
Perlahan kapal terbang yang dilemparkan oleh Jenderal Besar Bing Luoyan terus membesar dan membesar terus hingga berukuran raksasa yang dapat menampung seluruh pasukan.
"Semuanya masuk ke kapal! Kita akan ambil penghargaan kita di istana Kekaisaran Bing!" seru Jenderal Besar Bing Luoyan lalu terbang menuju keatas kapal terbang yang sudah melayang.
"Baik!" jawab semua orang dengan bersemangat.
Semua orang termasuk Ling Tian, Mao An dan Chang Ming'er pun satu persatu mulai memasuki artefak kapal terbang itu. Ling Tian telah mengembalikan kultivasi Chang Ming'er namun hanya hingga di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 1 saja yang cukup untuknya bisa terbang tanpa harus merepotkan Ling Tian atau yang lainnya.
Setelah semua pasukan tak terkalahkan dari daratan utara itu sudah memasuki artefak kapal terbang, beberapa jenderal bawahan dari Jenderal Besar Bing Luoyan mulai melajukan artefak itu pergi meninggalkan wilayah Sekte Hasrat dengan kecepatan sedang.
Kabar mengenai 15.000 pasukan tak terkalahkan dari daratan utara yang akan kembali ke Ibukota Bekaisaran Bing sudah terdengar oleh masyarakat luas. Orang-orang yang melihat artefak kapal terbang milik Jenderal Besar Bing Luoyan langsung bersorak-sorai dan mengucapkan berbagai macam doa-doa untuk keselamatan dan kejayaan daratan utara.
Beberapa di antara orang-orang itu juga banyak sekali yang merasa menyesal karena tidak bisa menuai prestasi segemilang 15.000 pasukan itu. Namun di sisi lain, dengan adanya pasukan 15.000 tak terkalahkan yang memiliki prestasi luar biasa membuat para kultivator di daratan utara semakin bersemangat untuk memacu kultivasinya hingga ranah tertinggi.
***
Didalam artefak kapal terbang milik Jenderal Besar Bing Luoyan, Ling Tian dan Mao An meminta kepada Sang Jenderal untuk beristirahat di dalam kamar tanpa boleh diganggu oleh siapapun sampai mereka sampai di Kota Hanleng atau Ibukota Kekaisaran Bing.
Tidak lupa dia juga membawa budaknya Chang Ming'er ikut kedalam kamar karena memang ada yang ingin dia bicarakan dengannya. Jenderal Besar Bing Luoyan hanya bisa mengangguk dan mempersilahkan Ling Tian bersama dengan kedua lainnya beristirahat.
Dia sendiri yang akan menjamin bahwa tidak akan ada orang yang akan mengganggunya selagi Ling Tian masih beristirahat. Ling Tian mengucapkan banyak terima kasih sambil menangkupkan kedua tangannya lalu pergi meninggalkan Sang Jenderal Besar menuju ke kamar peristirahatan.
Didalam kamar, Ling Tian meminta Chang Ming'er untuk duduk dihadapannya. Dengan patuh mantan Tetua Pertama Sekte Hasrat itu duduk dilantai kamar tempat peristirahatan Ling Tian dan Mao An.
"Gadis cantik! Jangan duduk dilantai! Duduklah disini!" ucap Mao An yang kini tiba-tiba menjadi seorang pemuda tampan berambutkan hitam legam.
Chang Ming'er sangat terkejut melihatnya. Dia tidak menyangka bahwa ternyata kucing hitam yang terlihat imut itu dapat berawakening menjadi manusia.
__ADS_1
"Tidak perlu terkejut seperti itu! Aku memang sebenarnya setampan ini! Namun aku hanya ingin sedikit belajar menjadi seekor kucing seperti kakak keempatku!" ucap Mao An dengan percaya diri.
Plak!
"Aduh! Tuan Muda! Mengapa kamu senang sekali memukul kepala belakangku?" keluh Mao An yang tiba-tiba kepala belakangnya ditampol oleh Ling Tian.
"Tidak usah menggoda-goda wanita cantik! Apa kamu ingin aku laporkan ke saudari.." belum sempat Ling Tian menyelesaikan ucapannya, Mao An sudah dengan cepat memotongnya.
"Ah! Ayolah Tuan Muda! Kau ini jangan seperti itu! Aku hanya sedikit bercanda saja tadi!" ucap Mao An dengan wajah yang sedikit memucat.
"Cih! Dasar suami takut istri!" cibir Ling Tian.
