Ling Tian

Ling Tian
Niat Menuju Tanda 'X' Pada Peta Dan Penjelasan Ling Tian


__ADS_3

Kedua sosok melesat dengan cepat keluar dari Kota She menuju ke arah barat. Keduanya melompat-lompat dari satu pohon ke pohon lainnya seperti tupai.


Setelah melakukan perjalanan seperti itu selama satu hari penuh tanpa istirahat, keduanya akhirnya berhenti untuk istirahat disebuah hutan yang keseluruhan pohonnya adalah pohon persik.


"Kita beristirahat disini!" ucap Ling Tian.


"Benar! Aku sudah sangat lelah! Tenagaku juga hampir habis! Cih! Perjalanan melalui darat memang tidaklah asik!" gerutu Mao An mengeluh.


"Hoy hoy.. Kucing kecil! Kau itu sudah ada di Ranah Raja Puncak! Apa memang semelelahkan itu?" tanya Ling Tian dengan wajah aneh.


"Tuan Muda! Justru karena aku sudah berada pada Ranah Raja Puncak itulah aku bertambah menjadi cepat lelah! Seorang dengan kekuatan sehebat itu harus melompat-lompat seperti kodok? Harga diriku hancur Tuan Muda!" jawab Mao An lemas.


"Ahahaha.. Baiklah.. Baiklah.. Kita istirahat disana! Lihatlah! Ada sungai yang sangat jernih dengan ikan yang sangat banyak!" ucap Ling Tian sambil terkekeh dan menunjuk sungai yang memiliki air sejernih kristal.


"Ohoo.. Kebetulan sekali!" ucap Mao An yang tiba-tiba tersenyum senang.


Tap!


Tap!


Keduanya mendarat dipinggiran sungai lalu Ling Tian meminta Mao An mengambil ikan yang ada, sementara dirinya mencari kayu bakar di dalam hutan persik.


Tidak lama kemudian, keduanya sudah selesai pada tugas dan bagian masing-masing dan bertemu kembali di tempat pertama.


Saat itu, Ling Tian juga sudsh mengubah tampilan wajahnya ke wajah aslinya tapi membiarkan auranya tetap aura She Danfan. Sungguh teknik penyamaran yang sangat mengerikan hingg bisa dengan seenak jidatnya melakukan hal-hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang lain.


"Wow! Kau menangkap banyak sekali!!" ucap Ling Tian terkejut melihat Mao An membawa dua puluh ikan besar yang sudah dibersihkan.


"Tuan muda! Kita ini sudah lama tidaklah makan enak! Terlebih setelah memasuki aula kultivasi untuk naik tingkat, rasanya sangatlah lama sekali!" ucap Mao An dengan santai.


"Baiklah.. Baiklah.." ujar Ling Tian mengiyakan saja.


Mereka berdua berbincang-bincang santai sambil membakar ikan. Sampai ikan itu matang dan habis dimakan, mereka masih dengan asik mengobrol.

__ADS_1


"Tuan Muda! Lalu kemana tujuan kita kali ini?" tanya Mao An.


Ling Tian hanya diam tanpa langsung menjawabnya. Dia mengeluarkan gulungan kulit kuno atau sebuah peta keseluruhan daratan tengah dan memperlihatkannya kepada Mao An.


"Sebelumnya kita berada disini! Di Kota She! Lalu kita keluar menuju arah barat atau arah yang masuk lebih dalam di Hutan Tanpa Batas!.."


"Jika tidak salah, dalam dua hari perjalanan lagi kita akan menemukan sebuah kota lagi yang bernama Kota Xun! Kota yang dikuasai oleh ras beast jenis laba-laba hitam raksasa!.."


"Kita akan singgah beberapa waktu untuk memulihkan diri lalu setelah iyu kita menuju ke selatan Kota Xun! Menuju ke tempat ini!" ucap Ling Tian sambil menunjuk tanda silang berwarna merah pada peta.


Mao An mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Tapi Mao An.." ucap Ling Tian.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Mao An.


"Itu.. Aku ingin kamu dan Zhuge Ruxu segera naik tingkat lagi menjadi Ranah Kaisar!" ucap Ling Tian.


"Jika saja kami berdua tahu bagaimana cara menaikkan kultivasi ke tingkat yang lebih tinggi itu, tentu sudah kami lakukan! Mungkin kami berdua sudah berada di Ranah Kaisar Puncak! Mengingat Tuan Muda berkultivasi di Istana Ling selama satu bulan penuh!" ujar Mao An dengan wajah menyedihkan.


"Eh? Maksudmu, kalian berdua tidak tahu tentang syarat untuk naik ke Ranah Kaisar? Hahaha.." tanya Ling Tian sambil tertawa.


Mao An hanya menganggukkan kepala. Memang benar dirinya dan Zhuge Ruxu tidak tahu tentang syarat untuk seseorang bisa naik ke Ranah Kaisar. Waktu itu keduanya hanya terus mengkonsumsi buah-buahan abadi terus menerus namun tingkat kultivasinya tetap macet di Ranah Raja Puncak.


