Ling Tian

Ling Tian
Misteri Lautan Penghubung Antar Daratan


__ADS_3

Feng Lanse'er merasa dengan kecepatan tinggi hingga tidak lama kemudian mereka pun telah sampai di sebuah pantai dari lautan yang memisahkan antara daratan satu dan daratan lainnya.


"Saudari Feng! Nanti saat di tengah-tengah lautan kamu berhentilah dulu. Aku ingin mengetahui rahasia sebenarnya lautan itu sehingga tidak ada satu kapal pun yang berani melewatinya," ujar Ling Tian kepada Feng Lanse'er.


"Baik Tuan Muda!" angguk Feng Lanse'er menurut.


Dia kemudian mengepakkan sayapnya lalu melesat dengan kecepatan tinggi memasuki area lautan yang terkenal sama angker itu. Sementara di atas punggungnya, Ling Tian dan Mao An berbincang-bincang mengenai monster apakah kiranya yang ada di lautan itu.


"Menurutku pasti monster itu adalah monster paus bertanduk! Atau monster hiu bergigi gergaji!" kata Mao An dengan sangat yakin.


"Oh.. Kamu tampak sangat yakin sekali saudaraku?" ucap Ling Tian bertanya sembari mengerutkan keningnya.


"Ayolah saudaraku! Aku hanya menjawab dari kebiasaan yang ada dalam realita saja! Hewan-hewan atau monster yang berada di lautan yang paling besar adalah mereka berdua!" jawab Mao An.


"Jadi begitu.." kata Ling Tian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian dia menepuk punggung dari saudari Feng-nya.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Lanse'er.


"Kamu kan termasuk salah satu dari ras binatang suci yang sangat ditakuti sekaligus dihormati oleh para monster beast dan juga para siluman. Jika memang ternyata benar apa yang dikatakan oleh saudara Mao An, apakah kiranya kamu dapat menangkan mereka dengan kekuatan darahmu?" tanya Ling Tian.


"Jika memang mereka adalah monster atau siluman maka tentu saja aku dapat menekan mereka menggunakan kekuatan darahku," jawab Feng Lanse'er dengan yakin.


"Baguslah jika begitu. Itu artinya kita tidak perlu repot-repot berhadapan dengan mereka jika benar mereka adalah monster ataupun hewan siluman." kata Ling Tian dengan senyuman lebarnya kemudian diangguki oleh Feng Lanse'er dan Mao An.


Feng Lanse'er terus melaju dengan kecepatannya hingga mereka pun kini tidak jauh lagi dari tengah-tengah lautan yang menghubungkan antara daratan timur dengan daratan selatan.


Dari atas langit mereka bertiga dapat melihat segerombolan ikan yang sangat besar sekali yang mengelilingi sesuatu yang tidak terlihat jelas.

__ADS_1


"Sepertinya ada sesuatu yang sedang mereka jaga," ucap Ling Tian menatap dengan intens segerombolan ikan-ikan itu.


"Benar sekali Tuan Muda! Tapi aku tidak dapat melihat dengan jelas apakah itu meski sudah menggunakan mata harimauku!" sahut Mao An.


"Bagaimana Tuan Muda? Apakah kita harus turun ke bawah untuk memastikannya?" tanya Feng Lanse'er.


Namun sebelum Ling Tian menjawab pertanyaan dari saudarinya itu, tiba-tiba mereka bertiga dikejutkan dengan segerombolan ikan yang dapat melompat tinggi seolah mereka itu sedang terbang melayang.


"Feiyu!" seru Ling Tian lalu meminta kepada saudari Feng Lanse'er untuk terbang lebih tinggi lagi menghindari bentrokan dengan mereka.


Mereka berhasil menghindar dari serangan ikan-ikan terbang apa yang mereka kenal dengan monster ikan Feiyu. Monster-monster ikan terbang itu sangatlah banyak sekali dan memiliki kekuatan yang cukup mengagumkan yaitu minimal berada di tingkatan Beast Tingkat 5 ke atas atau setara dengan kultivator ranah Pendekar Emas ke atas. Sungguh entitas yang sangat mengerikan! Terlebih, segerombolan itu menguasai medan yang tidak lain adalah lautan itu sendiri.


"Mereka dari ras monster ikan Feiyu. Tetapi aku merasa mereka itu hanyalah memiliki paling besar separuh kekuatan darah asli mereka. Yang itu artinya mereka adalah ras rendahan dari keluarga Feiyu yang asli yang berada di alam dewa!" kata Feng Lanse'er menjelaskan.


