Ling Tian

Ling Tian
Lawan Aku!


__ADS_3

Swuusshh...


Tiba-tiba sebuah pusaran angin yang terlihat sangat tenang namun juga sangat mengerikan karena memilih aura yang sangat tajam mengelilingi seluruh bagian tubuh Wei Ziin yang sedang berkonsentrasi. Ling Xing'er mundur puluhan langkah mendekat ke arah di mana Ling Tian dan Ling Lianhua berada.


"Kamu sangat hebat adik Xing'er!" ucap Ling Lianhua memujinya dengan tulus dan bangga.


"Bukan aku yang hebat kakak Hua, namun kakak Ziin lah yang sebenarnya adalah seorang jenius luar biasa!" ujar Ling Xing'er mengelak dikatakan hebat.


Ling Tian lalu mendekati adiknya itu kemudian mengelus ujung kepalanya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Intinya kamu dan kakak Ziin-mu sama-sama hebat!" ujarnya.


Ling Xing'er sangat senang Ling Tian mengatakan hal seperti itu kepadanya. Berbeda dengan ekspresi yang ditunjukkan darinya saat Ling Lianhua yang sama-sama memujinya.


Ya, tentu saja berbeda. Karena bagaimanapun Ling Tian adalah seorang kakak sekaligus guru bagi Ling Xing'er. Dan menurut gadis 9 tahunan itu tidak ada suatu hal yang paling membanggakan kecuali jika memang kakak serta gurunya ini yang memujinya.


Jdeeerrr... Jdeeeerrr...


Petir-petir di atas langit mulai berderu dan saling menyebar satu sama lain. Awan hitam juga langsung menutupi seluruh area Desa Cemara sekitarnya. Hal ini menandakan bahwa Wei Ziin telah berhasil membentuk elemen angin miliknya dan menghancurkan penghalang ranah Pendekar Platinum untuk menerobos ke ranah Pendekar Berlian.


Jdeeerrr...


Tidak lama kemudian sebuah petir yang memiliki aura mencekam mulai menyambar dan mengenai Wei Ziin yang tetap tegar dan teguh dalam kultivasinya. Wei Ziin sebenarnya merasakan sakit yang luar biasa di seluruh bagian tubuhnya namun dia berusaha untuk tetap tenang dan tidak tergoyahkan.


Jdeeeerrrr...


Sambaran petir yang kedua pun telah tiba dan menghantam tubuhnya dengan sangat keras. Kali ini Wei Ziin sedikit goyah dan terlihat di sudut bibirnya terdapat bercak darah segar tanda dia telah mengalami luka dalam yang cukup parah.


"Tetap bertahan dan serat seluruh esensi petir yang menyambarmu itu kakak Ziin!" teriak Ling Xing'er memberikan semangat.


Wei Ziin yang sebelumnya hampir saja menyerah kini telah bangkit kembali dan membulatkan tekadnya untuk dapat melewati petir kesengsaraan yang ketiga atau yang terakhir. Dia menggertakkan giginya kuat-kuat untuk menahan semua rasa sakit yang dia dera di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Wei Ziin juga menyerap semua esensi petir yang tersisa untuk memperkuat tulang, otot, dan tubuhnya agar bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Setelah itu dia langsung menatap ke arah langit dan bersiap-siap untuk menghadapi petir ketiga.


"Datanglah!" ucap Wei Ziin dengan tekat yang membulat.


Jdeeerrrr...


Petir ketiga atau petir yang terakhir pun akhirnya menyambar tubuh Wei Ziin dengan sangat kuat hingga membuat area di sekitarnya hancur berkeping-keping. Untung saja Ling Tian dengan sangat sigap membuat sebuah formasi array untuk membatasi kerusakan akibat petir kesengsaraan itu.


Setelah beberapa saat dan debu-debu yang berhamburan itu mulai menghilang, terlihat sosok gadis yang tidak lain adalah Wei Ziin sedang terbang melayang dengan menutup kedua matanya dan dikelilingi oleh elemen angin yang sangat tajam dan mengerikan.


.


.


Di Aula Istana Klan Ling.


"Sepertinya ada yang akan menerobos kultivasi lagi! Tapi sepertinya ini adalah penerobosan menuju ke arah Pendekar Berlian jika dilihat dari luasnya awan hitam itu!" ucap Patriark Ling Bo Teng sambil sedikit menengadahkan kepalanya.