Meskipun begitu, karena terus mengkonsumsi buah-buahan abadi, pondasi kultivasi keduanya sangatlah solid dan kokoh layaknya baja dan energi Qi yang mereka miliki sangatlah padat dan banyak. Tubuh keduanya juga sudah sangat siap jika harus diisi dengan kekuatan Ranah Kaisar yang sangat besar itu.


Namun sekali lagi karena keterbatasan pengetahuan, mereka akhirnya berhenti berkultivasi dan mengkonsumsi buah-buahan abadi. Karena selama apapun mereka berkultivasi dan sebanyak apapun keduanya mengkonsumsi buah abadi, tingkat kultivasi mereka tidak akan pernah naik.


Selain itu, ini juga barulah pengalaman pertama bagi kedua saudara Ling Tian memiliki kekuatan hingga berada di tingkat setinggi itu. Bahkan untuk Mao An yang berasal bukan dari Benua Langit itu sendiri.


"Haahhh.." Ling Tian menghela nafas panjangnya lalu berkata,


"Syarat untuk seseorang bisa naik ke Ranah Kaisar itu tidaklah rumit! Hanya saja butuh waktu yang tidak sedikit! Jika syarat naik ke Ranah Raja adalah dengan memurnikan elemen dan menyatukannya dengan kekuatan yang dimiliki, maka syarat untuk seseorang yang ingin naik ke Ranah Kaisar dari Ranah Raja adalah dengan memurnikan atau mengubah energi Qi kita menjadi Kaisar Qi!" ucap Ling Tian menjelaskan.

__ADS_1


Mao An memperhatikan dengan seksama penjelasan singkat Ling Tian itu lalu mengajukan pertanyaan,


"Memurnikan energi Qi menjadi Kaisar Qi? Bagaimana caranya? Lalu apakah itu juga berlaku untuk ras beast sepertiku?"


Ling Tian tersenyum mendengar kereta pertanyaan dari Mao An lalu menjawab,


"Mao An! Sejatinya, saat ras beast sepertimu sudah bisa awakening menjadi manusia, maka cara kultivasinya pun sudah bisa disamakan dengan manusia! Hanya saja kalian para beast bisa bertransformasi kembali menjadi beast sesuka kalian!.."


"Lalu untuk cara mengubahnya.." Ling Tian sengaja menjeda kata-katanya, membuat Mao An menjadi sangat penasaran.


"Bagaimana Tuan Muda?" tanya Mao An tidak sabaran.


"Sabarlah! Ingat! Orang sabar lama-lama capek! Haha.." ucap Ling Tian sambil tertawa terkekeh.


"Sial! Ayolah katakan bagaimana caranya memurnikan Qi menjadi Kaisar Qi?" tanya Mao An dengan kesal.


"Cih! Kamu meminta tapi mengapa memaksa?" ucap Ling Tian dengan datar dan bodo amat.


"Baiklah.. Baiklah.. Tuan Muda Ling Tian yang tampan dan paling hebat! Aku Mao An si kucing hitam kecil lagi jelek ini ingin tahu bagaimana caranya memurnikan Qi menjadi Kaisar Qi!" ucap Mao An dengan sangat dongkol dalam hatinya.


"Ahahaha.. Berhubung kamu telah mengetakan kebenaran mutlak tentang ketampananku ini, maka aku dengan murah hati akan memberitahumu bagaimana caranya!" ucap Ling Tian dengan tertawa terbahak-bahak lalu seberkas cahaya keemasan muncul dari ujung jari telunjuknya dan menembak mengenai kening Mao An.


Dengan cepat Mao An menyerap pengetahuan itu lalu setengah menit kemudia wajahnya menjadi buruk lagi.


"Cih! Sesimpel ini namun aku harus mengutukku sendiri dengan mengatakan jelek sebagai syarat untuk diberitahu!" gerutu Mao An mengeluh.


Ling Tian hanya tertawa terbahak-bahak mendengar keluhan saudaranya itu. Dia sudah menduga akan hal ini. Bagaimana tidak? Pengetahuan yang diberikannya hanyalah trik yang sangat mudah bagi siapapun kultivator yang berada di Ranah Raja namun memang memerlukan waktu yang cukup lama.


Mao An kesal karena mengapa Ling Tian tidak mau memberitahukan hal sesimpel ini dengan ucapan? Terlebih dia harus mengutuk jelek dirinya sendiri. Mao An benar-benar sangat kesal.


"Oi.. Oi.. Ingat saudaraku! Sekecil apapun sebuah pengetahuan, itu adalah harta yang tak ternilai harganya! Dan Tuan Muda yang tamvan ini berbaik hati memberikannya kepadamu secara gratis!" ucap Ling Tian dengan bangga namun membuat Mao An kelakep dan diam tidak bisa berkata-kata lagi.


Yang diucapkan Ling Tian adalah kebenaran mutlak yang tidak terbantahkan. Akan tetapi Mao An bertambah kesal dan dongkol didalam hatinya karena cara dan pengekspresian orang yang menyampaikan kebenaran itu sangatlah menjengkelkan.

__ADS_1


__ADS_2