
Ling Tian menyadari satu hal yang pasti, bahwa mustahil bagi seseorang mampu menggabungkan dua manual sekaligus. Pasti akan ada salah satunya yang dikalahkan.
Apalagi yang terjadi pada Wei Hun. Manual pelahap bukanlah manual asli miliknya yang dia olah. Ling Tian menduga bahwa Wei Hun mempelajari manual dan teknik pedang pelahap hanya karena perintah seseorang yang memberikan kedua kitab itu dan sengaja menugaskan Wei Hun untuk melatih teknik pelahap yang diberikan khusus untuknya.
Ling Tian sangat bersyukur sekaligus penasaran akan identitas orang itu. Apa mungkin orang itu adalah orang yang menemuinya dalam mimpi dan memberikan lencana giok atau orang lain? Beberapa pertanyaan memenuhi otak Ling Tian.
"Baiklah.. Aku akan memulainya sekarang!" ucap Ling Tian.
Ling Tian memulai pelatihan teknik pedang pelahapnya. Dimulai dengan membaca hingga selesai dan terus mengulanginya dari awal dan sampai selesai lagi. Hal itu dia lakukan setiap kali hendak melatih sesuatu hal yang baru. Karena akan lebih evektif dan kemungkinan berhasil meski tidak sempurna saat mencoba praktek pertama kali.
Hari-hari terus berlalu. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Dalam perguliran waktu itu, Ling Tian terus mengisinya dengan berlatih, berlatih dan terus berlatih, entah itu menyempurnakan manual kultivasi ataupun teknik pedang pelahap.
Ling Tian juga tidak menduga bahwa gerakan yang terlihat sangat sederhana dari Wei Hun yang dia lihat hampir dua setengah tahun lalu sangatlah sulit dia praktekkan. Jika dihitung sejak awal kepergian Ling Tian dari Klan Ling maka Ling Tian tepat hari ini sudah meninggalkan mereka selama dua tahun delapan bulan. Namun demikian Ling Tian tidak pernah merasa berputus asa atau menyerah untuk berlatih dan menjadi kuat seperti apa yang ditekatkannya sebelum pergi meninggalkan klan. Dia terus memaksakan dirinya untuk berhatih hingga melampaui batasannya.
__ADS_1
Hingga hasil tak menghianati usahanya. Ling Tian berhasil menguasai delapan puluh lima persen manual pelahap dan mampu menggunakan gerakan keempat Teknik Pedang Pelahap; Melahap Segalanya dan tiga lainnya. Meski begitu, dikarenakan Ling Tian belum menguasai manual pelahap secara sempurna maka ketika dia memaksa menggunakan gerakan keempat maka tubuhnya akan merasakan terbebani dengan berat. Kemungkinan juga akan terluka dalam cukup berat dan kehabisan tenaga. Kultivasi Ling Tian juga meningkat dengan cukup memuaskan. Saat ini Ling Tian berada diranah Pendekar Emas Menengah Bintang 3 yang akan setara dengan Pendekar Platinum Menengah Bintang 3 jika bertarung serius dan menggunakan jurus andalannya.
Wei Hun dan Long Yuan masih saja setia menyaksikan Ling Tian untuk berlatih. Terkadang salah satu dari mereka akan Ling Tian ajak untuk berlatih tanding.
***
Klan Ling, Desa Cemara.
Seorang wanita paruh baya sedang duduk merenung sendirian diteras belakang rumahnya. Dia menengadahkan pandangannya kearah jauh dimana Hutan Gelap berada. Air matanya tak lagi bisa terbendung dan tumpah membasahi pipinya.
"Bibi Si.." ucap seorang gadis muda cantik yang mengagetkan ibu Ling Tian.
"Ah! Hua'er.."
__ADS_1
"Bibi menangis lagi? Apa bibi merindukan dan mengkhawatirkan kakak Tian lagi?" tanya gadis itu yang tidak lain adalah Ling Lianhua, gadis yang pernah Ling Tian temui meski secara tidak sengaja.
Ling Lianhua memeluk Hei Si dengan lembut dan mencoba menenangkan hati wanita itu. Ling Lianhua sangat menyayangi Hei Si. Dia sudah menganggap Hei Si sebagai ibunya sendiri sebab ibu Lianhua telah lama meninggal dunia.
"Bibi yakinlah! Kakak Tian pasti baik-baik saja! Dan entah mengapa aku punya keyakinan bahwa kakak Tian akan kembali mengejutkan kita semua!" ucap Ling Lianhua yang sambil terus memeluk Hei Si.
Hampir selama satu tahun ini Ling Lianhua lah yang selalu menemani Hei Si, ibu Ling Tian. Hal itu berawal dan entah karena alasan apa tiba-tiba Ling Lianhua mendatangi kediaman Hei Si dan ingin menanyakan apakah Ling Tian sudah kembali ke klan.
Namun siapa sangka ketika Ling Lianhua telah sampai di kediaman yang dituju, dirinya melihat ibu Ling Tian sedang menangis karena mengkhawatirkan dan merindukan putranya Ling Tian. Akhirnya Ling Lianhua mendatangi ibu Ling Tian dan menghiburnya. Tak lupa dia juga mengenalkan diri sebagai seorang teman dari putranya Ling Tian.
***
Didalam Inti Hutan Gelap.
__ADS_1
Deg!
"Kenapa hatiku tiba-tiba terasa sangat sakit? Dan ini..? Mengapa air mataku mengalir?" ujar Ling Tian seketika menghentikan latihannya.