"Itu berarti saudari Feng dapat dengan mudah menekan kekuatan mereka dengan menggunakan kekuatan darah binatang suci?" tanya Mao An sembari tersenyum dan membayangkan sedang membakar ikan-ikan Feiyu yang tampak lezat itu.


"Tunggu!" seru Ling Tian segera menghentikan saudari Feng-nya itu agar tidak melakukan penekanan itu.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Feng Lanse'er sembari mengerutkan keningnya karena keheranan.


"Apa kalian berdua tidak merasa heran dengan mereka yang begitu agresif itu? Mereka seperti sedang dikendalikan oleh sesuatu yang menjadi atasan mereka!" ucap Ling Tian memberikan spekulasinya.


"Masuk akal! Tapi bagaimana cara kita mengetahui dalang di balik para Feiyu itu jika kita tidak mengalahkan mereka?" tanya Mao An.


"Kita harus membagi tugas, Aku dan saudara Mao An akan bergerak memancing para Feiyu itu untuk meninggalkan tempat ini, sementara saudari Feng menyelidiki sesuatu yang mereka kelilingi itu!" jawab Ling Tian menyampaikan rencananya.


"Baiklah! Segera bergerak!" Mao An langsung meloncat dari atas punggung Feng Lanse'er tanpa berkata apakah dia setuju atau tidak terlebih dahulu kepada Ling Tian.

__ADS_1


Mao An melesat menukik ke bawah menuju ke arah para Feiyu itu dengan aura kultivasinya yang telah dia tekan hingga berada di ranah Pendekar Emas Tahap Akhir Bintang 9 atau satu langkah lagi menuju ke ranah Pendekar Platinum.


Ling Tian kemudian juga melakukan hal yang sama dengan Mao An, yaitu menekan kultivasinya hingga berada di ranah Pendekar Emas Puncak namun dia menuju ke arah lain dan berencana untuk membagi kelompok Feiyu itu menjadi dua kelompok.


Para monster ikan Feiyu yang melihat dua orang yang sedang melayang di atas udara dan memiliki motivasi yang mereka anggap sangat rendah langsung saja bereaksi dengan meloncat terbang dari atas permukaan air laut lalu mengejar keduanya dengan membagi menjadi dua kelompok.


'Berhasil!' seru Ling Tian di dalam hatinya.


Ling Tian dan Mao An lalu terbang melesat ke arah yang berlawanan yang diikuti oleh segerombolan ikan-ikan terbang atau monster ikan Feiyu.


"Hahaha.. Ayo kejar aku ikan-ikan kecil!" seru Mao An dengan kegirangan kemudian sebuah senyuman menyeringai terpancar dari sudut bibirnya.


Mao An tampak sedang merencanakan sesuatu yang biasanya akan membuat orang lain mengutukinya namun sangat menguntungkan baginya.


"Waktunya menjala ikan!" teriak Mao An sembari membuat gerakan seolah-olah dia sedang menjala ikan.


Swoosshh...


Sebuah formasi yang berbentuk seperti jaring laba-laba atau lebih tepatnya seperti jala ikan terbentuk dari gerakan eksotis Mao An itu dan berhasil menangkap hampir setengah dari monster ikan terbang itu.


"Yoyoyoo.. Rejeki orang baik memang selalu ada di manapun tempatnya!" ujar Mao An dengan berseru lantang dan tertawa terbahak-bahak.


Dan disisi lain, tanpa berlama-lama lagi, Feng Lanse'er langsung merubah dirinya menjadi sesosok gadis yang sangat cantik kemudian turun dari atas langit menuju ke tempat di mana sebelumnya para monster ikan terbang itu mengelilinginya.


'Sebenarnya ada rahasia apa di tempat ini sehingga para Feiyu itu seolah-olah dengan setia menjaganya?' batin Feng Lanse'er yang sangat penasaran dengan sesuatu itu.


Dia kemudian menceburkan dirinya ke lautan lepas itu dan berenang untuk menyelaminya. Setelah beberapa saat menyelam dan sudah masuk di kedalaman 150 sampai 200 meter, Feng Lanse'er tiba-tiba merasakan sebuah aura yang sangat akrab dan sangat dia kenali.

__ADS_1


'Aura ini..' batin Feng Lanse'er berucap dengan terbata-bata.


__ADS_2