Ling Tian

Ling Tian
Sedikit Melenceng Dari Realita


__ADS_3

"Kakak Ceng! Segera terima saja tawaran dari Tuan Muda Tian! Aku jamin kakak pasti tidak akan pernah menyesal dengan keputusan yang aku sarankan ini!" ucap Si Long yang mencoba membujuk kakaknya.


"Benarkah itu Long'er?" tanya Si Ceng.


"Tentu saja kakak! Bahkan mungkin hanya dengan mengikuti Tuan Muda Tian sajalah di dunia ini kita akan mendapatkan berkah yang luar biasa!" ujar Si Long meyakinkan.


"Kau jangan terlalu berlebihan adik Long!" ucap Si Ceng yang sedikit kurang senang.


"Aku tidak membohongimu kak! Tapi semua terserah dengan kakak! Keputusan semuanya berada di tangan kakak! Namun aku selamanya akan mengikuti Tuan Muda Tian sampai kapanpun!" kata Si Long lalu pergi mendekati Ling Tian.


"Tuan Muda! Terima kasih telah mempertemukan aku dengan kakakku!" ucap Si Long dengan tulus.


"Tidak masalah! Lalu bagaimana dengan keputusanmu Si Ceng?" ucap Ling Tian lalu bertanya kembali kepada Si Ceng.


Si Ceng begitu kesulitan untuk mengambil keputusannya. Dia terlihat seperti orang yang sedang berpikir keras dapat memastikan apa yang dipertimbangkan dan dia pilih lebih baik untuk kedepannya. Setelah 5 menit berpikir, akhirnya Si Ceng telah mengambil keputusannya dengan mengucapkan sumpah atas nama langit dan bumi untuk menjadi pelayan setia Ling Tian.


"Baiklah Tuan Muda! Aku Si Ceng, putra pertama dari Patriark Si Moulu bersumpah atas nama langit dan bumi akan mengikuti Tuan Muda sampai nyawa ini hilang dari raga!" kata Si Ceng dengan kemantapan yang terkandung di dalam setiap kata-kata dari ucapannya. Dia juga langsung menjatuhkan dirinya berlutut di depan Ling Tian serta menaklukkan kedua tangan untuk menunjukkan rasa hormat kepada tuannya.


Ling Tian sedikit terkejut setelah mengetahui identitas asli dari Si Ceng yang ternyata adalah seorang putra dari Patriark Klan Si. Pantas saja sebelumnya dia tampak kebingungan serta bimbang untuk mengambil keputusan.


Namun reaksi keterkejutan Ling Tian itu hanya terjadi beberapa saat saja. Kemudian wajah Ling Tian kembali dalam ekspresi sebelumnya yang tersenyum hangat kepada Si Ceng.


"Baiklah Si Ceng! Mulai sekarang kamu adalah salah satu dari saudaraku!" ucap Ling Tian sambil mengangkat tubuh Si Ceng untuk berdiri.


"Terima kasih Tuan Muda!" ucap Si Ceng sembari menundukkan pandangannya.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih kepadaku! Baiklah Si Long! Kamu bawalah kakakmu ini memasuki dunia jiwa! Beritahu apa saja yang dia ingin tanyakan mengenai diriku atau yang lainnya!" kata Ling Tian kepada Si Long sambil membuka pintu gerbang dunia jiwa di hadapan mereka berdua.


"Baik Tuan Muda!" ucap Si Long dengan patuh.


"Mari kakak Ceng! Akan aku kenalkan kakak kepada saudara-saudari kita yang lain!" ujar Si Long mengajak Si Ceng untuk memasuki dunia jiwa.


"Baik!" angguk Si Ceng lalu berjalan mengikuti adiknya memasuki pintu gerbang dunia jiwa.


Setelah kepergian dari kedua kakak beradik itu Ling Tian kembali menonton pertunjukan seekor Mao An yang sedang memburu orang-orang dari aliansi aliran hitam untuk dimakannya. Melihat itu, Ling Tian hanya bisa tertawa terkekeh-kekeh melihat saudaranya yang begitu bersemangat untuk makan malam.


Dengan tubuh yang sebesar itu Ling Tian memperkirakan bahwa mau anda dapat memakan sekitar 50.000 sampai 60.000 pasukan dari aliansi aliran hitam. Tiga jam kemudian, Ling Tian dapat merasakan kehadiran dari pasukan yang dibawa oleh Jenderal Besar Bong Luoyan.


Hanya dengan lambaian tangannya, Ling Tian dapat membuat array kurungan tersebut berlubang seukuran tubuhnya sehingga dia dapat keluar dari sana kemudian melesat menuju ke arah pasukan yang dipimpin langsung oleh Jenderal Besar Luoyan.


Zheep!


