
"Ahh.. Sudahlah saudaraku! Biarkan saja! Orang tampan sepertiku pasti memang selalu saja ada yang iri dimanapun tempatnya!" celetuk Ling Tian.
"Ukhuk! Ukhuk!
Ling We tiba-tiba tersadar dari ketidak-fokusannya dan terbatuk-batuk kasar karena tersedak saat mendengar kata-kata narsis saudaranya itu.
"Saudara Tian! Kamu bilang apa tadi?" tanya Ling We.
"Ah! Apa? Memangnya aku bilang apa?" Ling Tian malah balik bertanya dengan bodohnya.
"Kamu bilang tampan untuk dirimu sendiri?" tanya Ling We merasa sedikit ambigu.
"Lah? Apakah ada yang salah? Bukankah aku memang tampan?" Ling Tian justru bertambah parah narsisnya.
"Bisakah kamu mengurangi sedikit narsismu itu saudaraku?" Ling We merasa kupingnya tiba-tiba menjadi gatal karena Ling Tian.
"Ayolah saudara We! Jaman sekarang itu, jika seseorang tidak mengatakan bahwa orang itu adalah sesuatu, maka orang-orang tidak akan pernah nyadar!" jawab Ling Tian malah memberikan kata-kata mutiara.
"Baiklah! Terserah kamu saja!" nyerah Ling We.
"Oiya saudaraku! Aku punya barang bagus lagi!" kata Ling Tian yang membuat Ling We penasaran.
"Oh? Apakah itu saudaraku?"
Swush!
Dua botol berisi anggur berusia dua ribu tahun lebih muncul setelah Ling Tian melambaikan tangannya.
"Anggur?" Ling We mengangkat satu alisnya.
"Jangan salah dulu saudaraku! Ini adalah anggur yang berusia lebih dari dua ribu tahun!" ujar Ling Tian.
Seketika, mata Ling We menjadi berbinar layaknya mata anak anjing.
"Benarkah itu saudara Tian?" tanya Ling We memastikan tidak salah mendengar.
"Kapan aku membohongimu saudaraku? Tentu saja ini adalah anggur berusia dua ribu tahun lebih! Jadi, apakah kamu mau?" kata Ling Tian lalu balik bertanya.
"Ohohoo.. Kalau begitu terima kasih saudaraku yang baik!" ucap Ling We sambil meraih satu botol anggur berusia dua ribu tahun lebih dengan antusias sekali.
__ADS_1
Ling We membuka tutup botol dan dapat menghirup wangi harum dari anggur tersebut begitu menggoda.
"Aahhh.. Dari wanginya saja sudah sangat menggoda! Apalagi rasanya! Aku malah jadi tidak tega untuk meminumnya! Ini adalah harta langka yang pernah aku miliki!" ujar Ling We yang merasa enggan dan sayang untuk meminum anggur berusia dua ribu tahun lebih.
Glup! Glup! Glup!
"Aaahh.. Ini nikmat sekali! Ini adalah anggur paling nikmat yang pernah aku rasakan!" ujar Ling Tian dengan keras karena sangat menikmati tiap tegukan anggur dua ribu tahun.
"Sial! Kamu bahkan meminumnya dengan tiga teguk sekaligus?" teriak Ling We yang sangat kesal dengan Ling Tian.
"Eh? Kenapa saudara We? Kenapa kamu sangat marah padaku?" tanya Ling Tian.
"Brengs*k! Anggur itu adalah harta langka dan sangat mahal! Tapi kamu malah sangat boros!" jawab Limg We dengan menggerutu.
"Ahahaha.. Saudara We! Kamu terlalu sayang dengan harta! Ingatlah! Harta itu tidak akan kamu bawa sampai mati! Maka nikmatilah harta yang kamu miliki!" kata Ling Tian yang merasa sangat lucu dengan saudaranya yang satu ini.
"Huh! Aku tidak butuh ceramahmu! Aku hanya menasehati agar kamu tidak terlalu boros saja! Pemborosan itu juga bukanlah hal baik!" ujar Ling We. Dia kembali menutup botol anggur miliknya dan tidak jadi meminumnya. Dia sangat tidak rela untuk meminum anggur mahal yang ujung-ujungnya nanti hanya akan jadi air kencing. Sungguh Ling We yang irit dan memikirkan masa depan!
Ling Tian hanya membiarkan saudaranya begitu saja dan sama sekali tidak mengatakan apapun. Baginya, anggur yang sudah diberikan untuk Ling We adalah sudah sepenuhnya milik Ling We. Dia tidak punya hak lagi untuk menyuruh Ling We untuk minum atau tidak. Semua terserah Ling We!
Ling Tian lebih fokus menikmati anggurnya daripada harus menanggapi ucapan Ling We yang menurutnya agak keterlaluan bakhil!
Tiba-tiba meja yang ditempati oleh Ling Tian dan Ling We digebrak oleh seorang pemuda yang berpakaian cukup mewah.
