Ling Tian

Ling Tian
Latihan Ling Xing'er


__ADS_3

Mata Ling Xing'er langsung berbinar saat mendengar bahwa Ling Tian datang memang karena ingin melatihnya. Meskipun dia sedikit kesal karena dicubit hidungnya oleh Ling Tian, namun rasa senangnya itu melebihi segalanya.


"Benarkah itu kakak?" tany Ling Xing'er memastikan.


Ling Tian hanya mengangguk sebagai balasan. Dia lalu memberikan salam kepada semua orang yang ada di tempat itu dengan ramah sambil terus menggandeng tangan dari Ling Xing'er.


"Bagaimana kondisimu paman Jiu?" tanya Ling Tian kepada Ling Jiu dengan panggilannya yang berbeda.


"Sangat baik! Seperti yang Tuan Muda lihat sekarang!" jawab Ling Jiu dengan tersenyum lebar.


Tentu saja kehidupannya di dunia jiwa sangatlah baik daripada kehidupannya pada saat di Desa Chugu. Disini dia bisa bersantai sambil berlatih untuk berkultivasi. Bai Wutian lah yang dipilih oleh Zhuge Ruxu untuk menjadi guru pembimbing dari Ling Jiu.


"Syukurlah jika paman Jiu dalam keadaan baik!" angguk Ling Tian puas.


"Tentu saja ayah dalam keadaan baik kakak! Ayah bahkan sekarang sudah bisa berkultivasi dan menjadi sakti! Hanya Xing'er saja disini yang manusia biasa!" ujar Ling Xing'er dengan polosnya serta memasang wajah yang cemberut.


"Hahaha.."


Ling Tian hanya tertawa renyah mendengar keluhan dari adiknya itu. Kemudian dia mengajak semua orang untuk masuk kedalam Istana Ling untuk mengobrol dengan lebih santai.


Ling Tiandan semua orang pun setuju. Mereka semua menuju ke Istana Ling untuk berbincang-bincang santai disana. Tidak lupa Ling Lianhua dan beberapa wanita juga langsung mengbuatkan teh untuk semua orang dan menyajikan beberapa makanan ringan seperti buah-buahan biasa diatas meja untuk dinikmati.


"Kakak, dimana kakak Mao?" tanya Ling Xing'er yang keheranan karena manusia kucing itu tidak datang bersama Ling Tian. Bai Si'er yang juga ada disana juga ikut dibuat penasaran.


"Oh.. Itu.. Saudara Mao sedang diluar! Aku memintanya untuk berada disana untuk mengawasi keadaan yang mungkin saja terjadi sesuatu yang tidak terduga mengenai wilayah terlarang!" jawab Ling Tian.


"Oh.."

__ADS_1


Semua orang mengangguk. Mereka juga sudah mengetahui perihal harta langit dan bumi yang muncul di wilayah terlarang daratan tengah karena beberapa diantara mereka selalu ada yang mengawasi cermin kehidupan Ling Tian untuk dapat melihat dunia luar yang Ling Tian jajaki.


Setelah hampir satu jam mengobrol, Ling Tian lalu berpamit kepada semua orang untuk mengajak Ling Xing'er memulai pelatihan.


"Baiklah adik kecilku! Hari bahagiamu sudah habis mulai sekarang!" ujar Ling Tian kepada Ling Xing'er.


"Siap kakak! Demi untuk menjadi kuat dan bisa membantu kakak nantinya, Xing'er tidak akan mengeluh meski harus berlatih dengan keras!" ucap Ling Xing'er dengan mantap tanpa sedikitpun keraguan dimatanya.


Ling Tian sangat puas dengan tekat adiknya ini, dia lalu membawanya menghilang dari tempat itu menuju sebuah tempat yang sangat jauh dari Istana Ling di dunia jiwa.


Zheep!


keduanya muncul disebuah perbukitan yang sangat asri dan indah untuk dipandang.


"Baiklah adik kecil! Sebelum kakak memberikanmu pelajaran mengenai kultivasi, kakak harus memperkuat tulang-tulang serta tubuhmu terlebih dahulu! Waktu kakak sangat sebentar di dunia jiwa ini! Jadi kamu jangan sampai mengeluh jika kakak melatihmu tanpa belas kasihan!" ucap Ling Tian setelah menurunkan Ling Xing'er dari gendongannya.


"Kakak suka semangatmu! Baiklah.. Sekarang kamu berlarilah! Putari perbukitan itu selama sepuluh kali dalam setengah hari! Jika kamu gagal, kamu harus siap menerima hukuman dari kakakmu ini!" ujar Ling Tian sambil menunjuk kearah perbukitan didepannya yang sangat luas itu.


