Ling Tian

Ling Tian
Sebuah Hadiah Untuk Sang Pahlawan


__ADS_3

"Ooh.. Apakah kamu akan memberikan kejutan untuk orang tua itu?" tanya Long Yuan.


"Orang tua?" Ling Tian mengangkat alisnya


"Ekhem.. Saudara Long! Apakah kamu tidak sadar akan sesuatu? Kamu itu lebih tua daripadanya ribuan tahun!" lanjut Ling Tian dengan tenang untuk memberi jawaban.


"Puffft.. Hahaha.."


Tawa dari Zhuge Ruxu dan Wei Hun langsung pecah. Bahkan Mao An yang baru saja tiba juga ikut-ikutan tertawa lantang. Padahal dia tidak tahu apa yang sedang saudara-saudaranya ketawakan.


"Jahahaha.. Lucu sekali!" Long Yuan ikut menirukan tawa dari saudara-saudaranya dengan perasaan dongkol. Wajahnya teihat sangat buruk sekali. Terlebih kepada bocah bau Ling Tian, yang mana dia adalah akar dibalik dirinya ditertawakan.


"Hahaha.. Ayolah saudara Long! Wajahmu sangat buruk jika seperti itu!" kata Ling Tian sambil terus terkekeh.


"Kamu juga kucing hitam kecil! Apa yang kamu tertawakan?" ujar Long Yuan kepada Mao An.


"Eh.. Anu kakak kedua, aku hanya ikut-ikutan saja biar terlihat kompak!" jawab Mao An dengan bodohnya.


"Kampret kau adik kelima!" keluh Long Yuan.


"Jelas-jelas aku adalah kucing hitam! Bukan kampret kakak kedua!" protes Mao An.


"Sudah-sudah! Mari kita masuk dulu!" ucap Ling Tian menyudahi perdebatan unfaedah dari kedua saudara koplaknya itu.


"Benar kata Tuan Muda Tian! Lebih baik kita masuk dulu sebelum Tuan dan Nyonya besar kembali!" tambah Zhuge Ruxu.


Akhirnya, mereka berlima ditambah satu kucing putih kecil yang nemplok dipundak Mao An masuk kedalam kediaman sederhana. Seperti biasa, Ling Tian membuatkan teh untuk semuanya. Awalnya Zhuge Ruxu menawarkan dirinya yang akan membuatkannya. Namun dengan cepat Ling Tian menolak bahkan sedikit memarahi Zhuge Ruxu karena menghalangi pekerjaan yang biasa dia lakukan.


Zhuge Ruxu hanya bisa menunduk lesu saat dimarahi oleh Ling Tian. Bagaimanapun, membuat teh biasanya dilakukan oleh seorang perempuan.


Setelah beberapa saat mengobrol diruang tamu, Ling Jun dan Hei Si akhirnya datang bersama dengan dua orang lainnya. Mereka berdua adalah Yi Shu dan ayahnya Yi Cang.


"Selamat datang dikediaman ayah dan ibuku yang sederhana ini saudara Shu, senior Yi!" sambut Ling Tian yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan menangkupkan kedua tangan.

__ADS_1


Yi Shu dan Yi Cang buru-buru membalas salam dari Ling Tian dengan sama-sama menangkupkan kedua tangan. Mereka berdua sangat terkejut sekaligus tertegun dengan keramahan dan tata krama yang sangat baik orang sekuat dan sehebat Ling Tian.


Bagi mereka berdua, pemandangan seperti ini sangatlah jarang terjadi. Melihat betapa berbakatnya seorang Ling Tian, biasanya jika itu pemuda lain pastilah akan sangat arogan dan sombong.


"Salam Tuan Muda Ling!" ucap Yi Shu dan Yi Cang serentak.


"Ah.. Tidak perlu sungkan Tuan Cang! Anggap saja rumah sendiri! Asal jangan di jual saja! Haha.." giliran Ling Jun yang menyahut dengan memberikan candaan garingnya.


"Ahaa.. Itu tidak mungkin Tetua Jun!" jawab Yi Cang dengan sedikit tertawa yang dibuat-buat.


"Baiklah.. Mari! Silakan duduk dulu senior Yi, saudara Shu! Aku akan membuatkan teh terlebih dahulu untuk kalian beserta ayah dan ibu!" kata Ling Tian dengan ramah mempersilahkan untuk duduk.


Yi Shu dan Yi Cang kembali dibuat termenung, seorang Ling Tian membuatkan teh dan menyuruh ibunya untuk duduk? Sungguh anak yang berbakti!


Ling Tian segera menuju dapur untuk membuatkan teh kedua tamu dan orang tuanya. Setelah menyajikan, mereka akhirnya bisa mengobrol dengan tenang. Terkadang, gelak tawa dan canda ria juga menghiasi perbincangan mereka.


