yang mengetahui! Meskipun dia dikatakan sangat kuat dan sudah sampai di ranah Pendekar Berlian Akhir, namun aku yakin dia tidak akan sekuat kalian yang sudah mencapai ranah itu selama ratusan tahun!" jawab Leluhur Lian Qin.


"Aku juga akan menghubungi Leluhur Klan Xiao Xiao Chen untuk membicarakan masalah ini! Kalian terus awasi bocah itu terus! Jika sudah keluar dari Kota Obat, maka habisi saja!" lanjut Leluhur Lian Qin memberikan titah.


"Baik Leluhur Qin!" seru semua orang serentak.


"Bagus! Kalau bisa, kalian juga pantau Klan Ling yang ada di daratan timur! Lihat seberapa kuatnya kekuatan mereka! Jika memungkinkan, kita akan serang dan basmi hama yang akan membuat Klan Lian kita teramcam!" kata Leluhur Lian Qin.


"Oiya, bagaimana kondisi Kun'er sekarang? Apakah sudah ada hal baik yang akan aku dengar tentangnya?" tanya Leluhur Lian Qin sambil melihat Patriark Lian Chan.


Ketika mendengar nama anaknya disinggung oleh Leluhur Lian Qin, wajah Patriark Lian Chan segera berubah menjadi muram dan menghitam. Dia tentu sangat marah dan ingin menghancurkan orang yang telah melukai anaknya hingga sedemikian rupa menjadi berkeping-keping.


Patriark Lian Chan tidak heran Leluhur Lian Qin kembali menanyakan akan kondisi terkini Lian Kun, karena sebelumnya Lian Kun adalah jenius super langka dan menjadi orang yang membanggakan untuk Klan Lian. Terlepas dari sifat buruknya yang suka berbuat semena-mena.

__ADS_1


"Melihat dari reaksimu, sepertinya aku sudah bisa mengetahui jawabannya!" kata Leluhur Lian Qin.


"Hahh.. Begitulah Leluhur Qin! Putraku Kun'er memang masih belum pulih. Meskipun anggota badannya sudah sepenuhnya terobati, tapi jiwa serta fikirannya telah terguncang!" ujar Patriark Lian Chan.


"Benar-benar iblis orang yang melukai anakmu itu!" kata Leluhur Lian Qin.


"Aku akan mencari pelakunya sampai keujung dunia pun!" tutur Patriark Lian Chan dengan amarah yang memuncak namun masih ditahan.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan! Tapi meskipun begitu, jangan sampai kamu lalai dari prioritas yang harus kamu jalankan sebagai seorang Patriark!" ujar Leluhur Lian Qin menasehati.


"Leluhur Qin bisa tenang! Aku mengerti! Aku tidak akan pernah lupa kedudukanku ini! Dan terima kasih telah menasehati!" kata Patriark Lian Chan.


"Baguslah jika kamu mengerti! Kalau begitu aku pergi dulu! Lakukan yang terbaik yang aku sampaikan sebelumnya! Aku tidak ingin mendengar kabar buruk saat kalian melapor nanti!" ucap Leluhur Lian Qin lalu menghilang dari pandangan.


"Baik Leluhur!" seru semua orang.


***


Waktu telah berlalu. Kesepakatan antara Ling Tian dan para tamunya juga sudah terjalin dengan baik. Mereka semua siap untuk membantu Klan Ling dan ikut berperang suatu hari nanti asalkan sekarang bisa mendapatkan pil-pil berkualitas tinggi atau sempurna dari Asosiasi Alkemis.


Selama ini, hanya pil-pil roh tingkat menengah saja yang mereka konsumsi. Sementara sangat sedikit orang yang mampu membeli pil roh tingkat tinggi karena keterbatasannya.


Tetua Zhong En diminta oleh Patriark Zhong Lin dan semua Tetua di Asosiasi Alkemis untuk menjadi guru bagi mereka. Dengan terpaksa dia harus menyetujuinya karena memang Ling Tian juga yang menyarankannya demikian.


.


.


Sementara didalam kamar kediaman mewah Tetua Zhong En, Ling Tian masih terlihat duduk santai sambil memejamkan matanya.


Zhuung...


Sebuah riak spasial atau pusaran angin berwarna putih keemasan perlahan tercipta didepannya. Ling Tian membuka kedua matanya dan sudut bibirnya segera terangkat.


'Aku telah berhasil membuka gerbang dunia jiwa hanya dengan kekuatan jiwaku! Ini sangat membantu karena tanpa harus membuat segel terlebih dahulu!' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Saat Ling Tian sedang menikmati kesenangannya, sebuah suara telepati terdengar ditelinganya.


"Saudara kecil! Sudah saatnya bagi kami untuk berangkat ke Alam Menengah! Apakah kamu tidak ingin mengiringi kepergian kami?"


Suara yang tidak lain dari saudaranya Wei Hun yang sedang ada didalam dunia jiwa.


"Ooh.. Jadi sudah saatnya bagi kalian untuk pergi! Baiklah.. Aku datang!" jawab Ling Tian lalu memasuki pusaran angin buatannya.


Zheep!


***


Dunia jiwa.


Zhuuung... Swush...


Ling Tian keluar dari pusaran angin didepan Istana Ling dengan wajah yang masih tersenyum karena pencapaian barunya. Namun, senyuman itu segera menghilang saat dirinya tiba-tiba diterpa oleh aura yang sangat kuat dan menekannya dengan intens.


"Ugh!"


Ling Tian berdecak kesal dan perlahan menghirup udara dari hidungnya untuk menstabilkan diri. Setelah itu, dia melihat kearah dimana aura itu berasal.


"Hahaha.. Kekuatan Ranah Raja memang kuat bukan?"


Suara tawa disertai pertanyaan yang sangat menyebalkan terdengar ditelinga Ling Tian. Suara tawa orang yang ingin dia injak-injak lidahnya karena begitu mengesalkannya. Suara milik manusia jadi-jadian dari seekor cacing biru sialan. Siapa lagi jika bukan Long Yuan!


Long Yuan sengaja mengeluarkan auranya kepada Ling Tian tentu hanyalah untuk pamer saja. Memperlihatkan bahwa sekarang dirinya sudah bisa menekan si bocah bau.


Ling Tian menatap tajam Long Yuan dan terus menahan aura yang membebaninya.


"Sepertinya sebelum pergi ke Alam Menengah, aku harus memberimu kenang-kenangan membenjolkan kepalamu terlebih dahulu cacing sialan!" teriak Ling Tian sambil melepaskan seluruh kekuatan yang dimilikinya.


__________________________________________


Senin📢📢📢

__ADS_1


Jangan Lupa Vote yuuk📢📢📢📢🤭



__ADS_2