
Melihat Ling Tian menghilang, Wei Hun langsung menginstruksikan semua orang untuk kembali berdiri.
"Kalian semua! Berdirilah dan jangan kemana-mana terlebih dahulu sebelum kami semua kembali!" kata Wei Hun.
Wei Hun, Long Yuan, Zhuge Ruxu dan Mao An yang dipundaknya ada Ling Hu langsung melesat mengikuti jejak Ling Tian.
Semua orang dibuat bingung karena orang-orang penting dan kuat di Klan Ling tiba-tiba menghilang saat formasi array yang melindungi Klan Ling beberapa saat yang lalu berubah menjadi berwarna kemerahan.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya salah satu penonton kepada teman disebelahnya.
"Jika kamu bertanya kepadaku, lalu aku hendak bertanya kepada siapa?" jawab temannya dengan mendengus kesal. Pasalnya dia juga tidak tahu dengan alasan kepergian Ling Tian dan saudara-saudaranya yang hebat itu.
"Eh? Biasa saja kali! Tidak usah pakai ngegas!"
"Diam! Mungkinkah ada bahaya yang datang? Sebelumnya kita semua melihat bahwa array pelindung tiba-tiba menjadi merah!"
"Itu bisa saja! Tapi warna merah bukan hanya untuk tanda bahaya!"
"Lalu untuk apa?"
"Yaa.. Bisa saja untuk tanda cinta! Kan hati juga berwarna merah!"
Plak!
"Aduh! Kenapa kamu memukul kepalaku?"
"Dalam situasi ini saja kamu masih bercanda! Apa kamu kira Tuan Muda Ling Tian dan saudaranya kedatangan orang-orang yang mereka cintai? Dasar otak miring!"
"Ehehehe.. Teman! Janganlah seserius itu! Mana mungkin Tuan Muda Ling dan saudara-saudaranya pergi hanya untuk hal seperti itu,"
"Lalu mengapa kamu bilang seperti tadi? Apa kamu sudah bosan hidup?"
"Eh?"
"Jika salah satu anggota Klan Ling mendengar ucapanmu dan melaporkannya kepada Tuan Muda Ling, maka tamatlah riwayatmu dan menyesallah kamu di alam baka karena mati belum menikah!"
"Apa! Ehm.. Tidak-tidak! Tadi aku hanya bicara asalan saja dan bercanda. Aku tidak ada niat apapun! Apalagi menjelekkan Tuan Muda Ling!"
"Yasudah.. Maka diamlah! Kadang mulut itu bisa lebih tajam dari pedang! Mulutmu bisa membunuhmu!"
"Baik! Aku akan diam,"
"Itu lebih baik."
***
__ADS_1
Sementara itu sepuluh menit sebelum Ling Tian dan saudara-saudaranya pergi meninggalkan semua orang, didepan pintu gerbang Klan Ling terdapat lima orang pria berpakaian hitam sedang berdiri mengamati sesuatu yang ada didepannya.
"Formasi array? Klan Ling ini sepertinya bukanlah klan abal-abal!" kata pria yang menjadi pemimpin dari kelima orang pria berjubah hitam.
"Benar Tuan Han Sio! Sepertinya kita harus sedikit waspada!" kata pria yang ada disebelah kanan Han Sio.
"Cih! Ini hanya formasi array tingkat rendahan! Dengan sekali serangan dariku maka formasi ini akan hancur! Bilang saja kamu takut!" ujar pria disamping kiri Han Sio dengan mendengus.
"Apa kamu bilang? Takut? Beraninya kamu bilang seperti itu padaku! Apa kau ingin bertarung?" geram pria disamping kanan Han Sio.
"Siapa taku-" ucapan pria disamping kiri Han Sio tepotong oleh bentakan Han Sio.
"Kalian berdua diam! Atau aku sendiri yang akan membunuh kalian sekarang juga!" Han Sio sangat kesal dengan kedua bawahannya yang selalu bertengkar dan tidak bisa akur seperti anjing dan kucing. Dia ingin sekali membunuh keduanya ditempat. Namun keduanya adalah bawahan yang paling setia dan sangat bisa diandalkan.
"Benar yang dikatakan Ular Kedua! Kita harus selalu waspada dimanapun berada!" lanjutnya membenarkan ucapan pria yang ada disamping kanannya.
"Cih!" pria disamping kiri Han Sio atau biasa dipanggil Ular Ketiga berdecak kesal.
Perlu diketahui juga bahwa setiap anggotanya selalu dipanggil dengan nama lain atau julukan. Han Sio sendiri adalah berjuluk Ular Pertama karena dia yang terkuat diantara kelimanya sekaligus yang ditunjuk langsung oleh Pemimpin Gedung Pembunuh di Kaisaran Han. Hal ini dilakukan karena mereka adalah mata-mata yang handal yang dikirimkan aliansi aliran hitam pusat dari Kekaisaran Han.