Setelah beberapa saat, Yi Shu akhirnya membuka perbincangan inti dan tujuan dia dan ayahnya mengunjungi kediaman sederhana Ling Tian.


"Tuan Muda Ling!" panggil Yi Shu.


"Ah! Bukan begitu Tuan-.. Maaf! Saudara Tian! Baiklah.. Begini, kami datang kemari karena undangan darimu! Kami hendak menanyakan ada gerangan apa Tua-.. Maksudku saudara Tian mengundang kami?" ucap Yi Shu menanyakan perihal kedatangannya.


"Ooh.. Itu.." ujar Ling Tian.


Ling Tian tidak melanjutkan ucapannya. Dia hanya melambaikan tangannya dan muncullah satu buah bodhi diatas telapak tangannya.


"Senior Cang! Aku tahu bahwa kamu memiliki luka yang serius dalam dantianmu sehingga senior tidak bisa berkultivasi! Aku menduga bahwa senior telah melakukan teknik terlarang dan akhirnya mengalami hal ini! Apakah aku salah?" ucap Ling Tian lalu bertanya.


"T-tuan Muda? Maksudku junior Ling, bagaimana kamu mengetahuinya?" Yi Cang sangat terkejut saat Ling Tian mengetahui masalahnya hanya dengan sekali lihat.


"Anda tidak perlu terkejut senior Cang! Aku bisa dengan jelas melihat luka yang ada didalam tubuhmu! Maka terimalah ini sebagai hadiah dariku untuk menyembuhkan lukamu itu!" kata Ling Tian dan melemparkan buah bodhi kepada Yi Cang.


"Junior Ling! I-ini?" Yi Cang menjadi sangat gugup saat ini.

__ADS_1


"Itu adalah buah abadi! Nama buah itu adalah buah bodhi. Buah bodhi adalah buah ajaib yang berguna untuk meningkatkan kultivasi satu tahapan penuh tanpa harus berusaha keras! Dan lagi, buah bodhi mampu menyembuhkan segala jenis luka bahkan jika itu dantian yang telah rusak! Aku yakin senior Cang sangat membutuhkan buah itu!" tutur Ling Tian.


Yi Cang dan Yi Shu sangat terkejut dengan manfaat dari buah yang ada didepan mata mereka. Terlebih, buah ini adalah buah abadi! Buah ajaib yang hanya menjadi sebuah legenda. Mereka sampai berdiri karena saking terkejutnya.


Yi Shu memang pernah mengkonsumsi buah abadi berupa anggur putih yang pernah dia dapatkan dari Patriark Yi Sun Sang. Namun manfaat anggur putih hanya untuk menaikkan kultivasi seorang kultivator.


"J-junior Ling! Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Yi Cang dengan wajah enggan untuk menerima hadiah atau lebih tepatnya harta karun dari Ling Tian.


Ling Tian ikut berdiri dan menghampiri Yi Cang. Dia menepuk pundak Yi Cang dengan pelan.


"Ini adalah sebuah hadiah kecil untuk sang pahlawan sejati sepertimu senior Cang!" kata Ling Tian sambil tersenyum.


"Saudara Tian! Apa maksudnya semua ucapanmu sebelumnya?" Yi Shu menjadi bingung.


"Saudara Shu! Coba lihatlah ayahmu yang hebat ini! Dia adalah sosok yang tegar dan tidak pernah menyerah! Dia terus merawatmu hingga kamu menjadi sekuat ini meski ayahmu tidak bisa lagi berkultivasi. Dan lagi aku mendengar bahwa ibumu juga telah tiada bukan? Itu berarti beliau ini adalah ayah sekaligus ibu bagimu! Tidak semua orang bisa melakukan seperti halnya yang dilakukan oleh ayahmu ini! Maka aku Ling Tian saudaramu, bukankah sudah sepatutnya memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk pahlawan sehebat ayahmu ini?" jelas Ling Tian.


___________________________________


Assalamu'alaikum wr. wb.



Langsung saja...


Terima kasih Author sampaikan kepada 'kang Azazil' yang ternyata telah menjadi buronan mingguan lagi yang ke-3 kalinya dan akun atas nama 'Agung Prasetyo' yang menjadi pembaca terbanyak.


Author hanya bisa mengungkapkan milyaran terima kasih kepada kalian dan semua readers yang sudah mengikuti perjalanan si bocah bau Ling Tian dan senantiasa mendukungnya.


Harapan dan do'a Author, semoga kalian semua diberikan kesuksesan di dunia dan akhirat kelak. Aamiin


Satu hal lagi, inget! Ini hari senin! Jangan lupa pencet tombol VOTE nya, kalau tidak mau Author getok pakai palu. 🔨🤣


Sekian, terima kasih. 😁

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr. wb.


__ADS_2