Jdeeerrr...


Jdeeerrr...


Jdeeerrr...


"Tapi sepertinya arah petir itu menuju ke kediamanku!" seru Tetua Agung Ling Jun atau ayah dari Ling Tian.


Deg! Deg!


Jantung Kaisar Heian langsung berdetak dengan kencang saat mendengarkan ucapan dari sang Tetua Agung. Dia mengingat bahwa putrinya juga saat ini sedang berada di ranah Pendekar Platinum Puncak dan sedang mengalami kebuntuan dalam kultivasinya.


Kaisar Heian tentu saja sangat berharap bahwa orang yang sedang menerobos kultivasi itu adalah putrinya mengingat sebelumnya sang putri keluar bersama dengan Ling Tian.

__ADS_1


"Aku juga berharap bahwa yang menerobos kultivasi itu adalah Ziin'er, saudara Heian!" ucap Ling Jun yang melihat raut wajah harapan terpampang pada ekspresi Kaisar Heian.


"Semoga saja memang demikian! Tuan Muda Ling Tian adalah seorang jenius sekaligus guru paling jenius! Semuanya tidak ada yang tidak mungkin baginya!" kata Kaisar Heian dengan berharap dan memuji Ling Tian dengan tulus.


.


.


Wei Ziin akhirnya membuka kedua matanya dan merasakan kekuatan yang luar biasa merasuk ke dalam tubuh. Dia juga dapat merasakan sebuah ikatan layaknya seperti hubungan keluarga atau pun saudara dengan angin yang ada di sekitarnya.


"Inikah kekuatan ranah Pendekar Berlian? Pantas saja mereka yang telah menerobos karena ini terlihat begitu tangguh dan kuat!" ucap Wei Ziin pelan dan tersenyum dengan lebar.


Swoosshh...


Baru saja Wei Ziin bernafas dengan lega karena telah menyelesaikan terobosannya, tiba-tiba sebuah serangan berbentuk bila angin dengan aura es yang kuat melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Wei Ziin merasakan sebuah bahaya yang luar biasa dari serangan tersebut dan mungkin dapat membahayakan nyawanya jika dia tidak segera bertindak.


Dengan cepat Wei Ziin mengeluarkan pedang pusaka tingkat hijau kualitas sempurna pemberian dari sang ayah lalu mengalirkan energi Qi secukupnya lalu menebaskannya ke arah serangan tersebut.


Boommm...


Wei Ziin terpental puluhan meter hingga menabrak beberapa pohon dan menumbangkannya. Wei Ziin langsung terbatuk-batuk darah dan kesusahan untuk dapat berdiri.


Zheep!


Sosok gadis cantik yang terlihat mungil karena baru berumur 9 tahun tiba-tiba muncul tidak jauh dari Wei Ziin yang sedang terkapar.


"Mengapa kakak Ziin sangat naif? Harusnya kakak dapat berpikir dengan cepat dan sadar bahwa kakak sekarang adalah kultivator ranah Pendekar Berlian! Mengapa tadi bahkan kakak tidak menggunakan elemen angin saat menghadang seranganku?" tutur gadis mungil yang tidak lain adalah Ling Xing'er bertanya dengan nada menyesal.


"Uhuk! Uhuk! Maaf adik Xing'er! Kamu benar! Aku benar-benar naif!" ucap Wei Ziin sembari terbatuk-batuk.


"Lupakan kata maaf kakak! Sekarang telanlah ini dan lawan aku!" ujar Ling Xing'er sembari melemparkan pil penyembuhan yang sebelumnya diberikan oleh Lin Tian untuk Wei Ziin.

__ADS_1


Wei Ziin menangkap pil itu lalu dengan tanpa ragu langsung menelannya. Dia kemudian duduk bersila dengan sikap lotus mulai menyerap kandungan pil penyembuhan itu. Hanya butuh waktu sekitar 5 menit baginya untuk selesai menyerap semua esensi yang terkandung di dalam pil itu dan semua lukanya pun kini telah sembuh seutuhnya.


Wei Ziin lalu membuka matanya dan berdiri tepat dihadapan Ling Xing'er. Ling Xing'er tersenyum dengan lebar lalu memberikan kode dengan gerakan jarinya untuk Wei Ziin yang maju menyerangnya.


__ADS_2