Ling Tian

Ling Tian
Membesuk Pangeran Kedua


__ADS_3

"Itu sangat memungkinkan sekali, Tuan. Mengingat, pangeran Song Yunlei saat terakhir memiliki kekuatan ranah Pendekar Berlian Puncak dan dia masih belum sepadan dengan kekuatan yang dimiliki oleh tuan muda dari Klan Ling itu." ujar Mogui Heng menguatkan spekulasi dari Han Tianba.


Han Tianba kerja mendengarkan penuturan dari tangan kanannya itu. Dia sangat tidak menyangka bahwa sosok pangeran kedua dari kekaisaran Song yang sangat berambisi itu dapat dengan mudah dikalahkan oleh tuan muda dari Klan Ling serta lari tunggang-langgang menuju ke alam menengah untuk menyelamatkan nyawanya.


"Hmm.. Aku semakin penasaran saja dengan Tuan Muda dari Klan Ling itu. Aku harap dia tidak mengecewakanku jika nanti bertemu." ujar Han Tianba dengan senyuman sinisnya karena dia bisa memastikan dapat memenangkannya, sebab dia akan di topang dengan bantuan susunan formasi array pengacau.


Han Tianba lalu pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke markas aliansi aliran hitam yang berada di bawah tanah istana kekaisaran Han meninggalkan Mogui Heng. Sedangkan untuk Mogui Heng, dia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah congkak dari Han Tianba. Mogui Heng masih memiliki sedikit kekhawatiran pada perang nanti karena lawan mereka yang asli adalah klan yang memiliki nama tidak asing dan mirip dengan nama klan yang paling ditakuti oleh seluruh klan di alam semesta.


Setelah itu Mogui Heng juga pergi meninggalkan tempat tersebut mengikuti Han Tianba karena sebelumnya dia juga diberitahu akan diadakannya pertemuan membahas peperangan serta persiapannya melawan aliran putih yang sudah dipastikan akan menyerbu daratan selatan.


***


3 Bulan Kemudian.


Swoosshh...


Sebuah pusaran angin atau celah spasial berwarna putih keemasan dengan diameter yang sangat lebar tiba-tiba muncul di atas langit-langit lapangan yang ada di depan istana Klan Ling.


Swush... Swush... Swush...


Satu bersatu para generasi muda yang berlatih selama 9 bulan lebih itu muncul dari dalam pusaran angin tersebut. Dan kekuatan mereka semua benar-benar sangat berbeda dan mengagumkan daripada 9 bulan yang lalu.


Saat ini kekuatan mereka sudah berada di ranah Pendekar Berlian semua dan yang paling rendah adalah ranah Pendekar Berlian Awal bintang 5. Itu merupakan peningkatan yang luar biasa bagi pelatihan yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang ada di Benua Langit.


Kemunculan para generasi muda itu diakhiri dengan Ling Tian dan juga Ling Lianhua yang muncul secara bersama-sama dan bergandengan tangan. Keduanya benar-benar pasangan yang sangat serasi sekali. Yang pria adalah seorang yang sangat tampan dan berwibawa, sedangkan yang wanita merupakan sosok layaknya seorang Dewi yang berasal dari khayangan.


Siapapun yang melihat keduanya pasti akan merasa iri karena kesempurnaan yang dimiliki oleh mereka nyatanya tidak bisa dibandingkan meski hanya beberapa persen saja dengan kedua pasangan ini.

__ADS_1


Tap! Tap!


Ling Tian dan Ling Lianhua mendarat di atas tanah tepat dihadapan para generasi muda yang telah kembali berbaris dan menundukkan pandangan mereka untuk menunjukkan rasa hormat serta kesopanan akan kedua pasangan yang sangat berjasa bagi mereka itu, khususnya kepada Ling Tian.


Patriark Ling Bo Teng, Tetua Agung Ling Jun, Tetua Ling Lian Zong dan para petinggi yang lain dari Klan Ling termasuk Ling We dan Ling Jian menyambut kedatangan para generasi muda dan Ling Tian serta saudara-saudaranya itu dengan senyuman sumringah.


Bagaimana tidak? Para generasi muda dari berbagai klan yang awalnya hanya bisa dikatakan sebagai sampah jika itu di Klan Ling, saat ini telah berevolusi menjadi monster-monster yang sangat mengerikan hanya dalam kurun waktu 9 bulan saja. Entah bagaimana cara pelatihan yang dilakukan oleh Ling Tien dan para saudara-saudaranya itu sehingga dapat melahirkan sosok-sosok seperti para generasi muda itu.