"Sudahlah.. Mari kita masuk! Sepertinya didalam sana masih ada pesta yang belum selesai!" kata Han Sio.
"Baik!" jawab keempatnya dengan serentak.
"Siapa kalian? Perlihatkan identitas kalian!" ucap salah satu penjaga gerbang.
Han Sio tidak menjawab, dia hanya mengeluarkan sebuah lencana duplikat milik Kekaisaran Wei namun sangat mirip dari yang aslinya.
"Ooh.. Ternyata kalian dari keluarga Wei! Silakan masuk!" ucap penjaga gerbang dan keduanya menangkupkan kedua tangan untuk memberikan penghormatan.
"Ya! Terima kasih!" singkat Han Sio.
Mereka berempat melangkahkan kaki memasuki Klan Ling yang dilingkupi formasi array dengan tenang. Namun tiba-tiba sebuah lonjakan aura segera terjadi dan formasi array yang awalnya berwarna kebiruan segera berubah menjadi kemerahan.
"Apa yang terjadi?" tanya penjaga gerbang kepada temannya.
"Aku tidak tahu!" jawab temannya.
"Apakah ada hubungannya dengan kelima orang itu?" tanya penjaga satu.
"Entahlah.. Tapi mungkin bisa jadi!" jawab penjaga dua.
Sementara Han Sio dan keempat pria lainnya juga sangat terkejut dengan lonjakan ajra dan perubahan warna fomasi array.
"Kalian berlima! Berhenti!"
__ADS_1
Tiba-tiba suara teriakan dari penjaga gerbang satu terdengar dan menyuruh mereka untuk menghentikan langkah. Kedua penjaga gerbang itu dengan cepat berlari menghampiri kelima tamu yang baru datang itu.
"Kalian berhenti!" kata penjaga satu.
"Ada apa tuan? Mengapa kalian menghentikan jalan kami?" tanya Han Sio dengan sopan yang dibuat-buat. Sebenarnya dia sangat geram dan ingin membunuh kedua penjaga gerbang itu.
"Siapa kalian sebenarnya?" penjaga dua tidak menjawab pertanyaan Han Sio, dia malah balik bertanya. Sial! Hal ini sangat menjengkelkan untuk Han Sio.
"Bukankah kalian sudah tahu bahwa kami dari Klan Wei? Jangan halangi jalan kami! Kami sudah sangat terlambat!" ungkap Han Sio yang mulai sedikit emosi.
"Tidak! Kalian berlima tidak akan terlambat untuk menemui Raja Neraka!"
Tiba-tiba suara seorang pemuda terdengar dengan cukup keras dan sedikit menggelegar.
Zheep!
***
Ling Tian yang menghilang segera melesat kearah pintu gerbang Klan Ling untuk melihat siapakah gerangan orang beraliran hitam yang berani masuk kedalam klannya. Formasi array pelindung yang Ling Tian buat bukan hanya bermanfaat untuk melindungi saja, namun juga berguna untuk mendeteksi seseorang yang mempunyai energi negatif.
Saat telah tiba, dia melihat kedua penjaga Klan Ling sedang menghentikan lima orang pria yang memakai jubah hitam. Ling Tian juga mendengar tanya jawab dari kedua belah pihak. Ling Tian sangat terkejut saat mereka berlima mengatakan bahwa mereka berasal dari Klan Wei.
Disaat itu juga, Ling Tian yang melihat orang yang mengaku dari Klan Wei mulai agak emosi, dia langsung berucap sesuatu,
"Tidak! Kalian berlima tidak akan terlambat untuk menemui Raja Neraka!"
Zheep!
Kemunculan Ling Tian yang berjarak sekitar dua puluh meter dari mereka bertujuh tentu saja cukup mengejutkan. Kedua penjaga gerbang segera menangkupkan kedua tangan untuk memberi hormat.
"Salam Tuan Muda!" ucap keduanya serentak.
"Ya! Kalian boleh kembali bertugas!" jawab Ling Tian dan menyuruh keduanya kembali.
"Baik Tuan Muda!" mereka berdua menurut dan undur diri.
"Siapa kau?" tanya Han Sio.
"Jika kalian memang benar dari Klan Wei, maka kalian pasti sudah mengenalku!" jawab Ling Tian dengan sinis.
Zheep! Zheep! Zheep! Zheep!
Beberapa saat kemudian, empat sosok beraurakan sangat kuat kembali muncul. Mereka tidak lain adalah Wei Hun, Long Yuan, Zhuge ruxu dan Mao An.
"Hoaahm.. Ternyata hanya beberapa tikus kecil saja!" ujar Long Yuan dengan malas dan menguap.
__ADS_1