Ling Tian

Ling Tian
Paviliun Harta Karun


__ADS_3

Ling Tian dan Long Yuan mengacuhkan semua orang saat menjadi pusat perhatian. Mereka berdua hanya melangkah santai dan memasuki Kota Awan setelah membayar biaya masuk sesuai prosedur.


Mereka berdua menuju tempat pelelangan untuk mendaftarkan diri mengikuti lelang. Pelelangan kali ini akan diadakan oleh salah satu cabang dari Paviliun Harta Karun yang ada di Kota Awan.


Paviliun Harta Karun merupakan salah satu intensitas atau keberadaan organisasi besar yang berjalan dibidang jual beli dengan pusatnya yang berada di Kekaisaran Xiao Benua Langit. Kekaisaran Xiao sendiri adalah kekaisaran terkuat saat ini yang berada di bagian tengah-tengah Benua Langit.


Tidak ada satu orangpun yang berani menyinggung Paviliun Harta Karun, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa orang yang melindungi organisasi dagang tersebut adalah seorang yang sangat kuat yang sudah memasuki ranah Pendekar Berlian, ranah tertinggi kultivator Benua langit. Hanya orang bodoh yang berani macam-macam dan mengusik keberadaan Paviliun Harta Karun.


Mengabaikan kabar yang tersebar dengan cepat dan sedang hangat-hangatnya tentang tuan muda Klan Gu yang terkapar tak sadarkan diri dan beberapa pengawalnya yang mati hanya dengan satu tamparan disepan pintu gerbang Kota Awan, Ling Tian dan Long Yuan telah sampai didepan bangunan yang sangat megah dan menjulang tinggi keatas langit. Benar! Bangunan itu adalah milik cabang Paviliun Harta Karun, tempat pelelangan akan diadakan.


"Ada yang bisa kami bantu tuan-tuan?" tanya seorang resepsionis cantik yang kira-kira masih berumur dua puluh tiga tahun.


"Tentu! Kami ingin mendaftarkan diri mengikuti lelang," jawab Ling Tian.


"Baiklah. Mari ikuti saya untuk mengisi data diri tuan-tuan sekalian." kata resepsionis cantik.


Ling Tian dan Long Yuan mengangguk sebagai jawaban dan mengikuti gadis resepsionis. Mereka berdua dibawa disatu ruangan administrasi lantai dasar.


"silakan duduk dulu tuan-tuan! Kami akan menyiapkan beberapa berkas terlebih dahulu."


Gadis resepsionis mengambil beberapa kertas dari dalam laci dan menulis-nulis sesuatu.


"Maaf, siapa nama tuan-tuan?" tanyanya.

__ADS_1


"Ling Tian!"


"Long Yuan!"


Gadis resepsionis mengangguk dan mencatat nama kedua pelanggan tersebut.


"Oiya tuan-tuan yang terhormat, kami Paviliun Harta Karun menyediakan dua macam kartu keanggotaan pelanggan. Yang pertama adalah kartu biasa dan yang kedua adalah kartu VIP. Namun untuk mendapatkan keanggotaan VIP, tuan-tuan disyaratkan menawarkan salah satu barang untuk dilelang di Paviliun! Apa tuan-tuan tertarik?" tanya gadis pelayan dengan sangat sopan.


Ling Tian tentu sangat tertarik dengan keanggotaan VIP. Disamping memiliki hak khusus, orang-orang yang memiliki kartu VIP akan mempunyai tempat tersendiri yang cukup nyaman saat pelelangan berlangsung.


"Bagaimana saudaraku? Apa kamu tertarik?" Ling Tian bertanya dengan Long Yuan.


"Aku ikut saja denganmu!" jawab Long Yuan simpel.


"Tuan tidak perlu menemui manejer untuk mendapatkan kartu VIP. Tuan cukup memperlihatkan barang apa yang akan tuan lelang kepada kami. Jika barang tersebut memenuhi syarat maka kami akan memberikan kartu VIP kepada tuan!" ujar gadis resepsionis.


"Tidak! Aku tidak bisa memperlihatkannya kepadamu atau siapapun disini karena barang yang aku lelang bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh! Panggil saja manajer paviliun dan katakan padanya jika Paviliun Harta Karun tidak ingin menyesal disuatu hari nanti maka temui aku disini. Aku akan menunggunya!" ucap Ling Tian tersenyum misterius.


Gadis resepsionis merasa ragu untuk memanggil sang manajer, namun jika melihat ekspresi pelanggan yang didepannya tersenyum sangat misterius, dia juga ragu kalau-kalau apa yang dikatakan sebelumnya adalah kebenaran.


Setelah berfikir beberapa menit, gadis resepsionis menghilangkan keraguannya dan mencoba mempercayai ucapan Ling Tian. Dia berdiri dan pamit untuk menyampaikan pesan kepada sang manajer.


Lima menit kemudian, gadis resepsionis kembali dengan seorang pria paruh baya yang berbadan besar alias gendut.

__ADS_1


"Itu mereka tuan!" ujar si gadis.


"Apakah kamu yang mengatakan bahwa Paviliun Harta Karun akan menyesal jika tidak menuruti keinginanmu?" tanya sang manajer yang bernama Ma Huang dengan tatapan tajam.


"Tentu iya!" jawab Ling Tian santai.


"Apakah kamu bisa memperlihatkan kepadaku barang apa yang akan kamu lelang?" tanya sang manajer lagi.


"Maaf tuan manajer, tempat ini terlalu terbuka dan banyak sekali orang. Bisakah kamu membawaku ditempat yang cukup nyaman untuk berbisnis?" ungkap Ling Tian.


Manajer Ma Huang terlihat seperti sedang berfikir, namun semenit kemudian dia berdiri.


"Baiklah! Mari ikut keruanganku!" katanya.


Ling Tian dan Long Yuan hanya mengangguk dan membuntuti Manajer Ma Huang ke ruangan kerjanya.


"Jadi?" tanya Manajer Ma Huang.


Tanpa basa-basi Ling Tian melambaikan tangannya dan muncul tiga butir anggur berwana putih dengan aura yang sangat kuat terpancar darinya.


Ling Tian sukses membuat seluruh tubuh Manajer Ma Huang bergetar dan berkeringat dingin. Dengan lirih dia mengucapkan kata penuh terbata-bata,


"Bu-buah A-abadi! An-nggur P-put-tih!"

__ADS_1


__ADS_2