
Ling Tian terus berdendang dan bernyanyi dengan suka ria tanpa memperdulikan Ling Xing'er yang berulang kali gagal karenanya. Namun karena tekat dan keinginan menjadi yang terkuat agar bisa membantu Ling Tian jika dibutuhkan serta tidak ingin mengecewakan kakaknya itu, Ling Xing'er terus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa berkonsentrasi dan mulai melakukan penyerapan terhadap partikel-partikel kecil yang berwarna putih kebiruan itu.
Pada akhirnya Ling Xing'er mampu berkomunikasi dengan baik terhadap energi itu dan hanya menyerap yang dia butuhkan saja setelah waktu menunjukkan telah lewat tengah malam.
Sementara untuk Ling Tian sendiri bukannya semakin malam dia berhenti bernyanyi tapi malah justru menjadi lebih gila-gilaan. Dia menuangkan kesedihan, kelemahan, kesendirian serta kelelahannya dalam menghadapi kehidupannya dalam lagu yang dia bawakan.
Ling Xing'er yang meskipun sudah fokus dan konsentrasi, namun dia masih tetap bisa mendengar semua lagu yang dibawakan oleh Ling Tian dengan baik. Tanpa sadar dia meneteskan air matanya karena sedih.
Ya.. Walau dia baru berumur delapan tahun, akan tetapi dia juga pernah merasakan bagaimana kesendirian dan kesepian terhadap ketiadaannya dari seorang ibu. Dia juga rindu dengan ibunya.
Bomm! Bomm! Bomm!
Bomm!
Ledakana teredam terdengar dari dalam tubuh Ling Xing'er yang menandakan bahwa dia telah berhasil menerobos langsung hingga beberapa ranah yang membuatnya kini telah benar-benar menjadi kultivator.
Perlahan, cahaya putih kebiruan mulai keluar dari tubuh Ling Xing'er yang membuat Ling Tian menghentikan nyanyiannya dan melihat Ling Xing'er dengan senyuman lebar.
"Kau berhasil adikku! Kau memang seorang jenius!" ucap Ling Tian pelan yang hanya dirinya sendiri yang bisa mendengarkannya. Setelah mengatakan itu, Ling Tian menyimpan alat musiknya lalu berbaring diatas ayunan itu kemudian mulai terlelap membiarkan Ling Xing'er meneruskan aktivitasnya dengan tenang.
***
"Ini sudah lebih dari dua bulan semenjak Tuan Muda Tian dan Xing'er pergi! Sebenarnya dimanakah Tuan Muda Tuan mengajaknya berlatih?" tanya Ling Jiu yang memasang wajah khawatir.
"Saudara Jiu tenanglah! Aku yakin keduanya akan membuat kejutan setelah mereka kembali!" jawab Zhuge Ruxu dengan santai sambil menyesap tehnya.
__ADS_1
"Tapi mereka berdua tidak memberikan kabar sedikit pun kepada kita! Hal itulah yang membuatku khawatir!" kata Ling Jiu.
Zhuge Ruxu hanya tersenyum mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Ling Jiu. Dia mengira pastilah Jiu belumlah mengetahui dengan baik karakter yang dimiliki Tuan Mudanya.
"Saudara Jiu! Kamu belum mengetahui secara jelas bagaimana Tuan Muda Tian bukan?" tanya Zhuge Ruxu.
Ling Jiu menggelengkan kepala tanda bahwa ia sama sekali belum tahu. Zhuge Ruxu langsung menjelaskan kepada Ling Jiu secara detail mengenai Ling Tian dan beberapa perilaku atau sikap-sikapnya agar Ling Jiu tidak terlalu terkejut atau kaget dengan Ling Tian nantinya.
Lalu mengenai putrinya Ling Xing'er, Zhuge Ruxu juga menjelaskan bahwa dia pasti akan baik-baik saja. Zhuge Ruxu juga memerintahkan kepada Ling Jiu untuk lebih giat berlatih dan tidak terlalu mencemaskan Ling Xing'er atau dia akan disalib ranah kultivasinya oleh sang putri.