Mao An hanya tersenyum masam mendengar cibiran dari Tuan Mudanya. Dia memang tidak terlalu berpengalaman dengan seorang wanita. Makanya dia sedikit takut dengan wanitanya jika sampai dia membuatnya marah atau cemburu.
"Baiklah! Chang Ming'er! Duduklah di kursi! Jangan di situ!" ucap Ling Tian dengan tegas.
"B-baik Tuan!" kata Chang Ming'er dengan cepat dan buru-buru duduk di kursi yang ditunjuk oleh Ling Tian.
"Chang Ming'er!" panggil Ling Tian.
"S-saya Tuan!" kata Chang Ming'er dengan gugup.
"Apakah kamu memendam dendam denganku?" tanya Ling Tian.
Chang Ming'er sangat terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba dari tuannya itu. Dia yang awalnya hanya menundukkan kepalanya kini langsung mendongak sembari menatapi Ling Tian dengan lekat.
"Maksud Tuan?" tanya Chang Ming'er kebingungan.
__ADS_1
"Aku beserta seluruh pasukan yang aku bawa dengan Jenderal Besar Bing Luoyan telah membunuh orang tua, saudara, sekaligus para muridmu! Apakah kamu mendendam kepadaku?" tanya Ling Tian lagi.
Mantan Tetua Pertama Sekte Hasrat itu langsung menitihkan air mata saat mengingat-ingat akan pembantaian yang dilakukan oleh 15.000 pasukan tak terkalahkan terhadap seluruh anggota keluarga beserta para muridnya.
Dia kemudian menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menatap Ling Tian dengan air mata yang terus menetes.
"Jujur, tentu saja aku sangat dendam terhadap Tuan dan semua pasukan yang Jenderal Besar Bing Luoyan bawa. Namun mungkin demikianlah nasib atau takdir mereka!.."
"Seperti yang aku katakan sebelumnya kepada Tetua Ketiga kami bahwa menjadi orang yang berada di pihak aliran hitam itu harus berani mengambil resiko. Dan ternyata resiko yang harus aku tanggung adalah menyaksikan pembantaian keluargaku tepat didepan mataku!.."
"Maka saat ini mau tidak mau aku harus menerima resiko yang kutanggung ini dengan lapang dada!" ucap Chang Ming'er menjelaskan seluruh isi hatinya.
Ling Tian dan Mao An mengangguk-anggukan kepala karena setuju dengan apa yang diucapkan oleh wanita cantik di depan mereka.
"Lalu bagaimana jika aku melepaskanmu? Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ling Tian.
"Aku akan tetap mengikuti Tuan! Tuan adalah Tuanku! Sekali menjadi tuanku maka selamanya juga akan tetap menjadi tuanku!" jawab Chang Ming'er sambil sedikit menggelengkan kepalanya.
***
Satu hari telah berlalu semenjak kabar mengenai 15.000 pasukan tak terkalahkan milik daratan utara sedang bergerak pulang ke Kota Hanleng atau Ibukota Kekaisaran Bing.
Saat ini di depan pintu gerbang istana kekaisaran sudah dipadati oleh jutaan manusia yang ingin menyaksikan betapa gagahnya 15.000 pasukan tak terkalahkan itu. Mereka semua bahkan membawa anak-anak kecil untuk menunjukkan kepada mereka bahwa pasukan itulah pasukan terhebat yang dimiliki oleh daratan utara. Mereka semua ingin menanamkan kepada anak-anak untuk semangat berlatih dan berkultivasi agar menjadi kuat dan memiliki prestasi luar biasa seperti 15.000 pasukan tak terkalahkan.
Kaisar Kekaisaran Bing yang bernama Kaisar Bing Xuanzhi saat ini sedang duduk disebuah rumah kecil yang ada di tempat barak pasukan berada sembari minum teh hangat dan menunggu kedatangan dari Jenderal Besar Bing Luoyan beserta dengan 15.000 pasukan tak terkalahkan dari daratan utara.
Tiba-tiba salah satu jenderal pasukan mendatangi Kaisar Bing Xuanzhi dan berlutut di hadapannya.
__ADS_1
"Hormat Yang Mulia Kaisar! Artefak kapal terbang milik Jenderal Besar Bing Luoyan sudah mulai memasuki wilayah perbatasan Kota Hanleng!" ucap jenderal itu.
"Baiklah! Terima kasih atas laporannya! Kamu bisa kembali jenderal!" kata Kaisar Bing Xuanzhi dengan santai sambil berdiri dari tempat duduknya. Senyuman penuh kebanggaan juga terlukis jelas di bibir Kaisar Kekaisaran Bing itu.