Jenderal Besar Bing Luoyan dan seluruh pasukannya tentu saja sudah mendengar tentang aksi dari Ling Tian yang telah membekukan hampir 200.000 pasukan musuh hanya dengan menggunakan satu lambaian tangan saja.


"Salam Tuan Muda Tian!" ucap Jenderal Besar Luoyan sambil menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan rasa hormat. Hal yang sama juga dilakukan oleh para jenderal bawahannya.


"Salam Jenderal Luoyan dan semuanya! Rencana yang sudah kita susun sebelumnya sedikit melenceng dari realita! Aku dengan hormat meminta maaf atas kejadian ini!" ucap Ling Dian sambil membalas angkutan tangan dari semua orang.


"Ah! Tuan Muda Tian terlalu sopan! Itu tidaklah masalah sama sekali!" ujar Jenderal Besar Bing Luoyan sembari melambaikan tangannya.


"Lalu bagaimana sekarang kondisinya di Kota Humeng?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Ehehehe.. Sebenarnya aku dan saudaraku sudah melakukan rencana yang kita bicarakan sebelumnya dengan baik, namun aku terlalu berlebihan saja Jenderal! Saat ini saudaraku sedang memburu para pasukan dari aliansi aliran hitam di Kota Humeng!" ucap Ling Tian sambil tertawa terkekeh-kekeh.


Para jenderal dari Kekaisaran Bing itu mengerutkan keningnya, mereka tidak terlalu paham dengan apa yang dikatakan oleh pemuda bertopeng separuh wajah di depan mereka itu.


"Para jenderal sekalian tidak perlu bingung! Mari kita mendekat dulu di Kota Humeng!" ucap Ling Tian dengan santai yang membuat para jenderal itu semakin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Ling Tian bersama dengan saudaranya.


Seluruh pasukan yang berjumlah 70.000 orang yang dibawa oleh Jenderal Besar Bing Luoyan segera diberikan komando untuk bergerak kembali menuju ke Kota Humeng. Saat seluruh pasukan itu sudah dekat jaraknya dengan Kota Humeng, mereka semua terperanjat dengan keberadaan sebuah array yang berwarna biru transparan melingkupi seluruh kota tersebut tanpa terkecuali.


Semua orang dapat melihat sesosok harimau raksasa berwarna hitam berada di dalam array tersebut dan sedang memburu orang-orang dari aliansi aliran hitam.


"Tuan Muda! Itu.." Jenderal Besar Bing Luoyan tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena terkejut.


"Benar sekali! Dia adalah saudaraku, Mao An!" ucap Ling Tian sambil tersenyum lebar.


Ling Tian kemudian memberikan pesan jiwa kepada saudaranya untuk berhenti mengejar orang-orang dari aliran hitam sebab pasukan Jenderal Besar Luoyan telah tiba di Kota Humeng. Mao An segera berhenti melakukan aksinya setelah mendapati pesan jiwa dari Ling Tian.


Dia kemudian kembali berubah menjadi seekor kucing hitam kecil yang terlihat sangat imut sekali dan menuju ke arah di mana Ling Tian dan pasukan yang dibawa oleh Jenderal Besar Kekaisaran Bing itu berada.


Zheep!


Mao An muncul tepat di hadapan Ling Tian dan para jenderal dengan posisi yang sedang terbang melayang di atas udara. Para jenderal itu tidak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat seekor kucing yang biasa nemplok di atas pundak kanan pemuda bertopeng separuh wajah itu ternyata adalah seekor monster yang sangat mengerikan.


"Jenderal! Silakan masuk saja kedalam array! Semua orang yang sudah masuk ke dalam susunan formasi array kurungan ini tidak akan pernah bisa keluar lagi kecuali atas kehendak dariku! Jadi tidak akan ada lagi jalan keluar untuk orang-orang dari aliansi aliran hitam!" kata Ling Tian sambil tersenyum sumringah.


"Oiya, sebelumnya aku juga telah berhasil membunuh salah satu dari kedua pemimpin pasukan aliansi aliran hitam yang berada di kota ini! Namun sayang dan sungguh sayang sekali, salah satu diantara keduanya yang tidak lain adalah pangeran Song Yunlei memiliki sebuah jimat teleportasi kuno yang dapat menembus susunan formasi array yang aku buat sehingga dia berhasil menyelamatkan diri dari mautnya!" kata Ling Tian lagi dengan wajah yang sedikit menyesal.

__ADS_1


Para jenderal yang mendengar pengungkapan dari pemuda bertopeng separuh wajah di depannya itu hanya bisa membuka tutup mulutnya lebar-lebar karena tidak bisa langsung percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.


Jenderal Besar Bing Luoyan langsung mengomandukan kepada seluruh pasukannya untuk memasuki array dan memburu orang-orang dari aliansi aliran hitam tanpa menyisakannya satu pun.


__ADS_2