Ling Jiu sangat tidak percaya dengan apa yabg didengarkan oleh telinganya. Namun karena penjelasan Zhuge Ruxu yang menjelaskan mengenai Ling Tian yang mana dia mungkin adalah sebagus-bagusnya guru yang mengajar, maka Ling Jiu langsung panik karena dia pasti akan sangat malu jika memang benar anaknya akan melampauinya.
"Baiklah jika begitu! Aku harus pergi terlebih dulu! Aku harus melanjutkan untuk berlatih lagi!" ujar Ling Jiu langsung menghilang dari tempat itu tanpa menunggu jawaban dari Zhuge Ruxu.
Akan tetapi kerena putrinya dilatih langsung oleh orang yang tidak diragukan lagi kehebatan dan kejeniusannya, Ling Jiu tidak ingin sebagai seorang ayah akan kalah terhadap putrinya.
Ling Jiu langsung melesat menuju tempat dimana Bai Wutian berada. Dia langsung meminta kepadanya untuk melanjutkan latihannya dan meningkatkan lagi kekuatan serta teknik bertarungnya.
***
Waktu terus berlalu. Tidak terasa sudah sembilan bulan Ling Tian dan Ling Xing'er pergi meninggalkan orang-orang penghuni dunia jiwa untuk berlatih.
Disisi lain yang sangat jauh dari Istana Ling, tampak seorang pemuda yang sudah tidak diragukan lagi ketampanannya sedang melayang diatas langit dan bertarung dengan seorang gadis kecil berumur sembilan tahunan yang sangat cantik dan imut menggunakan teknik pedang yang luar biasa.
Dari setiap serangan gadis mungil itu terlihat sebuah efek yang sangat mengerikan yaitu dengan membekunya area sekitar. Namun dari pemuda tampan itu juga tidak kalah hebatnya. Setiap kali pemuda itu mengayunkan pedangnya, maka api berwarna merah menyala yang sangat panas akan timbul membakar segalanya dan melelehkan es yang dikeluarkan oleh sang gadis kecil.
__ADS_1
Mereka berdua tentu adalah Ling Tian dan Ling Xing'er yang sedang berlatih tanding atau lebih tepatnya Ling Tian sedang mengasah ketangkasan bertarung sang adik Ling Xing'er.
Sekitar dua bulan yang lalu, Ling Tian telah memberikan kepada Ling Xing'er sebuah teknik pedang yang sangat cocok dengan dirinya dan ada di tingkat dewa tentunya sebagai hadiah atas terobosan Ling Xing'er di ranah Pendekar Platinum.
Dan saat ini terlihat Ling Xing'er tampak sudah bisa mengeluarkan elemen es miliknya yang menandakan dirinya sudahlah berada di ranah Pendekar Berlian! Sungguh jenius dan monster yang nyata!
Hal itu tentu tidak lepas dari bantuan Ling Tian dan jenis tipe tubuhnya yang khusus serta kejeniusannya dalam berfikir dan mengambil keputusan. Andai saja di dunia luar ada yang mengetahui kejeniusan Xing'er, maka mereka pasti akan berperang demi untuk mendapatkannya.
"Yoo.. Gadis kecil! Apa hanya itu saja kemampuanmu? Dimana bicaramu sebelumnya yang mengatakan ingin membekukan guru paling kerenmu ini?" ujar Ling Tian disela-sela pertarungannya.
"Cih! Keren dari mananya? Menyebalkan iya!" kata Ling Xing'er dengan kesal.
Ling Xing'er lalu menyuntikkan lebih banyak energi Qi es murni yang ada dalam pedang pusaka tingkat merah yang dipegangnya itu dan mengayunkannya kearah Ling Tian.
"Es Abadi! Bekukan guru sekaligus kakak menyebalkan itu!" serunya lalu sebuah energi es berbentuk bilah pedang dan berwarna putih kebiruan dengan aura dingin luar biasa melesat dengan kecepatan tinggi menuju Ling Tian.
Swooosshh...
"Hoho.. Aku juga punya! Api Abadi! Bakar semuanya!" seru Ling Tian sambil mengayunkan pedangnya yang sudah menyala dengan api yang tidak mau kalah dari jurus yang diperlihatkan Ling Xing'er.
Swoosshh...
Bilah pedang berbentuk api melesat menuju kearah Ling Xing'er dan pada akhirnya berbenturan dengan bilah es abadi.
Boommmmm...
__ADS_1