Ling Xing'er sampai melongo dibuatnya. Karena tidak mungkin baginya untuk berlari sepuluh putaran mengelilingi perbukitan itu dengan tubuhnya yang mungil.


"Ingat! Setiap sekali putaran, kamu baru boleh minum!" ujar Ling Tian lagi yang membuat Ling Xing'er hampir jatuh dari tempatnya berdiri. Dia tidak menyangka bahwa kakaknya ini akan sangat kejam terhadapnya.


"Ayolah Dewi Es! Mulai berlari sekarang!" seru Ling Tian menyuruh Ling Xing'er untuk mulai.


Ling Xing'er sedikit aneh dengan panggilan kakaknya yang memanggil dirinya sebagai Dewi Es. Namun karena tidak ingin mengecewakan kakaknya itu, dengan terpaksa dia mulai berlari untuk mengelilingi perbukitan itu.


Sementara untuk Ling Tian sendiri, dia lalu membuat sebuah ayunan dari energi Qi miliknya dan memasangnya diantara kedua pohon besar. Dia lalu dengan santainya duduk disana sambil dendendang dan meminum anggur dua ribu tahun miliknya.

__ADS_1


Sial! Sungguh guru yang sangat baik! Mudridnya berlatih mati-matian untuk berlari memgelilingi perbukitan, sementara dirinya justru bersantai-santai sambil meminum anggur. Jika ada yang melihat Ling Tian melatih seseorang dengan cara seperti itu, orang itu pasti akan mengutuk guru yang seperti itu.


Sayangnya dia adalah Ling Tian. Dia tidak akan peduli dengan ucapan semua orang yang mengatakan hal buruk tentangnya. Dia punya cara sendiri untuk melatih Ling Xing'er untuk menjadi kuat sehingga menjadi seorang Dewi Es nantinya.


Ling Tian sudah menyiapkan semuanya dalam benaknya tentang apa-apa saja yang akan dia berikan kepada adiknya Ling Xing'er agar terus dan bisa berkembang dengan cepat.


Waktu terus berlalu. Ling Xing'er terus saja berlatih setiap harinya dengan berlarian mengelilingi perbukitan itu. Dia sama sekali tidak mengeluh dengan pelatihannya ini. Dia sangat percaya kepada kakaknya bahwa dia akan menjadi kuat berkali-kali lipat dibandingkan dengan orang lain jika dilatih oleh kakaknya.


Ling Xing'er juga selalu mendapatkan hukuman dari Ling Tian karena tidak bisa memenuhi target dari berlarinya mengelilingi bukit. Kadang hukuman itu adalah dengan mengambilkan Ling Tian air untuknya mandi disebuah sungai yang cukup jauh tempatnya dari tempat Ling Tian bersantai, kadang diminta membuatkan makanan, dan kadang pula diminta memijiti kakaknya yang terlihat sangat pemalas itu.


Ling Tian bahkan terlihat sedikit lebih gemuk sekarang karena dia selalu berhela-hela ditempat itu tanpa sedikitpun berlatih atau melakukan apapun.


Selama hampir dua bulan Ling Xing'er selalu dilatih Ling Tian dengan cara yang sama. Dan memang, yang dirasakan oleh Ling Xing'er adalah kekuatan tulang serta tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah dua bulan tepat, Ling Tian lalu memanggil adiknya itu untuk menghadapnya.


"Xing'er! sekarang tubuhmu telah menjadi lebih kuat dari rata-rata anak seusiamu! Apakah kamu sudah siap untuk menerima pengajaran dari kakak Tian tentang berkultivasi?" tanya Ling Tian kepada Ling Xing'er.


"Xing'er siap kakak! Bahkan sangat siap!" jawab Ling Xing'er dengan tegas dan sorot mata yang yang membara karena semangat.


"Baiklah.. Kakak akan memberikan sebuah manual kultivasi yang sangat cocok untukmu! Namun sebelum itu, kemarikanlah tanganmu terlebih dahulu! Kakak ingin memeriksa aliran darah dalam tubuhmu!" ujar Ling Tian.


Tanpa ragu dan bertanya, Ling Xing'er memberikan tangan kanannya kepada Ling Tian untuk diperiksa. Ling Tian memegang tangan adiknya atau lebih tepatnya merasakan urat nadi yang ada di pergelangan tangan Ling Xing'er.


Selain memeriksa aliran darahnya, nyatanya Ling Tian juga memeriksa kekuatan tulang yang dimiliki oleh Ling Xing'er saat ini agar dirinya puas.


Setelah menganggukkan kepalanya beberapa kali dan melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Ling Xing'er, Ling Tian lalu menjentikkan jarinya.

__ADS_1


Swush...


__ADS_2