Ling Tian

Ling Tian
Keberadaan Musuh


__ADS_3

Wei Hun tak bisa berkata-kata lagi untuk menjawab ucapan tulus Ling Tian. Dengan berat hati dia menerima buah-buahan abadi pemberian Ling Tian. Wei Hun berulang kali ingin mengucapkan terima kasih namun selalu dihentikan Ling Tian atas nama saudara.


"Baiklah.. Aku akan menyimpannya terlebih dahulu. Karena jika aku mengkonsumsinya sekarang maka aku akan segera dilempar keluar Benua Langit sebab hukum alam yang membatasi kultivasi seseorang hingga Pendekar Berlian saja," kata Wei Hun.


"Aku mengerti senior Wei, jika anda sudah ingin naik ke Alam Menengah dan bosan disini maka segera makan buah itu!" ujar Ling Tian.


"Aku akan menunggumu dan ingin naik ke Alam Menengah bersamamu, berpetualang dan meraih ketinggian bersama jika kau sudah siap dan mengizinkan!" ucap Wei Hun penuh yakin.


"Ooh.. Tentu saja aku mengizinkan dan justru senang senior Wei, aku harap senior bersabar sebentar karena aku merasakan firasat buruk akan segera datang di Benua Langit ini!" kata Ling Tian membeberkan firasatnya.


"Aku siap membantumu jika kau membutuhkannya! Baiklah aku pergi!" ucap Wei Hun.


"Terima kasih dan silakan senior Wei!" jawab Ling Tian.


Wei Hun pun pergi meninggalkan Ling Tian dan Ling Yuan berdua.


"Mari saudara Long, kita juga harus melanjutkan perjalanan! Aku juga ingin cepat-cepat pulang ke klan!" kata Ling Tian melangkah kearah jalan pulang.


"Iya." singkat Long Yuan dan membuntut Ling Tian.

__ADS_1


***


Disuatu tempat yang sangat gelap dan lembab, muncul sebuah gerbang dimensi berbentuk pusaran angin berwarna hitam dari atas altar kuno. Aura yang dikeluarkan pusaran angin itu begitu hitam pekat dan mencekam.


Tak lama muncullah satu sosok tinggi besar berkulit kemerahan dengan dua tanduk tajam dibagian kanan dan kiri kening sosok tersebut.


"Hahahaha.."


Sosok itu tertawa terbahak-bahak tanpa sebab dan terdengar sangat mengerikan.


'Jadi seperti ini alam tingkat rendah, cih! Aura yang sangat tipis! Dan juga kultivasiku ditekan dan tersegel hingga ranah Pendekar Berlian Puncak!' gumam sosok itu.


"Hormat dan selamat datang Yang Mulia!" ucap tiga pria dan satu wanita didepan altar. Mereka bersujud menyembah. Dan benar! Mereka berempat juga lah yang memanggil sosok mengerikan itu.


"Mari kami antar ke singgasana Yang Mulia!" ujar si wanita.


"Iya. Tuntun aku ke singgasanaku!" kata sosok menyeramkan dengan bangga.


Setelah berjalan beberapa saat mengikuti empat orang berbaju hitam, mereka sampai disebuah istana kecil berwarna hitam dengan aura darah yang sangat kental.

__ADS_1


"Mari Yang Mulia!" kata salah satu pria paruh baya.


Sosok itu hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia terus mengikuti empat orang berjubah hitam dan sampailah diruang singgasana.


"Dudukilah singgasana anda dengan Bangga Yang Mulia!" ujar empat orang berjubah hitam dan perlahan mereka berlutut.


Sosok menyeramkan itu tidak menanggapi dan hanya berjalan dengan angkuh kemudian menduduki singgasana.


"Siapkan pasukan dan rekrut kultivator aliran hitam sebanyak mungkin! Kita akan kuasai Benua Langit ini!" ucapnya dengan tegas.


"Kami bersumpah akan menjalankan tugas Yang Mulia!" tutur mereka berempat.


***


Sementara itu Ling Tian dan Long Yuan terus terbang melesat ke suatu arah dimana Klan Ling itu berada. Butuh sekitar empat atau lima hari bagi mereka berdua sampai di Klan Ling. Saat ini mereka telah melayang diatas sebuah hutan yang sangat luas dan lebar. Mereka berdua telah keluar dari Kota Awan dengan tenang dan tanpa halangan suatu apapun.


Hal itu terjadi karena orang atau para prajurit yang menjaga gerbang kota telah mengenal dan tahu betul siapa mereka berdua. Dua sosok yang membunuh para pengawal Klan Gu dengan satu tamparan dan membuat Klan Gu jatuh miskin hanya dalam hitungan menit. Sial! Hanya dengan alasan itu saja para prajurit penjaga gerbang sudah gemetaran dan segera mempersilahkan Ling Tian dan Long Yuan melewati gerbang.


"Saudaraku, apa kau merasakannya?" tanya Long Yuan tiba-tiba.

__ADS_1


"Tentu! Mungkin masih berjarak satu kilometer dari kita!" jawab Ling Tian.


"Benar! Mari kita melihatnya!" kata Long Yuan dengan tersenyum.


__ADS_2