"Selamat keponakan-keponakanku semua! Kalian telah berhasil melahirkan regenerasi luar biasa untuk seluruh klan yang ada di daratan timur kita ini!" seru Patriark Klan Ling dengan bangga.


"Ahaha.. Terima kasih atas pujiannya, paman! Sebenarnya bukan kami lah yang berjasa dalam hal ini, tapi karena kerja keras dan keuletan dari para generasi muda inilah yang membuat mereka berubah menjadi monster-monster luar biasa," ujar Ling Tian dengan merendah mewakili para saudara-saudaranya.


"Hmm.. Kamu dan saudara-saudaramu tidak pernah berubah sama sekali, keponakanku! Baiklah.. Sekarang perintahkanlah para generasi muda itu untuk beristirahat terlebih dahulu di tempat-tempat yang sudah kami sediakan, sebelum kita mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai persiapan perang di daratan selatan," ujar Patriark Ling Bo Teng.


"Baik, paman." angguk Ling Tian lalu mengomandokan para generasi muda berbagai klan untuk melakukan apa yang diinstruksikan oleh Patriark Klan Ling.


Setelah itu Ling Tian kembali pamit kepada semua orang karena dia memiliki suatu urusan yang harus dilakukan hanya bersama saudara kucing jadi-jadiannya, Mao An. Semua orang termasuk ayah, ibu, paman, bibi dan saudara-saudaranya hanya mengangguk setuju saja lalu pergi meninggalkan tempat itu kediaman mereka masing-masing untuk beristirahat.


Zheep!


"Sebenarnya kita ini mau ke mana Tuan Muda?" tanya Mao An yang tidak mengerti mengapa demikian hendak pergi mengajaknya.


"Hehehe.. Kembali ke dunia jiwa," jawab Ling Tian santai.


"Ke dunia jiwa?" kening kucing Mao An semakin dalam dalam mengerut saja.


"Saudaraku, sudah lama bagimu bukan tidak memiliki mainan yang dengan sesuka hati dapat kamu cakar-cakar tanpa menghiraukan apapun?" Ling Tian menjawabnya dengan senyuman menyeringai.

__ADS_1


"Hoo.. Maksud Tuan Muda.." Mao An mulai paham dengan alur percakapan Ling Tian.


"Tentu saja. Pangeran kedua itu tidak mungkin bukan jika tidak mendapatkan hadiah-hadiah menarik darimu dan hanya berdiam diri serta pengangguran saja di dalam penjara?" kata Ling Tian dengan tersenyum lebar.


"Ohoo.. Tentu saja aku dengan sangat baik dan senang hati akan memberikan hadiah untuk anak manja itu," ujar Mao An sambil menyeringai jahat.


"Lakukan dengan baik saudaraku." ucap Ling Tian lalu melambaikan tangan dan dengan segera pintu gerbang dunia jiwa langsung tercipta lalu tanpa menunggu lama dirinya bersama Mao An memasukinya.


Zheep!


***


Penjara Dunia Jiwa.


Swuush...


Ling Tian dan Mao An yang masih dalam kucing dan berdiri tegak diatas pundak muncul tidak jauh dari penjara dunia jiwa.


Tap!


Ling Tian mendarat dengan santai dan langsung mendapatkan sambutan dari ketiga Tie bersaudara yang mana mereka dari awal ditugaskan menjaganya.


"Salam Tuan Muda! Salam saudara Mao An!" ujar ketiga golem besi itu secara serempak.


"Salam saudara-saudaraku! Kami ingin bertemu dengan pangeran Song Yunlei. Apa dia baik-baik saja sekarang?" ujar Ling Tian bertanya.


"Tentu saja dia baik-baik saja, Tuan Muda. Luka-lukanya bahkan sekarang sudah mulai pulih karena dia memiliki pil penyembuh yang cukup lumayan untuk memperbaiki kerusakan di hambir seluruh tubuhnya!" ujar Tie San sembari meminta adiknya Tie Sin untuk membuka pintu sel.

__ADS_1


__________________________________________


Maaf, cuma satu bab hari ini🤧


__ADS_2