Hal ini tentu mengejutkan Ling Tian dan Ling We. Keduanya hanya mendongakkan kepalanya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Ling Tian dengan mencoba untuk tersenyum.
"Aku dengar kamu masih mempunyai anggur berumur lebih dari dua ribu tahun, mana? Keluarkan sekarang! Aku ingin membelinya!" ucap pemuda berpakaian mewah mewah mengarahkan pandangannya kepada Ling We.
"Maaf! Aku memang mempunyai anggur berumur dua ribu tahun. Tapi aku tidak menjualnya!" jawab Ling We dengan tenang.
Braakk!
"Sialan! Berani menolak tawaranku! Apa kamu tidak tahu siapa Tuan Muda ini?" bentak pemuda berpakaian mewah sambil kembali menggebrak meja yang saat ini hingga hancur. Aura kultivasinya yang berada pada ranah Pendekar Emas Awal Bintang 4 sedikit bocor dari tubuhnya.
"Memangnya siapa kamu? Aku sama sekali tidak mengenalmu!" ucap Ling We dengan enteng.
"Bajing*n! Aku adalah Li Shin! Tuan Muda dari Sekte Neraka!" jawab pemuda tersebut yang bernama Li Shin.
__ADS_1
"Oh.. Li Shin.." Ling We hanya menganggukkan kepalanya saja dan masih tanpa memperlihatkan ekspresi apapun.
Sementara Ling Tian hanya terus menikmati minumannya seolah tidak menghiraukan keberadaan Tuan Muda Li Shin dari Sekte Neraka.
Sekte Neraka adalah salah satu dari tiga sekte besar yang ada di daratan tengah. Sekte Neraka lebih mencondongkan para muridnya untuk melatih kehebatannya membuat formasi array.
Sementara dua sekte lainnya adalah Sekte Kekuatan dan Sekte Pedang Suci. Seperti namanya, Sekte Kekuatan lebih mencondongkan untuk melatih kekuatan fisik para muridnya dan Sekte Pedang Suci adalah kumpulan para ahli pedang terkemuka.
Kembali ke keributan kecil antara Ling We dan Tuan Muda Sekte Neraka, Li Shin. Keributan itu tentu saja menarik beberapa orang yang mengunjungi restoran itu.
Orang-orang yang melihat Ling We yang berani menolak permintaan Tuan Muda Li Shin hanya melihatnya dengan tatapan melas. Mereka tahu betul siapa Tuan Muda Li Shin ini! Jika menginginkan sesuatu dari seseorang, maka harus selalu dituruti! Jika tidak, maka dia akan menyiksa orang yang tidak mau menuruti kemauannya.
Orang-orang ini berbisik satu sama lain dengan teman disebelahnya.
"Sial! Pemuda bertopeng itu benar-benar sial hari ini! Dirinya harus berhadapan langsung dengan Tuan Muda Li Shin yang arogan itu!" ucap salah satu pengunjung dengan lirih pada teman sebelahnya.
"Kamu benar sekali! Tuan Muda Li Shin ini jika menginginkan sesuatu maka harus dituruti! Sekarang dia menginginkan anggur milik pemuda bertopeng separuh wajah itu!" sahut teman sebelahnya.
"Aku sangat prihatin dengan pemuda itu!"
"Tapi apakah kamu tidak melihat suatu keanehan?"
"Keanehan? Keanehan apa itu?"
"Coba kamu perhatikan pemuda itu! Dia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun bahkan setelah Tuan Muda Li Shin memperkenalkan identitasnya!"
"Kamu benar juga! Apakah pemuda itu juga memiliki latar belakang yang sama kuatnya dengan Tuan Muda Li Shin?"
"Itu bisa saja! Dan lagi, lihat pemuda bertopeng separuh yang satunya! Dia tidak menghiraukan sedikitpun pertengkaran temannya! Dia hanya santai dan terus meminum anggurnya! Sial! Sepertinya memang mereka berdua mempunyai latar belakang tidak biasa!"
"Sepertinya ini akan seru! Coba kita perhatikan saja apa yang akan terjadi nanti!"
"Benar!"
Ling Tian yang awalnya tenang-tenang saja, kini merasa sedikit terganggu dengan teriakan dari Tuan Muda Sekte Neraka dan bisik-bisik para pengunjung lain. Dia tentu mendengar semuanya namun berusaha untuk tetap tenang, santai dan menikmati anggur dua ribu tahun miliknya.
Tapi tidak seperti yang Ling Tian harapkan, ketenangan dan waktu santainya tidak bisa bertahan lama karena kedatangan cecunguk kecil yang mengaku sebagai Tuan Muda Sekte Neraka.
Ling Tian mendongakkan pandangan dan melihat Li Shin dengan wajah datar.
__ADS_1
"Bisakah kamu pergi dan biarkan aku tenang untuk sementara waktu?"