
Ling Tian cukup senang mengetahui Paviliun Harta Karun juga ada di Kota Obat. Bahkan gedung didepannya ini sekitar tiga kali lebih besar daripada gedung Paviliun yang pernah dia datangi di Kota Awan.
Dia melangkahkan kaki dengan tenang hingga sampai lah didepan pintu masuk gedung paviliun dan disambut hangat oleh kedua penjaga.
"Selamat datang di Paviliun Harta Karun Tuan Muda! Silakan masuk!" ujar salah satu penjaga pintu.
Ling Tian dapat melihat dengan pasti keduanya adalah orang-orang yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Emas Awal. Sungguh kuat untuk mereka yang hanya menjadi penjaga pintu.
"Terima kasih!" sahut Ling Tian sambil tersenyum ramah.
"Oiya, maaf tuan sekalian! Bisakah aku meminta tolong sesuatu?" lanjut Ling Tian.
"Silakan Tuan Muda!" jawab salah satu penjaga.
"Tolong sampaikan ini kepada manajer disini!" ujar Ling Tian sambil mengeluarkan kartu ungu milik Paviliun Harta Karun.
Kedua penjaga tersebut langsung melotot melihat kartu ungu yang dikeluarkan oleh Ling Tian.
"I-ini.. B-baik Tuan Muda! M-mari kita menunggu diruangan yang lebih nyaman!" ujar salah satu penjaga dengan gugup. Dia tahu betul apa arti kartu ungu ini.
"Oh.. Baiklah! Tolong tuntun jalannya!" kata Ling Tian santai.
Salah satu penjaga pintu itu menuntun Ling Tian kesebuah ruangan khusus yang cukup mewah dan sangat nyaman untuk menunggu. Tidak lupa penjaga tersebut meminta pelayan yang berada disana untuk membuatkan teh untuk sajian tamu kehormatan paviliun satu ini. Sementara penjaga pintu yang satunya lagi buru-buru mendatangi ruangan manajer sambil membawa kartu ungu milik Ling Tian.
"Ah.. Tempat ini sangat nyaman! Terima kasih!" ujar Ling Tian kepada penjaga pintu yang berdiri dihadapannya.
"Tidak perlu berterima kasih Tuan Muda! Ini sudah sepatutnya kami berikan untuk Tuan Muda yang terhormat!" kata si penjaga.
Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya datang dengan tergopoh-gopoh memasuki ruangan Ling Tian berada.
__ADS_1
"Ah! Selamat datang kembali di Paviliun Harta Karun kami! Perkenalkan! Namaku adalah Ma Pu! Saya adalah manajer disini!" ucap pria baya tersebut sambil menangkupkan kedua tangan.
Ling Tian berdiri dan membalas angkupan tangan Manajer Ma Pu.
"Salam Manajer Pu! Namaku Ling Tian dari daratan timur!" kata Ling Tian sambil tersenyum.
"Ah! Iya.. Silakan duduk Tuan Muda Ling!" ujar Manajer Ma Pu.
"Baik!" angguk Ling Tian.
"Dan kamu, boleh kembali sekarang!" Manajer Ma Pu menyuruh penjaga pintu untuk kembali bertugas.
"Baik tuan!" turut penjaga pintu.
Setelah penjaga pintu itu pergi, Manajer Ma Pu kemudian ikut duduk di kursi yang tersedia.
"Sebelumnya, mohon maafkan saya Tuan Muda Ling! Karena tidak menyambut anda secara pribadi!" ucap Manajer Ma Lu dengan wajah yang merasa tidak enak.
"Ohh.. Jadi begitu.. Kebetulan sekali Tuan Muda datang disaat yang sangat tepat! Kami baru saja mendapatkan sesuatu yang mungkin akan menarik bagi Tuan Muda Ling!" kata Manajer Ma Pu dengan wajah tersenyum lebar.
"Hal menarik? Apakah itu?" Ling Tian cukup penasaran sampai mengangkat alisnya tinggi-tinggi.
"Ini Tuan Muda!" ujar Manajer Ma Pu sambil mengeluarkan sebuah gulungan kulit yang tampak sangat lusuh dan kuno.
"Sebuah peta?" tanya Ling Tian.
