Ling Tian

Ling Tian
Menetaskan Telur 2 Dan Si Berandalan


__ADS_3

Ling Tian berjalan kearah kebun buah-buahan abadinya. Dia melihatnya dengan tersenyum. Terdapat sangat banyak buah yang hampir masak berjumlah ribuan.


'Dengan buah-buahan abadi itu aku bisa meningkatkan kultivasiku hingga ranah Dewa Bumi Akhir! Namun untuk ranah diatasnya buah-buahan ini tidaklah berguna lagi bagiku! Dan aku juga tidak akan melakukannya dalam waktu dekat. Aku harus bertahan sebentar disini sebab aku merasakan firasat buruk yang akan terjadi di Benua Langit ini!' gumam Ling Tian.


Memang benar bahwa ada banyak tingkatan kultivasi diatas ranah Pendekar Berlian. Namun itu tidak berada di Benua Langit atau Alam Fana yang saat ini Ling Tian tapaki.


Setelah melihat buah-buahan abadinya dan cukup puas, Ling Tian segera pergi menuju belakang istana untuk berusaha menetaskan telur dari binatang suci, Harimau Langit.


Tidak butuh waktu lama bagi Ling Tian untuk sampai ditempat yang dituju. Dia melihat Zhuge Ruxu sedang duduk menunggunya. Didepannya terdapat batu seukuran kepala manusia yang tak lain adalah telur Harimau Langit itu sendiri.


Memang cukup aneh bagi Ling Tian yang saat ini memiliki jiwa dari dunia lain. Harimau bertelur? Tch! Aneh!


Namun seperti itulah dunia kultivator. Dunia yang penuh dengan keanehan dan kemustahilan. Hal yang sederhana untuk membuktikannya cukup mudah. Manusia bisa terbang melayang tanpa bantuan? Itu adalah hal mustahil didunia aslinya alias bumi. Karena itulah Ling Tian tidak lagi menanyakan jika ada harimau berkembang biak dengan cara bertelur.


"Salam Tuan Muda!" ujar Zhuge Ruxu menyambut kedatangan tuannya.


Ling Tian hanya mengangguk dan berfokus kepada telur diatas meja.


'Baiklah.. Aku akan memulainya' gumam Ling Tian dalam hati.


Dia membuat gerakan segel tangan yang rumit. Setelah beberapa saat, muncul seberkas cahaya biru terang dari telapak tangan Ling Tian.


"Formasi Array Pengumpul Dan Pengunci Qi, aktif!"


Chuusshh...


Cahaya menembak kearah telur Harimau Langit dan mengelilinginya hingga membentuk seperti bola biru.


'Hmm.. Sekarang tinggal menyalurkan energi Qi untuk mempercepat penetasannya.' gumamnya dihati.


Ling Tian mengumpulkan Qi miliknya ditelapak tangan dan mengirimnya kearah telur. Dia terus melakukannya hingga beberapa lama. Terkadang dia beristirahat untuk mengembalikan Qi miliknya yang terkuras kemudian melakukan lagi hal yang sama seoerti sebelumnya.


Zhuge Ruxu hanya memperhatikan tuannya yang melakukan sesuatu yang tidak dia ketahui. Namun dalam batinnya dia yakin Ling Tian tentu tidak akan melakukan hal yang sia-sia. Bodoh! Pemikiran pelayan macam apa itu!


Proses pengulangan mengisi dan mengirim energi Qi Ling Tian berjalan hingga dua belas jam lamanya waktu dunia jiwa. Saat ini telur itu sudah menunjukkan reaksinya.


Krack! Krack!


Batu yang melingkupi seluruh permukaan telur perlahan retak dan pecah sedikit demi sedikit. Sial! Hanya batu dipermukaan saja sudah selama ini prosesnya! Bagaimana jika menetaskan cangkang telurnya?


Ling Tian sedikit mengeluh karena lamanya proses penetasan ini. Andai saja dia dia tidak memikirkan dan merencanakan suatu hal yang berhubungan dengan telur itu, sudah pasti Ling Tian akan menceploknya lalu membuatnya jadi telur dadar!

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat sembari terus mengirimkan energi Qi ketelur Harimau Langit akhirnya semua batu yang melingkupi sepenuhnya telah pecah. Namun tiba-tiba sesuatu yang tak terencanakan dan Ling Tian fikirkan terjadi.


Energi Qi milik Ling Tian tersedot dengan sangat cepat dan tidak bisa untuk dia hentikan. Telapak tangannya terasa seperti terkena lem setan hingga terus menempel dibagian luar formasi array.


"Sial! Apa yang terjadi? Jika seperti ini aku bisa kehabisan energi Qi!" panik Ling Tian.


Zhuge Ruxu yang mendengar ucapan dan ekspresi panik Ling Tian segera mendatangi dan menanyakannya.


"Ada apa Tuan Muda? Apakah terjadi kesalahan?" tanya Zhuge Ruxu juga ikut panik.


"Oh! Ruxu, cepat kau salurkan energi Qi milikmu kepadaku supaya aku tidak kehabisan Qi!" jawab Ling Tian memberi perintah.


"B-baik Tuan Muda!" ujar Zhuge Ruxu gugup. Jantungnya berdetup kencang mengkhawatirkan tuannya.


"Kau tenangkan hatimu dulu. Aku masih baik-baik saja! Setelahnya kau alirkan energi Qi milikmu perlahan kepadaku!" kata Ling Tian dengan ekspresi tenang yang dibuat-buat.