"Benar sekali Tuan Muda Ling! Ini adalah sebuah peta harta karun yang di yakini milik Penguasa Benua Langit! Seseorang menjualnya kepada kami beberapa hari yang lalu dan kami berniat untuk melelangnya setelah acara turnamen selesai! Namun karena Tuan Muda Ling ada disini, aku menawarkannya secara khusus!" jawab Manajer Ma Pu yang terus mempertahankan senyumannya. Dia meletakkan peta tersebut diatas meja.
"Mengapa anda begitu percaya diri mengatakan milik Penguasa Benua Langit?" Ling Tian sangat keheranan.
__ADS_1
"Tentu saja! Karena ada tulisan nama Klan Ling anda didalam peta ini! Tuan Muda tentu sudah tahu artinya bukan?" jawab Manajer Ma Pu.
"Apaa! Ada tulisan Klan Ling didalamnya?" Ling Tian sangat terkejut mengetahui hal ini.
Ling Tian beranggapan kemungkinan peta ini berhubungan dengan peninggalan Leluhur Klan Ling, Ling Dong. Ling Tian juga berfikir siapakah pihak yang menjualnya kepada Paviliun Harta Karun ini? Lalu apakah tujuannya? Beberapa pertanyaan terlintas difikiran Ling Tian.
Manajer Ma Pu tersenyum melihat ekspresi keterkejutan Ling Tian. Menurutnya hal ini sangatlah wajar. Dia juga tahu betul tentang sejarah Klan Ling yang dahulunya adalah penguasa tunggal Benua Langit sebelum akhirnya runtuh karena peperangan yang disebabkan oleh Klan Lian yang berkhianat.
Manajer Ma Pu berniat menjual peta ini kepada Ling Tian bukanlah tanpa alasan. Yang pertama tentu karena Ling Tian memiliki kartu ungu yang menandakan dirinya adalah tamu VVIP Paviliun Harta Karun dan yang kedua adalah karena ingin menjalin hubungan baik dengan Klan Ling yang tiba-tiba menjadi penguasa daratan timur.
Menurut Manajer Ma Pu, dengan hubungan baik yang terjalin antara Paviliun Harta Karun dan Klan Ling akanlah memperkokoh kedudukan Paviliun Harta Karun di Benua Langit.
Paviliun Harta Karun adalah suatu organisasi yang berani berdiri sendiri tanpa bergandengan dengan penguasa setempat atau lebih tepatnya Klan Xiao atau Klan Lian. Hal itu disebabkan karena pihak Paviliun tahu betul bagaimana kedua klan itu bersikap kepada kelompok yang berada dibawah sayapnya.
Oleh sebab itu, Paviliun Harta Karun berdiri tegak dan bersifat netral kepada semuanya dengan dalih hanya menjadi kelompok dagang saja. Namun begitu, Paviliun Harta Karun tidak meninggalkan kerja sama atau hubungan kepada klan-klan atau sekte yang tidak berada dibawah pimpinan kedua klan tersebut.
Ling Tian melihat dengan jelas arti sebuah senyuman yang terukir dibibir Manajer Ma Pu. Dia tahu betul bahwa Paviliun Harta Karun mencoba membuat relasi yang baik dengan Klan Ling miliknya.
"Lalu, berapakah biaya yang harus aku keluarkan untuk menebus peta ini?" tanya Ling Tian langsung pada pokok pembahasan.
"Haha! Tuan Muda Ling memang tidak pernah mau basa-basi! Kami sebelumnya berniat melelang peta ini dengan harga tujuh ratus lima puluh sampai satu ribu koin platinum!" jawab Manajer Ma Pu sambil tersenyum.
"Hmm.. Satu ribu koin platinum ya? Menurutku, meskipun peta ini belumlah jelas sebuah peta harta atau bukan, tapi karena ada tulisan Klan Ling milikku maka aku akan tetap membelinya!" ujar Ling Tian sambil memegangi dagu dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
Setelah itu, Ling Tian mengibaskan tangan dan muncullah satu ribu koin platinum yang menumpuk diatas meja didepannya.
"Manajer Pu bisa menghitungnya kembali untuk memastikan jumlahnya!" kata Ling Tian sambil mengambil peta yang tergeletak disisi lain meja.
"Itu tidak perlu! Aku percaya Tuan Muda Ling tidak akan berbohong masalah jumlahnya!" sahut Manajer Ma Pu lalu menarik semua koin platinum tersebut kedalam cincin penyimpanannya.
__ADS_1
_______________________________________
Yok yang belum VOTE yok..😁