Setelah Zhuge Ruxu menenangkan gejolak batinnya, dia langsung mengirimkan tenaga dalam atau energi Qi miliknya untuk Ling Tian secara perlahan.


Ling Tian merasakan aliran Qi Zhuge Ruxu kembali mengisi energi Qi dalam tubuhnya tersenyum penuh arti.


'semoga ini cukup sebelum kami kehabisan Qi!' gumam Ling Tian.


Sementara itu didalam penginapan bulan berbunga, Long Yuan yang sudah merasakan hilangnya aura Ling Tian dan adanya formasi array pembatas langsung membuka matanya.


"Haiiih.. Aku benar-benar belum jadi minum tadi! Wei Yuji dan pasukannya sungguh mengesalkan! Ooh.. Mengapa aku tidak memberinya sendikit pelajaran? Aku akan membuatnya sedikit sakit kepala!" Long Yuan tersenyum jahat karena merencanakan sesuatu.


Long Yuan menghilang dari kamar penginapan menjadi sekelebat cahaya menuju kediaman Wei Yuji atau istana Kota Qingque. Long Yuan menghilangkan hawa keberadaannya dengan sempurna.


'Hehe.. Aku harus sedikit bersenang-senang sebelum saudara Tian kembali' gumamnya.


Long Yuan berjalan masuk keistana kota dengan mengendap-endap. Tidak! Lebih tepatnya kegudang penyimpanan makanan dan minuman istana.


Setelah sampai diruangan penyimpanan, Long Yuan melihat dua orang penjaga berdiri didepan pintu gudang. Segera dengan gerakan sangat cepat Long Yuan membuat keduanya pingsan tak berdaya.


"Hehe.. Sangat mudah!" ucap Long Yuan pelan lali memasuki gudang dengan merobek sedikit array pelindung yang ada.


"Ohohoo.. Wei Yuji cukup banyak juga menyimpan anggur dan daging-daging segar disini! Hehehe.. Rejeki bagi orang baik sepertiku memang selalu baik pula!" ujar Long Yuan menyeringai dan sangat senang lalu mengambil semua anggur serta daging-daging segar dan mmemasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.


Long Yuan membuka satu botol anggur dan meminumnya sedikit.


"Ahhhh.. Ini lumayan nikmat! Setidaknya arak atau anggur ini sudah berusia seratus tahun lebih! Hahhh.. Tidak bijak meminum minuman senikmat ini diruangan bau seperti ini! Aku harus mencari tempat santai! Ah.. Andai saja.." Long Yuan tidak melanjutkan gumamannya. Dia memilih untuk keluar dari gudang penyimpanan istana dan melesat mencari tempat bersantai.

__ADS_1


"Disana ada hutan yang cukup luas! Aku akan kesana!" ujar Long Yuan sendiri setelah berhasil keluar istana kota tanpa terdeteksi seorangpun.


Long Yuan terbang melesat ketengah hutan dengan kecepatan maksimal. Setelah beberapa saat, dia menemukan tempat yang cukup bagus dan lapang.


"Tempat itu cukup bagus! Ohoo.. Ada monster beast tingkat 5 disini? Sungguh tidak menduga!" Long Yuan menyeringai kejam.


Swishh..


Melesat turun dengan santai dan sengaja mengedarkan aura keberadaannya, Long Yuan tentu menarik perhatian monster beast tingkat 5 itu.


"Groaarrr!"


Monster beast tingkat 5 yang berbentuk Kingkong sangat marah saat ada yang berani dengan terang-terangan memasuki kawasannya. Dia melihat sesosok pemuda tampan sedang melayang dihadapannya.


"Groaarrr!"


Kingkong itu kembali mengaum sombong dengan kerasnya hingga membuat Long Yuan sedikit jengkel.


"Bisakah kau tidak mengaum kera kecil? Telingaku sakit tau!" Long Yuan berdecak kesal lalu melesat dengan sangat cepat menyamai kecepatan cahaya.


Wuuusssshhh...


Bak! Buk! Bak! Buk!


"Rooaarr!"


Bamm! Bamm!


Buak! Bamm!


Long Yuan dengan santainya menonjoki Kingkong besar itu seperti karung tinju hingga babak belur seluruh tubuhnya.


"Roar.." Kingkong itu mengaum kecil dan meringkuk karena ketakutan. Wajahnya saat ini benar-benar menyedihkan!


"Hahaha.. Gimana rasanya kera kecil? Jika kamu tak mau jadi kera panggang maka segera turuti ucapan Naga Tampan ini! Segera cari kayu bakar dan buat perapian! Yang Mulia ini ingin bersantai sejenak!" perintah Long Yuan.


Dengan berat hati Kingkong yang notabenya adalah raja di hutan itu hanya bisa menuruti ucapan Long Yuan. Dia tidak ingin lagi dihajar habis-habisan tanpa bisa berkutik sedikitpun. Dia sangat menyesal karena tidak memilih lari saja saat bertemu pemuda monster Long Yuan.


Setelah membuat perapian, Long Yuan juga memerintahkan raja Kingkong untuk membakar daging. Sementara Long Yuan duduk bersantai sambil bernyanyi-nyanyi ria dan minum anggur rejeki baik orang baik!


Sial! Benar-benar berandalan tidak tahu diri!

__ADS_1


__ADS_2